Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Papi tidak setuju


__ADS_3

Aku sibuk merapikan riasanku dan juga pakaian ku. "Ya Tuhan Lia, apa yang kamu lakukan?", gumamku saat melihat bercak merah di beberapa bagian leherku. "Lia..Lia, bukan kah kamu selama ini sudah susah payah menjaga diri mu dan hanya akan menyerahkan kesucian mu pada suami mu" bathin ku, sambil mengusap kasar wajahku frustasi karena tak mampu menahan diri saat berdekatan dengan Ferry. Ternyata benar jika sudah dicoba sekali, dosa itu akan membuat kita mengingikannya lagi, lagi dan lagi. "Hhhhuuuufffft". Dengusku sambil keluar dari kamar mandi.


Ku lihat Ferry asik menghisap rokok di tepi jendela yang sengaja di bukanya.


"Sayang, kamu kenapa?", "Aku baru tau kalau kamu ngerokok". ucapku sambil mengelus punggungnya dan berdiri disampingnya


Ferry langsung mematikan rokok yang sedang dihisapnya dan mengibas-ibaskan tangannya mengusir asap rokok yang tersisa.


"Aku hanya merokok sesekali jika pikiran ku buntu" ucap Ferry sambil mendaratkan sebuah keceputan di keningku lalu merangkul ku ke dalam pelukannya. Aku hanya pasrah menerima perlakuannya karena memang aku juga menikmati moment kebersamaan kami yang nggak akan terjadi tiap hari. "Hhhhmmmm" Tarikan nafas Ferry panjang.


"Sayang jika aku bukan pewaris tunggal Goucher Corp, apa kamu masih mencintaiku? masih mau disisiku? masih mau bersama ku?" brondongan pertanyaan Ferry lontarkan disela-selaan hembusan nafas beratnya.

__ADS_1


"Aku saja tidak tau kapan cinta ini tumbuh dan bagaimana awal mula aku jatuh cinta pada mu, aku benar-benar tidak tau, yang aku tau saat ada dalam pelukan mu aku nyaman sekali, saat berada di dekat mu aku bahagia, saat kamu menatapku aku tersipu malu, saat kamu memcium ku aku jadi kecanduan, saat kamu menyentuhku aku ingin lebih lagi. Pokoknya berdekatan dengan mu aku jadi gila dan tak tau malu. Bener-bener parah, aku jadi kaya cewe nakal, padahal aku selama ini tidak pernah tertarik dengan cowo mana pun dan selalu kesal saat melihat Mira begitu murahan, mau disentuh dan dicium kekasihnya yang entah sudah berapa banyak". Dengusku kesal pada diriku sendiri. Membuat Ferry terkekeh dan mengeratkan pelukkannya.


"Kamu sudah siap belum jadi istriku?, walaupun kelak mungkin aku bukan lagi pewaris kerajaan Goucher Corp" tanya Ferry membuat kerongkonganku seperti tersedak.


"Sebenarnya ada apa sih yank, kenapa tiba-tiba bahas siap nggak siap lagi menikah. Bukannya kita sudah bahas ini tadi?". tanyaku penasaran dibalas kecupan bertubi-tubi di pucuk kepalaku. Membuat ku mendongak menatap mata birunya yang mempesona. Dia bukan menjawab pertanyaanku malah mengecup bibirku. Lalu diam dan menarik nafas panjang.


"Tadi papi menelphon ku, papi tau soal niatku malam ini menikahi mu secara agama, Papi tidak setuju aku menikahi mu sekarang karena aku saja kuliah belum selesai dan usia ku masih terlalu muda, papi takut aku menyesal nantinya menikahi mu yang usianya lebih tua dariku, Papi bahkan mengancam ku, akan mengeluarkan namaku sebagai ahli waris". Mendengar cerita Ferry membuat dadaku sesak tak terasa butiran bening berjatuhan dari pelupuk mata ku. Tak ingin Ferry mengetahui luka ku, aku ingin melepaskan pelukannya dan menjauhinya tapi Ferry justru mengeratkan pelukannya dan menjatuhkan wajahnya di tengkuk ku.


"Kamu keberatan tidak kalau status kita yang menikah sementara jadi rahasia kita berdua sampai aku bisa meyakinkan papi kalau pilihanku tidak salah" tanya Ferry yang ku jawab dengan anggukan.


Ferry langsung menciumi tengkuk ku menggigit daun telinga ku, tangannya menyusup masuk ke dalam kaos ku, meremat gundukan kembar yang penutupnya sudah diangkat ke atas oleh Ferry, Membuatku mendesah, tubuhku bergelinjangan tak karuan karena rangsangan yang diberikan Ferry. Terutama saat Ferry menyentuh bagian intiku dari luar hotpant. "Sayang malam pertamanya kita lakukan sekarang boleh nggak?" tanya Ferry yang menyadarkan ku dari gairah penuh dosa. Lalu berdiri menjauhi Ferry beberapa langkah. Ferry yang meluhat tingkahku mengerenyitkan alisnya dalam, secara adik kecilnya sudah terasa tegak berdiri hendak menuntut haknya karena dibangunkan dari tidur panjangnya.0

__ADS_1


"Sayang aku mau kita melakukannya saat sudah sah jadi istri mu" ucapku pada Ferry. Ku pikir dia akan marah, merajuk dan memaksaku, ternyata tidak Ferry benar mencintaiku bukan hanya sekedar nafsu dengan tubuhku.


"Iya gpp sayang kalau gitu aku numpang mandi dulu, kamu tolong ambilkan baju ku di bagasi mobil" ucap Ferry sambil memberikan kunci mobilnya dari kancong celananya. Aku hanya mengangguk, kemudian keluar dari kamar menuju mobil Ferry. Betapa terkejutnya aku melihat pakaian ganti Ferry yang sudah di pack dalam satu kantong, ada yang setelan jas, ada juga yang pakaian santai. "Rapi betul bule ini, sampai semua hal sudah di siapkan dengan baik" gumamku saat melihat bagasi mobil Ferry. Aku pun mengambil satu pack yang berisi satu set pakaian casual, dan berjalan menuju kamar ku. Mama dan Bimo belum kelihatan, nampaknya mereka masih sibuk merapikan kamar mereka. Saat aku masuk Ferry pas baru keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan hanya mengenakan handuk yang dililit di pinggang dan membiarkan dada bidangnya terekspost mataku. "Sial dia seksi banget" gumam ku yang terdengar Ferry.


"I'm yours baby, kamu bisa memiliki ku kapan pun kamu mengingikannya" goda Ferry membuat wajahku langsung merona dan salag tingkah.


"Ini baju mu" aku meletakan satu pack baju diatas meja dekat pintu lalu buru-buru keluar dari kamar. Ferry yang melihat tingkahku langsung tertawa terbahak-bahak dan aku menulikan telingaku agar tidak mendengarnya.


"Hampir saja, jika lebih lama aku di dalam dengan kondisi Ferry kaya gitu bisa beneran kejadian malam pertama sebelum waktunya" gumamku sambil bersandar di daun pintu. Aku menarik nafas berkali-kali menenangkan kondisi jantung ku yang masih berdetak tak karuan.


"Jika malam ini aku menikah dengannya, besok dia terbang ke Negara A. kita baru akan ketemu satu setengah bulan lagi saat aku pindah kesana untuk bekerja sekaligus kuliah, aku kuat nggak ya jauh-jauhan sm Ferry setelah malam pertama kami lalui bersama" pikiran ku melayang jauh mengukir mimpi hidup bersama dengan pangeran pujaan hati sekaligus cowo yang paling tengil yang ada di muka bumi ini.

__ADS_1


__ADS_2