Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Kamu Cemburu


__ADS_3

"iya yank"


"Kamu masih di kampus?"


"Iya, ini baru aja mau keluar dari kelas untuk makan siang. Metting mu sudah selesai?"


"Belum lagi lunch break"


"Trus kamu sudah makan siang?"


"Belum, begitu istirahat aku telphon kamu"


"Memang metting apa sih? perasaan perusahan Goucher Corp tidak memiliki hotel di negara IND"


"Hehehehe...memang tidak terkait dengan Goucher Corp, aku kan pernah cerita kalau aku memiliki asset pribadi berupa saham di bidang perhotelan. Jadi Management berniat membuka cabang hotel lagi di salah satu kota di Negara IND, cuma meraka butuh suntikan dana jadi mereka sedang menawarkan kami para pemegang saham untuk investasi lagi di cabang barunya itu"


"Owh begitu, trus kenapa lama?"


"Karena kami mau lihat presentasinya dulu dan juga melihat prospeknya kedepan apa bagus ikut investasi di sana atau tidak"


"Aku boleh ikut nanem modal?" tanyaku penasaran.


"Memang istriku punya uang?"


"Ehhhh....aku ini istri tuan muda Goucher masa tidak punya uang,,,hehhehee"


"Hahahahaa...baiklah istriku kamu lebih baik kuliah saja yang benar sana lalu cepet pulang jangan kemana-mana"


"Aku niat ke rumah mama, sudah lama aku nggak ketemu mama dan Bimo"


"Besok saja, kamu masih punya banyak waktu bersama mereka. Aku mau kamu begitu selesai kuliah pulang ke rumah, oke"


"Baiklah"


"Ya sudah aku tutup dulu ya, kamu jangan nakal dan jangan dekat-dekat dengan pria lain"


"Iya, aku tau" Aku pun memutus sambungan telphon dengan Ferry.


"Hhhmmm."


"Kamu kenapa? habis telphonan sama suami malah narik nafas panjang banget gitu"


"Besok pagi Ferry balik ke negara A, kita baru akan ketemu lagi paling cepat abis aku selesai ujian"


Cerita ku pada Mira dengan nada lemas dan wajah tertunduk tak bergairah.

__ADS_1


"Aduh sejak kapan Lia Putri Aghata begitu berganting pada pria...ckckckck. sulit dipercaya"


Ledek Mira melihat ku yang nampak tak bergairah karena akan berpisah sementara dengan Ferry.


"Diam kau, nanti kalau kau ditinggal sama Rendy baru tau rasa"


"Mana mungkin dia meninggalkan ku, dia sedang cinta-cintanya dengan ku. Apa lagi aku wanita pertamanya...hahahahahaa"


"Maksud mu?" tanya ku penasaran.


"Rendy masih perjaka, tapi walau begitu dia sangat hebat semalam, aku sampai kewalahan menghadapinya" ujar Mira dengan wajah merona membayangkan kejadian semalam.


"Serius? jadi semalam kalian benar-benar melakukannya di rumah kami"


Mata ku langsung membulat tak percaya dengan apa yang ku dengar, tak ku sangka Rendy akan melakukan hal itu sebelum pernikahan. Tadi pagi padahal aku hanya berniat menggoda saja.


"Heeh" gumam Mira sambil mengangguk dan menundukan wajahnya yang sudah merah padam karena malu.


"Dasar murahan, kamu merusak Rendy" Maki ku kesal karena Mira merusak Rendy, aku tak bisa membayangkan kalau sampai mama Rita mengetahui ini semua, dia bisa kena serangan jantung.


"Ehhh...kenapa kamu marah? kamu mencintai Rendy?" Tanya Mira dengan wajah polosnya seakan tak berdosa merusak anak orang.


"Mencintai kepala mu, aku cuma nggak bisa bayangin kalau mama Rita sampai tau hal ini...ckckckkck"


"Ya nggak usah dikasih tau" Jawab Mira santai, membuat ku jengkel.


"Rendynya aja nikmatin dan enjoy kenapa kamu yang marah-marah"


"Dasar bodoh, jelas saja dia menikmatinya, Memang ada kucing yang dikasih tulang ikan menolak?"


"kamu menyamai ku dengan tulang ikan?"


"iya kamu memang mirip tulang ikan...idiot"


Aku pun meninggalkan Mira yang masih duduk di dalam kelas, aku nggak kuat lagi bicara dengan Mira. Gadis ini benar-benar keterlaluan. Rendy juga bisa-bisanya dia jadi bejat begitu...huuuffft


Aku terus menggerutu sepanjang perjaalan menuju kantin untuk membeli makan siang.


"Lia tunggu aku" teriak Mira mengejar ku, aku terus saja jalan dan masih menggerutu dalam hati. Rasanya aku ingin mencakar-cakar wajah Rendy saat ini.


Aku menghentikan langkah ku lalu berbalik ke arah Mira. "Mana ponsel mu, berikan pada ku?"


"Buat apa?" tanya Mira enggan memberikan ponselnya pada ku.


"Cepat Berikan, jangan banyak tanya" sahut ku geram melihat wajah Mira yang sok polos.

__ADS_1


"Kamu makin hari makin mirip dengan suami mu, tukang maksa dan sok berkuasa"


"Ehhh...berani kamu bilang begitu pada ku"


"Tidak berani..tidak berani,, ini ponselnya" Akhirnya Mira pun memberikan ponselnya pada ku.


'Kalau bukan karena sebentar lagi ujian akhir semester dan aku mengandalkan mu membantuku menjawab soal ujian, mana mau aku memberikan ponsel ku pada mu...huuffft' gurutu Mira yang masih terdengar oleh ku. tapi aku mengabaikannya.


"ini ponsel mu aku kembali" setelah mensave nomer Rendy aku kembali jalan menuju ke kantin dan membungkus makan siang ku, karena aku niat makan di taman kampus dibawah pohon sambil menelphon Rendy.


"Kamu tidak makan dikanti saja?" tanya Mira melihatku keluar dari kantin sedang dia mulai asik makan duduk didalam kantin.


"Tidak aku ada urusan" lalu aku langsung mempercepat langkah ku takut Mira tiba-tiba mengikuti ku.


"Hallo Rendy, kamu dimana?"


"Lia, kamu tau nomer telphon ku dari mana?" tanya Rendy dengan nada heran.


"Tidak penting, sekarang aku mau tanya kamu harus jawab jujur"


"Oke, kamu kenapa jadi serius gini sih. Ada apa sebenarnya? tidak terjadi sesuatu pada mu kan? atau terjadi sesuatu pada Mira?" Suara Rendy terdengar mulai khawatir sepertinya dia benar menyukai Mira, syukur lah jika benar demikian.


"Lia, kami kenapa malah diam? apa yang mau kamu tanyakan?"


"Itu apa benar semalam kamu tidur dengan Mira?"


"Iya benar" Jawab Rendy santai tanpa rasa berdosa sedikit pun membuat ku spontan berteriak.


"Rendy kamu bajingan tengik kenapa kamu melakukannya dengan sahabatku sebelum menikah..hah"


"Lia kami kenapa marah sih? jangan bilang kamu cemburu?"


"Cemburu gundul mu, dasar cowo cabul menyebalkan" aku pun mematikan sambungan telphon ku dengan Rendy karena kesal, rasanya sakit hati mengetahui Rendy melakukannya dengan Mira. 'Apa aku masih ada perasaan dengan Rendy?' Apa yang aku pikir kan, tidak mungkin aku masih memiliki perasaan dengan Rendy.


Dreeet....Dreeeet....Dreeet


Suara ponsel ku bergetar dan ternyata Rendy menelphon ku dia belum puas bicara dengan ku karena tadi aku memutuskan sambungan telphon sepihak.


"Hallo" sahut ku sambil mengunyah kwetiau goreng seafood yang ku beli tadi dikantin.


"Kenapa telphonnya dimatiin kan kita belum selesai bicara"


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi jawab ku santai.


"Kamu belum jawab pertanyaan ku?"

__ADS_1


"Pertanyaan yang mana?"


"Kamu cemburu?" jreeenggg jantungku tiba-tiba degdegan mendengar Rendy menanyakan ku soal perasaan.


__ADS_2