Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Kamu Sukanya Apa?


__ADS_3

#POV Lia#


'Ya ampun udah sore banget, Ferry udah makan siang belum ya?'


Aku langsung bergegas mencuci muka dan menuju ruang kerja Ferry."


Tok...tok...tok


"Masuk aja yank" ujar Ferry dan aku pun langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Ada apa yank? kamu butuh sesuatu?" tanya Ferry begitu melihat ku.


"Kamu udah makan siang? maaf ya aku ketiduran sampai sore gini" ucap ku dengan perasaan bersalah. Aku tuh jadi istri kaya nggak guna banget selain untuk memuaskan suami diatas ranjang, aku hampir nggak pernah ngelakuin apapun buat suamiku.


"Sudah yank, tadi order makan lewat online, aku juga pesenin kamu makanan, sekarang pasti sudah dingin" Jelas Ferry


'Tuh kan dia yang udah capek cari duit, dia pula yang siapin makan buat ku, istri macam apa aku ini?' gumamku dalam hati.


"Kenapa diem aja yank? kamu baik-baik aja kan?" Ujar Ferry khawatir dan langsung berdiri mengikis jarak dengan ku.


"Tidak panas, kamu tidak demam trus kenapa diem aja? atau ada bagian tubuh mu yang tidak nyaman?" tanya Ferry panik sambil meneliti setiap inchi tubuhku.


"Sayang aku baik-baik aja, aku cuma malu sama kamu"


"Malu?"


"Iya, aku malu jadi istri mu. Kamu sudah lelah mencari nafkah untuk ku, memenuhi semua kebutuhan dan mau ku. Tapi aku bahkan menyiapkan makan mu saja hanya kadang-kadang, lebih sering kamu yang menyiapkannya"


"Hahahaha...soal itu kamu jangan terlalu dipikir, Kamu itu istriku bukan asisten rumah tangga yang harus menyiapkan makanan untuk ku, memberi mu makan adalah kewajiban ku jadi jangan sedih lagi" ujar Ferry sambil mencubit hidungku lalu memeluk ku.


"Hhhmmm.." aku hanya menarik nafas berat mendengar ucapan Ferry, karena tak mampu lagi berkata-kata untuk membantahnya


"Kalau kamu begitu ingin melayani ku, sekarang aku mau di bikini coklat panas dong, syukur-syukur ada temennya...heehehehe" Pinta Ferry sambil terkekeh masih sambil memeluk ku.


"Oke kalau begitu aku buat kan sekarang" ujarku bersemangat dan melepaskan pelukan Ferry.


"Sebelum membuatnya kamu jangan lupa makan siang dulu, nanti sakit maag mu kambuh"


"Iya aku mengerti"


"Good" ucap Ferry sambil mengelus kepala ku.


Aku pun keluar dari ruang kerja menuju dapur yang ada di lantai satu. Ternyata makan siang ku diletakan diatas mini bar masih rapi di dalam box, karena penasaran menu makan siang apa yang dibelikan Ferry untuk ku, Aku membuka satu persatu box makanan diatas mini bar.

__ADS_1


'Wah Udang soas padang, calamari, dan baby kailan saos tiram. Semuanya makanan kesukaan ku' gumam ku dengan mata berbinar.


Aku langsung membawa box-box itu ke dapur dan memindahkannya ke wadah agar mudah aku menghangatkannya nanti di microwave, karena aku tak mungkin menghabiskan semuanya sendiri jadi aku pikir ini untuk makan malam ku dan Ferry aja. Tapi aku mikir lagi, 'Emang Ferry doyan?' kalau dia doyan kenapa dia nggak makan ini tadi...hhmmm.


Sebaiknya aku buat cemilan untuk Ferry dulu baru abis itu aku makan siang, karena Ferry suka cemilan yang asin dan gurih aku niat bikin omlet lipat sosis mozarella aja yang simple dan cepat.


Kruuukk...kruuukkk...kruuuukk


Panggilan alam tanda cacing diperut ku mulai demo minta makan. Akhirnya aku makan dulu deh baru bikin cemilan dan coklat hangat untuk Ferry.


Tak terasa matahari sudah tenggelam saat aku selesai membuat cemilan dan coklat hangat untuk Ferry. Aku pun bergegas naik ke atas untuk memberikan maha karya ku pada Ferry.


"Sayang, bisa tolong bukain pintunya nggak? tangan ku pegang nampan nggak bisa buka pintunya".


Agak lama aku berdiri di depan pintu ruang kerja Ferry baru lah akhirnya yang punya ruangan membukakan pintu.


"Maaf ya lama, tadi lagi telphonan sama Jerry. Sini aku aja yang bawa"


Aku pun membiarkan Ferry membawa nampannya ke dalam ruang kerjanya.


"Keliatannya enak, jadi tidak sabar ingin mencicipinya. makasih ya sayang udah mau repot-repot" ucap Ferry sambil tersenyum manis.


"Sama-sama, aku turun ke bawah dulu ya soalnya dapur masih berantakan piring kotornya belum aku cuci"


Aku pun langsung balik badan menuju pintu untuk keluar tanpa menunggu persetujuan dari Ferry. tapi saat di pintu aku memutar badan lagi karena ada yang lupa ku tanyakan pada Ferry.


"Apapun yang kamu siapkan akan aku makan"


"Kamu sukanya apa?" tanyaku lagi


"Makan kamu"


"Sayang" teriak mulai kesal cowo bule yang berstatus suamiku ini benar-benar ngeselin banget hobby bikin aku emosi jiwa.


"Hehehehe...soal makan aku tidak ada pantangan, asal jangan terlalu pedas"


'Tidak ada pantangan tapi jangan pedas, ckckkckk. Mana enak makanan kalau nggak pedas' bathin ku sambil ber "Oo" dan balik badan keluar dari ruang kerja Ferry.


'Pantes aja slama ini kalau aku bikin cemilan asin dan gurih saos sambel nggak pernah dia colek cuma saos keju atau creamy soas yang slalu habis disantapnya' gumamku sambil menuruni anak tangga.


Aku pun berguci baku di dapur menyiapkan makanan western aja yang mudah makaroni panggang lapis soas keju. Selesai masak dan bersih-bersih dapur aku pun naik ke atas untuk mandi dan bersih-bersih.


Baru juga buka pintu kamar dering ponsel ku sudah menggema. Ternyata Mira yang menelphon ku.

__ADS_1


"Iya Mir, ada apa?"


"Kamu dimana sekarang?"


"Di rumah, kenapa?"


"Kapan kamu balik ke kampus?"


"Besok mungkin aku sudah mulai kuliah, kenapa memangnya?"


"Aku bosan mencari alasan untuk para dosen saat mereka menanyai keberadaan mu"


"Hehehehe...maaf sudah merepotkan mu, tapi kamu tenang aja semua pesanan mu sudah ku belikan"


"Beneran?"


"tentu saja, kapan aku pernah bohong"


"Kalau begitu aku ke rumah mu sekarang"


"Memang kamu sudah tidak mengurus Rendy lagi?"


"Cowo itu sudah keluar dari rumah sakit tiga hari lalu tapi dua hari lalu dia ngotot minta tinggal di apartemen ku karena dia merasa belum sehat dan butuh perawat"


"Hahahaaha...itu cuma alasan dia, aku yakin sekarang Rendy menyukai mu makanya dia nggak mau jauh-jauh dari kamu"


"Suka kepala mu, mana mungkin dia menyukai ku. Dia saja tidak pernah manis pada ku, slalu saja bicara dengan nada memerintah layaknya bos bicara dengan anak buahnya, sangat mengesalkan".


"Kesal apa kesel nih? Awalnya bilang kesel ehhh lama-lama bilang kesem-sem...hahahahaha"


"Sudah jangan bahas dia, nanti tiba-tiba dia muncul lagi"


"Memang kamu dimana sekarang?"


"Aku sedang di cafe dekat kampus, malas sekali aku pulang ke apartemen"


"Ya sudah kamu nginap di rumah ku aja kalau begitu sekalian bawa buku catatan selama seminggu kemarin aku mau liat sejauh mana aku tertinggal dan tugas apa saja yang aku lewatkan.


"Baiklah kalau begitu aku ambil barang-barang ku dulu di apartemen"


Mira pun memutus sambungan telphon. 'Buru-buru amat si nih anak....ckckck'


"Siapa yang kamu minta menginap disini?" tanya Ferry sambil memeluk ku dari belakang.

__ADS_1


"Mira, karena Rendy setelah keluar dari rumah sakit bukannya pulang ke apartemennya malah ke apartemen Mira, dia ngotot masih sakit mau tinggal bersama Mira" Jelas ku panjang lebar hanya di jawab "Oo"


"Aku mandi dulu ya" ucap ku sambil melepas pelukan Ferry dan mengelus pipinya lalu berlalu ke kamar mandi.


__ADS_2