Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Supermarket


__ADS_3

Lia yang di jemput Deni sang supir yang disiapkan Ferry tidak langsung kembali ke apartemen dia bersama Shella mampir ke supermarket dekat apartemen untuk membeli bahan masakan karena stok di kulkas sudah banyak yang habis.


"Den, mampir ke supermarket depan ya" ucap Lia begitu logo supermarket mulai terlihat.


"Baik Nyonya" sahut Deni sambil mengarahkan mobil memasukin halaman supermarket.


"Kamu tunggu di sini saja ada Shella yang menemani ku" ucap Lia saat Deni mau turun dari mobil.


Lia dan Shella langsung memasukin supermarket begitu turun dari mobil, tapi pandangan Shella teralihkan saat dia melihat Britney jalan dengan cowo asia di dalam mall di mana supermarket berada.


"Shella ayo, apa yang kamu lihat sampai bengong di situ?" tanya Lia sambil mencolek lengan adik iparnya karena penasaran melihat Shella tiba-tiba berhenti dan melihat sesuatu dengan wajah kaget.


"Kak Lia, maaf itu aku barusan kaya lihat sepupu ku yang bergelut di dunia menyanyi" sahut Shella tergagap


"Britney, anggota 4D?" ucap Lia spontan begitu mendengar penuturan Shella.


"Iya kak, kakak kenal sama Britney?" tanya Shella antusias.


"Pernah ketemu satu kali pas konser di negara IND, Kebetulan Ferry mengenalkan kakak sama Britney" jelas Lia membuat Shella tak percaya.


"Kak Ferry? nonton konser Britney? sejak kapan?" tanya Shella beruntun dengan nada tak percaya.


"Hahahaha...kamu itu nanya sudah kaya polisi. Sudah yuk nanti kita kelamaan disini, kasian Ami dan Willy jadi nungguin kita lama" ajak Lia sambil menggandeng tangan Shella


"Tapi kak, tadi aku liat Britney jalan sama cowo bertampang asia gitu" gumam Shella belum mau pergi dan ingin memastikan apa yang dia lihat.


"Ya sudah kakak belanja kedalam sendiri, kamu cepat susul Britney tapi jangan terlalu lama ya" usul Lia yang disetujui Shella.


Mereka berdua pun berpisah di pintu masuk mall. Lia langsung menuju supermarket dan mulai sibuk memilih stok makanan untuk seminggu kedepan dan juga untuk malam ini Lia berniat membuat shabu-shabu, teriyaki dan yakiniku untuk makan malam.


Saat dia sedang sibuk berbelanja tiba-tiba Lia dikejutkan dengan aroma parfum yang begitu familyar di rongga hidungnya membuatnya menoleh kebelakang dan hidungnya terbentur dada bidang milik sang suami.


"Auuuch" teriak Lia sambil mengusap hidungnya yang lumayan sakit karena terbentur.


"Sakit yank, kenapa kamu tiba-tiba berbalik?" ucap Ferry sambil mengelus kepala sang istri punuh cinta.


"Karena tiba-tiba aku nyium wangi kamu dibelakang ku, awalnya aku pikir aku berhalusinasi makannya aku mau cek ternyata beneran kamu" ucap Lia sambil memukul dada Ferry pelan meluapkan kekesalannya kerena hidungnya terbentur.


"Maaf ya aku bikin kamu sakit, tadinya aku mau bikin kejutan, ehh kamu malah balik badan duluan" ujar Ferry sambil mendaratkan sebuah kecupan di hidung Lia.


"Sekarang sudah tidak sakit lagi kan hidungnya?" goda Ferry membuat wajah Lia makin memerah karena malu, Lia tidak menyangka Ferry akan menciumnya di public area untuk menghilangkan rasa sakit di hidungnya.


"Kamu pikir aku anak kecil, yang jika terluka cukup di cium rasa sakitnya akan sirna...huh" gerutu Lia langsung berbalik badan dan lanjut jalan sambil mendorong trolinya.


"Sayang kalau kamu masih ngambek aku akan mencium bibir mu di sini sekarang juga"


Mendengar ancaman Ferry, Lia menghentikan langkahnya dan berdiri diam.


'Yes, dia berhenti...tidak ku sangka dia begitu masih bermoral sampai takut sekali tertangkap berciuman dengan pria yang berstatus suaminya...ckckck' gumam Ferry senang melihat Lia berhenti, Ferry pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia langsung menghapiri Lia dan mengambil alih trolinya lalu mereka mulai berjalan beriringan.


"Bisanya main ancam...huh" gerutu Lia yang terdengar Ferry.


"Abis kalau tidak begitu kamu pasti masih ngambek sama aku dan aku benar-benar sudah lelah yank dari semalem diem-dieman sama kamu" ujar Ferry dengan nada sedih.


"Aku tidur di ruang kerja, kamu sama sekali tidak perduli. Aku tuh sedih tau" gumam Ferry dengan nada sedih dab bibir yang memberengut.


Melihatnya Lia bukannya sedih malah pengen tertawa. 'nggak cocok banget beruang kutub manyun gitu, bikin pengen ngakak aja liatnya...ckckck' bathin Lia sambil menahan tawa.


"HuuuH" Lia membuat nafas berat agar tidak tertawa lalu bergelayut manja di lengan Ferry. "Padahal karena aku tau kamu masih ngambek pagi-pagi aku bela-belain weekend masak ala barat buat kamu sarapan, malah dijutekin dari pada aku kesel sendiri mending aku shopping bareng Shella dan Ami"

__ADS_1


Mendengar penjelasan Lia, Ferry mencium kening Lia spontan membuat bola mata Lia membulat tajam menatap Ferry.


"Maaf yank, kelepasan. Beneran tidak berniat cuma kebiasaan jadi reflek ngelakuinnya...hehehe" makin dijelasin makin jelaskan emang Ferry sengaja nyium....ckckckkck gitu pake ngeles lagi.


"By the way kamu bisa nyusul kesini pasti Deni yang ember ya mulutnya kasih tau kamu" ucap Lia sambil geleng kepala tak berdaya.


"Iya tadi Aku telphon Deni sebelum kesni, emangnya kenapa? aku tidak boleh nyusul istri ku belanja?" ujar Ferry dengan nada merajuk.


"Boleh koq, kan jadi ada yang bayarin belanjaan ku...hehehehe" sahut Lia sekenanya.


"Memangnya black card yang aku berikan kamu kemanain? sampai masih butuh aku untuk bayarin belanjaan mu" ucap Ferry sambil mencolek hidung Lia.


"Suam, soal black card itu...." Lia tidak enak mau bicaranya.


"Kenapa? kamu hilangin kartunya?" tanya Ferry sambil menebak apa yang ingin Lia utarakan.


"Bukan" sahut Lia cepat.


"Trus apa kenapa kartunya?" tanya Ferry jadi penasaran.


"Itu kamu jangan marah ya, hari ini aku pakai kartu mu untuk bayarin belanjaan Shella dan Willy, itu habis lebih dari lima puluh ribu" ucap Lia sambil menatap sang suami.


"Aku sudah tau yank jumlah yang kamu habiskan hari ini, kan tiap kamu gunakan kartu ini aku akan dapat notifikasi dari banknya"


Mendengar jawaban santai Ferry, rasa bersalah Lia hilang setengah karena sudah menghambur-hamburkan uang sang suami.


"Hhhmmm...baiklah" gumam Lia.


"Kamu sendiri belanja apa saja tadi?" tanya Ferry karena slama menikah Lia hampir tidak pernah menghabiskan uangnya untuk shopping.


"Hehehehe....nggak ada yang cocok jadinya aku hanya beli jam tangan" mendengar jawab Lia Ferry mengerutkan alisnya.


Lia hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Ferry membuat sang Suami menepuk jidatnya sendiri.


"Ya tuhan Lia jika kamu seperti itu akan sia-sia kerja keras ku tiap hari. Tidak bisakah kamu membantu ku menghabiskan uang yang sudah susah payah aku hasilkan?"


Mendengar ucapan Ferry, Lia malah terkekeh. "Hahahaha, baru kali ini aku dengar suami begitu ini istrinya boros, aku jadi sedikit menyesal menahan diri tadi...hahahaha"


"Tapi kamu tidak usah khawatir, aku punya kejutan untuk mu" bisik Ferry pelan di telinga Lia membuat bulu kudu Lia merinding karena hembusan nafas Ferry yang terasa hangat di daun telinganya.


"Sudah ayo cepat jalannya masih ada beberapa item yang mau aku beli, nanti kelamaan Willy dan Ami menunggu kita di apartemen" ujar Lia sambil melanjutkan langkahnya untuk mengambil beberapa item barang diikuti Ferry dibelakangnya mendorong troli.


Saat Lia dan Ferry di kasir terlihat Shella yang berjalan cepat mendekati mereka. "Koq kak Ferry bisa ada di sini?" tanya Shella berbisik begitu di dekat Lia.


"Memang apa yang tidak bisa kakak mu lakukan?" sahut Lia pelan tapi masih terdengar Ferry.


"Iya juga ya" sahut Shella.


"Gimana ketemu Britney nggak?" tanya Lia agak penasaran.


"Ketemu kak, ternyata Britney tidak sendiri ke sini. Dia bersama group nyanyinya juga managernya" jelas Shella membuat Lia bergumam


"Jadi cowo yang tadi bukan pacarnya dong?"


mendengar ucapan Lia, Ferry jadi kepo "Britney jalan dengan cowo?" tanya Ferry spontan.


"Tadi Shella melihat Britney bersama pria asia, itu sebabnya kami berpisah" mendengar penjelasan Lia, Ferry hanya diam menunggu penjelasan Shella lebih lanjut.


Sang adik yang langsung mendapat tatapan sang kakak paham betul kalau dia harus menjelaskan lebih lanjut apa yang terjadi.

__ADS_1


"Pria itu bukan pacarnya Britney, Dia itu asisten manager yang akan slalu menemani anggota 4D kemana pun agar aman saat berjalan-jalan, karena dia jago kungfu"


"ohhh" sahut Lia dan Ferry bersamaan membuat keduanya saling tatap dan tersenyum


"Totalnya 1225 dollar nona" ucap sang kasir memecah keheningan sesaat.


Lia pun mengeluarkan kartu ATM miliknya membuat Ferry mengelus kepala sang istri. "Benar-benar istri idaman, belanja pun tak ingin menggunakan kartu dari ku"


"Kan uang di ATM ini juga kamu yang transfer tiap bulannya jadi sama saja kan" Ferry hanya bisa diam tak berdaya mendengar ucapan istrinya yang begitu hemat dan perhitungan menggunakan uang.


Lia padahal juga dari keluarga kaya di negara IND untuk bisa hidup foya-foya seperti anak orang kaya lainnya bukan lah hal sulit tapi dia begitu berbeda, uang jajannya justru banyak dia gunakan menyantuni yayasan yatim piatu dibandingkan shpping ke mall.


'Wanita ini benar-benar membuat ku makin terpesona setiap melihat tingkahnya walau kadang menggemaskan bikin aku ingin menggigitnya' bathin Ferry sambil memasukin kantong belanja yang sudag di bayar ke dalam troli.


"Kamu pulang dengan Deni" ucap Ferry begitu sampai di parkiran saat Deni sedang sibuk memasukan belanjaan kedalam mobil.


"Kamu ikut aku" ujar Ferry menggandeng tangan Lia, yang digandeng hanya pasrah mengikuti mau sang suami karena Lia juga lelah berdebat terus dengan sang suami.


"Silahkan nyonya Goucher" ucap Ferry sambil senyum mempersilahkan Lia naik kedalam mobil Ferry.


"Terima kasih suam" sahut Lia sambil tersenyum manis juga


Begitu Ferry sudah duduk, dia pun langsung menstarter mobil dan melajukannya dengan cepat karena jalan tidak macet.


Tapi mata Lia terbelalak saat dari luar jendela dia melihat Ferry melewati belokan menuju apartemen milik mereka.


"Suam kamu mau aku kemana?" tanya Lia dengan wajah penuh tanya.


"Makan malam sayang, seharian ini kita selalu makan bersama orang lain trus jadi sekarang aku bawa kamu makan ditempat paling romantis di negara A"


"Jangan-jangan, putar balik suam. Cepat putar balik" ucap Lia panik mendengar ucapan Ferry.


"Ehh" sahut Ferry melihat istrinya panik langsung mencari jalur untuk putar balik.


"Kenapa panik begitu?" tanya Ferry begitu berhasil putar balik.


"Itu karena aku janji malam ini akan masak dan makan malam bersama Willy, Ami dan juga Shella makanya tadi belanja.


"Kita makan berduanya besok pagi aja ya suam" ucap Lia sambil mengelus lengan sang suami yang menggenggam erat persneling.


"Hhhmm" gumam Ferry sambil menghembuskan nafas beratnya sambil menetralkan perasaannya.


"Maaf ya suam, aku tidak tau kalau kamu akan pulang cepat saat pergi dengan David dan Leon" Lia tak berdaya melihat sang suami yang tak puas dengan kelakuannya kali ini.


"Sudah lupakan saja, kita bisa makan malam lain kali, tidak usah memasang wajah bersalah itu membuat ku tidak nyaman" ucap Ferry saat memasuki parkiran mobil penghuni apartemen.


Willy begitu melihat Lia dilobby apartemen langsung menggerutu karena dia dan Ami sudah menunggu hampir setengah jam di lobby.


Ferry tak menghiraukan gerutuan Willy dia malah memberi perintah Willy untuk membawa tas belanja ke atas sedang Ferry berjalan melenggang santai dengan para wanita.


Lia dan Shella hanya bisa tertawa dalam hati melihat penderitaan Willy. 'Siapa suruh menabur garam diatas luka hati sang beruang kutub' bathin Lia melihat nasib Willy.


"Kak Ferry kamu keterlalu banget, belanjaan sebanyak ini menyuruh ku membawanya sendiri...ini namanya penganiaan" teriak Willy membuat petugas apartemen menghampirinya.


"Maaf tuan apa mau saya bantu membawakan belanjaannya keatas?" tanpa banyak berfikir Willy langsung mengiyakan tawaran sang petugas apartemen, kini Willy tertawa puas karena dia tidak jadi kesusahan untuk membawa seluruh belanjaan walau itu artinya dia akan mengeluarkan sedikit uang untuk tip sang petugas apartemen karena telah membantunya.


Shella yang melihat Willy membawa semua barang masuk sendiri langsung menujinya. Shella tidak tau saja kalau tadi Willy dibantu oleh petugas sampai depan pintu unit Ferry.


Mereka berlima pun makan dengan bahagia dan harmonis penuh canda dan tawa kecuali Ferry yang ngedumel aja dalam hati lihat istrinya jadi lebih sibuk menyiapkan makan malam untuk banyak orang dan juga merapikannya meja makan hanya dibantu Ami karena Willy dan Shella mana bisa mengerjakan pekerjaan ART mereka berdua anak sulthan manja yang tak pernah merasakan kerasnya kehidupan.

__ADS_1


ditunggu like and komennya yang baik hadiah sama votenya boleh kali ya .... hehehehe


__ADS_2