Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Wanita Setengah Jadi


__ADS_3

Ketiga tuan muda asik bicara bisnis sambil minum dan ditemani gadis-gadis cantik nan seksi tapi tidak dengan Roman dia tak sudi bermain dengan wanita bekas pria lain, Jadi dia lah satu-satunya pria yang asik minum tanpa ditemani wanita penghibur sampai Lidya datang membawakan minuman.


"Permisi tuan-tuan, saya mengantar hadiah dari tuan Andre" Ucap Lidya sambil meletakan sebotol wine di atas meja.


"Saya permisi dulu tuan" ucap Lidya sebelum keluar.


"Tunggu, Kamu Lidya kan?" ujar Roman penuh hasrat memandangi tubuh seksi Lidya.


"Hahahaha...Roman ku pikir kamu tidak ada selera malam ini ternyata menunggu bunga yang mekar namun belum di petik" ucap Tuan Li menggoda Roman.


"Kamu temani lah tuan Roman minum disini" perintah tuan Song pada Lidya.


"Baik" sahut Lidya dengan senyum manis.


Roman yang kuat minum tidak mudah mabuk tapi makin banyak minum hasratnya untuk menjamah Lidya makin besar.


"Sayang, kamu mau tidak temani aku malam ini? Ini ambil lah di dalamnya ada seratus ratus ribu dollar pinnya tanggal lahir ku" bisik Roman pada Lidya sambil menyodorkan kartu ATM.


"Aku takutnya nanti tuan Roman menyesal bermalam dengan ku" sahut Lidya malu-malu membuat Ramon makin berhasrat karena gemes melihat Lidya yang tersipu.


"Tidak akan menyesal, ayolah kamu mau tidak?" tanya Roman tak sabaran.


"Roman kamu santai sedikit, kamu seperti itu membuat Lidya ketakuakan, dia kan baru dalam hati begituan" ucap tuan Song membuat Roman makin tak sabaran.


"Okelah aku setuju" sahut Lidya sambil mengambil kartu yang diberikan Roman.


"Kalau begitu ayo kita pergi dari sini" ajak Roman tak sabaran dan mulai memelukpa, menciumi Lidya.


"Tuan Roman sabar sedikit tidak enak dilihat orang lain kalau begini" ucap Lidya risih menerima perlakuan Roman.


"Kalau begitu ayo cepat lah aku sudah tidak tahan ingin menikmati tubuh seksi mu" racau Roman makin mesum


Lidya pun memanggil seorang pelayan yang sudah di atur Andre untuk mengantar mereka ke kamar hotel yang ada di atas club.


Begitu masuk kamar Roman langsung menyerang Lidya. Dia mencium bibir Lidya dengan penuh nafsu begitu pintu tertutup.


"Tuan Roman tenang sedikit, ini pertama kalinya untuk ku. Boleh jangan terlalu tergesa-gesa. Aku milik mu malam ini" ucap Lidya lalu mendorong tubuh Roman duduk di sofa.


Lidya berdiri mengambil dua gelas dan menuangkan wine lalu memasukan isi ramuan cinta ke dalam gelas Roman.


"Kita minum dulu sebelum bertempur biar makin hot ucap Lidya sambil memberikan gelas wine pada Roman lalu mencium pipi Roman membuat Roman tak curiga sama sekali.


"Sudah aku minum sampai habis, ayolah jangan buang waktu lagi" ucap Roman muali tak sabaran.


Lidya pun menenggak minumannya sampai habis lalu duduk dipangkuan Roman dan mengalungkan lengannya dileher Roman lalu ******* bibir Roman walau jijik tapi Lidya tetap melakukannya agar Roman tak curiga.

__ADS_1


"Eh...kamu mau kemana?" ucap Roman menahan tangan Lidya yang ,tiba-tiba berdiri.


"Tuan Roman tunggulah disini, aku mau mandi dulu" ucap Lidya sambil berjalan ke kamar mandi.


"Tunggu" ucap Roman membuat Lidya berhenti dan membalikan badan menatap Roman dengan senyum manis.


"Apa lagi tuan Roman" ucap Lidya manja.


"Lepaskan baju mu sebelum masuk kamar mandi, biar aku melihat tubuh mu sebelum menikmatinya"


"Tapi.."


"Kamu lepas sendiri atau aku yang lepas" ucap Roman geram karena dari tadi Lidya mengulur waktu terus.


Akhirnya Lidya pun melepas bajunya tinggal under ware dia pun berlari ke dalam kamar mandi karena malu wajahnya sudah merona membuat Roman tertawa terbahak-bahak.


"Kamu mandilah cepat sedikit" pinta Roman.


Leon yang dari tadi menyaksikan semua yang dilakukan Roman dan Lidya sudah ini meledak. Dia begitu tak sabar ingin cepat mengakhiri semua ini agar wanita yang diam-diam Leon cintai tak lebih lama merasakan penghinaan dari Roman.


"Bos lihat sepertinya obatnya mulai bereaksi" ucap Andre melihat Roman yang mulai kepanasan dan melucuti bajunya sendiri.


"Gimana bos, Messi suruh masuk sekarang apa nanti nih?" tanya Andre tak sabar ini melihat tuan muda Chan yang terkenal suka main perempuan tapi pilih-pilih hari ini tidur dengan wanita setengah jadi.


"Lidya kamu bisa cepat sedikit mandinya? aku sudah tidak tahan menunggu mu atau kamu buka pintunya biar kita main di dalam" ucap Roman mulai tak sabaran karena hasratnya terus naik makin membuatnya gila.


"Sabar tuan sebentar lagi aku keluar untuk memuaskan mu. Aku milik mu malam ini hanya milik mu" mendengar ucapan Lidya mau tak mau Roman bersabar.


Roman makin tak sabaran dia merasa tubuhnya makin panas dan bergairah kesadarannya perlahan mulai kabur sehingga diluar kontrolnya dia melucuti seluruh pakaiannya tanpa sisa bersamaan dengan muncul messi yang hanya berbalut handuk dari balik pintu membuat Roman samar-samar melihat Lidya lah yang muncul walau dia agak bingung kenapa Lidya muncul dari luar bukan dari kamar mandi.


Tapi logikanya kalah oleh hasrat yang membakar tubuhnya. Dia langsung menarik tubuh Messi yang dia kira Lidya keatas ranjang dan dengan penuh hasrat menghabiskan malam dengan Messi.


"Matikan cctv sekarang aku akan telphon Lidya untuk segera keluar dari sana, lalu buat salinan Videonya untuk ku" perintah Leon sambil berjalan menuju kamar hotel menjemput Lidya.


"Kak Leon" teriak Lidya saat melihat Leon keluar dari dalam lift.


"Kamu mandi beneran di dalam tadi?" tanya Leon mencium aroman sabun ditubuh Lidya.


"Hehehehe....iya kak, abis jijik banget abis digerayangin sama si Ramon" Leon langsung menarik tubuh Lidya masuk kedalam pelukannya setalah mendengar penuturan Lidya.


"Maafin aku ya, kamu jadi harus melakukan semuanya tadi" ucap Leon sambil memeluk Lidya.


"Biar aku nggak mimpi buruk pokoknya malem ini kak Leon harus temenin aku tidur" rengek Lidya dalam pelukan Leon.


"Baik tuan putri" ucap Leon memanjakan, tapi aku selesaikan misi ini dulu ya.

__ADS_1


"Oke" sahut Lidya lalu mereka berdua kembali keruang kontrol.


"Gimana?" tanya Leon pada Andre


"Mereka berdua Sudah dipindah ke Hotel Central, tapi bos yakin media diizinin masuk kedalam hotel?" tanya Andre agak ragu karena itu kan hotel paling mewah dan elite di negara A.


"Tentu saja kamu tenanglah sedikit, kamu sudah suruh orang kita standby di depan hotel kan?"


"sudah sebentar lagi paling on dilayar, tuh udah muncul" teriak Andre begitu dilayar monitor suasana hotel Central terlihat dimana berbondong-bondong wartawan berdatangan untuk menangkap basah tuan muda Chan main dengan wanita setengah jadi.


Seperti yang Andre duga para wartawan di usir paksa oleh para penjaga bertubuh kekar. Tapi tiba-tiba saja semua barisan penjaga berakting terdesak tak bisa menahan para wartawan masuk kedalam hotel.


Di dalam kamar hotel Roman yang mulai terbangun tapi masih belum sadar sepenuhnya dari pengaruh ramuan cinta tersenyum melihat tubuh Messi terbaring sisinya tanpa sehelai benang pun.


"Akhirnya aku bisa menikmati tubuh mu juga cantik" ucap Ramon sambil menciumi pipi dan bibir Messi rasanya Ramon belum puas main dengan tubuh Messi.


"Sayang aku mau main lagi dengan mu" ucap Ramon sambil menindih tubuh Messi membuat Messi yang pura-pura tidur terbangun dan mengikuti permainan Ramon tapi ditengah-tengah permainan tiba-tiba para wartawan menyerbu masuk kedalam kamar memotret kejadian tak senonoh yang terjadi antara Roman dan Messi.


Para penjaga yang sudah di setting pun berlarian mengusir para wartawan dan meminta maaf pada Ramon atas ketidak nyamannya.


"Sayang kamu tidak usah perdulikan mereka" ucap Ramon masih terus melanjutkan aksinya.


Setelah bermain puas akhirnya tubuh Ramon terkulai lemas dan tertidur pulas.


"Keren juga nih cowo, bisa bikin akika puas. Udah lama nggak ngerasain kenikmatan kaya gini. Sayang sekali kita nggak akan bertemu lagi" ucap Messi mencium Ramon sebelum keluar dari kamar hotel.


"Messi, kamu lama banget dikamar hotel?" tanya Lidya penasaran.


"Ya ampun cin, dia minta main lagi tadi jadi karena enak ya akika layanin...hehehe"


"Dasar buaya buntung, ngggak mau rugi banget sih jadi orang" teriak Andre pada Messi


"Kapan lagi coba akika bisa tidur bareng tuan muda ganteng yabg perkasa gitu...uuuhh nikmat banget bo rasanya"


mendengar cerita Messi bulu kuduk Andre dan Leon merinding.


"Oke karena semua sudah selesai aku pamit dulu. Jangan lupa wajah Messi ditutup besok jangan sampai orang tau kalau itu Messi"


"Siipp bos tenang aja" ucap Andre.


"Ayo" Ajak Leon pada Lidya sambil menjulurkan tangannya menggandeng Lidya.


"Owh iya mulai sekarang Lidya berhenti kerja di Central Club" ucap Leon membuat semuanya terdiam tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


jangan Lupa like and komen yess. Yang baik boleh dong bagi vote dan Jadiin novel karya ku favorite mu

__ADS_1


__ADS_2