
Tak terasa sudah dua hari Lia tinggal di Castle Veenew dengan damai dan hangat. Bibi dan paman Ferry yang hangat, sepupu dan adik ipar yang penuh perhatian membuat hati Lia hangat. Walau nenek tua masih saja banyak memberengut sejak Lia ingin menunda memberikannya cicit tapi tetap nenek tua sangat perhatian tentang kesehatan dan makanan yang Lia konsumsi semuanya benar-benar di awasi langsung nenek tua.
Pagi itu, saat semua tetua meninggalkan meja makan usai sarapan. Para anak muda di meja makan semua sibuk membicarakan acara perjamuan yang di adakan Arjun Khan.
"Kak Ferry bawa aku ke acara perjamuan please. Aku sangat penasaran dengan tuan Arjun Khan, aku dengar dia sangat tampan, sudah dua hari ini di instata ramai membicarakan tuan Arjun dan pesta perjamuannya". rengek Shella.
"Kamu akan hadir di acara perjamuan nanti malam Fer?" tanya kak Dhaniel.
"Mau tak mau aku harus hadir, Goucher Corp memiliki banyak usaha di negara SG aku harus memberinya muka. Biar bagaimana pun dia pangeran negara SG" ucap Ferry acuh tak acuh.
"Bagus kalau begitu kita bertemu di sana?" ucap Dhaniel lagi membuat Ferry mengangkat wajahnya dan menghentikan makannya.
"Kak Dhaniel akan hadir juga?" tanya Ferry penasaran.
"Iya dia mengirimi ku undangan, aku hadir mewakili Mananta Group" jelas kak Dhaniel.
"Kak Margaret ikut juga kah?" tanya Shella dan Cindy bersamaan.
"ikutlah, kalau tidak nanti kak ipar kalian akan di goda wanita-wanita cantik di perjamuan...hehehe" ujar Margaret sambil terkekeh.
Lia yang mendengar diskusi kakak beradik di meja makan hanya bisa menjadi pendengar yang baik. Walau hatinya agak sedih karena sang suami belum membicarakan acaran perjamuan malam nanti dengannya.
"kakak bawa kami berdua please" rengek Shella dan Cindy pada Margaret.
"Kakak tidak bisa membawa kalian, kakak kan juga hanya menjadi pendamping kak Dhaniel saja" Ujar Margaret tak berdaya.
"Sudah-sudah, aku sebagai tuan muda kedua Mananta yang akan membawa kalian ke acara perjamuan tapi awas ya kalau kalian bikin rusuh di sana. Dan jangan ada yang coba-coba minum alkohol di sana" ancam Willy setelah dia setuju membawa Shella dan Cindy.
"Baik" jawab keduanya kompak dengan senyum manis.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita shopping dan ke salon untuk acara nanti malam" ajak Cindy penuh semangat.
"Lia apa kamu mau ikut kami shopping dan ke salon untuk acara nanti malam?" tanya Margaret yang berfikir Lia pasti akan hadir di acara perjamuan.
"Lia tidak akan kemana-kemana kakinya belum pulih, lebih baik baginya untuk istirahat di rumah untuk memulihkan kakinya" Jawab Ferry dingin, Lia hanya bisa tersenyum manis walau hatinya agak perih dan tidak nyaman saat mendengar jawaban suaminya.
"Jadi kamu akan hadir ke perjamuan sendirian?" tanya Willy penasaran.
"Dari dulu jika aku bersedia hadir juga slalu sendirian hanya di temanin Jerry apa ada yang salah?" sahut Ferry membuat suasana ruang makan jadi dingin.
"Haruskah kamu menjawab pertanyaan ku dengan begitu angker. Kamu sangat menakutkan" sahut Willy agak bergidik, membiat Kak Dhaniel tersenyum.
"Willy berhenti lah mengganggu Ferry. Kamu tidak tau kan betapa dia ingin pamer istri cantiknya pada seluruh dunia tapi karena kondisi Lia yang belum pulih dia harus menahan diri. Belum lagi aku dengar dari Mama dan bibi kemarin, katanya Lia mau merahasiakan hubungan suami istri mereka karena Lia akan kerja di YZ Collection. Kamu harus paham perasaan tuan muda Goucher saat ini pasti sangat tersiksa" ledek Kak Dhaniel yang langsung mendapat tatapan tajam menakutkan dari Ferry.
Lia tak berdaya saat mendengar penuturan Kak Dhaniel, itu memang syarat yang Lia minta pada Ferry tapi bagaimana semua bisa tau dan Lia baru tau kalau ternyata suaminya sangat tersiksa dengan syarat yang dia ajukan.
"Aku tidak mau diam, kapan lagi aku bisa meledek mu" sahut Kak Dhaniel dengan wajah bahagia walau hati mulai menciut ditatap tajam Ferry.
"Kamu yakin mau melanjutkannya, tidak takut kalau usaha keluarga Mananta akan aku acak-acak" ujar Ferry membuat suasana ruang makan yang hangat makin dingin dan menyeramkan.
Margaret yang pernah mendenger kekejaman Ferry dan tindak tanduk Ferry di dunia bisnis dari ayahnya mulai merayu suaminya Dhaniel untuk berhenti menggoda Ferry yang mulai terliaht serius walau sesungguhnya Ferry tak akan mungkin melakukannya.
"Baik lah cukup sampai di sini saja, tapi dari pada datang sendiri bukan lebih baik kami mengajak Sandra. Ku dengar dia baru tiba di negara A tadi malam" mendengar ucapan Kak Dhaniel membuat Lia membeku mendengar nama Sandra.
'Saingan cinta ku sudah datang, apa yang harus aku lakukan?' bathin Lia jadi kacau.
"Aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan melukai perasaan istri ku. Jadi lupakan saja saran tak berguna mu itu" sahut Ferry cepat saat melirik Lia, dia melihat sang istri menarik nafas berat
"Luar biasa, aku akui kamu memang pria sejati yang sangat setia pada cinta pertama mu. Aku tidak ganggu kalian lagi" ujar Kak Dhaniel meninggalkan ruang makan bersama kak Margaret.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Ferry yang melihat Lia hanya dia sepanjang duduk di meja makan.
"Aku baik, hanya sedikit lelah" sahut Lia agar Ferry tak mencecarnya lagi dengan pertanyaan.
"Kalau begitu aku antar kamu ke kamar" ucap Ferry sambil berdiri dan mengangkat tubuh Lia yang duduk di kursi roda.
"Ehhh...suam turunkan aku" pinta Lia dengan wajah sudah merona karena banyak pasang mata menatap ke arah mereka berdua saat ini.
"Lebih baik sayang ku jangan banyak bergerak. Apa kamu sedang berniat menggoda ku?" bisik Ferry di telinga Lia saat berdiri di depan lift.
"Suam, turunkan aku please. Mereka semua melihat ke arah kita...ini..." ucap Lia terhenti ketika tiba-tiba saja Ferry mencium bibir dengan lembut membuat Lia tanpa sadar membalas ciuman Ferry.
"Tubuh mu lebih jujur istri ku" senyum devil terkembang di wajah Ferry membuat wajah Lia terasa makin panas karena malu akhirnya Lia pun hanya bida parah dalam gendongan Ferry.
Sesampainya di kamar mereka. Ferry membaringkan Lia diatas ranjang dan menyelimutinya setelah menyalakan AC.
"Ada yang mau kamu tanya kan?" ucap Ferry sambil menatap kedua manik sang istri.
"Tidak ada suam, aku percaya dengan mu" mendengar ucapan Lia sebuah senyum menghiasi wajah Ferry 'Tidak ada keraguan sedikit pun tersirat di matanya, apa benar Lia sangat mempercayai ku?' bathin Ferry agak takut jika Lia akan salah paham kelak jika melihatnya bersama Sandra.
"Baiklah, tapi jika ada ganjalan atau sesuatu yang mengganggu hati mu. Kamu tanyakan langsung pada ku jangan buat asumsi sendiri yang membuat mu menjauhi ku" ucap Ferry tegas dengan terus menatap manik Lia.
"Iya suam, jika aku memiliki keraguan pada hati ku, aku akan langsung bertanya pada mu" sahut Lia cepat tak ingin membahas masalah ini lagi.
"Kalau begitu kamu istirahat lah, aku akan duduk di sofa ada sedikit pekerjaan yang perlu ku tangani, jika kamu butuh sesuatu katakan pada ku" ujar Ferry sambil mengecup kening Lia dan beranjak dari ranjang menuju sofa setelah dia mengambil laptop di atas nakas.
Siapa ya Sandra? ada hubungan apa Ferry dengan Sandra? Apa masalah yang akan dihadapi Lia kedepannya.
Yuukk terus baca novel suamiku brondong jangan lupa like and komen.
__ADS_1