
Saat Ferry memasuki unit apartemennya suasana sepi, Ferry pikir Lia sudah tidur tapi betapa shocknya dia ternyata istrinya tidak ada di kamar maupun di ruangan mana pun di dalam apartemen.
'Ya Allah kemana perginya wanita ini, jangan bilang dia marah pada ku dan berniat tidak pulang malam ini'
Bathin Ferry sambil mengeluarkan ponselnya dari saku dan menelphon Deni supir pribadi Lia.
"Di mana nyonya muda?" tanya Ferry begitu sambungan telphon terhubung.
"Nyonya? bukan kah nyonya sudah di apartemen" sahut Deni bingung.
"Apa maksud mu? Lia tidak ada di apartemen" suara Ferry mulai meninggi dan aura dingin memancar kuat dari tubuhnya.
"Tadi saya sudah mengantar nyonya ke apartemen dari acara perjamuan, saya juga sudah memastikan nyonya masuk dan tidak keluar lagi, baru dua puluh menit kemudian saya pulang"
Mendengar penjelasan Deni, Ferry jadi makin kalut, perasaannya kini takk karuan antara kesal, marah dan juga khawatir bercampur menjadi satu.
Ferry kembali menghubungi pengawal bayangan untuk Lia, laporan dia dapat pun sama hingga kini Lia tidak terlihat keluar dari apartemen.
'Kalau kamu tidak keluar lalu kamu kemana?'
'Ya Allah bodoh sekali aku kenapa bukan menelphon Lia dan bertanya langsung'
Kurasakan pudar dalam hatiku
Rasa cinta yang ada untuk dirimu
Kulelah dengan semua yang ada
Inginku lepas semua
Setan dalam hati ikut bicara
Bagaimana kalau kuselingkuh saja
Kupunya banyak teman lelaki
Sepertinya ku kan bahagia
Mestinya kau cari pengganti diriku saja
Karena kita sudah tak saling bicara
__ADS_1
Pastikan cerita tentang kita
Yang telah lalu
Hanya ada dalam ingatan hatimu
Maafkan aku jika kau kecewa
Cintamu bukanlah untuk diriku
Jika memang semua kan jadi cerita
Kutahu kau semakin terluka
Mestinya kau cari pengganti diriku saja
Alunan lagu Rossa berjudul Pudar terdengar ketika Ferry melakukan panggilan ke nomer ponsel Lia. Ferry terus melakukan panggilan telphon sambil mencari asal suara.
Dan ternyata ponsel Lia ada di bawah bantal tidurnya. 'Wanita ini sengaja keluar dari apartemen tanpa membawa ponsel, kalung serta jam tangan yang terpasang gps semuanya tergeletak di atas nakas samping tempat tidur. Ferry yang melihatnya menjadi geram sendiri
'Sial, wanita ini sengaja menghilang tak ingin aku melacaknya'
'Lia, kamu terlalu kejam. Kamu yang tak ingin status kita dipublikasikan kamu pula kini yang marah saat ada wanita lain yang mendekati ku'
"Baik" sahut Jerry yang agak bingung ada apa lagi dengan tuan muda junjungannya itu.
Ferry yang mulai khawatir hanya bisa mondar mandir tak jelas menunggu informasi dari Jerry.
Sepuluh menit kemudian, notifikasi email di ponselnya masuk, dia langsung bergegas membukanya begitu melihat nama Jerry tertera dilayar.
Ferry bernafas lega ternyata wanita pujaannya keluar apartemen menuju lantai dasar berbarengan dengan dia pulang.
"Aku pikir kamu kemana, ternyata pergi ke mini market...huh"
Setelah mengetahui keberadaan Lia, Ferry pun pergi mandi membersihkan diri. Lagi-lagi pria itu harus terkejut saat melihat walk in closed berserakan gaun, sepatu, perhiasan dan dompet yang Lia kenakan di perjamuan tadi.
"Wanita ini" gumam Ferry sambil geleng kepala dan merapikan kekacauan yang Lia buat di walk in closed.
Sedang Lia tak tau kalau sang suami sudah pulang dia masih asik mencari cemilan, minuman dan makanan siap saji di dalam mini market.
Saat dia kembali sang suami sedang asik makan mie sambil nonton tv dan duduk santai di sofa dengan setelan piyama.
__ADS_1
"Eh, suami kamu sudah pulang? aku pikir akan menginap di rumah artis cantik" ujar Lia Sarkas sambil berlalu menuju dapur untuk merapikan belanjaannya
Ferry tak menggubris ucapan Lia, dia sedang tidak mood untuk adu mulut malam ini dengan wanita yang sedang cemburu.
Selesai merapikan belanjaannya Lia membawa beberapa cemilan di ke sofa dan duduk cantik di samping sang suami yang asik makan mie tanpa memperdulikan dia.
'Hhmm...kenapa lagi nih si beruang kutub? kan dia yang abis pepetan sama cewe cantik, masa dia yang ngambek. Nggak logis banget nih orang'
Gumam Lia sambil memakan cemilannya dan bersikap acuh tak acuh dengan Ferry, Ferry yang melihat Lia santai makan cemilan dan tak memperdulikan dia yang juga pura-pura asik makan mienya padahal dalam hati udah nggak tahan pengen ngomong sama Lia.
'Tahan Fer, tahan kamu kan suami harga diri mu lebih tinggi jangan mengalah lagi pada Lia atau dia akan makin keras kepala' setan mulai menghasut pikiran Ferry agar mereka berdua terus-terusan saling diem-dieman karena buat si setan rumah tangga yang tak harmonis jauh dari rahmat Allah dan setan suka sekali itu.
'Apa salahnya aku bicara duluan, biar bagaimana pun aku juga buat salah sudah membiarkan wanita lain merangkul ku dan bergelayutan manja pada ku.
Walau aku tak menyukai wanita itu dan tak memiliki perasaan apapun tapi hati Lia pasti juga terluka sama halnya seperti aku yang cemburu melihat kedekatan Lia dengan pria lain padahal Lia tidak bergelayut manja pada mereka
Pikiran malaikat mengipasi Ferry dengan pemikiran sehat agar mengalah pada sang istri biar bagaimana pun wanita itu terbuat dari tulang rusuk pria yang bengkok sehingga wajar jika dia tak sempurna dan ada khilafnya.
Tugas suami lah meluruskannya tapi tidak dengan paksaan nanti dia bisa patah, lakukan perlahan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dijamin istri pasti Luluh dan rumah tangga akan jadi sakinnah mawaddah warohmah.
"Hhhmm" Ferry menghembuskan nafas beratnya sebelum memulai bicara dengan Lia.
Ferry mengumpulkan segenap rasa cintanya pada Lia dan mengubur sifat egoisnya dan memilih untuk mengalah pada Lia, demi kedamaian rumah tangga mereka.
"Mau dong keripik kentangnya kaya enak di campur mie" ujar Ferry sambil membawa mangkok yang dia pegang kedepan Lia untuk di taro keripik kentang yang sedang Lia makan.
"Beli sendiri" sahut Lia acuh tak acuh dan kembali memakan keripik kentangnya sambil menonton tv.
"Sayang ku pelit banget sih, bagi dikit doang itu kan masih banyak" rengek Ferry manja. Lia masih enggan memaafkan sikap Ferry yang suka seenak-enaknya pada dirinya.
Lia masih kesal dengan sikap Ferry yang membiarkan Sandra melekat padanya sedangkan dia baru deket sama kak Hans doang belum ada sentuhan fisik cuma saling nyuapin cake untuk mencicipi rasa cakenya aja sudah disuruh pulang. Dulu sama Rendy juga gitu maen pukul aja anak orang...huh.
'Pokoknya kali ini kamu harus berjuang sedikit baru aku maafin' tekat Lia sudah bulat mau memberi Ferry pelajaran
Ferry yang sudah menurunkan egonya tapi berkali-kali tak di gubris Lia akhirnya pasrah dan memilih kembali diam.
Begitu sebungkus keripik kentang habis Lia mengambil minuman kaleng dan menenggaknya sampai habis, lalu Lia beranjak pergi meninggalkan Ferry sendirian di ruang tv.
"Wanita ini benar-benar menguji kesabaran ku" gerutu Ferry sambil menggepal tangannya kuat-kuat meredam amarahnya melihat Lia ngeloyor pergi gitu aja ninggalin dia dan masuk kamar.
Malam panjang mereka habiskan dengan saling mendiamkan dan saat tidur pun mereka berdua saling memunggungi.
__ADS_1
Walau pun Ferry sudah tak tahan ingin berbalik badan dan memeluk tubuh sang istri dari belakang yang sudah tertidur lelap, tapi sekuat tenaga Ferry menahannya hingga akhirnya dia terlelap.
jangan lupa like and komen ya readers