Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Hari Pertama Kuliah (Part 1)


__ADS_3

Keesokan harinya, selepas sholat subuh Ferry sibuk di dapur sedang Lia sibuk merapikan kamar dan menyiapkan baju yang akan Ferry dan dia kenakan hari ini, baru lah setelah itu Lia mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah Lia selesai mandi, Lia mengecek jadwal kuliahnya hari ini dan menyiapkan semua hal dia butuhkan untuk ke kampus hari ini.


'Oke semua sudah siap, Semangat Lia ini hari pertama kuliah' bathin Lia penuh semangat.


"Istri ku semangat banget kuliah di hari pertama...ckckck" goda Ferry sambil memeluk tubuh Lia.


"Sayang kamu belum mandi, lepasin. Mandi sana bau mu asem sekali" Lia membalas meledek Ferry sambil menutup hidungnya, mau tak mau Ferry jadi melepas pelukannya untuk mencium bau tubuhnya.


"Mana ada bau asem...Lia kamu menipu ku" teriak Ferry begitu sadar Lia sudah lari keluar kamar dengan tas ranselnya.


"Suami ku mandi lah cepat aku tunggu kamu di meja makan" teriak Lia sambil berjalan menuju meja makan.


'Bule satu ini memang luar biasa, udah gantengnya kebangetan, duit udah nggak usah diragukan lagi banyaknya, jago masak dan hebat diatas ranjang. Saat tuhan menciptakan mu pasti sedang dalam suasana hati yang baik sehingga kamu diberikan begitu banyak keberkahan dalam hidup ini' gumam Lia melihat menu makanan di meja yang menggugah selera.


'Aduh Ferry lama banget sih, cacing di perut ku sudah mulai konser ini, apa aku mulai makan duluan ya'


"Sayang kamu belum makan? apa tidak suka dengan menu masakan ku?" tanya Ferry heran karena Lia hanya memandangi makanannya tanpa niat menyentuhnya.


"Aku menunggu mu suam, kamu kenapa lama banget sih, cacing di perut ku sudah benar-benar kelaparan tau" gerutu Lia saat melihat Ferry begitu santai tanpa rasa bersalah membuatnya menunggu terlalu lama.


"Belum ada lima belas menit mana bisa dikatakan lama. Istri ku begitu tidak sabaran. kalau begitu ayo kita makan" ajak Ferry sambil duduk.


Mereka pun makan dengan cepat karen mengejar waktu. Lalu keluar dari apartemen bersamaan, meja makan dibiarkan saja begitu saja.


"Pagi ini aku akan mengantar mu ke kampus, karena aku belum memberi tau Deni, supir mu untuk datang pagi ini tapi nanti yang menjemput mu pulang dari kampus baru Deni karena aku ada metting di luar kantor" ujar Ferry sambil memencet tombol lift menuju tempat parkir mobilnya.


"Memang kantor mu searah dengan kampus ku?" tanya Lia penasaran karena dia belum tau jalan-jalan di negara A.

__ADS_1


"Tentu saja tidak" sahut Ferry sambil menyentuh kepala Lia.


"Ehh...kalau gitu kamu akan terlambat sampai kantor, papi pasti akan memarahi mu?".


"Tidak akan ada yang memarahi ku, suami mu ini vice president siapa yang berani" ujar Ferry dengan jumawa.


"Hhmmm...aku yakin begitu kamu tiba di kantor papi akan langsung memanggil mu ke ruangannya" ledek Lia sambil mencibikan bibir ke arah Ferry.


"Tidak akan sayang ku, hari ini aku ke kantor karena ada jadwal metting dengan klien jam 10.30 lalu jam 13.30 ada jadwal makan siang dengan klien dan jam 17.00 aku ada jadwal minum teh dengan walikota untuk membahas proyek pembangunan taman wisata di permukiman kumuh"


"Taman Wisata di permukiman kumuh?" gumam Lia takut salah dengar.


"Iya, di bagian barat negara A ada permukiman kumuh yang belum tersentuh, dan aku sedang melakukan pembebasan tanah itu tapi sampai sekarang baru mendapatkan 70% lahan, yang 30% masih bertahan dan minta harga tinggi sekali baru mau melepas lahannya, karena itu aku butuh bantuan walikota. Aku bisa saja pakai cara kekerasan tapi aku rasa itu kurang bijak, jadi aku memilih untuk pemerintah saja yang turun tangan karena biar bagaimana pun perizinan ku membuat taman wisata di sana sudah mereka setuju".


"Owh begitu, kenapa kamu kepikiran merubah pemukiman kumuh menjadi taman wisata?"


"Tapi bagaimana nasib mereka setelah kena gusur?"


"Aku mengganti rugi mereka dengan tiap orang mendapat rumah untuk mereka tinggali di daerah timur negara A dan untuk tanah yang lebih luas dari rumah yang aku beri mereka akan mendapat tambahan uang sesuai dengan luas lahan".


"Wow, suamiku kamu bagitu baik. Taraf hidup mereka yang di permukiman kumuh pasti akan lebih sejahtera begitu mereka pindah, mendapat lingkungan lebih sehat dan manusiawi".


"Andai mereka semua mengerti isi pikiran ku seperti mu, alangkah baiknya sehingga preman-preman itu tidak membuat kerusuhan dan memperlambat kerja proyek"


"Memang permintaan mereka apa suam?" tanya Lia penasaran karena Ferry terlihat geram saat bercerita tentang kelakuan pemilik lahan yang tak mau pindah.


"Mereka yang tidak mau itu pemilik lahan yang justru kecil-kecil sehingga mereka hanya dapat ganti rumah mereka dengan rumah tanpa uang karena kalau di hitung berdasarkan harga lahan saja mereka sudah sangat beruntung mendapat sebuah rumah yang jauh lebih layak dari yang mereka tinggali tapi mereka beragumen kalau mata pencarian mereka disana bagaimana kami akan hidup jika kehilangan mata pencarian. Berdasarkan hati nurani akhirnya tiap dari mereka mendapat uang ganti rugi sebesar delapan puluh ribu dollar tapi mereka malah tak tau diri minta dan minta tiga ratus ribu, itu perampokan dan aku tidak menyetujuinya" Jelas Ferry panjang lebar.


"trus ba.." belum juga Lia selesai berucap Ferry memotongnya. "Sudah sampai, kamu kuliah lah dulu nanti kita lanjut lagi" ucap Ferry sambil melepas safety belt Lia.

__ADS_1


"Hhmm...cepat sekali sudah sampai saja,,hehehehe" gumam Lia sambil mengambil ransel dan buku designnya di jok belakang mobil.


"Kenapa belum rela pisah dengan suami mu ini" goda Ferry sambil mendekat kan wajahnya ke Lia.


"Kamu mau apa?" tanya Lia sudah dengan pipi merona karena pikirannya sudah kemana-mana.


"Menurut mu apa yang akan seorang suami lakukan saat mau berpisah dengan istrinya?"


Mendengar pertanyaan Ferry membuat jantung Lia berdeguk tak beraturan. 'Aduh kalau sampai di lihat orang di luar mau di taruh di mana wajah ku?' bathin Lia.


"Jendela mobil ini di lapisin filter yang tak akan bisa terlihat dari luar istri ku jadi kamu tenang lah tidak ada yang akan tau apa yang terjadi di dalam sini" Ferry makin menggoda Lia.


"Sudah berhenti menggoda ku, aku harus keluar sekarang" ujar Lia sambil mau membuka pintu mobil yang ditahan Ferry.


"Apa lagi?" Lia mulai geram dengan tinggal sang suami yang kekanak-kanakan.


"Ciuman perpisahannya mana?" ujar Ferry tak tau malu.


Mau tak mau Lia pun mencium pipi Ferry. "Ehh,,siapa yang bilang cium pipi. cium di sini" ucap Ferry sambil menunjuk bibirnya.


"Dasar mesum" gerutu Lia tapi tetap saja dikecup juga bibir sang suami.


"itu terlalu singkat" ucap Ferry lalu dia mencium bibir Lia dengan lembut. "Lain kali berikan aku ciuman perpisahan seperti itu"


Tak menunda lagi Lia pun langsung keluar dari mobil dan langsung menuju ke ruang kelasnya.


'Gadis ini makin menggemaskan' Wanita lain berebut ingin menempel pada ku ini sudah jadi suami istri pun masih saja malu' gumam Ferry sebelum melajukan mobilnya, sambil memandangi punggung sang istri yang mulai menghilang.


jangan lupa like, komen dan jadiin favorite kalian ya gaes biar bisa dapet info updatenya trus. tks

__ADS_1


__ADS_2