
"Tuan muda, silahkan masuk. Nyonya dan tuan besar sudah menunggu diruang tengah"
Ucap seorang pelayan yang berpakaian stelan suit hitam, sepertinya dia kepala pelayan karena pakaiannya berbeda dengan pelayan yang lainnya.
Ferry hanya menganggukan kepala dan menggandeng tanganku memasuki villa munchen mengikuti kepala pelayan "Jangan cemas ada aku". Mendengar perhatiannya membuat kekhawatiran ku sedikit berkurang.
Aku hanya membalas ucapan Ferry dengan senyum dan mengeratkan gandengan tanganku padanya.
"Tuan besar, nyonya. Tuan muda dan nyonya muda sudah disini" Ucap kepala pelayan saat sudah tiba di tuang tengah Villa Munchen.
Mami langsung berdiri menyambut kedatangan kami berdua dengan senyum bahagia sedangkan papi tetap duduk tenang di sofa tanpa reaksi sedikit pun, membuat ku jadi deg-degan, Ferry melihat ku tegang langsung mengelus punggung tangan ku sambil berbisik. "Kamu jangan tegang begitu, nanti juniorku ikutan tegang"
Lalu dia tersenyum yang melihat reaksi ku jadi memelototinya, tapi ucapan Ferry memang mampu membuat urat syaraf ku yang tegang sedikit mengendur dan santai.
"Kalian kenapa berdiri disana, aku cepat kesini duduk dimana pun kalian suka" ucap mami sambil menyuruh kepala pelayan tadi menyiapkan makan siang.
Ferry menggandeng tanganku dan duduk di sofa panjang agar kami bisa duduk berdampingan.
"Kalian ini nempel sekali kaya prangko" goda mami membuat semu merah di pipiku samar-samar muncul.
"Namanya juga pengantin baru ma, wajar lah maunya nempel terus" tiba-tiba ada suara asing menyahuti ucapan mami.
"Shella, kamu disini juga?" tanya Ferry dengan wajar datarnya.
"Kenapa tidak suka melihat adik cantik mu ini?" sahut Sella ketus.
"Mana ada aku bilang begitu, aku cuma heran aja. ini kan hari sekolah kenapa kamu disini, itu saja" Jelas Ferry berusaha mencairkan ketegangan antar kakak dan adik ini. 'Kenapa Ferry tidak pernah cerita soal adiknya?'.
"Mama yang minta aku kesini, katanya kakak ipar akan datang sementara kakak akan sibuk di kantor, jadi meminta ku menemani kakak ipar"
"Sudah...sudah kalian berdua ini sudah lama tidak bertemu langsung adu mulut. Shella cepat lah turun, kenalan sama kakak ipar mu"
__ADS_1
Shella pun langsung turun dari tangga dan langsung menghampiri ku.
"Hallo kak, nama ku Shellantika Goucher. Aku masih kelas XI di High School Madrid di Negara A. Aku juga satu-satunya adik dari cowo paling ngeselin tapi ganteng dan pinternya kebangetan bikin dia jadi makin ngeselin banget, sayangnya kakak mau aja di nikahi dia. Aku aja jadi adiknya nggak sanggup, kakak yang sabar-sabar ya" ucap Shella panjang lebar sambil mengulurkan tangannya.
"Lia Aghata Putri..."
"Tunggu, kak Lia designer?"
"Masih kuliah, belum selesai jadi belum bisa dikatakan jadi designer" sahutku
"Kak Lia jangan terlalu merendah, aku sering liat berita kakak di majalah fasion di Negara A, katanya kakak designer muda peraih juara pertama lomba design di Milan dan banyak design kakak yang direbutkan para designer senior".
"Majalahnya terlalu membesar-besarkan kenyataaan tidak terlalu wah seperti itu" ucapku malu karena pujian Shella.
"Lia juga sudah berhasil membuat design baju untuk restoran yavoge sehingga kemarin kak Ferry berhasil dengan mudah mendapatkan tendernya, karena Mr Yamamoto suka sekali design buatan Lia bahkan Lia diminta melukiskan sebuah design air mancur untuk halaman restorannya....keren kan istri kakak?" Ujar Ferry jumawa membanggakan ku, membuatku semakin malu.
"Sayang wanita secantik dan sehebat kakak Lia mau nikah sama cowo kaya peti es yang sekalinya ngomong ngeselin doang".
"Ehh..." aku memelototi Ferry sambil meletakan jari telunjuk ku di bibirnya menghentikan Ferry yang mau mulai lagi adu mulut dengan Shella.
Ferry mau membalas ejekan Shella tapi belum juga dia berucap, kepala pelayan sudah datang dan memberi tahu kami kalau makan siang sudah siap.
"Tuan dan Nyonya, makan siang sudah siap" ucap kepala pelayan yang tadi mengantar aku dan Ferry masuk.
"Ayo kita makan siang dulu" ucap mami yang langsung di setujui semua orang dan kami semua langsung bangkit mengikuti mami dan papi yang sudah jalan lebih dulu menuju ruang makan.
Seperti biasa aku mengambilkan Ferry makanan baru kemudian aku mengambil makanan untuk ku sendiri.
Semua makan dengan tenang, sambil mengobrol santai dan sesekali Shella meledek Ferry yang manja karena minta ini dan itu pada ku padahal dia bisa melakukannya sendiri.
"Peti es sekarang sudah berubah jadi bayi beruang...kalau sampai teman sekolah ku melihat mu saat ini mereka tidak akan percaya itu kakak ganteng ku yang super dingin...wkwkwkwkk"
__ADS_1
"Makan lah dengan tenang jangan bikin gaduh di meja makan" tiba-tiba suara papi menggema di ruang makan membuat Shella dan Ferry langsung diam dan makan dengan tenang. 'Gila anak-anaknya aja ngeri gimana diriku ini tidak cemas...ckcckkck'.
Akhirnya makan siang selesai dengan damai tanpa pertekaran kakak adik lagi. Namun kedamai itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba papi buka suara lagi memberi perintah pada Ferry untuk ke kantor cabang Goucher Corp di negara SG yang sedang ada masalah, aku tau itu memang tujuan utama kami datang ke sini tapi aku nggak nyangka kalau langsung akan ditinggal Ferry sendirian di sankar emas.
"Kamu cepat lah ke kantor, Thomas sudah menunggu mu untuk membantunya mencari jalan keluar atas permasalahan yang ada"
"Baik, kalau begitu Ferry pamit" sahut Ferry dengan nada dingin sambil mengajak ku juga untuk pergi dari sana.
"Kamu ke kantor mau membawa dia?" tanya papi dengan nada mencemooh. 'Dia?', 'tua bangka ini benar-benar tak menganggapku menantunya....huuuffftt'. Bathinku.
"Tentu saja, Ferry khawatir jika meninggalkannya sendiri ada orang yang akan berniat buruk padanya".
Begitu selesai Ferry membalik badannya dan menggandeng tangan ku hendak meninggalkan meja makan, mami dan Shella tak bersuara sepertinya mereka tak ingin menambah keruh dan panas hubungan ayah dan anak ini.
"kamu.." Ucapan papi belum juga selesai diucapkan Ferry sudah memotongnya lagi.
"Apapun usaha papi untuk memisahkan aku dan Lia tidak akan pernah berhasil, karena Aku Ferry Goucher tidak akan pernah mencintai wanita lain apa lagi menikah dengan wanita lain, selamanya Lia Putri Aghata adalah istriku satu-satunya".
"Jika papi masih menganggapku putra mu, maka hormati dan jaga perasaan istriku".
lalu Ferry langsung menggandeng tanganku menuju pintu luar, tanpa sempat aku mengambil tas kecil ku yang tertinggal di sofa ruang tengah.
"Sayang, aku disini saja. aku akan baik-baik saja disini. Kamu tidak perlu khawatir kan ada Shella juga disini" bujuk ku pada Ferry.
"Tidak, kamu ikut dengan ku ke kantor. Aku membutuhkan mu"
Ferry membukakan pintu mobil untuk ku, lalu dia pun ikut masuk ke dalam mobil. "Sayang, tas ku masih ada di sofa ruang tengah".
"khan, tolong ambilkan tas nyonya muda di atas sofa ruang tengah"
"Baik" ucap sang supir lalu keluar dari dalam mobil
__ADS_1
"Yank, kamu bilang kamu butuh aku di kantor? ada masalah apa yang bisa ku bantu?" tanyaku penasaran.
"kita bahas ini nanti di kantor, sekarang kamu duduk lah dengan tenang disampingku".