
"Iiisshhh....jangan macam-macam, kita masih belum selesai bicara"
"Apa lagi sih yank" Sahut Ferry kesal karena Lia menepis tangannya yang mulai jahil.
"Cerita mu belum selesai, soal kita yang pindah ke Negara A. kamu belum selesai jelasinnya dan soal papi juga belum kamu bahas"
Ferry menarik nafas panjang, berat sebenarnya untuk Ferry menceritakan ini tapi Lia harus tau semuanya dari dirinya agar tidak ada salah paham nantinya.
"Kamu tau kan Merry itu siapa?" tanya Ferry hati-hati sambil menatap lekap bola mata Lia untuk memastikan perasaan istrinya.
"Hhhmm" gumam Lia sambil menganggukan kepala, tanda Lia sudab tau kalau mereka berdua teman dari kecil dan kedua keluar memiliki hubungan kerja sama dan papi bersahabat dengan ayahnya Merry.
"Perkiraan ku papi sengaja memasukan Merry ke YZ Collection untuk bersaing dengan mu dan juga untuk mendekati ku"
"Segitunya papi nggak suka sama aku ya?" wajah Lia sudah murung, air matanya sudah akan tumpah tapi Lia menahannya.
"Tidak penting bagaimana perasaan pak tua itu pada mu, yang paling penting adalah perasaan kita satu sama lain"
Ujar Ferry sambil memegang dagu Lia dan mengangkatnya sehingga manik mata keduanya saling bersitatap.
Ferry mengecup kecil bibir ranum sang istri. "Selama cuma kamu wanita ku" mendengar ucapan Ferry, Lia tak lagi kuat menahan perasaannya Lia menyusut masuk dalam pelukan Ferry, Ferry mengerakan pelukan sambil mengelus lembut punggung sang istri yang mulai bergetar karena menangis.
"Aku nggak ngerti kenapa papi begitu membenci ku, apa salah ku? apa karena aku jauh lebih miskin dari mu? atau karena usia ku yang lebih tua dari mu?"
"Sudah tidak perlu kamu hiraukan lagi pak tua itu, kita fokus membicarakan bagaimana menghadapi Merry saja ya karena aku yakin papi tidak akan turun tangan sendiri, dia hanya akan memberi peluang seluas-luasnya pada Merry untuk mendekati ku dan membatasi akses mu untuk berhubungan langsung dengan ku".
Lia menghapus air matanya dengan kedua tangannya. "Oke aku siap dan akan waspada penuh menghadapi Merry asal kamu janji menjaga hati mu untuk ku?" ucap Lia malu-malu.
"Tentu saja sayang ku, kalau aku mau dengan Merry sudah dari dulu. Tapi kan aku maunya cuma sama kamu". Sahut Ferry sambil membelai lembut kepala Lia dan menghujaninnya dengan ciuman.
"Jadi apa rencana mu?" tanya Lia mulai serius.
"Selama di Negara A kita tinggal di apartemen sampai rumah yang aku janjikan selesai di bangun".
__ADS_1
"Kamu bangun rumah?" tanya Lia penasaran.
"Iya, seperti yang aku janjikan saat pelelangan waktu itu, aku membangunkan rumah impian mu di pusat kota negara A". Lia hanya senyum mendengar suaminya menceritakan detail rumah yang sedang dibangun, benar rumah impian Lia banget.
"Trus?" tanya Lia lagi karena Ferry menjeda bicaranya.
"Sebelum kamu tau betul Negara A kamu akan pakai supir kemana pun kamu pergi jika tidak bersama ku".
"Harus seperti itu? kan disana transpotasi umum aman dan nyaman. Apa tidak terlalu mencolok jika aku yang cuma anak mahasiswa yang dapet beasiswa dan berhasil magang di YZ Collection kemana-mana pak supir?".
Lama Ferry terdiam setelah mendengar pendapat Lia, nampak seperti berfikir namun pada akhirnya tetap saja Ferry tidak mengizinkan Lia bawa mobil sendiri atau mengendarai angkutan umum.
"Soal itu tidak ada bantahan semua sesuai pengaturan ku" sahut Ferry tegas, Kalau sudah begitu Lia hanya bisa menutut saja.
"Baiklah, tapi saat aku sudah dapatkan sim international ku aku akan menyetir sendiri bagaimana?".
"Hhhmmm...oke". 'kita lihat apa kamu mampu mendapatkan SIM international mu' gumam Ferry dalam hati.
"Satu hal lagi, kamu di YZ Collection bukan anak magang tapi salah satu kepala designer semua karyawan YZ Collection sudah tau tentang mu karena kamu sudah memberikan dua proyek besar untuk YZ Collection dan kamu juga sudah membantu menyelesaikan masalah artis yang terkena alergi kulit karena ada campuran zat kimia diatas ambang batas aturan pemakaian"
"Tentu saja Direktur kepala YZ Collection, memangnya kamu pikir aku yang bikin gosip ..ckckk"
"Hehehehe...kirain gitu Tuan muda Goucher punya hobby lain bergosip dengan para karyawan". Mendengar celotehan Lia sontak Ferry langsung mengacak-acak rambut Lia.
"Kamu berani ya ngeledek suami kaya gitu..." ujar Ferry sambil mengelitiki pinggang Lia.
"Suami ampun...ampun tidak berani, ampun geli banget nanti aku bisa pipis di celana...hehehe".
"Owh iya sayang, waktu itu apa benar Merry menjiblak design milik mu?"
"Tidak bisa dibilang begitu sih suami, mungkin dia hanya terinspirasi dari design yang pernah aku posting dulu di group para designer"
"Owh begitu, karena menurut Jerry designnya hampir serupa dengan karya mu"
__ADS_1
"Iya tapi ada perbedaan suami, makanya tidak bisa dikatakan menjiplak atau mencuri karya ku kerena dia menukisnya asli dengan tangannya hanya saja dia mendapatkan ide gambar itu dari hasil design ku lalu dia memodifikasi motifnya, jadi itu tetaplah karyanya".
"Owh iya suami kamu tunggu sebentar" Lia turun dari ranjang dan menuju meja belajarnya.
"saat kamu tidak di sini aku banyak menghabiskan waktu ku mendesign coba kamu Lia karya-karya ku ini" Ujar Lia sambil menyodorkan map berisi design-designnya. Ferry menyambutnya dan mulai melihat satu persatu hasil design istrinya. Ferry terkagum-kagum melihat hasil kerja tangan istrinya.
'Lia benar-benar berbakat dalam hal design, belum juga lulus ciri khas designnya begitu kental terasa, sekali tatap orang akan merasakan kalau ini hasil karya Lia Putri Aghata'
"Kamu lihat lah pelan-pelan aku mau ke toilet dulu" ujar Lia saat melihat Ferry asik sendiri memandangi gambar-gambar designnya.
"Sayang, kamu tidak usah kerja di YZ Collection...." Ferry menghentikan ucapannya saat melihat wajah Lia langsung muram mendengar ucapannya yang baru sepotong.
"Kenapa? agar kamu bebas ketemuan sama Merry?"
"Hahahaha...istri ku kamu sedang cemburu"
"Tidak lucu" gerutu Lia dengan nada tinggi dan mau pergi meninggalkan Ferry tapi langkah Lia kalah cepat dengan tarikan tangan Ferry.
"Aaaaaa...." karena tarikan tangan Ferry terlalu kuat Lia sampai terjatuh dalam pelukan Ferry.
"Kamu sedang menggoda ku ya?" goda Ferry saat Lia jatuh tepat menimpa tubuh Ferry.
"Mana ada, nggak usah geer" sahut Lia sengit.
"Udah ahh ngambeknya orang aku belum selesai bicara juga udah maen ngambek aja....ckckck"
"Jadi maksud ku, setelah melihat hasil design mu sayang kalau kamu terkurung di YZ Collection, lebih baik kamu punya butik dengan Brand nama mu sendiri sekaligus kamu bebas dari gangguan Merry, bagaimana ide ku ini?"
Lia terdiam cukup lama memikirkan ide dari Ferry.
"Jadi bagaimana menurut mu? setuju tidak dengan ide ku" tanya Ferry lagi memastikan karena Lia terus saja diam dan masih menimbang keputusan apa yang akan dia ambil.
kira-kira Lia setuju nggak sama ide Ferry?
__ADS_1
jangan lupa like and komen ya readers