Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Kamu Mencintai Siapa?


__ADS_3

kreeeeekkkk


Begitu suara pintu ruang rawat Ferry di buka kedua pria yang ada di dalam ruangan menatap ke arah pintu yang dibuka oleh Leon.


Wajah Ferry suram karena melihat Leon tiba-tiba kembali dengan cepat, seakan ada hal buruk yang akan Leon sampaikan.


"Kenapa kamu kembali lagi? apa tugas yang ku minta sudah kamu kerjakan?"


Ferry langsung mencecar Leon dengan banyak pertanyaan tapi justru Lia yang menjawab pertanyaan sang suami


"Nampaknya kamu baik-baik saja, suara mu masih sangat bersemangat"


mendengar suara sang istri, Ferry terkejut karena tadi saat Leon masuk Lia sama sekali tak terlihat.


"Sayang kamu" sahut Ferry begitu tubuh mungil sang istri muncul dari balik tubuh Leon yang tinggi besar.


"Kenapa tidak suka aku datang?" jawab Lia dengan nada ketus. Jerry dan Leon langsung mengambil langkah mundur dan keluar dari ruang rawat Ferry dia tak ingin terlibat dalam perseteruan suami istri yang di mabuk cinta dan cemburu tak berkesudahan.


"Kamu datang kesini, tentu saja aku senang. Kamu kesini lah duduk di dekat ku, tolong elus-elus perut ku. Sakit sekali"


pinta Ferry dengan nada manja membuat Lia hanya bisa menghela nafas panjang dan berjalan mendekati sang suami untuk melakukan apa yang Ferry minta


"Maag mu kenapa bisa sampai kambuh? Kamu tidak sarapan dikantor?" Ferry menggelengkan kepalanya. "Makan siang?" Ferry kembali menggelengkan kepalanya membuat mata Lia membelalak tajam kearah Ferry


"Kamu sengaja ingin sakit?" Ferry menggelengkan kepalanya lagi. "Hari ini jadwal ku ada pertemuan diluar kota dari pagi begitu sampai kantor langsung berangkat dan saat makan siang kalau aku berhenti di jalan maka pasti tidak akan sempat kembali ke negara A sore ini"


"Mana aku tau kalau lambung ini payah sekali, baru melewatkan dua kali jadwal makan saja sudah langsung membuat ku kesakitan"


Ujar Ferry sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal karena salah tingkah ditatap Lia tajam.


"Pokoknya lain kali aku nggak mau denger alesan apapun juga ya, sesibuk apapun kamu. Jadwal makan tidak boleh dilewatkan dan semarah apapun kamu sama aku sarapan pagi tetap harus kamu lakukan sebelum ke kantor, mengerti tidak?" Ferry hanya menganggukan kepala pelan tanda paham segala ucapan sang istri.


'Aduh jadi berasa lagi di marahin mami ini...ckckkck' gumam Ferry dalam hati.


"trus sekarang kamu sudah makan?" tanya Lia melembut melihat sang suami mengenakan selang infus.


Ferry kembali menggengkan kepalanya sambil tersenyum canggung. Lia hanya bisa menghelakan nafas lalu berbalik badan.


"Kamu mau kemana?" tanya Ferry dengan nada khawatir sambil menahan lengan Lia yang hendak pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Mau keluar minta Jerry membelikan mu makanan, lepaskan"


Ferry pun melepas genggaman tangannya pada Lia dan menatap punggung sang istri yang menjauhinya.


'Kamu yang bikin aku kaya gini tau, karena kamu pagi tadi aku tak bernafsu makan apapun, karena kamu aku ingin cepat kembali dari luar kota, sudah sakit begini bukannya disayang-sayang, aku malah dimarahin...nasib-nasib'


gumam Ferry sambil tersenyum geli sendiri dengan tingkahnya saat dimarahi Lia benar-benar tak bisa berkutik.


'lama-lama aku pewaris satu-satunya kerajaan Goucher yang terkenal arogan dan dingin ini bisa dapet julukan suami takut istri...hahahaha'


Lia yang kembali dari luar melihat sang suami senyum-senyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya mengerenyitkan alisnya sambil jalan mendekati Ferry.


'Apa yang sedang orang ini pikirkan? kenapa dia senyum-senyum nggak jelas gitu...ckckkck'


'otaknya nggak gesrek gara-gara sakit kan ya' gumam Lia sambil terus melangkahkan kakinya menuju ranjang pesakitan.


"Suam, kamu baik-baik aja kan?" tanya Lia karena sampai dia duduk di tepi ranjang pun Ferry tak menghiraukannya terus saja senyum-senyum sendiri.


"Ehh...sayang ku udah balik, sini peluk dong, kangen banget aku tuh sama kami tau, semalemam dicuekin"


ujar Ferry manja dengan tangan terbuka lebar berharap Lia masuk dalam pelukannya tapi sayang harapannya tak terwujud Lia memilih duduk manis di tepi ranjang


ucap Ferry sambil mengangkat kedua jari telunjuk dan jari manisnya mengucapkan janji sambil tersenyum manis membuat hati Lia tergoyahkan, biar bagaimana pun dia juga merindukan pelukan hangat sang suami dan hubungan yang manis seperti biasanya. 'Sangat tidak nyaman menahan diri bicara dan menyentuh suami sendiri. Huh'.


"Gombal" gumam Lia yang masih terdengar Ferry.


"Bukan gombal sayang, ini tulis dari hat..." belum juga selesai kalimat yang ingin diucapkan Ferry tiba-tiba mereka berdua dikejutkan dengan suara pintu terbuka dengan kasar.


"Ferry kamu baik-baik aja kan?" teriak Sandra begitu masuk kedalam kamar rawat Ferry dengan nada dan raut wajah khawatir.


Sandra berjalan cepat menghampiri ranjang Ferry membuat Lia terpaksa berdiri dari ranjang pesakitan dan mundur agak menjauh dari ranjang karena Lia malas melihat interaksi kedua manusia yang ada di hadapannya.


Sandra langsung berhambur masuk kedalam pelukan Ferry seakan-akan mereka berdua begitu dekat dan memiliki hubungan special lebih dari seorang sahabat.


Ferry tak ingin Lia ngambek lagi dan nyuekin dia lagi, dengan sigap dia melepas pelukan Sandra, membuat Sandra agak bingung dengan sikap Ferry yang tak biasa menolaknya terang-terangan.


"Maaf Sandra, aku tak ingin wanita yang ku cintai kembali salah paham dan marah pada ku karena sikap mu ini"


Sandra mengereyitkan dahinya 'Wanita yang Ferry cintai? siapa? bukan aku...sialan, wanita mana yang berani merebut posisi yang sudah bertahun-tahun aku impikan'

__ADS_1


Sandra mengepal erat tangannya sampai kuku jarinya menusuk daging telapak tangannya, namun wajahnya tetap manis dan lembut seperti tak terjadi pergolakan apapun dihatinya karena sikap Ferry padanya.


Tak kalah terkejut dengan Sandra, Lia pun hampir tersedak salivanya begitu mendengar penuturan Ferry yang terlalu blak-blakan.


Ferry aslinya ingin sekali menyebut Lia lah wanita yang dia cintai tapi melihat mimik wajah Lia yang geram dan masam padahal dia baru bicara dia punya wanita yang dia cintai dihatinya belum juga bilang Lia istrinya.


terpaksa Ferry menelan lagi sebagian kata-katanya, agar tak membuat sang istri makin bad mood dan manyun. Apa lagi mata Lia sudah membelalak tajam menyiratkan Ferry agar tutup mulut.


"Ka..kamu mencintai siapa?" tanya Sandra dengan suara bergetar menahan emosinya


"Suatu hari aku akan mengenalkan dia pada mu, saat ini dia belum mau di publikasi" sahut Ferry santai


mendengar penuturan Ferry, hati Sandra begitu sakit


Sandra tidak terima Ferry mencintai wanita lain bukan dirinya. 'Aku yang menemani mu, aku yang slalu ada di sisi mu saat kamu begitu mengisolasi diri dari orang luar. Tapi kenapa wanita lain yang mendapatkan cinta mu? kenapa bukan aku?' bathin Sandra saat mendengar curahan hati Ferry, pria pujaannya.


"Sepertinya kamu baik-baik saja, kalau begitu aku pergi dulu" Sandra yang sudah tak kuat lagi menahan gemuruh di hatinya hanya bisa pamit pergi dari hadapan Ferry agar bisa meluapkan amarahnya.


"oke, kamu hati-hati"


"Baik"


Saat Sandra hendak keluar dari kamar rawat Ferry dia berpapasan dengan Jerry yang membawa paper bag berisi makan malam untuk majikannya.


"Nona Sandra, maaf silahkan anda dulu" Jerry mundur dan memberi jalan untuk Sandra.


"Ehh..Nona Sandra kenapa wajahnya muram sekali seperti habis melihat setan" ujar Jerry membuat Lia tertawa


"Kamu, sedang mengejek tuan muda mu setan ya Jerry....hahahaha"


"Berani betul kamu mengatai ku" geram Ferry membuat Jerry bingung dengan keadaan yang sedang terjadi.


"Kalian bicara apa? aku tidak paham. Sudah lah, aku kesini cuma mau anter makan malam buat kalian berdua"


mendengar Ucapan Jerry yang sambil meletakan paper bag yang dia jinjing sedari tadi diatas nakas samping ranjang Ferry. Keduanya kompak menyahuti


"Terima kasih Jer" membuat keduanya saling pandang dan melempar senyuman penuh arti.


jangan lupa like, komen dan subscribe

__ADS_1


__ADS_2