Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Ternyata Lia seterkenal itu?


__ADS_3

Usai berbaikan dengan Lia, aku mengajaknya menemui mami. Entah mau apa mami pada Lia, mami ribut sekali memintaku membawa Lia padanya.


"Sayang kesini" mendengar panggilan mami aku dan Lia menoleh ke asal suara lalu berjalan mendekati mami yang sedang berkumpul disebuah ruangan bersama teman-teman group sosialitanya.


Tapi yang tidak ku sangka ternyata para wanita sosialita ini mengenali Lia, bahkan Lia mendapat banyak pujian bukan hanya rancangannya tapi juga penampilannya saat ini. Para wanita sosialita itu benar-benar terkagum-kagum pada Lia.


'Ternyata Lia benar seterkenal itu, aku pikir hanya bualan mami dan Shella saja saat itu. tapi ini kenapa aku bisa tidak tau? Jerry ini kerjanya nampaknya sudah mulai tidak benar. Masa info yang semua orang tau aku tidak tau...huuufff' Gerutuku kesal.


Aku makin kesal saat mendengar salah seorang wanita paruh baya menawarkan anak laki-lakinya untuk menjadi pasangan Lia. Untung saja mami langsung mengomelinya dan memperkenalankan Lia sebagai menantunya yang artinya Lia itu istriku.


Sontak seluruh ruangan yang berisi wanita-wanita sosialita nan terhormat riuh dan ramai-ramai tak terima setelah mendengar pernyataan mami, kalau aku sudah menikah tanpa mengundang mereka semua.


Namun keriuhan itu tak berlangsung lama karena mami buru-buru menjelaskan prihal pernikahan ku dan Lia yang tak dihadiri olehnya. Dan juga janjinya akan menggelar pernikahan kami di negara A dengan meriah dan mengundang mereka semua.


Setelah keriuhan itu Mami mengajak Lia pergi dan mengacuhkan ku yang langsung dikerubutin para emak-emak. Mereka menanyakan hal-hal unfaedah pada ku.


"Nak Ferry apa kamu puas dengan istri mu? jika tidak aku punya anak gadis tak kalah cantik dan cerdas dari designer itu"


"Iya aku rasa anak ku juga tetap mau jika kamu butuh istri lebih dari satu"

__ADS_1


"Apa istri mu masih virgin jika tidak menikah lah dengan anak gadis ku dia masih virgin 100%"


Aku hanya dia saja tak menggubris pertanyaan mereka sambil berusaha untuk keluar dari kerumunan. Dan pucuk di cinta ulam pun tiba begitu lah kata pepatah. Setelah melihat mami datang menyelamatkan ku, mami menyuruhku menemui Lia tanpa babibubebo lagi aku pun langsung menggunakan langkah seribu meninggalkan para emak-emak itu.


Saat aku berjalan menuju tempat Lia aku agak heran melihat Lia yang duduk asik melukis di temani wanita tua yang sedang minum teh, yang ternyata wanita tua itu adalah nyonya mahdalena pemilik hotel mewah yang tersebar di hampir seluruh kota negara A.


Saat sudah dekat aku pun menyapa nyonya mahdalena, dia begitu ramah padaku dan mengajak ku berbincang soal bisnis sambil minum teh, sedangkan Lia terus asik melukis sampai tak menyadari keberadaan ku.


"Done" ucap Lia sambil memandang puas pada hasil karyanya membuat ku dan nyonya Mahdalena menoleh ke arahnya.


"Mana coba ku lihat!" pinta nyonya mahdalenan, Lia pun langsung memberikan draf designnya pada nyonya Mahdalena.


"Kamu, sejak kapan kamu ada disini?" tanya Lia begitu menyadari keberadaanku. Aku pun menceritakan padanya kenapa aku bisa ada disana dan menungguinya selesai mendesign. Namun siapa sangka ketika melihat ku berinteraksi dengan Lia, nyonya mahdalena tiba-tiba berpesan pada Lia agar menjaga ku baik-baik karena banyak wanita yang menggandrungiku, cuma yang rak ku mengerti kalimat terakhirnya "Ayah dan anak ini nasibnya kurang beruntung dalam percintaan". 'Apa maksudnya?' bathinku.


Aku jadi geli sendiri dengan pikiran ku. Melihat Lia yang memberi kode seperti melarang ku mempertanyakan pernyataan yang dibuat nyonya mahdalena, akhirnya aku pun mengurungkan niat ku untuk bertanya dan menelan dalam-dalam rasa penasaran ku.


Kami hanya diam memperhatikan nyonya mahdalena dan cucunya Ami meneliti dan memperbincangkan hasil design Lia sampai akhirnya mereka membuat keputusan untuk menggunakan rancangan Lia bahkan nyonya Mahdalena meminta perusahanan garmen dibawah Goucher Corp yang menangani proyek ini. Dia meminta email ku untuk mengirim jumlah pakai yang diperlukan secara detail untuk masing-masing bagian agar aku bisa membuat rincian biaya dengan real pada prosal kontraknya nanti. Sedangkan Lia masih fokus mendengarkan permintaan Ami terkait design pakaian yang akan dia rancang.


Lagi-lagi istri kecil ku ini membawa keberuntungan untuk ku, setiap ada kesulitan saat aku bersamanya dengan mudah rintangan bisa ku lalui bahkan dibalik masalah itu aku mendapat banyak keuntungan, membuat rasa cintaku pada Lia semakin bertumbuh besar. Bagaimana pun caranya aku akan tetap mempertahankan Lia disisi ku dan menjadikannya satu-satunya istri ku.

__ADS_1


"Dua hari lagi kamu telphon lah kalau sudah jadi designnya, kita bisa buat janji temu. Bagaimana?" ucap Ami pada Lia saat mereka selesai berdiskusi.


"Baik, aku mengerti". Sahut Lia singkat sambil mengangguk.


Lia diberi waktu dua hari untuk membuat design baju, lebih tepatnya tujuh buah design. Jika semua sesuai harapan maka dalam dua hari ini lagi-lagi YZ Collection mendapatkan proyek yang akan menghasilkan keuntungan jutaan dollar dan semua berkat Lia. 'Semoga papi bisa segera membuka hati untuk Lia' Do'a ku dalam hati.


Setelah itu kami pun berjalan ke tempat acara ini dimana acara lelang berlangsung. Sesuai prosedur aku menyerahkan undangan dan kemudian mendapat nomer kursi. Saat Lia melihat aku, papi dan juga Shella duduk terpisah dan jauh-jauhan dia pun mulai mengintrogasi ku.


"Kenapa kamu dapat nomer lima, papi dapat nomer tiga sedangkan Shella yang sudah ada disini duluan jauh sekali disana posisi duduknya?" tanya Lia begitu penasaran.


"Itu semua sesuai jumlah uang dalam rekening pribadi tiap individu peserta lelang yang di undang sayangku" Jelasku pada Lia membuatnya terkejut seperti tak percaya atau kecewa ntah lah aku sulit membaca raut wajahnya.


Saat lelang berlangsung Lia memintaku membelikannya sebuah villa yang sedang di lelang sialnya Arjun, si Arab sialan itu juga menginginkan villa itu akhirnya aku dan dia bertaruh cukup lama memperebutkan villa itu sampai Lia menahannya saat melihat harga villa sudah naik sampai hampir sepuluh kali lipat harga awal.


Aku agak kesal saat Lia menghentikan ku, karena buat ku slama aku mampu membelinya aku akan penuhi semua keinginan wanita mungil nan cantik disampingku ini, tapi apa daya ku begitu mendengar apa yang Lia bisikan padaku membuat ku tak mampu menolak tawarannya.


"Kalau kamu tidak menaikan papan nomer mu lagi, aku janji malam ini aku akan memberikan mu malam indah yang tak akan mampu kamu lupakan"


Walau bathin ku bersorak gembira mendengarnya tapi aku tetap stay cool dan meyakinkan apa yang Lia ucapkan bukan cuma sekedar gombalan dan janji manis palsu. Aku sedikit mengancam Lia membuatnya tergagap mengiyakan. Akhirnya aku pun tak jadi membelikan Villa untuk Lia tapi aku berjanji akan membangunkan sebuah rumah dengan model sama persis dengan villa itu karena kebetulan aku sudah membeli tanah dengan luas yang kurang lebih sama dengan villa itu walau bukan dikawasan elite melainkan di perumahan tidak jauh dari pusat kota. Dan Lia pun setuju.

__ADS_1


Saat pembawa acara mengumumkan kalau Arjun yang memenangkan villa itu, dia melihat ke arah ku dan Lia lalu melempar senyum sok manisnya pada Lia sambil menganggukan kepala membuatku geram. 'Dia buta apa? tidak lihat Lia sedang bersama ku, benar-benar cari mati orang ini. Mentang-mentang keluarga kaya raya dan berkuasa di negara SG'. Gerutuku dalam hati sambil melarang Lia membalas senyum Arjun.


Saat melihat ku yang mulai cemburu dan marah, Lia pun mengajak ku pulang, aku pun menyetujuinya dan mengirim pesan pada mami untuk pulang duluan.


__ADS_2