
"Suami ku pekerjaannya sudah selesai ya?" ucap Lia manja sambil duduk di pangkuan Ferry dan mengalungkan lengannya di leher Ferry.
'Ehh tidak biasanya Lia berinisiatif duluan seperti ini, ahh tapi bagus juga. Aku mau liat sampai mana Lia bisa menggoda ku?'
"Suami ku masih marah?" ucap Lia manja dan tangannya mulai jahil main di dada Ferry sedangkan Lia duduk bergoyang terus.
'Ahhh...sial junior kamu kenapa murahan sekali sih baru begini sudah bereaksi' gerutu Ferry karena sentuhan Lia membuat dirinya hampir ilang akal padahal selama ini dia mati rasa dengan banyak wanita di luaran.
"Suami, aku minta maaf ya. Walau sebenernya kan aku belum ngelakuin kesalahan. Tapi karena kamu sudah mau merahasiakan status pernikahan kita aku akan kasih kamu kompensasi. Bagaimana mau tidak?"
Ferry masih berusaha sekuat tenaga untuk tidak tergoda. Lia yang merasakan junior yang dia duduki mulai bereaksi walau Ferry masih belum tergerak.
'Oke kali ini aku mau liat apa kamu masih sanggup bertahan' gumam Lia dalam hati dan langsung melancarkan serangan dadakan dengan mencium bibir Ferry sambil tanganya Lia menyusup masuk ke dalam kaos yang Ferry kenakan.
Ferry pun tak kuasa lagi bertahan menghadapi godaan yang Lia selancarkan. Dia mencium penuh hasrat bibir Lia sampai Keduanya kehabisan nafas.
"Kamu yang menyerahkan diri mu, jadi jangan salahkan aku kalau kali ini kamu akan kelelahan" ujar Ferry langsung menggendong Lia masuk ke kamar tidurnya.
Lia mulai cemas, melihat sorot mata Ferry yang tajam menusuk ke jantungnya dan aura membunuh yang keluar dari tubuh Ferry saat melempar tubuh Lia ke atas ranjang membuat Lia bergidik ngeri.
'Dia tidak seperti suami ku yang biasanya, akan kah dia menyakiti ku hari ini?' bathin Lia mulai cemas.
'Kenapa matanya terlihat ketakutan? apa aku menakutinya?' gumam Ferry mulai sadar terlalu terbawa emosi.
Lia yang sudah tegang kini bisa bernafas lega karena ternyata Ferry melakukan semuanya seperti biasanya dengan lembut dan penuh kasih sayang walau Ferry tak pernah puas sebelum Lia terkapar kelelahan.
'Aku tak akan bisa kehilangan mu Lia putri Aghata, bagaimana pun caranya aku Ferry Goucher akan jadi satu-satunya pria dalam hidup mu. Tak akan ku biarkan seorang pun memisahkan kita' gumam Ferry saat memandangi wajah Lia yang sudah tertidur pulas.
Ferry bergegas mandi dan kembali ke ruang kerjanya di atas pesawat, meninggalkan Lia yang tertidur pulas di dalam selimut tanpa sehelai benang pun.
"Kamu tolong buatkan teh hangat jahe madu dan perasan lemon" Untuk nyonya muda.
"Baik tuan muda" jawab pramugari yang berjaga di pantry.
"Satu lagi jangan ada yang ganggu istri ku, dia sedang tertidur kelelahan" ujar Ferry lalu masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Jerry, bagaimana perkembangan pembebasan lahan di negara IND sudah selesai belum?"
"Sudah tuan, tapi baru dua lokasi. Sekarang sedang mengurus legalitasnya dan perizinan untuk pembanguannya"
"Bagus, aku mau dalam setahun ini tiga hotel dan satu kompleks perumahan selesai"
__ADS_1
"Aku akan lakukan yang terbaik tuan muda"
"Kamu rahasiakan ini dari semuanya termasuk papi, kamu paham Jerry"
"Paham tuan muda"
"Jangan hianati aku Jerry, atau jangan salahkan aku jika tidak lagi sungkan pada mu"
"Baik tuan muda"
"Data yang ku minta gimana sudah dapat?"
"Sudah tuan muda, data lengkapnya sudah saya kirim ke email anda dua jam lalu"
"Bagus, lalu bagaimana dengan perkembangan Merry di YZ Collection?"
"Sebenarnya kalau berdasarkan laporan selama Merry bekerja di YZ Collection dia belum ada kontribusi apapun sehingga saat nona Merry di angkat, banyak pegawai yang kurang suka dengan hal itu hanya saja berhasil di tekan karena direktur pemasaran mengatakan Ini hasil recomendasi dari presdir, jika ada yang keberatan bisa langsung mengatakannya pada presdir"
"Menurut mu apa Lia aman jika aku tetap masukan dia ke dalam YZ Collection?"
"Saya yakin berdasarkan karakter nona Lia pasti mampu mengatasi tekanan yang akan menghadang"
"Baiklah, kirim orang untuk melindungi Lia di YZ Collection"
"Baik laksanakan"
"Kamu jangan lupa menjemput ku 4,5 jam lagi pesawat akan landing"
"Siap tuan muda"
"Satu lagi, kamu masih dapat perintah apa aja dari papi terkait hubungan ku dengan Lia?"
"Saat ini masih terkait pekerjaan saja tuan muda, tidak ada perintah lain"
"Jangan hianati aku Jerry, kamu tau persis seberapa besar aku mencintai Lia. Aku akan pilih meninggalkan keluarga Goucher dibandingkan Lia, kamu paham"
"Mengerti tuan muda"
"Bagus"
Sambungan telphon pun di putus Ferry. 'Aku harus membangun perusahaan ku sendiri, agar kelak aku akan tetap bisa memberikan yang terbaik pada Lia. Jika hal terburuk menjadi pilihan papi' Tekat Ferry sudah bulat dan Ferry mulai menjalankan rencananya sambil tetap mengurus Goucher Corp sebagai vice president.
__ADS_1
Lia tidak pernah tau rencana Ferry membangun perusahaan miliknya sendiri di negara IND menggunakan nama Lia Aghata Putri. Ferry melakukannya agar mudah proses pembebasan lahan dan pembangunan karena Lia orang asli negara IND agar birokrasinya tidak terlalu ribet, Ferry yakin Lia bukan tipe wanita yang akan melarikan diri membawa harta kekayaannya.
Ferry yang terus sibuk berkutat dengan urusannya sedang Lia masih tertidur pulas karena kelelahan.
Tiba-tiba pesawat mengalamin turbulensi sehingga Lia terbangun dari tidur nyenyaknya dan berteriak membuat Ferry langsung berlari menemui sang Istri yang terdengar berteriak karena kaget.
"Are you oke baby?" tanya Ferry melihat Lia meringkuk di tepi ranjang dengan tubuh bergetar.
"Sayang aku di sini, jangan takut oke" Ferry memeluk tubuh Lia dan mengelus-elus punggungnya menenangkan Lia. Perlahan-lahan tubuh Lia yang bergetar mulai tenang.
"Kamu jangan takut ya, Kaptennya tadi sudah memberi informasi karena tiba-tiba wilayah yang kita lewati turun hujan makanya tadi mengalami sedikit goncangan tapi semua sistem sudah kembali stabil dan dua jam lagi kita akan landing"
"Aku takut, kamu jangan pergi di sini aja temani aku" Lia mengeratkan pelukannya.
"Iya aku disini, sayang ku jangan takut lagi ya" Ferry mengecup puncak kepala Lia dan tangannya tak berhenti mengelus punggung Lia.
Setengah jam mereka dalam posisi berpelukan saling menguatkan dalam diam.
"Sudah aman sekarang, sayang ku mandi dulu ya kalau kamu terus begini nanti aku bisa khilaf melahap mu lagi...heehhee"
Ferry menggoda Lia untuk mencairkan suasana dan siapa sangka Lia pun menganggukan kepala tanda setuju untuk mandi.
Ferry menggendong Lia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sedang dia keluar untuk minta teh jahe hangat yang sebelumnya dia sudah minta dibuatkan untuk di bawa ke kamar mereka.
"Ini tuan muda minumannya" ucap seorang pramugari yang muncul dari balik pintu setelah Ferry mengizinkannya masuk.
"Letakan diatas meja" perintah Ferry.
"Ada lagi yang bisa saya bantu tuan muda?" tanya sang pramugari.
"Tidak, kamu bisa keluar sekarang" ujar Ferry dengan dingin.
'Gila banget nih laki, udah tiga tahun ikut penerbangan pesawat keluarga Goucher dilirik juga nggak pernah apa lagi di senyumin, pake pelet apa nyonya Lia bisa naklukin ini laki?' bathin sang pramugari sambil keluar dari kamar sang tuan muda.
"Suam, kamu masih di sini?" tanya Lia saat melihat sang suami masih duduk manis sambil ngutak atik ponselnya.
"Ke sini dan minum air jahe madu lemon mu biar tubuh mu fresh dan hangat" pinta Ferry pada Lia.
"Kalau masih ada kerjaan kamu boleh tinggalin aku, Aku sekarang sudah baik-baik aja".
mendengar ucapan Lia Ferry mengalihkan pandangannya menatap sang istri yang masih berbalut bathroof.
__ADS_1
"Kamu kenapa bisa ketakutan kaya tadi yank?" tanya Ferry penasaran.
jangan lupa like and komen ya readers