
"Surprises" Ucap Ferry sumbringah lalu langsung mendekati ranjang di mana sang istri masih diam terpaku tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Sayang aku pulang, tidak ada pelukan untuk ku" Ucap Ferry saat sudah di depan Lia sambil menjawil hidung mancung nan mungil milik Lia.
Lia tak bisa berkata-kata dia langsung menghabur kedalam pelukan suami yang amat sangat Lia rindukan.
Lama mereka berpelukan namun tiba-tiba suara isak tangis Lia mengejutkan sang suami.
"Hei, kenapa istri cantik ku malah menangis" Ferry menghapus air mata yang mengalir di wajah sang istri.
"Ini air mata bahagia, aku terlalu bahagia melihat mu tiba-tiba muncul di hadapan ku. Bisa berada dalam pelukan mu seperti ini, mencium aroma khas tubuh mu membuat jiwa raga ku tenang".
Ucap Lia sambil kembali memeluk Ferry erat. Seakan takut Ferry akan pergi lagi meninggalkannya sendirian kesepian.
"Sayang, kamu koq kurusan dan tampang mu kaya abis nguli gini sih lecek banger dengan mata panda gini....ckckckk"
Lia berdecak heran memandangi wajah tampan suaminya yang terlihat agak lusu terlihat kurusan dan lelah kaya orang abis kerja berat, walau pun tetap tampan sih.
"Aku cuma belom mandi dan agak ngantuk aja koq" Sambil kembali memeluk Lia, Ferry berkilah tak ingin membuat Lia terlalu menghawatikan kondisi fisiknya yang memang kelelahan karena seminggu ini dia memforsir seluruh tenaga dan waktunya untuk menyelesaikan semua pekerjaan demi bisa terbang ke negara IND menemui istri tercintanya.
"Aku mandi dulu ya sayang, gerah banget dari pulang kerja kemarin aku langsung on the way ke sini".
Lia pun melepaskan pelukannya dari Ferry. Ferry mengecup kening Lia lalu langsung berlalu ke masuk ke kamar mandi. Tak lama suara shower pun terdengar tanda Ferry mulai mandi.
'Ehh...dia beneran langsung mandi, tumben nggak ngajak aku? Lia kenapa kamu malah ngarep diajak, apa-apaan ini aku jadi mesum gini' Lia menggeleng-gelengkan kepalanya membuang jauh pikirannya yang mulai kemana-mana kelamaan ngejablay alias jarang dibelai karena LDRan...hhehehehee.
Sambil menunggu Ferry mandi Lia menyimpan koper yang dibawa Ferry ke dalam walk in closed sambil mengambil kaos dan celana selutut plus daleman untuk Ferry kenakan sehabis mandi.
"Sayang kamu mau sarapan nggak? biar aku minta Narti siapin kalau kamu mau sarapan"
__ADS_1
Tanya Lia saat melihat Ferry keluar dari kamar mandi. "Aku maunya makan kamu yank, hehehe" Sahut Ferry asal sambil cengengesan dan pakai baju yang di siapkan Lia.
"Aku serius suami, kamu mau sarapan nggak?" tanya Lia lagi dengan tampang serius.
"Nanti aja deh, aku sekarang mau tidur dulu. Ngantuk banget" Sahut Ferry sambil menggendong Lia dan membaringkannya di atas ranjang, Lia sudah bersiap untuk menyerahakan diri pada suaminya tapi sang suami hanya memeluknya sambil mencari posisi ternyaman.
Tak berapa lama dengkuran halus terdengar, Ferry sudah tertidur pulas sambil memeluk Lia. Lia pun akhirnya ikut tertidur.
Di luar kamar
Mira sudah menggerutu karena Lia yang janji mau ngajarin dia menyulam campur warna malah tak keluar-keluar dari kamar. 'Bule sialan kenapa juga sih pake balik kesini sekarang?'. 'alamat aja ini nggak akan bisa lagi Lia mengajari ku untuk ujian...huuffft benar-benar sial'.
Mira terus merutuki kepulangan Ferry sambil berusahan melihat tutorial di cutube untuk bisa memahami cara mengatur alur benang sulam agar tidak tercampur acak-acakan.
setelah dua jam menyulam akhirnya Mira berhasil membuat sebuah tempat pensil dengan motif bunga mawar di bagian tutupnya.
"Yes akhirnya berhasil juga" gumam Mira sumbringah. Dia pun merapikan semua peralatan menyulam miliknya dan membawanya turun ke lantai satu.
Mira pun kembali ke kamarnya di rumah Lia untuk merapikan barang-barang miliknya karena dia berencana untuk kembali ke apartemennya hari ini.
"Honey, kamu sedang apa?"
"Main golf bareng papa dan koleganya, ada apa bee?"
"aku cuma mau bilang kalau Ferry sudah pulang jadi aku berencana tinggal di apartemen ku lagi"
"Hhmmm... kamu sengaja memberi tahu ku agar aku menemani mu di apartemen ya"
Rendy menggoda Mira padahal dalam hati seneng bukan main mendengar kabar dari Mira.
__ADS_1
"Udah ya, aku mau packing barang-barang ku dulu. bye"
Mira langsung mematikan telphon karena wajahnya sudah merona membayangkan Rendy pasti berpikir kalau dia mengundang Rendy untuk menemaninya tinggal di apartemen.
'Bodoh, aku sungguh bodoh. Kenapa juga aku malah telphon Rendy?. Kita kan lagi belajar untuk menahan diri sampai hari pernikahan'.
Mira makin pusing dengan pikirannya sendiri, akhirnya Mira packing barang-barang-nya sambil merutuki kebodohan yang baru saja dia lakukan.
Sedangkan di Negara A
Juan Goucher tau anaknya kembali ke negara IND untuk menemui Lia, dia pun langsung menghubungi Jerry asisten Ferry.
"Jerry kenapa kamu biarkan Ferry kembali ke negara IND? aku kan sudah perintahkan pada mu untuk membuat Ferry sibuk dan melimpahkan semua pekerjaan ku padanya. Kenapa dia masih bisa kembali ke negara IND?"
"Maaf tuan besar, ini kesalahan saya. Tuan mudah pekan lalu menanyakan jadwal kegiatan-nya selama sebulan kedepan, dan saya memberikan jadwal kerja tuan muda selama sebulan ini, seperti yang di minta tuan muda. Tidak di sangka tuan muda malah merampungkan semua pekerjaan yang harusnya di kerjakan dalam dua pekan hanya dalam lima hari".
"Anak ini kalau sudah niat tidak ada yang bisa melarang-nya benar-benar keturunan Goucher yang keras kepala". Gumam Juan papi Ferry sambil geleng-geleng kepala, padahal Jerry tidak bisa melihatnya.
Jerry yang mendengar gerutuan tuan besar hanya bisa geleng-geleng kepala karena pernyataan tuan besar membicarakan tuan muda seperti sedang berkaca tentang sifat-nya tuan besar sendiri...hahahahaa. 'Buah memang jatuh tak pernah jauh dari pohonnya'. Gumam Jerry dalam hati, Mana berani Jerry mengunggkapkan peribahasa itu di depan tuan Mudanya ..wkwkkwkkwk
"Jerry kami cari cara buat Ferry kembali ke perusahaan secepatnya" Perintah Juan Goucher yang langsung membuat Jerry sakit kepala.
"Tapi tuan besar, tuan muda sebelum lepas landas sudah bilang pada saya 'jangan harap aku akan kembali ke negara A dalam seminggu ini apapun alasan yang akan kamu berikan karena aku sudah bersusah payah mengerjakan semua kewajiban ku dalam dua pekan ini. Sampaikan hal ini jika si tua bangka menyuruh mu membuat ku kembali ke negara A' itu yang tuan muda katakan" Jelas Jerry mendengarkan rekaman suara Ferry pada Juan Goucher.
"Anak ini benar-benar lebih lihai dari dugaan ku, sudah mulai senen aku akan kembali ke kantor. Biarkan saja anak itu bersenang-senang seminggu ini"
"Baik" sahut Ferry yang langsung diputus sambungannya oleh Juan Goucher.
'Aku heran tuan besar kenapa begitu tidak menyukai Nona Lia ya? padahal nona Lia lebih cantik, manis, anggun, cerdas dan baik hati di bandingkan nona Merry'. 'Eh...kenapa juga aku harus ikut memikirkannya...hahahaha' Jerry jadi sibuk dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
gimana menurut kalian part ini? maaf ya kalau ngebosenin....kelaamaan PPKM nih jd mentok inspirasi....kasih komen dong siapa tau bisa jadi inspirasi mimi...hehehehe
ditunggu ya like, komen ya klo mau vote juga boleh mimi terima dengan senyum termanis.