Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Aku Mau Kamu jadi Sarapan ku


__ADS_3

"Tuan, nyonya muda ada yang kalian butuhkan lagi? karena sebentar lagi pesawat akan landing" Ucap seorang pramugari cantik dengan tinggi semampai dan bentuk tubuh profesional.


Mendengar pertanyaan si pramugari, Ferry melihat ke arah ku, aku hanya menggeleng. "Kembali lah ketempat mu kamu tidak menginginkan apapun lagi" Ucap Ferry tanpa melihat sedikit pun ke arah pramugari itu. Ku lihat wajah si pramugari menahan kesal diperlakukan seperti itu oleh Ferry.


"Makasih ya mba, maaf selama perjalanan merepotkan kalian semua" ucapku sambil tersenyum manis, mendengar ucapanku si bule langsung melihat kearahku seperti bertanya 'ada apa?kenapa tiba-tiba bilang begitu? mereka sudah ku bayar!" itu sih cuma analisa ku saja saat melihat tatapan Ferry padaku.


"Sama-sama nyonya muda, ini sudah tugas kami. Kalau tidak ada yang dibutuhkan lagi saya permisi dulu" pamit si pramugari yang ku anggukan. Dia pun berlalu meninggalkan kami berdua, si bule masih terus saja menatapku tanpa kedip seakan menunggu penjelasan ku.


"Kenapa melihat ku seperti itu? memang tidak pernah melihat wanita cantik" tanyaku dengan senyum manis dan wajah nakal menggoda si bule.


"Kamu menggodaku? tidak takut aku memakan mu disini sekarang juga...hahahaha" Ujar Ferry membalas sikap centil ku.


"Menyebalkan" sahutku sambil melipat tanganku di dada dan mengalihkan pandangan ku dari Ferry.


"Hei.." ucap Ferry terpotong ketika seorang pramugara datang memberi tahu pintu pesawat sudah terbuka karena pesawat sudah landing dan selesai parkir dari tadi, pantes sewa jet pribadi itu mahal ternyata rasanya beda jauh dengan pesawat kelas ekonomi yang biasa ku gunakan jika liburan...hehehee.


"Ayo kita turun" Ajak Ferry sambil mengulurkan tangannya padaku, ya tentu saja langsung ku sambut dan kami pun turun sambil bergandengan tangan walaupun aku dibelakang dia di depan ku.


Di depan pintu keluar sudah berdiri pramugari yang sama yang menyambut kami saat baru naek pesawat, dengan senyum manisnya kembali si bule hanya mengangguk tanpa menatap atau bicara sepatah pun, membuat senyum si pramugari yang begitu manis sedikit menghilang beberapa detik lalu kembali tersenyum pada ku. "Selamat Jalan, sampai jumpa" aku membalas senyumnya dan mengucapkan terima kasih.


Tak jauh dari tempat pesawat parkir mobil sport maybach Exelero Ferry sudah terparkir, seseorang sudah berdiri di depan mobil menunggu kami. Dia hanya memberikan kunci pada Ferry karena si bule yang akan mengendarai mobilnya sendiri.

__ADS_1


"Silahkan masuk nyonya Goucher" ucapnya saat membukakan pintu mobil untuk ku.


"Terima kasih suamiku" ucapku dengan senyum manis dan duduk dikursi sebelah pengemudi, tak lama si bule sudah duduk di sebelah ku. Dia akan memasangkan safetybelt padaku karena aku slalu lupa memasangnya, baru lah dia menjalankan mobil sportnya dengan cepat tak sampai satu jam kami tiba di rumah. 'Rumah yang sudah seminggu lebih ku biarkan kosong, pasti kotor dan berdebu sekarang ini. alamat nginem deh besok'. Gumamku dalam hati saat mulai masuk ke dalam rumah mengikuti langkah Ferry, tapi betapa terkejutnya aku karena rumah sangat bersih bahkan lebih bersih dan rapi dari saat kami tinggal pergi ke negara M.


"Hei, kenapa bengong disitu?" tanya Ferry sambil menyentuh pipi ku. "Heran rumah bersih dan rapi?" tanyanya lagi. Aku hanya menganggukan kepala. 'Nih bule bener-bener turunan dukun kali ya, koq dia bisa baca pikiran ku'


"Sebelum kita pulang aku sudah minta orang untuk membersihkan rumah kita makanya rumah bersih dan rapi, sekarang ayo kita naik ke atas. Aku lelah sekali mau mandi dan istirahat" ujar Ferry yang sudah diatas tangga menunggu ku yang masih di lantai satu.


"Kamu duluan saja ke atas, aku mau ke dapur dulu ambil air mineral" sahutku langsung dianggukan Ferry. "oke lah kalau begitu"


Aku menuju dapur sebenernya bukan mau ambil air mineral, aku cuma mau ngecek isi kulkas dan stok bahan makanan, ada apa saja di dapur yang bisa ku olah untuk sarapan besok.


Setelah memastikan semua bahan makanan tersedia aku pun mengambil satu botol air mineral ukuran besar dan dua buah gelas untuk ku bawa ke atas.


Saat masuk dalam kamar Ferry masih di kamar mandi, aku meletakan botol air mineral dan gelas di atas nakas tak jauh dari pintu.


Lalu mengambil piyama utk Ferry dan juga lingerie warna hitam yang tidak terlalu terbuka dari walk in closed dan meletakannya diatas ranjang. Lalu membersihkan make up ku melepaskan jepitan-jepitan pada rambutku sambil menunggu si bule selesai melakukan ritual mandinnya.


Pas aku sedang kesulitan melepas resleting dress Ferry membantu menurunkannya kemudian aku langsung bergegas masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandiku tanpa berendam karena boleh dibilang aku juga lelah seharian ini.


Malam ini kami lalui dengan damai dan tenang, kami tidur nyenyak sambil berpelukan sampai matahari menyapa ku. Tapi seperti biasanya ranjang sebelahku sudah kosong dan dingin itu artinya si bule sudah bangun cukup lama.

__ADS_1


Walau masih malas sekali untuk bangun aku pun turun dari ranjang mengenakan jubah tidur ku lalu membersihkan wajah ku kemudian turun ke lantai satu menuju dapur untuk membuat sarapan.


Roti isi kesukaan Ferry dan orange juice mix coconut water. Saat Sedang membersihkan dapur tiba-tiba si bule memeluk ku dari belakang sambil menyesap tengkuk ku. 'Bule ini kebiasaan banget sih maen pelak peluk seenaknya aja nggak liat apa tangan istri lagi penuh sabun busa sabun cuci piring' Gerutu ku dalam hati.


"Sayang lepasin aku bentar bisa, tanggung nih lagi cuci piring. Kamu mending naik ke atas mandi terus sarapan" pintaku pada Ferry yang dia acuhkan.


Akhirnya aku mencuci tangan ku agar bisa melepaskan diri dari pelukan Ferry.


"Biar begini sebentar lagi aja, please" pinta Ferry saat aku berusaha melepaskan pelukannya. Aku pun hanya bisa menarik nafas panjang dan membiarkan bule ini puas memeluk ku.


"Nanti sarapannya keburu dingin sayang, ayo cepat mandi biar kita bisa sarapan" aku berusaha merayu Ferry agar melepaskan ku.


Bukannya melepaskan ku dari pelukannya Ferry justru membalik badanku dengan cepat. "Aku mau kamu jadi sarapanku" lalu dia ******* bibir ku dengan lembut membuatku terbuai dan lupa diri dan membalas ciuman Ferry, mendapat balasan dari ku Ferry mulai memperdalam ciumannya, lidahnya menjelajahi tiap inchi rongga mulut ku sedangkan tangannya mulai melapas jubah tidur ku dan menyusup masuk kedalam lingerie ku, meremat memintal ujung gunung kembar ku, membuat gairah dalam diri ku perlahan naik dan makin panas.


Melihat tubuhku merespon perlakuan Ferry dengan baik. Tangannya makin liar dan masuk ke dalam underware ku bermain dengan intiku sedangkan mulutnya menyesap ujung gunung kembar ku membuat desahan pun keluar dari mulut ku membuat suasana di dapur jadi panas dan penuh gairah Ferry dengan cepat melepas underware ku lalu menggendongku dan mendudukan ku diatas kitchen table agar Ferry makin bebas bermain dengna inti ku, desahan demi desahan sudah tak mampu ku kontrol lagi.


"Sayang, ahh...sekarang sayang, aku mau sekarang" pintaku sudah tak sanggup lagi menahan hasrat yang sudah terbakar sampai ke ubun-ubun ku.


Dengan cepat Ferry melepaskan celana traning yang dia gunakan dan memasukan juniornya ke inti ku membuat mulut ku makin meracau tak karuan karena kenikmatan yang diberikan junior Ferry saat dia keluar masuk inti ku.


Peluh sudah membanjiri tubuh kami tapi tak membuat si bule puas dengan cepat, dari dapur kami pindah ke sofa ruang tv lalu naik ke atas bermain di ranjang dan terakhir mandi bersama. Ferry benar-benar seperti singa Kelaparan setiap kali bercinta tak pernah puas.

__ADS_1


__ADS_2