Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Wanita Cantik


__ADS_3

tok ... tok ... tok


Jerry mengetuk pintu ruangan kerja Ferry, begitu yang di dalam mempersilahkan masuk baru lah Jerry masuk ke dalam.


"Ada apa?" tanya Ferry tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang dia pelajari.


"Semua sudah siap di ruang rapat, sepuluh mwnit lagi rapat akan di mulai". ujar Jerry dengan posisi berdiri di depan meja sang tuan muda.


"Aku selesaikan ini dulu, kamu tunggu lah diluar" sahut Ferry santai tanpa mengalihkan pandangan, yang diajak bicara pun langsung pamit begitu mendengar ucapan sang tuan muda.


'Aiissshh,,,tuan muda ini aneh, saat diberi pekerjaan menggerutu tapi kalau sudah bekerja lupa waktu bahkan aku jarang melihatnya menghubungi istrinya sejak tiba di negara A...tapi bagus sih, aku jadi bisa sedikit santai sekarang...hehehe'


"Pak Jerry kenapa berdiri sambil geleng-geleng begitu?" tanya Arin sekertaris cantik si tuan muda, tidak hanya cantik tapi juga pintar dan cekatan. Kerjanya begitu rapi dan teliti. Sejak kehadirannya di kantor ini enam bulan lalu pekerjaan Jerry banyak terbantu,


"Ehh...Arin mau ketemu si boss?" tanya Jerry begitu sadar dari lamunanya.


"Iiihhh....si bapak bukannya jawab malah nanya balik, kalau Aris kesini pasti lah ada perlu sama si boss kalau nggak ada urusan mana berani Arin ganggu si boss bisa mati beku Arin di tatap sama si boss...hehehehe"


mendengar ucapan Arin, Jerry langsung menggeser tubuhnya yang menghalangi pintu tanpa menjelaskan apapun pada Arin.


Arin pun tak berdebat lagi dengan Jerry dia langsung mengetok pintu ruangan si boss tapi tidak ada sahutab sama sekali sampai tiga kali Arin mengetuk pintu tapi yang di dalam tak bergeming membuat Jerry dan Arin saling pandang bingung. Namun tak berapa lama kemudian pintu justru terbuka dan boss dengan tampang cool berdiri menatao mereka berdua seakan bertanya apa yang mereka lakukan di depan pintu ruangan ku?.

__ADS_1


"Maaf tuan muda, bukan saya yang mengetuk pintu. Arin yang melakukannya" jelas Jerry buru-buru saat melihat pandang dari tuan mudanya.


"Ini tuan, saya cuma mau mengantarkan berkas dari divisi keuangan katanya minta tuan tanda tangani sesegera mungkin agar proyek pembangunan taman bermain di timur kota bisa segera dilaksanakan" ujar Arin dengan menahan nafas karena wajah si bos ganteng yang tak bersahabat.


"Letakkan saja di meja saya, ayo Jerry kita ke ruang rapat sekarang"


Mereka pun melangkah menuju lift khusus untuk menuju kelantai empat belas dimana ruang rapat berada. sedangkan Arin masuk ke dalam ruangan si boss untuk meletakan berkas dari divisi keuangan


Arin sengaja diperbantukan menjadi sekertaris tuan muda karena presdir sedang menyiapkan tuan muda untuk naik jabatan menggantinya yang sudah mulai lelah memimpin ditambah lagi istri presdir sakit. Fokus utama presdir adalah nyonya besar makanya tuan muda digembleng habis-habisan oleh tuan besar. Sebenernya tuan muda memang dari kecil sudah di didik keras dan tidak manja itu sebabnya biar pun seorang tuan muda, Ferry bisa melakukan banyak hal remeh yang orang lain tak bisa lakukan misalnya masak dan bersih-bersih. Bahkan hasilnya tidak kalah dengan ART profesional yang ada di rumah tuan besar. Bahkan untuk rasa masakan, hasil tangan tuan muda lebih enak karena tuan muda ikut kelas masak dengan chef profesional pada saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas beberapa bulan sebelum lulus persiapan untuk masuk kuliah karena tuan muda berencana tinggal di apartemen ingin mandiri.


"Wah...ternyata si boss bisa senyum juga, siapa wanita cantik di foto bersama si boss? jangan-jangan ke kasihnya, pantas saja dia begitu dingin dan cuek pada wanita-wanita penggoda itu ternyata si boss udah punya tambatan hati mana cantik banget kaya bidadari gini lagi" gumam Arin saat dia tak sengaja melihat foto Ferry yang sedang memeluk Lia saat liburan di negara M kemarin Ferry meminta Jerry mencetak fotonya agar dia bisa slalu memandang wajah istri yang amat dia cintai.


"Ahh...sudah lah bukan urusan ku juga" Gumam Arin kembali meletakan bingkai foto itu diatas meja kerja Ferry dan keluar dari ruangan si boss.


Baru juga Arin mendudukan bokongnya di kursi miliknya sudah ada seorang wanita muda cantik dengan body seksi berbalut baju pres body yang nampak anggun melekat ditubuh wanita itu.


"Misi, bos kamu ada?" tanya si wanita sambil mengetuk meja kerja Arin karena Arin nampak belum menyadari keberadaannya.


"Maaf, ibu mau ketemu siapa?" tanya Arin begitu ramah pada tamu wanita yang baru pertama kali ini dia lihat disini yang ternyata wanita itu adalah Merry Bramesware saingan cinta Lia.


"Saya ke sini mau ketemu bos kamu, Ferry Goucher" sahut Merry dengan angkuh dan nada meremehkan Arin.

__ADS_1


*Apa ibu sudah buat janji dengan tuan Ferry?" tanya Arin masih dengan mode ramah walau dalam hatinya sudah merutukin sikap Merry yang begitu sombong dan angkuh tidak seperti tamu-tamu bosnya yang lain.


"Tidak perlu buat janji, aku kesini karena ada perlu yang harus dibicarakan. Antar aku ke ruanganya" Perintah Merry dengan angkuhnya.


"Maaf ibu, kalau mau ketemu tuan Ferry harus buat janji dulu dan....."


Belum juga Arin selesai bicara Merry langsung menggebrak meja Arin membuat beberapa barang dimeja Arin terjatuh dan Arin pun dibuatnya kaget setengah mati. 'Ada apa dengan perempuan ini?' gumam Arin melihat sikap arogan Merry.


"Kamu tau sedang bicara dengan siapa? Aku ini calon istri bos mu jadi jangan banyak bertingkah di depan ku atau kalau tidak nanti aku akan minta Ferry memecat mu" Ujar Merry dengan sombongnya.


"Maaf nyonya saya tidak tau anda siapa tapi saat ini tuan tidak ada di ruangannya sedang metting di lantai empat belas bersama dengan pak Jerry" Ucap Arin dengan gugup karena ini kali pertama dia di betak dan diancam seseorang sehingga dia agak takut, ya siapa juga yang mau kehilangan pekerjaan dengan gaji dan tunjangan yang fantastik belum lagi bonus tahunannya bisa beli satu motir matic.


"Kamu jangan berani membohongi ku ya, aku sudah cari tau jadwal Ferry sebelum kesini" ucap Merry sambil menatap tajam Arin, yang ditatap langsung menunduk karena takut ditatap Merry.


"Saya tidak bohong nyonya, tuan Ferry benar-benar ada di lantai empat belas sedang rapat. Memang rapat hari ini terbilang dadakan tapi juga tidak dadakan karena minggu lalu sudah di umumkan akan ada rapat ini oleh pak Jerry" Arin berusaha menjelaskan pada Merry agar dia percaya.


"Kalau tidak nyonya bisa ikut saya untuk mengecek langsung ke ruangan tuan Ferry" pinta Arin agar Merry percaya


"Tidak perlu" ujar Merry langsung membalikan badannya pergi meninggalkan Arin menuju lift.


Arin menarik nafas lega saat melihat Merry sudah nemasuki lift. 'Astaga siapa sebenarnya wanita tadi? kalau benar calon istri si boss lalu wanita cantik di foto tadi siapa?' gumam Arin bingung memikirkan apa yang baru dialami. 'Ahh...buat apa aku memikirkannya, semuanya bukan urusan ku' bathin Arin, lalu dia pun kembali bekerja setelah merapikan mejanya yang sempet berantakan karena gebrakan meja yang dilakukan Merry.

__ADS_1


__ADS_2