
Setelah kami cek out dari resort, Ferry melajukan mobilnya ke wilayah wisata, sesuai janjinya dia mengajak ku jalan-jalan ke tempat wisat terkenal di Negara M. Dia mengajak ku ke tempat-tempat yang pemandangan indah yang suasananya dibuat serasa di eropa, japang dan juga korea, benar-benar membuatku terpesona.
Banyak tempat spot indah untuk berfoto, tanpa ragu aku berpose disetiap spot yang mempesona ku tapi si bule hanya sibuk jadi tukang foto sampai akhirnya ada sepasang turis meminta tolong Ferry untuk diambilkan foto mereka berdua.
Walau terlihat segan, Ferry tetap menolong pasangan itu untuk berfoto. Usai berganti-ganti gaya mereka selesai berfoto lalu menawari Ferry untuk membantu memfoto aku dengannya. Awalnya aku pikir si bule akan menolaknya tak kusangka dia menerimanya, tanpa sungkan dia menemani ku berpose. Bahkan ada foto dimana Ferry mencium pipi ku. ini jadi Foto pertama kami kencan setelah menikah.
"Kalian pasangan yang sangan serasi semoga langgeng" ucap pasangan kekasih tadi saat mengembalikan kamera milik Ferry dan berlalu meninggalkan kami yang sibuk melihat hasil jepretan foto tadi.
"Kamu lucu sekali seperti ini, seperti bebek minta kawin...hahahaahha"
Ferry tertawa meledek ku saat ada foto ku yang posenya belum terlalu siap, sedang monyong dengan bokong menungging.
"Dari pada kamu ini kaya kera kelaparan...wkwkwkwkk" Balasku saat ku ada foto Ferry sedang menggaruk kepala smbil memegang perutnya dengan posisi agak membungkuk.
"Hhhmmm...dasar orang tadi tidak berguna, masa orang belum siap begini sudah difoto" gerutu Ferry.
"Tapi kamu tetap tampan koq" mendengar ucapanku Ferry langsung tersenyum lebar. "Tentu saja kalau itu sih, tidak usah diragukan lagi".
mendengar ucapnya jadi merasa menyesal tadi aku muji si bule. "Udah yuuk, kita foto disana" ucapku sambil menarik tangan Ferry kearah sebuah sumur yang katanya kalau kita melemparkan koin kedalamnya do'a kita akan dikabulkan. Mitos banget tapi buat seru-seruan aja akhirnya aku dan Ferry melakukannya. Setelahnya kami tertawa karena merasa konyol dengan apa yang baru saja kami lakukan.
"Sayang kita naik ke atas menara itu yuk?" ajak Ferry...sebenernya aku mau tapi perutku malah bunyi, jadi belum sempet jawab pertanyaaan si bule, dia udah berubah ngajakin makan setelah denger paduan suara dari cacing-cacing diperutku.
"Kita makan dulu deh, baru abis itu kita naik ke atas menara" aku pun hanya menganggung, sambil menahan malu, 'perut nggak ada akhlaq kenapa tiap laper mesti keluar suara terus sih, bikin malu aja'. Bathinku meronta-ronta.
Ferry mengajak ku makan di restoran seafood, dimana semua hewannya masih hidup. trus setelah kita pilih baru dimatiin dan di masak sesuai yang kita mau.
Aku hanya melihat dan menunjuk saja, Ferry yang menangkap dan mengambil hewan-hewan yang ku tunjuk.
Ada dua ekor lobster ukuran lumayan gede aku minta di masak saos padang, kerang hijau di masak saos asam manis dan terakhir ikan guram satu ekor di bakar kering (artinya di goreng setengah matang baru dibakar) dengan sambal bawang, untuk sayurnya baby kailan saos tiram dan tumis toge.
Jangan dibayangi ya readers ntar ikutan laper dan kepengen repot...bisa kena kanker (kantong kering....hehehehe).
Selesai melahap semua menu makan siang, rasanya aku nggak sanggup jalan. Sedangkan si bule yang makan lebih banyak dari aku tetep santuy aja kaya orang nggak kekenyangan.
__ADS_1
'Owh iya lupa, dia kan blasteran jelas aja perutnya beda...tinggi badanya aja beda jauh'
"Mau es krim tidak?" tawaran Ferry bener-bener menggiurkan sekali tapi gimana mau makan lagu perutku udah kenyang banget.
Akhirnya aku menggelengkan kepala. "Kenapa?" tanya Ferry dengan wajah bingung karena nggak biasanya aku menolak es krim.
"Nggak sanggup makan lagi, perutku sudah full" ujarku sambil mengelus-elus perutku.
"Kalau begitu aku pesan untuk ku saja" ucap Ferry santai sambil melambaikan tangannya memanggil pelayan untuk memesan ice cream.
'Kurang ajar banget nih bule dia malah pesen ice cream favorit aku, three twins ice cream sundae with banana split'.
Ferry dengan santainya makan es krim sambil main ponselnya dan nyuekin aku yang jadi bingung banget mau ngapain. 'Mau minta es krim sama Ferry malu, tadikan ditawarin aku nolak, tapi liat dia makan aku pengen'.
Nih bule kayanya beneran sengaja deh mengen-mengenin aku, keliatan banget dia yang sok nggak perduli gitu sama aku. 'oke fine, aku kerjain aja dia'. Bathin ku mulai berfikir usil.
"Aku ke toilet bentar" ucapku setelah berdiri dan cuma mendapat respon "Hhmm". Niatku mengerjainya makin matang.
Aku pergi ke menara duluan diam-diam, aku menaiki tangga menara satu persatu. Katanya anak tangga menara ini berjumlah 150 pijakan. Aku pikir aku nggak akan sanggup ternyata enteng banget naik menaiki anak tangga yang jumlahnya 150 pijakan.
Ponselku sudah dari tadi bergetar, puluhan misscall dari Ferry sudah membanjiri ponselku. Dan juga banyak pesan masuk, harusnya dia saat ini sedang linglung mencariku. Karena sudah hampir dua jam aku terpisah darinya.
Biar lebih dramatis lagi ide usil ku makin gila, sesaat setelah aku melihat Ferry mencariku menyusuri setiap tempat dengan wajah murah dan penuh kekhawatiran. 'Matiin ponsel kayana makin seru' saat ide ini muncul aku tanpa ragu langsung menon aktifkan ponselku.
Si bule di bawah makin kesal hampir saja dia membanting ponselnya saat ku lihat dia menelphon, mungki menelphonku tapi operator yang jawab bilang ' nomer yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan'.
Saat aku mengamati pergerakan Ferry tiba-tiba dia malah pergi ke salah satu toko kue. 'Ni orang bukannya nyari bininya malah pergi ke toko kue, dia mau makan cake ditengah bininya hilang? parah iihhh...ckckckck".
Aku jadi kesal sendiri melihat tingkah Ferry tak sesuai harapan ku. 'Katanya cinta, baru dua jam nyari udah nyerah, cinta apaa itu...huuffft' aku terus menggerutu. karena lama setelah Ferry masuk toko kue dia tak keluar-keluar jadi asumsi ku yakin sekali kalo dia disana sedang enak-enakan makan cake.
Akhirnya aku tak lagi mengamati Ferry karena mulai sebel kala mengingat Ferry masuk ke toko cake disaat aku menghilang. Sebelum turun dari menara aku berniat untuk mengambil beberapa foto diatas menara. Saat sedang asik memotret, ada yang memegang mencolek bahu, aku pikir sesama pengunjung yang mau gantian memotret ditempatku berdiri.
"Tunggu sebentar lagi, saya masih ingin mengambil beberapa foto" ucapku tanpa menoleh, tapi orang itu trus mencolek bahu ku makin intens membuatku jadi kesal dan membalikan tubuh.
__ADS_1
"Kamu bisa tidak sa...." aku tak mampu melanjutkan kalimatku saat yang kulihat berdiri di hadapanku ternyata Ferry.
Dia melipat tangannya di dada memasang wajah minta penjelasan dengan alis yang mengkerut menahan marah tapi sorot matanya terlihat kelegaaan begitu bertemu dengan ku.
"Ada yang mau kamu jelaskan? Suara Ferry membuat jantungku berdetak dengan cepat.
"Itu...hhehehee,,,tadi waktu mau ke toilet aku mendengar orang bicara soal pemandangan dari atas sini jadi membuatku tidak sabar untuk kesini sedangkan kamu masih asik makan es krim dengan sengaja menggodaku yang sudah kekenyangan"
Aku mencoba menjelaskan tapi makin dijelaskan wajah Ferry makin masam. 'salah dimana aku menjelaskannya?' bathinku mulai berpikir keras.
"Trus kenapa tidak mengangkat telphon ku?" tanya Ferry lagi.
"Ponselnya aku silent, tidak berasa ada telphon masuk" aku berusaha tenang menjelaskan.
"Mana ponsel mu, berikan padaku?" .Pinta Ferry membuat jantung dan keringat di punggungku mengalir, benar susah sekali berbohong dengan bule tengil ini.
"Oke-oke aku mengaku, aku sengaja meninggalkan mu karena kesal melihat kamu makan es krim dan nyuekin aku gitu aja saat di cafe tadi"
Jelasku sambil memberengut karena rasanya masih kesal dengan Ferry.
"Kalau mau es krimnya kenapa tidak bilang? malah menghilang tiba-tiba kamu tau seberapa khawatirnya aku mencari mu kesana kemari tapi nggak ada tanda keberadaan mu" Ujar Ferry sambil memeluk ku, herannya begitu dipeluk si bule kesal ku padanya berkurang.
"Trus bagaimana kamu tau aku disini?" tanyaku penasaran.
"Saat aku sedang mencari mu aku melihat ada kamra CCTV milik sebuat toko kue, jadi aku bertemu dengan managernya untuk minta diperlihatkan rekamannya untuk mencari keberadaan mu..Dan aku lihat kamu berjalan ke arah menara, jadi kususul kesini".
"owh kamu masuk toko kue untuk itu, aku pikir..." gumam ku yang terdengar Ferry.
"Jadi kamu melihat ku panik mencari mu, kamu malah sengaja tidak mengangkat telphon malah menon aktifkannya?, kamu kejam sekali yank...lain kali jangan laku kan itu lagi"
Ferry mengerakan pelukannya seakan-akan aku akan pergi darinya jika dia lepaskan.
"iya, tadi aku benar-benar kesal melihat mu makan es krim kesukaan ku dengan santai sambil mainan ponsel" aku terus saja menggerutu mengingat es krim yang dimakan Ferry sendirian.
__ADS_1
"Tadi kan aku sudah nawarin kamu mau makan es krim katanya tidak mau masih kenyang. Tapi sebenernya aku memang sengaja pesen es krim kesukaan kamu, aku pikir karena porsinya besar kita bisa makan berdua. Cuma karena ada pesan dari Jerry yang bilang ada email tentang laporan ternjadi masalah pada anak perusahaaan di Negara SG, aku jadi terlalu fokus dengan ponsel sehingga lupa tujuan awalku memesan es krim, maaf ya"
Ferry menjelaskan semuanya dan amarahku pun langsung menghilang seketika.