Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Mau Cicit


__ADS_3

"Sayang, nenek minta kita tinggal di castle Veenew sampai kamu pulih" ucap Ferry sambil menatap wajah Lia, agar dia dapat membaca suasana hati istrinya.


"Aku tidak masalah, tapi bukankah kamu akan kejauhan untuk pulang pergi ke kantor?" sahut Lia penuh perhatian.


"Kamu jangan khawatir, selama kamu pemulihan aku akan sama seperti di rumah sakit bekerja dari Castle Veenew tidak ke kantor" sahut Ferry menenangkan Lia yang terlihat khawatir karena memang jaraknya lumayan jauh tidak macet aja butuh waktu kurang lebih tiga jam, apa lagi kalau jam sibuk kantor pasti lebih lama.


"Apa papi tidak makin kesal dengan ku kalau seperti itu?" gumam Lia pelan tapi masih terdengar Ferry.


"Tidak masalah sayang ku, jangan murung lagi nanti nenek pikir kamu tidak senang dengan pengaturannya" bujuk Ferry agar Lia tersenyum.


"Senyumnya yang tulus dong jangan dipaksain gitu" goda Ferry berhasil membuat Lia tersenyum.


"Gitu kan istri ku makin cantik, aura perinya langsung terlihat" Ferry terus menggoda Lia dan bermesraan sepanjang perjalanan membuat Jerry dan supirnya jengah jadi obat nyamuk di dalam mobil.


Akhirnya mobil Ferry pun memasukin perkarangan Castle Veenew dan sampai di depan pintu masuk castle veenew di mana para pelayan sudah berjejer rapi diikuti kepala pelayan sudah berdiri menunggu kedatangan mereka di depan pintu masuk.


"Selamat datang nyonya muda, syukur akhirnya nyonya muda baik-baik saja" sambut kepala pelayan.


"mbok Fanny kenapa begitu sungkan menunggu kedatangan kami seperti ini" ucap Lia tak enak hati diperlakukan spesial.


"Ini tugas saya nyonya muda, ayo masuk nenek tua sudah menunggu kalian" ucap Kepala pelayan.


Ferry mendorong kursi roda Lia menuju ruang keluarga di mana nenek tua dan Shella duduk menunggu kedatangan mereka.


"kak Lia akhirnya kamu sampai juga, aku pikir kakak batal nginep di sini dan pulang ke apartemen" celoteh Shella begitu melihat Lia.


"Nenek tua" ucap Lia dan Ferry bersamaan.


"Bagaimana kaki mu? maaf nenek tua tidak datang lagi untuk menengok mu, suami bawel sekali melarang nenek untuk ke rumah sakit. Dan nenek setuju asal begitu kamu boleh pulang menginap di sini sampai kaki mu benar-benar sembuh total" ujar Nenek yang membuat Lia kaget karena semua yang terjadi hari ini merupakan perjanjian suaminya dengan nenek tua.


"Sudah lebih baik, gipsnya sudah dilepas tinggal harus rajin mengoles obat untuk menghilangkan bekas lukanya" ucap Lia membuat nenek tua melihat bekas luka yang Lia maksud.


"David kurang aja kenapa kaki cucu menantuntu ku buat ada luka begini...ckckck" maki nenek tua geram dan juga kasian karena kaki ku tidak mulus lagi. "Cepat panggil dokter spesialis kulit datang kesini periksa luka di kaki cucu menantuntu ku" teriak nenek tua diangguki kepala pelayan yang dengan sigap langsung menelphon seorang dokter untuk datang ke castle veenew.


"Tidak apa-apa nenek tua, kata dokter David bekas lukanya akan hilang asal aku rajin mengolesi cream yang dia berikan" Lia berusaha menenangkan nenek tua dan merayunya untuk membatalkan memanggil dokter namun tak berhasil nenek tua tetep kekeh memanggil dokter kulit terbaik untuk memeriksa Lia.


"Kamu ini seorang gadis bagaimana nanti mau mengenakan dress cantik kalau di kaki mu ada luka. Semua yang melekat pada diri seorang wanita itu benda berharga jadi tidak boleh sampai ada cacat sedikit pun" ujar nenek tua panjang lebar membuat Lia tak berdaya dan hanya bisa menuruti kemauan nenek tua.


"Nenek tua, Ferry pinjem ruang bacanya. sepuluh menit lagi ada metting online. Sayang, aku tinggal dulu ya" ujar Ferry sambil mengecup kening Lia kemudia berjalan ke arah ruang baca diikuti Jerry.

__ADS_1


"Bocah tengik sudah tau mencintai wanita, bagus sungguh bagus. Kamu benar-benar peri penyelamat keluarga Goucher?" ucap Nenek tua pada Lia usai Ferry berlalu, membuat Lia membulatkan matanya bingung dengan maksud ucapan nenek.


"Kak Lia kenapa bingung gitu?" tanya Shella melihat ekspresi wajah Lia.


"Ehh,,,tidak. Tidak ada apa-apa" sahut Lia tak enak hati.


"Kak Lia mau tau maksud ucapan nenek tua tadi ya? itu kak Ferry maksudnya kak Lia, dulu sebelum ada kakak Dia mana punya ekspresi lembut dan senyum manis. Kak Ferry selalu pasang wajah kaku dan dingin sejak pulang liburan dan sadar dari komanya dua belas tahun lalu. Ditambah lagi papi yang menuntut kak Ferry harus bisa ini, paham itu dengan cepat makin mirip deh dengan beruang kutub kulkas dua pintu" Celoteh Shella yang langsung mendapat sentilan dijidatnya dari nenek tua.


"Kamu paling pintar ya menjelekan kakak sendiri"


"Aduh nek, ini sakit beneran" gerutu Shella tak menyangka kali ini nenek tua serius menyentil jidatnya.


"Nenek tua ini soup herbal untuk nyonya muda sudah siap" ucap Kepala pelayan saat seorang pelayan membawa nampan berisi soup herbal.


Aroma ramuan rempah-rempah tercium kuat dari soup yang di bawa seorang pelayan di castle veenew membuat Lia bergidik ngeri harus meminum ramuan kesehatan dengan aroma menyengat yang seumur hidup dia tidak pernah minum.


"Cepat berikan pada Cucu menantu ku" ucap nenek tua yang dengan cepat pelayan lakukan tanpa banyak babibubebo lagi.


"Lia cepat di minum soup herbalnya selagi hangat dan habiskan, mulai hari ini kamu akan meminum soup herbal ini secara rutin dua kali sehari" ucap nenek membuat bola mata Lia membulat tak percaya.


'Dua kali sehari? ya Tuhan dosa apa yang aku perbuat di kehidupan sebelumnya sampai harus menanggung ini semua. hiks' gumam Lia dalam hati.


Lia yang tak berdaya dibawah tekanan nenek tua dia terpaksa meminum soup herbal sampai tetes terakhir.


"Mulai sekarang nenek tidak mau kamu minum pil pencegah kehamilan lagi" ujar Nenek tua dengan nada tegas tak terbantahkan.


'Waduh, nenek tua tau dari mana soal ini? Apa jangan-jangan Ferry yang bilang? tidak mungkin, Ferry tidak mungkin akan memojokkan dan menyudutkan ku seeprti itu. Terus nenek tua tau dari mana? Apa pil itu ditemukan dikamar ya?' Lia sibuk dengan pikirannya sendiri sampai panggilan nenek tua beberapa kali tak Lia gubris.


"Aaauuu...sakit nek" teriak Lia yang tiba-tiba kena sentil nenek jidatnya.


"Siapa suruh kamu melamun saat bicara dengan nenek. Apa yang kamu lamunkan sampai nenek ajak bicara tidak bergeming?" nenek tua terus memarahi Lia membuat Lia jadi salah tingkah dan gugup tak tau harus bicara apa.


"It...itu ak aku tidak sedang melamunkan apapun koq nek" ucap Lia sambil menunduk.


"Nenek tua, sudah jangan bully kak Lia lagi. Memang apa salahnya kalau kak Lia belum mau hamil sih nek?" bela Shella karena dia tak tega melihat Lia yang sudah salah tingkah dan gugup menghadapi tekanan dari nenek.


"Kamu anak bau kencur masuk kamar mu tidak usah ikut campur urusan orang dewasa" Nenek memarahi Shella.


"Nenek jahat" gerutu Shella sambil naik ke lantai dua tapi tidak menuju kamarnya melainkan ke ruang baca menemui Ferry.

__ADS_1


'Aku harus bilang kak Ferry kalau tidak kak Lia akan habis di bully nenek tua sendiri, aku tidak bisa menolong kak Lia tapi kak Ferry pasti bisa' bathin Shella sambil bergegas ke ruang baca.


"Kak Ferry cepat tolong kak Lia, nenek sedang menekan kak Lia untuk hamil cicit Keluarga Goucher" teriak Shella setelah masuk ke dalam ruang baca tanpa permisi.


Ferry yang mendengar apa yang Shella ucapkan langsung berdiri dan menuju ruang keluarga setelah memberi perintah Jerry untuk mengambil alih metting.


'Nenek apa-apaan sih, orang baru keluar dari rumah sakit langsung bahas soal cicit. Bikin cicitnya aja aku belum tega melihat kondisi Lia saat ini. Nenek tua benar-benar gegabah. Dia mau merusak hubungan ku dengna Lia apa? ckckkck' bathin Ferry sambil melangkah cepat menuju ruang keluarga.


sedangkan di ruang tamu Nenek terus meminta Lia untuk segera memberikannya cicit karena usianya makin senja.


"Jika kamu hamil, Juan tidak punya alasan lagi memisahkan kamu dan Ferry. Nenek tidak mau cucu kesayangan nenek kehilangan kebahagiannya karena ulah Juan, makanya nenek lakukan ini semua pada mu". ucap Nenek tua tak berdaya karena Lia tetap pada pendiriannya.


"Nek, Lia bukan tidak ingin hamil anak Ferry. Lia ingin sekali jadi ibu dari anak-anak Ferry cuma saat ini Lia belum sanggup memikul tanggung jawab itu nek. Beri Lia waktu satu tahun untuk menyelesaikan kuliah Lia dan juga beradaptasi dengan kerjaan menjadi designer. Lia mohon nek"


Lia berusaha keras meminta pengertian nenek dan restu untuk keputusannya. Ferry yang sudah hampir sampai di ruang keluarga menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Lia dia tak lagi buru-buru untuk masuk dalam perbincangangan nenek tua dan Lia.


"Nenek kasih kamu waktu enam bulan, setahun terlalu lama" ucap nenek tegas


"Tapi nek.." sahut Lia masih berusaha bernego tapi di potong nenek tua dengan cepat.


"Itu batas toleransi ku, jangan minta lebih lagi. Toh kalau pun kamu hamil setelah enam bulan dari sekarang kamu tetap bisa menyelesaikan kuliah mu sebelum si bayi lahir" ujar Nenek dengan suara lembut namun tetap dengan aura pemimpinnya.


"Iya nek, terima kasih untuk pengertiannya" ucap Lia sedikit lega selama enam bulan kedepan tak akan dipaksa hamil.


Ferry yang mendengar Lia setuju untuk tidak mengkonsumsi pil-pil pembunuh bayi setelah enam bulan bahagia bukan kepalang.


"Sayang, kamu masih di sini? kenapa tidak istirahat di kamar" ucap Ferry tiba-tiba masuk ke dalam ruang keluarga.


"Kamu bukannya ada metting kenapa disini?" tanya nenek tua pura-pura tidak tahu, padahal dia yakin Shella pasti mengadukan semuanya pada Ferry.


"Iya lagi metting tapi aku dengar dari Shella nenek membully istri ku makannya aku cepat-cepat kesini" sahut Ferry dengan nada super datarnya.


"aiissshh...Ucapan Shella kamu dengar, sudah sana bawa istri mu istirahat nenek juga sudah cukup bicaranya dengan Lia"


"Yuk sayang aku antar kamu ke kamar" ucap Ferry sambil mendorong kursi roda menuju lift untuk kembali ke kamar mereka.


"Maafin nenek ya sayang ku?" pinta Ferry dengan lembut di dalam lift.


"Nenek tidak melakukan apapun, nenek cuma mau cicit jadi aku disuruh minum soup hebal biar sembuh dan cepet hamil"

__ADS_1


"trus..." ucap Ferry dengan tatapan menggoda sambil berjongkok di depan kursi roda Lia.


Jangan lupa like and komen


__ADS_2