
Keesokan harinya
Lia dan Ferry masih saling tak bertegur sapa, mereka pun tak ada yang sarapan diapartemen bahkan sholat subuh pun mereka lakukan sendiri-sendiri.
Ini pertama kalinya mereka berdua begitu keras kepala, tak ada yang mau mengalah. Lia merasa benar sedang Ferry merasa Lia menginjak-injak harga dirinya sebagai seorang kepala rumah tangga karena terus tak memperdulikan dirinya.
Ferry akui, dia memang bersalah semalam karena kesal dengan Lia yang tak ingin memberi tahu Sandra statusnya, Ferry membiarkan saja Sandra menempel manja pada dirinya selama perjamuan, maksud hati Ferry ingin membuat Lia cemburu dan menyerah lalu membuka jati dirinya di depan Sandra.
tapi sayang harapan Ferry berbanding terbalik dengan kenyataan. Lia justru membalas Ferry dengan suap-suapan cake dengan Hans teman kecil Lia sekaligus tetangga mereka di apartemen.
Ferry sempat tak ingin memperpanjang masalah semalam namun tidak dengan Lia, dia justru membalas kedinginan Ferry dengan lebih dingin. Karena niat baiknya diabaikan Lia semalam, akhirnya Ferry pun memutuskan untuk diam dan tak perduli dengan Lia lagi.
'Terserah lah aku lelah, lagian hari ini agenda ku pun padat' bathin Ferry sambil meninggalkan apartemennya tanpa bicara dengan Lia sedikit pun.
Walau kesal melihat sikap Ferry yang dingin dan tak perduli dengannya, Lia hanya bisa menghembuskan nafas kasar untuk meredakan gemuruh di dalam dadanya. Lia tak menyangka, Ferry yang biasanya selalu mengalah karena tak nyaman diemin Lia terlalu lama kali ini, Ferry luar biasa mampu bertahan sampai pagi. Bahkan pergi begitu saja tanpa pamit dengan Lia.
'kamu jual aku beli tuan muda' seringai Lia saat melihat sang suami meninggalkan apartemen begitu saja.
Tak berselang lama Lia pun meninggalkan unit apartemennya dengan membawa bekel susu dan roti yang dia beli semalam karena marah butuh energi bestiiii...wkwkkwkk
Seharian ini Lia akan berada di kampus baru sekitar jam dua dia akan ke perusahaan untuk mengecek perkembangan gaun mama mertuanya.
Tak ada telphon masuk atau satu pesan ke ponsel Lia sampai kuliahnya usai. 'Dia seriusan marahnya ya' gumam Lia melihat ponselnya sesaat sebelum keluat dari kelas menuju parkiran.
"Hei...bengong aja, memang apa yang kamu pandangi diponsel mu?" teriakan Jeni mengagetkan Lia.
"Astaga Jeni kamu, kenapa tiba-tiba muncul disini? bukannya kelas mu sudah selesai"
Tanya Lia sambil mengerutkan alisnya ketika melihat Jeni tiba-tiba muncul di kelasnya.
"Aku sengaja kesini nungguin kamu, soalnya tadi aku lupa memberikan ini" sahut Jeni sambil berikan sebuah kotak kecil dengan pita merah mengikat cantik diluar kotak.
"Apa ini?" tanya Lia sambil menaikan satu alisnya menatap Jeni penuh rasa curiga
"Kamu tenang dulu, itu dari kak Arjun. Sudah terima saja. Katanya itu hadiah karena kamu sudah mau makan malam dengan kak Arjun malam ini"
Lia benar-benar lupa akan janjinya dengan Arjun malam ini, semalam Lia bertindak bodoh saat Arjun mengajaknya makan malam Lia mengiyakannya karena sedang kesal dengan Ferry.
'Mati lah aku, bagaimana ini?' bathin Lia galau dan resah sendiri. 'Kalau sampai beruang kutub itu tau akan makin runyam hubungan ku dengannya'
"Hei nyonya Goucher kenapa kamu melamun lagi?" Jeni kembali membuyar lamunan Lia.
__ADS_1
"Jeni kamu harus menemani ku, kalau tidak Ferry akan mengamuk begitu tau aku makan malam berdua dengan Arjun" ujar Lia dengan nada panik.
"Hhhmmm...kamu menjadikan ku tumbal, apa kata kak Arjun nanti melihat ku muncul, aku tidak mau ikut nanti malah aku yang kena sembur kak Arjun"
"Ayo lah Jeni, tolong aku. Memangnya kamu mau aku jadi janda..hiks" Lia mulai drama queen agar Jeni tersentuh dan mau menemaninya makan malam bersama Arjun.
"Baik lah,,,baiklaaah kamu menang. Dasar artis telenovela" gerutu Jeni menyetujui permintaan Lia.
"Aku mencintai mu Jeni" ucap Lia sambil memeluk Jeni "Aku pergi dulu sampai jumpa di restoran nanti malam"
"Hadiah kak Arjun bagaimana?" teriak Jeni melihat Lia yang berlari menjauhinya.
Lia langsung ngeloyor pergi tak menghiraukan teriakan Jeni lagi, dia hanya melambaikan tangan sambil berlari menuju parkiran
Lia sudah sangat kesiangan untuk ke YZ Collection tapi dia harus kesana karena gaun mami mertuanya harus segera dia selesaikan waktunya sudah tidak banyak lagi.
"Deni kenapa kamu menunggu ku di luar mobil?" tanya Lia heran melihat Deni berdiri mondar mandir
"Akhirnya nyonya muncul juga, aku pikir nyonya pergi lagi tanpa memberi tahu saya"
"Sorry Den, aku tadi ngobrol dulu dengan Jeni. Sudah ayo cepat kita ke perusahaan" pinta Lia yang langsung dilaksanakan Deni.
"Den, apa tuan muda hari ini menghubungi mu?" tanya Lia malu-malu membuat Deni agak bingung dengan maksud pertanyaan nyonya mudanya.
"Sudah lupakan saja" sahut Lia lalu duduk tenang di mobil sambil menyandarkan kepala dan memejamkan matanya.
'Kamu jahat banget sih suami, tega-teganya nyuekin aku terus kaya gini. Padahal kan kamu yang semalaman digelayutin manja wanita cantik. Kenapa jadi kamu yang ngambek sih?'
'Salah ku dimana?' Lia sibuk dengan pikiran-pikirannya yang tak merasa bersalah sedikit pun.
Lia benar-benar tidak menyadari kesalahannya, Lia lupa kalau dia sudah suap-suapan cake dengan Hans, dan Ferry melihat semua itu
Lia juga lupa kalau dia pergi keluar apartemen tak memberitahu Ferry sehingga sang suami sempat khawatir dan mencari tahu keberadaannya
Dan yang paling menambah bumbui kekesalan sang suami Lia juga sudah nyuekin Ferry semalam, padahal sang suami sudah susah payah menekan egonya memulai pembicaraan namun ketika Ferry meminta keripik kentang yang sedang Lia makan, Lia tak memberikannya dia malah menjauhi Ferry.
Lia benar tak menyadari tindakan kecilnya itu membuat sang beruang kutub merajuk karena merasa tak dihargai dan diinjak-injak harga dirinya.
Padahal biasanya setiap kali Lia begitu Ferry akan merebut makanan itu lalu mereka akan berakhir makan bersama sambil nonton film dan berpelukan
Tapi entah setan apa yang merasuki keduanya semalam mereka malah jadi makin acuh tak acuh sama lain.
__ADS_1
"Nyonya muda kita sudah sampai" suara parau Deni membuyar lamunan Lia.
"Oke, aku turun dulu. Terima kasih Deni kamu sudah mengantar ku" ucap Lia sambil turun dari mobil dan berjalan menuju lobby YZ Collection.
"Designer Lia, syukur lah kamu datang. Ada orang yang datang ingin bertemu dengan mu"
Lia mengerutkan alisnya, agak bingung mendengar penuturan Denis yang terengah-engah seperti habis lari maraton.
"Siapa yang mencari ku?" tanya Lia dengan wajah masam karena Denis menarik tangannya agar mengikuti langkahnya menuju ruangan tunggu dimana seseorang menunggu Lia.
"Denis kamu tenang sedikit, buat apa menarik-narik ku seperti ini?"
"Ayo cepat designer Lia, kasian dia sudah menunggu mu tiga puluh menit lebih"
"Iya siapa yang menunggu ku, kamu jelaskan dulu pada ku jangan langsung tarik-tarik begini"
Begitu di dalam lift, Denis mengatur nafasnya lalu menceritakan semuanya pada Lia perihal orang yang menunggunya.
'owh ternyata seorang pria, tapi aku kan belum pernah membuat debut pakaian pria bagaimana mungkin ada orang yang tertarik minta di buatkan stelan jas pada ku'
Ting...suara lift menandakan Lia dan Denis sudah sampai dilantai yang mereka tuju, pintu lift pun segera terbuka.
Baru juga Lia dan Denis keluar dari lift, belum juga Lia sampai ruangannya. Sudah ramai orang-orang departemen design menghampiri Lia.
"Designer Lia dari mana kamu bisa kenal pria tampan itu?"
"Jika dia bukan kekasih mu kenalkan aku padanya"
"Beri aku nomer telphonnya"
para gadis di departemen design semuanya mendadak histeris sejak kedatangan pria tampan yang tak mau menyebutkan namanya membuat Lia makin penasaran siapa sih pria ini, heboh banget sampai ngalahin ketampanan si beruang kutub kah?
"Kalian tenang sedikit, biarkan aku lewat dulu. Ini kalian bikin malu aja tau kalau kaya gini, aku aja belum tau dia siapa bagaimana mengenalkannya pada kalian...ckckckck"
Lia berdecak agak kesal sambil melangkah besar menuju ruangannya dan meminta Denis mempersilahkan pria yang berhasil bikin geger departemen design masuk.
tok...tok...tok
"Designer Lia, ini dia orangnya yang mencari anda" Denis mempersilahkan pria tampan berwajah oriental dengan kulit sawo matang, hidung mancung seperti dicetak dengan bibir merah merekah bak delima yang siap dilahap kapan saja, alis tebal dan mata coklat yang meneduhkan tiba-tiba muncul dihadapan Lia.
"Kamu, koq bisa disini?"
__ADS_1
jangan Lupa like, komen dan jadikan favorite kalian yess