Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Bumerang


__ADS_3

'Aiisssshhh....sudah pulang malem gini, dia juga masih belum pulang..huh' Lia menggerutu dalam hati saat membuka pintu apartemen lampu masih gelap tanda belum berpenghuni. Rasanya ada yang berbeda saat sehabis lelah kejar-kejaran kerja sambil kuliah biasanya disambut wajah tampan sang suami dengan senyum termanis malam ini Lia tidak bisa melihat wajah tampan sang suami yang biasanya lagi sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


'Padahal sudah tau, kamu pasti belum pulang dari perjamuan tapi kenapa tetep rasanya sedih nggak ada kamu saat pulang sudah malam gini. Huh' gumam Lia sedikit melow.


'Karena sekarang kamu nggak ada di apartemen buat mengurus ku. Nih Aku sampai harus beli makanan di restoran dulu sebelum pulang ke apartemen' gumam Lia sambil mengangkat paperbag ditangannya


'Abis sudah larut juga jadi nggak mungkin lagi kan untuk masak, apalagi kamu juga pasti sudah makan diperjamuan jadi makin malas deh aku untuk berguci baku di dapur buat masak' ujar Lia sambil melangkah masuk kedalam apartemen.


Begitu masuk kedalam apartemen Lia meletakan bungkusan yang dibawanya di atas meja makan dan meletakan tas ranselnya sembarangan di mini bar sebelum menuju dapur untuk mencuci tangan dan mengambil botol air mineral dari dalam kulkas. Lia langsung menenggak air mineral hingga setengah kosong baru kembali ke meja makan dengan membawa sendok dan garpu.


Lia membeli fish and chip plus salad untuk makan malamnya, karena tidak ada Ferry, Lia langsung makan sebelum mandi agar tidak bolak balik keluar masuk kamar lagi.


Lia makan dengan cepat karena memang sudah kelaperan tadi dia tidak sempat makan skang karena mengejar waktu agar tidak terlambat ke kampus.


Begitu selesai merapikan meja makan dan mencuci sendok dan garpu yang dia gunakan Lia menuju kamarnya untuk bersiap mando berendam sambil mendengarkan musik.


Tidak seperti biasanya Lia akan ketiduran saat mandi berendam. Karena saaf Lia sedang bersiap memutar lagu dari ponselnya telphon dari Mira masuk, awalnya Mira ingin Video Call hanya saja karena Lia sedang mandi sangat tidak nyaman jika Rendy ikutan melihatnya jadilah mereka berdua hanya ngerumpi lewat telphon untuk melepas rindu. Mira menceritakan kalau sekarang dia sudah resmi bertunangan dengan Rendy dan pernikahan mereka akan diselenggarakan tiga bulan lagi. Lia ikut bahagia kedua sahabatnya akan menikah.

__ADS_1


"Kenapa acaranya jadi maju sekali?" tanya Lia yang tau rencana awal mereka berdua mau menikah setelah Mira lulus kuliah.


Mira pun menceritakan soal ini semua karena Mama Rita yang memajukan acara pernikahan mereka berdua setelah tau hubungan Mira dan Rendy sudah terlalu jauh. Mama Rita tak ingin anaknya terjerumus dalam dosa terlalu lama sehingga memutuskan untuk tidak menunda lagi pernikahan antara Mira dan Rendy takutnya mereka lepas kontrol karena sekarang mereka berdua sudah tinggal bareng di apartemen Mira. Mama Rita takut mereka makin sering bikin dosanya.


"Pokoknya kamu harus hadir saat aku menikah nanti" ujar Mira dengan nada memaksa. Mira sudah tidak memilki orang tua dia hanya punya Lia sahabat terbaiknya jadi Mira sangat berharap Lia hadir di acara terpenting dalam hidupnya.


"Iya Insyallah aku akan datang, kamu do'ain aja aku dan Ferry sehat serta waktunya Ferry pas kosong saat kalian menikah nanti" sahut Lia tak berani berjanji pada Mira sebelum dia bicara dengan Ferry.


"Aku bakalan ngambek seumur hidup kalau kamu sampai tidak hadir" ancam Mira bukannya menakuti Lia malah membuatnya tertawa.


"Kamu kenapa jadi mirip Ferry jika mau sesuatu dari ku agar dapat main ancam" Jelas Lia disela tawanya.


Setengah jam lebih mereka mengobrol dari A sampai Z semuanya dibahas sampai Lia mengatakan air rendamannya mulai dingin dia harus segera berbilas agar tidak masuk angin baru lah Mira mengakhiri obrolan mereka.


Saat sudah siap untuk tidur selepas shoat isya, Lia melihat jam sudah pukul 10.10 malam Ferry belum juga pulang dan tak ada satu pesan pun masuk dari Ferry.


Karena terlalu lelah akhirnya Lia pun tertidur pulas dan tidak menyadari kepulangan Ferry dari perjamuan.

__ADS_1


Ferry yang baru tiba di apartemen hampur jam satu pagi masuk kedalam kamar dengan mengendap-endap. Ferry tak ingin membangunkan Lia jika sang istri sudah terlelap karna Ferry tau besok pagi Lia ada kuliah pagi.


'Syukurlah Lia sudah tertidur pulas kalau kamu masih bangun dan bertanya kenapa baru pulang jam Segini? aku akan kesulitan untum menjelaskannya pada mu. Sandra benar-benar tak mau melepas ku malam ini sampai acara benar-benar berakhir' gumam Ferry saat masuk kedalam kamar mereka dan menatap wajah sang istri yang sedang tertidur pulas.


Ferry pun segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena dia sudah tidak tahan lagi dengan bau parfum Sandra yang menempel pada jasnya karena wanita itu terus saja melekat padanya sepanjang perjamuan. 'Memang cuma Lia yang bau tubuhnya saat bercampur dengan aroma sabun dan parfum tercium begitu lembut dan menenangkan' bathin Ferry membayangkan bau tubuh para wanita yang suka melekat padanya. Apa lagi bau Merry membuat Ferry jijik, begitu menyengat dan kuat membuat perutnya mual.


Namun begitu Ferry juga tak bisa menghindari Sandra seperti dia menghindari Merry karena Sandra buat Ferry sahabatnya dari sejak masih duduk di bangku SMP cuma Sandra dan Albert lah yang bisa menjadi sahabatnya di sekolah karena sifat Ferry yang begitu tertutup dan tak suka bergaul.


Pertemannya dengan Sandra pun bukan karena sengaja tapi karena Ferry mengalami accident. Walaupun sebenarnya Ferry tidak membutuhkan bantuan Lia untuk mengatasi para cecunguk yang ingin memerasnya karena melihat Ferry begitu pendiam, mereka pikir mudah untuk di bully tau-tau Sandra datang menolongnya. Sejak itu lah Ferry membuka dirinya untuk berteman dengan Sandra. Hingga akhirnya saat waktunya kuliah mereka bertiga menentukan jalannya masing-masing dan berpisah.


Setelah hampir empat tahun tidak bertemu jadi saat Sandra terus bergelayutan dilengannya Ferry membiarkannya toh hari acara perjamuan kepulangannya pikir Ferry.


Begitu Ferry selesai sholat isya dia langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dan menarik tubuh Lia kedalam pelukannya tak perlu menunggu lama hanya dalam hitungan menit Ferry yang sudah dalam posisi nyaman langsung terlelap dalam buaian mimpi indah.


Tanpa Ferry tau kalau kedekatannya dengan Sandra malam ini akan jadi bumerang buat hubungan Ferry dan Lia karena saat perjamuan banyak wartawan yang diam-diam mengambil foto mesra mereka berdua sedang Lia tak pernah tau kalau Ferry malam ini menghadiri perjamuan Kepulangan Sandra ditambah lago Ferry tak menghubunginya sama sekali setelah telphon yang diputus secara aneh menurut perasaan Lia.


Jangan Lupa like, komen dan jadikan Favorite ya biar kamu nggak ketinggalan updatean novel suamiku berondong....yang baik ditunggu follow dan votenya...mau ngasih hadiah juga boleh banget.....hehehee

__ADS_1


__ADS_2