Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Bergadang Semaleman


__ADS_3

"Jadi bagaimana menurut mu? setuju tidak dengan ide ku" tanya Ferry lagi memastikan karena Lia terus saja diam dan masih menimbang keputusan apa yang akan dia ambil.


"Hhhmm...sepertinya lebih baik aku fokus menyelesaikan kuliah ku sambil magang jadi designer di YZ Collection, kalau aku mengelola butik ku sendiri saat ini aku khawatir kuliah ku akan terganggung demi kemajuan butik" Gumam Lia yang terdengar Ferry.


"Baiklah kalau seperti itu, kita lakukan sesuai rencana awal, kamu kuliah dan kerja jadi salah satu designer di YZ Collection"


Sahut Ferry sambil menarik Lia masuk dalam pelukannya. "Sekarang sudah malam sebaiknya kita tidur".


"Suami" panggil Lia tiba-tiba setelah lama terdiam.


"Hhhmmm" gumam Ferry yang sudah hampir terlelap. "Kenapa kamu belum tidur?"


"Aku masih kepikiran papi, bagaimana aku harus bersikap di depan papi agar dia tidak terlalu membenci ku?"


"Sayang, tidak usah kamu pikirkan. Apapun yang kamu lakukan tua bangka itu akan tetap keras kepala jadi jangan sia-siakan energi mu untuk merayunya. Sekarang tidurlah yang nyenyak besok kita harus pergi pagi-pagi untuk mencari bahan membuat gaun pesanan Shella kan"


"Owh iya, hampir saja aku lupa"


"Kalau begitu baca do'a lalu tidur lah" sahut Ferry sambil mengeratkan pelukannya pada Lia.


Tak lama kemudian dengkuran halus pun terdengar tanda Lia mulai terlelap. 'Aku harap kamu kuat menghadapi kehidupan di negara A nanti dan mau bertahan terus di sisi ku' Gumam Ferry dalam hati sambil menatap wajah lelap istri tercintanya.


Ferry bangkit perlahan dan mengambil ponselnya. Ferry terlihat gusar saat mendengar pertanyaan Lia tentang alasan papinya tidak merestui pernikahan mereka.


"Jerry, bantu aku selidiki hubungan papi dengan keluarga Lia?, aku kasih kamu waktu dua hari"


"Tapi tuan muda...itu terdengar sangat sulit dilakukan"


"Aku tidak mau dengar alasan apapun Jerry, atau kamu mau aku kirim ke Afrika mandiin singa, hah!"


"Tentu saja tidak mau" sahut Jerry


"Kalau begitu kerjakan sekarang"


"Baiklah"


"Kirim orang untuk mengawasi pergerakan Merry"


"Siap laksanakan"'

__ADS_1


"Satu lagi, kamu belikan mobil untuk Lia sekaligus supir yang bisa merangkap menjadi bodyguard untuk Lia"


"oke"


Ferry pun memutus sambungan telphonnya, 'Aku harus cari tahu sebenarnya alasan apa yang membuat papi begitu tidak merestui pernikahan ku dengan Lia?' gumam Ferry dalam hati.


'Ahhhggghhh....sial kenapa malah aku jadi tidak mengantuk sekarang' Gerutu Ferry sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


Ferry pun akhirnya menyibukan dirinya mengerejakan pekerjaan yang sudah menumpuk di emailnya karena seminggu ini tidak sama sekali disentuhnya.


"Jerry aku lihat kamu makin hari makin berani ya. Kelihatannya aku terlalu baik pada mu". maki Ferry begitu sambungan telphon terhubung.


"Maaf tuan muda, salah saya apa ya?" Jerry bingung karena belum lama tuan mudah telphon baik-baik saja kenapa tiba-tiba telphon lagi dia sudah kena maki.


"Kamu masih berani nanya? apa maksud email kamu? Kenapa pekerjaan saya jadi numpuk banget?".


'Hahahahaa...ternyata soal itu' Jerry tertawa dalam hati karena sejak ditinggal cuti Jerry leyeh-leyeh di kantor, dia dilarang mengerjakan pekerjaan Ferry yang tidak bersifat urgent.


"Maaf tuan muda itu semua perintah dari presdir Juan, saya tidak bisa berbuat apa-apa" ujar Jerry sok sedih dan tak berdaya padahal dalam hati melompat-lompat gembira melihat bos kecilnya sengsara dengan kerjaanya.


"Alesan kamu, aku yakin kamu sengaja iya kan?"


"Mana berani saya melakukannya dengan sengaja, kalau tuan muda tidak percaya boleh tanya langsung ke presdir Juan" Sahut Jerry cepat karena takut Ferry akan membalasnya ribuan kali lipat.


Malam kian larut, Ferry kian tenggelam dengan pekerjaannya sampai menjelang subuh Lia terbangun dan tidak menemukan suaminya diatas ranjang, Lia menajamkan telinganya tapi tak mendengar suara apapun dari dalam kamar mandi.


'Ehh sepagi ini kemana perginya suami ku?' bathin Lia sambil bangkit dari ranjang dan mengenakan jubah tidurnya untuk mencari keberadaan suaminya di setiap sisi kamar tapi tak jua Lia temukan Ferry.


Lia pun melangkah menuju pintu untuk mencari di dapur atau ruang makan. 'Mungkin Ferry disana karena mau cari sesuatu untuk mengganjal perutnya'. Bathin Lia.


tapi betapa terkejutnya Lia saat dia baru membuka pintu kamar langsung menabrak sosok pria tegap dengan dada bidang yang sedikit terlihat karena jubah tidurnya agak longgar.


"Mau kenama yank?" suara barito Ferry nampak agak serak karena berjam-jam menekuni pekerjaannya tanpa minum seteguk pun.


"Cari kamu" sahut Lia


"Ehh...ada apa?"


"Cuma heran aja kamu tiba-tiba sepagi ini sudah menghilang dari kamar"

__ADS_1


"owh, aku abis dari ruang kerja. Ada pekerjaan yang harus mulai aku kerjakan"


"Kamu belum tidur ya?" tanya Lia melihat raut wajah suaminya kelelahan. Ferry hanya mengangguk.


"Masuk yuk, sebentar lagi adzan subuh" ajak Ferry karena mereka berdua berdiri cukup lama di depan pintu kamar.


Lia mengikuti langkah Ferry untuk masuk kembali ke kamar.


"Yank abis subuh aku tidur bentar ya, kalau sudah mau jalan buat beli barang-barang untuk gaun Shella kamu bangunin aku".


Lia mengangkat jempolnya tanda setuju dengan permintaan Ferry. Baru lah Ferry masuk ke dalam toilet untuk bersiap-siap sholat subuh berjamaah dengan Lia.


Benar saja begitu selesai sholat subuh tak menunggu lama Ferry sudah tenggelam di alam mimpi. Lia mengganti baju tidurnya dengan daster rumahan berniat turun ke lantai satu menuju dapur untuk membuat sarapan.


'Kamu sebenernya semalem abis ngapain sih suam sampe bergadang gitu?' bathin Lia menatap wajah lelah suaminya yang sudah terlelap sesaat sebelum Lia keluar dari kamarnya.


Karena rasa penasarannya Lia tidak langsung turun kebawah dia menelphon Jerry.


"Hallo" dengan suara serak khas orang bangun tidur Jerry mengawali pembicaraan.


"Maaf Jerry aku mengganggu tidur mu" ucap Lia tak enak hati karena dia sempat lupa tentang perbedaan waktu negara IND dan negara A.


"Nyonya muda, tidak mengganggu sama sekali tidak mengganggu. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Jerry begitu sadar kalau yang menelphon adalah istri bos kecilnya.


"Jerry apa Ferry banyak pekerjaan atau tekanan belakangan ini?" tanya Lia tak enak hati.


"Maaf nyonya muda, tuan muda nampaknya selama di sana tidak mengecek email sama sekali, jadi baru semalem tuan muda mengeceknya dan tumpukan pekerjaan tuan muda pasti saat ini banyak sekali sekarang".


'Owh pantas saja dia bergadang semalam' Bathin Lia saat mendengar penjelasan Jerry.


"Semalam saya pun habis di maki tuan muda...hehehehe" lanjut Jerry sambil menggaruk kepalanya karena tanpa dia sadar malah curhat pada istri bos kecilnya.


"Hahahaha...kasian sekali nasib mu, tapi karena pekerjaan yang kamu berikan suami ku jadi bergadang semalaman" ujar Lia kesal yang tertahan, karena Lia juga tak bisa menyalahkan Jerry sepenuhnya.


'Pantas saja banyak email masuk dari tuan muda, nampaknya semaleman tuan muda mengerjakan semuanya' bathin Jerry saat dia lihat banyak notifikasi email masuk.


"Maaf nyonya muda, saya tidak bermaksud untuk..."


"Sudah tidak perlu dibahas lagi, terima kasih infonya" Lia menutup telphon tanpa menunggu Jerry menjawab lagi.

__ADS_1


'Ehh ... nyonya muda sekarang kenapa jadi mirip tuan muda, sepertinya aura tuan muda menulari nyonya muda' gumam Jerry sambil memandangi ponselnya yang sudah mati.


Jangan Lupa like and komen ya readers...makasih udah setia baca novel karya author.


__ADS_2