
tok....tok...tok
"Masuk"
"Ada tuan muda memanggil ku?"
"Duduk temani aku makan siang"
"Saya sudah makan tuan muda"
"Memangnya aku tanya kamu sudah makan, cepat duduk"
"Baik" Jerry pun akhirnya pasrah dan ikut makan siang kesorean bersama bosnya yang pantang di tolak.
"Jam berapa kita berangkat ke kota LA?"
"Jam tujuh malam ini tuan muda"
"Semua barang ku masih di apartemen"
"Soal itu tuan muda tidak usah khawatir, semua sudah saya siapkan, kita hanya perlu langsung ke bandara saja dari kantor nanti"
Ferry hanya mengangguk dan lanjut makan dengan tenang. Sampai seseorang tiba-tiba datang mengetuk pintu ruangan Ferry lagi.
"Masuk"
"Maaf Tuan Ferry, ada nona Merry ingin berte...." belum juga Arin selesai bicara Merry langsung menyerobot masuk ke ruangan Ferry membuat Arin agak oleng karena sebelah bahunya tertabrak Merry.
"Hai Fer, maaf ya aku sedikit memaksa masuk" Ferry melambaikan tangannya pada Arin, agar dia keluar dari ruangan.
"Kamu ada perlu apa datang ke sini?" tanya Ferry sambil mengerutkan alisnya dalam. Bisa-bisa wabita ini baru di bicarakan langsung muncul.
"Aku di minta manager produksi YZ Collection untuk bertemu dengan mu prihal proyek dari Mr Yamamoto"
"Ada apa dengan proyek itu?"
"Manager produksi menyarankan untuk mengganti designnya karena designer yang sebelumnya tidaj terkenal takut mwngecewakan Mr Yamamoto"
"Bilang pada manager produksi itu bukan tanggung jawabnya, lanjutkan produksinya sesuai design yang ada dalam kontrak, karena aku mendapatkan kontrak itu justru karena design dari designer tidak terkenal itu".
Ferry menahan kesalnya mendengar bawahannya berani menghina istri yang amat dia cintai. Tapi Ferry harus menahan amarahnya karena Lia tak ingin statusnya sebagai istri Ferry diketahui karyawannya.
"Dan satu lagi, kalau ada apapun di YZ Collection minta atasan mu langsung datang pada ku. Bukannya kamu hanya salah satu kepala designer di YZ Collection, itu artinya semua yang hari ini kamu lakukan bukan pekerjaan mu".
__ADS_1
Ferry mengucapkannya dengan dingin dan terlihat tidak senang dengan kehadiran Merry di ruangannya, membuat wajah Merry memerah menahan amarah mendengar ucapan Ferry.
"Kalau tidak ada urusan lagi, kamu boleh pergi" ujar Ferry tanpa menoleh ke arah Merry. Jerry hanya diam menyaksikan drama di depan matanya tanpa berani bersuara.
Merry pun keluar dari ruangan Ferry dengan mwnahan amarah dan kesal di hatinya. Begitu dia keluar dari ruangan wajah kesalnya langsung berubah jadi wajah angkuh nan sombong berjalan menuju Lift. Di dalam lift lah Merry baru meluapkan kekesalannya dan menghentak-hentakan kakinya.
"Dasar sombong, kalau bukan aku begitu mencintai mu dari dulu. Tak akan ku biarkan kamu menghina ku seperti hari" gumam Merry dengan kesalnya.
"Papi..."
"Ada apa sayang?"
"Tak bisakah papi mendesak om Juan (ayah Ferry) untuk segera menikahkan aku dengan Ferry?"
Rengek Merry pada papinya yang merupaka sahabat sekaligus rekan bisnis dari Goucher Corp.
"Sayang masalah ini kamu harus mengupayakannya sendiri, kami orang tua juga punya kesulitan saat harus memaksakan kehendak pada anak"
"Papi tidak sayang Merry" Merry menghentak-hentakkan kakinya kesal lalu memutus sambungan telphon karena papinya sendiri tak bisa berbuat apa-apa untuk mendesak Ferry maupun orangtuanya.
Papinya Merry hanya bisa menggelengkan kepala melihat putri kesayangannya yang jatuh cinta sudah tak pakai logika.
Sedangkan di ruangan Ferry dan Jerry kembali melanjutkan makannya dengan tenang sambil membahas beberapa urusan pekerjaan dan perekrutan orang-orang baru untuk menggantikan komplotan-komplotan penghisap darah perusahaan.
"Baik tuan"
"Jerry tolong carikan aku data pria bernama Joe teman sekampus Lia"
"Baik"
"Dan minta orang kepercayaan mu untuk mengawasi tingkah Merry dan manager produksi YZ Collerction"
"Baik"
"Oke kamu kembali sibuk aku akan mwngurus pekerjaan ku yang lain"
"Baik"
Jerry pun keluar dari ruangan Ferry berbarengan dengan masuknya seorang OB untuk membersihakan meja makan mereka berdua.
OB tersebut membersihkan meja tanpa suara bahkan dia menahan nafasnya agar tak mengganggu pekerjaan si bos yang dingin bak frezer.
"Tuan ada lagi yang bisa saya kerjakan, jika tidak saya permisi dulu"
__ADS_1
Ferry melambaikan tangannya menandakan OB itu boleh pergi. Si OB bernafas lega saat sudah keluar dari ruangan si bos.
"Kenapa mba sampe narik nafas panjang gitu?" tanya Arin saat melihat mba OB keluar dari ruangan bosnya sambil menyeka keringat di dahinya sambil menarik nafas panjang.
"Hhehehe....nggak ada apa-apa bu Arin, cuma lega aja kerjaan saya udah beres di dalam" sahut mba OB sambil cengar cengir kemudian dia pamit kembali ke tempatnya.
'Nampaknya Ferry makin hari makin nyeremin sampai-sampai OB aja segitu leganya bisa keluar dari ruangannya' Gumam Arin saat melihat si mba OB berjalan menjauhinya menuju lift, saat bayang si OB sudah tak terlihat Arin pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
Ferry di dalam ruangan saat sedang sibuk dengan tumpukan pekerjaan yang harus selesai sebelum jam pulang kantor karena Ferry harus meluncur ke kota LA ponselnya berdering terjeda sebentar lalu berdering lagi.
"Hhhuuuffft...siapa yang menelpon sih, ganggu banget. Kenapa juga tadi aku nggak matiin itu ponsel" Gerutu Ferry mendengar ponselnya terus berdering.
"Iya Pi, ada apa?" Jawab Ferry males-malesan saat nama 'Tua Bangka' yang tertera di layar ponselnya.
"Apa yang kamu lakukan pada Merry?" Tanya papi to the poin tanpa basa basi dengan nada kesal.
"Memang dia bilang aku melakukan apa?" Ferry menjawab dengan dingin membuat papi makin kesal.
"Dia mengundurkan diri dari YZ Collection setelah dari kantor mu?"
"Wah, sejak kapan presdir Goucher Corp mengurusi urusan receh karyawan resign..ckck" Ferry berdecak kesal mendengar papinya terus menggerutu menyalahkannya.
"Kamu anak kurang ajar, Merry itu bukan karyawan biasa dia itu anak sahabat sekaligus patner Goucher Corp bertahun-tahun. Jangan gara-gara tingkah my hubungan baik jadi rusak"
"Aku tidak melakukan apapun, jika presdir tidak percaya silahkan tanya langsung pada Jerry, dia ada di ruangan ku saat wanita itu datang ke kentor ku. Jika tidak ada hal penting terkait pekerjaan sebaiknya presdir tidak mengganggu saya karena anda pekerjaan saya tertunda"
Lalu Ferry pun mematikan sambungan telphonnya dan menonaktifkan ponselnya dia malas di ganggu lagi karena dia harus segera merampungkan semua pekerjanya.
"Dasar anak kurang ajar" maki papi saat sambungan telphonnya dimatikan.
"Kenapa lagi si pi? jangan terlalu keras pada Ferry, nanti dia pergi meninggalkan mu?"
"Coba saja kalau dia punya kemampuan" jawab papi dengan nada tinggi.
"kamu tau kan sekarang tanpa mu pun dia mampu berdiri dengan kakinya sendiri. Bekerja di Goucher Corp pun bukan maunya tapi karena tanggung jawabnya sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga ini. Jika papi terus menetekan Ferry, apa lagi soal Lia, mami tidak membayangkan akibatnya"
"Maksud mami apa?" suara papi mulai merendah saat mendengar ucapan mami.
"Papi tau kan asset pribadi anak mu itu diluar Goucher Corp sudah mampu membuatnya hidup senang sepanjang sisa hidupnya. Jadi ada tidak adanya warisan dari papi anak mu itu sudah kaya raya. Jadi jangan buat dia terpaksa meninggalkan mu pi, karena kamu terus bersikeras memisahkan Ferry dengan Lia"
Lalu mami pergi meninggalkan papi keluar dari kamar sedangkan papi masih duduk di sofa kamar mereka sambil merenungkan ucapan mami.
Akan kah Juan Goucher akan menurunkan egonya untuk mengalah?
__ADS_1
bantu Like, Komennya ya readers tersayang.