Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Ruang Rapat


__ADS_3

Di ruang rapat semua jajaran direksi dan pemegang saham perusahaan Goucher Corp sudah berkumpul dengan wajah bingung karena tiba-tiba beberapa jam lalu mendapatkan pesan masuk untuk rapat dengan anak pemilik perusahaan raksaksa di negara A.


Saat Ferry dan Jerry masuk ke dalam ruang rapat semuanya memasang muka kesal dan juga heran, mau apa sebenarnya anak ingusan yang memang ternyata tak kalah hebat dengan ayahnya dan berwajah sangat tampan sehingga banyak mematahkan hati anak gadis dari orang-orang yang hadir di ruang rapat saat ini.


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya dan maaf saya melakukan rapat ini begitu dadakan sehingga mungkin membuat kalian semua kesal karena harus meninggalkan kegiatan kalian untuk hadir disini"


Saat mendengar penuturan Ferry wajah-wajah kesal itu pun terpaksa tersenyum dan tak lagi mempersoalkan ulah Ferry namun bukan berarti mereka tidak mempertanyajan tujuan rapat dafakan kali ini karena diundangan electrik yang mereka terima tidak diungkapkan tujuan dari metting kali ini.


"Sebenarnya kamu ngumpulin kita hari ini ada tujuan apa?" ucap pria tua seusia ayahnya Ferry, dia merupakan pemegang sepuluh persen saham perusahaan dan juga merupakan sahabat dari ayah Ferry.


"Kalian liat dan perhatikan layar, Jerry nyalakan sekarang videonya"


Jerry langsung melakukan apa yg Ferry perintahkan dan semua mata langsung fokus ke arah layar lebar di ruang rapat. Semua mata terbelalaj saat menyaksikan video yang diputar Jerry. Sedangkan Orang-orang yang terlibat dalam video itu mulai pucat keringat dingin bercucuran, tegang dan ketakutan.


"Maaf kan saya tuan Goucher, saya khilaf. mohon ampuni saya". Antonio langsung sudut dibawah kaki Ferry memohon ampun dengan wajah sudah pucat pasi dan keringan bercucuran padahal di ruangan berAC.


"Enak saja kamu minta ampu, minta maaf kembalikan semua uang kami"


"Dasar karyawan tidak tau diri"


"Dan kamu Redrigo tak ku sangka kamu bisa melakukan ini pada kami semua, kurang baik apa perusahan selama ini pada mu? masih belum cukup kebaikan Goucher Corp pada keluarga mu"


Redrigo hanya bisa tertunduk tak berdaya, dia memang salah dan tamak. Tapi dia sesungguhnya terpaksa melakukan itu semua karena memiliki wanita simpanan yang sangat matrealistis sehingga dia tak punya pilihan lain selain mulai mengkorupsi dan memalsukan laporan keuangan perushaaan karena dia memiliki akses untuk bis amelakukannya tanpa membuat orang curiga selama bertahun-tahun.


"Sudah panggil polisi jebloskan mereka berdua kedalam penjara"

__ADS_1


"Iya benar biar tau rasa, manusia tidak tau diri"


Semua pemegang saham memaki Antonio dan Redrigo tanpa rasa belas kasih mereka mulai mencaci maki dan meminta Ferry untuk menjebloskan mereka berdua ke penjara.


"Diam semuanya" Ucap Ferry dengan nada tinggi, karena dia mulai muak mendengar ocehan para pemegang saham.


Semua langsung terdiam melihat aura dingin fab tatapan mematikan dari Ferry.


"Saya tau kalian muak dengan dua orang ini dan saya pun sudah melaporkan kejahatan mereka pada yg berwajib sebelum rapat ini di mulai...."


Belum juga selesai ucapan Ferry pintu ruang rapat diketuk dengan tidak sabaran, membuat semua orang menatap pintu ruang rapat ingin tau siapa orang di balik pintu yang menggedor dengan tidak sabaran.


"Masuk" suara dingin Ferry pun menyuruh orang dibalik pintu untuk masuk.


"Maaf tuan Goucher kami menerobos masuk dengan paksa, sesuai laporan yang anda lakukan hari ini kami membawa surat penangkapan untuk tuan Redrigo dan Antonio dengan tuduhan penggelapan uang perusahan" ucap salah satu pria berseragam.


Ferry hanya mengangguk dan mempersilahkan para aparatur negara A itu melakukan tugas mereka. Segera keempat polisi itu menangkap dan membawa kedua orang itu keluar dari ruang rapat.


Seketika ruang rapat langsung riuh karena karena aksi heroik Ferry yang tiba-tiba langsung menghadirkan polisi diruang rapat.


"Kalian bisa tenang sedikit, ada yang mau aku umumkan. Mulai hari ini direktur pelaksana anda saya pecat. Apa anda ada keluhan?"


"Tidak tuan muda Goucher, saya memang salah sudah ceroboh melakukan banyak kesalahan sampai mereka bisa membuat beberapa proyek raip dari laporan yang saya buat"


'Bagus kalau kamu sadar". Sahut Ferry dingin membuat seisi ruangan terpana dan diam. Si manager pelaksana pun pamit meninggalkan ruang rapat dengan wajah tertunduk lesu.

__ADS_1


'Tuan Muda benar-benar kejam, dia langsung pecat aja. Aku pikir akan masih diberi kesempatan atau meminta orang itu mengundurkan diri...ckckck'


Jerry berdecak tak percaya dengan sikap tuan mudanya yang ternyata begitu tak berperasaan walaupun orang itu salah sih tapi kasian kan kalau dipecat dari goucher corp, akan susah cari kerja lagi.


'Kalian juga sih salah cari lawan, jadi gini kan nasib kalia...hehehehe' Jerry pun menertawakan nasib orang-orang yang mendapat hukuman karena menyurangin Goucher Corp.


"Dan kamu botak saham milik mu yang cuma lima persen sudah ku beli semalam jadi mulai hari ini jangan injakan kaki mu lagi di perusahaan Goucher Corp" ucap Ferry dengan tatapan mematikan membuat yang ditatap bergidik ngeri langsung bangkit tertunduk lesu dan berjalan keluar.


"Ehh...ada apa ini kenapa kamu membeli sahamnya?"


"Apa salah dia?"


"Kamu jangna mulai serakah Ferry"


ramai-ramai para pemegang saham itu mempertanyajan keputusan Ferry, karena mereka tidak tau bahwa dalang dari yang dilakukan oleh Redrigo dan Antonio adalah si botak, Ferry sengaja tidak membeberkannya karena biar bagaimanapun si botak sudah berjasa pada perusahan ini dari sejak awal berdirinya Goucher Corp maka Ferry mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas memaafkannya dan tidak memasukannya kedalam penjara maupun menuntut dia mengembalikan uang yang sudah dia gelapkan selama ini karena lagi-lagi si tua bangka botak itu memiliki piaraan gadis-gadis muda cantik untuk memuaskannya diatas ranjang.


Setelah rapat berakhir Ferry meminta Jerry mulai membenahi jajaran direksi dan menyingkirkan orang-orang yang curang dan ikut andil dalam menyurangi perusahaan.


Sedang Ferry kembali dengan kesibukannya, karena tumpukan pekerjaan sudah menantinya diruang kerjanya, walau kini masalah satu persatu mulai Ferry selesaikan tapi jadwal kerja Ferry tetap padat karena dia merombak semua jajaran direksi di pusat dan juga beberapa anak cabang perusahaan yang memiliki indikasi melakukan kecurangan pada perusahaan.


Tak terasa seminggu sudah berlalu, Ferry terus dengan kesibukannya hingga dia tak memiliki waktu untuk menghubungi Lia bahkan kadna gdi mobil dia masih harus memeriksa berkas atau jika tidak ada aktivitas dia akan terlelap di mobil karena kelelahan.


Sedangkan Lia disana apa yang dia sibukan? kenapa trus bertahan tak menghubungi suami yang amat dia rindukan??


makasih ya readers kalau kalian masih setia baca novel karya ku ini. walau mulai sedih nih yg ngelike terus menyusut...jangan² ceritanya ngebosenin ya...kasih komen dong buat masukan author makasih.

__ADS_1


__ADS_2