Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Jatuh Cinta pada Rendy


__ADS_3

Ting tong ... ting tong .... ting tong


"Kalian lanjut saja, biar aku yang buka pintunya" ucap Ferry sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Hadoh...tau muka asem lo yang muncul males banget gue bukain pintu" gerutu Ferry sambil jalan masuk ke ruang tv.


"Siapa sih yank, sampe ngedumel gitu?" tanya ku penasaran karena Ferry jalan ke ruang tv sambil ngegerutu.


"Liat aja tuh bentar lagi juga mukanya nongol ke sini"


"Ehhh...kamu? koq bisa tiba-tiba muncul disini" tanyaku penasaran saat melihat Rendy tiba-tiba muncul dari belakang Ferry.


"Calon bini aku ngumpet kesini ya aku susulin lah, bete banget di apartemen dia sendirian" Sahut Rendy sambil cengar cengir dan garuk-garuk kepala nggak jelas.


"Siapa juga yang mau jadi calon istri kamu, suruh pulang dong tuan Goucher ngapain sih dia dikasih masuk" rengek Mira pada Ferry dengan muka masam.


Niat dia ngunsi dan bebas dari Rendy malam ini gatot alias gagal total karena tau-tau Rendy muncul di rumah kami.


'Tapi dari mana dia bisa tau kalau Mira ngungsi di rumah kami?' Bathin ku agak heran. 'Apa jangan-jangan Ferry yang kasih tau?, tapi nggak mungkin tadi dia juga ngedumel begitu liat Rendy tiba-tiba muncul.


"Jangan gitu dung hon, aku udah benerab yakin mau kamu jadi istri aku. Mama dan papa juga sudah setuju"


"tapi aku nggak setuju" Sahut Mira dengan emosi membara. 'ini orang tadi pas curhat keliatan suka juga sama Rendy tapi kowlq sekarang garang banget' Bathin ku.


"Ren, kamu tau dari mana Mira ada disini?" Jiwa kepo ku sudah meronta ingin tau, jadi disela-sela pertengkaran mereka aku pun menanyakannya.


"Itu...hhehehee...itu dari bodyguard yang aku suruh menjaga Mira...heheheehe"


Mira langsung melotot saat mendengar penuturan Rendy. Dia pun langsung berdiri dari sofa sambil mengepal tangannya menahan emosi.


"Kamu...beraninya kamu menyuruh orang menguntit aku" Teriak Mira.

__ADS_1


Ferry memberi ku kode untuk naik ke atas dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah percintaan mereka berdua.


"Selamat menaklukan musang betina" ucap Ferry sambil menepuk bahu Rendy dan menggandeng tangan tangan ku untuk naik ke atas.


"enak aja kamu bilang aku musang..Lia ajari suami mu bicara" teriak Mira dan Ferry cuek bebek tetep cool naik keatas menggandeng tangan ku, aku hanya bisa senyum manis pada Mira.


"Semangaat ya bab, ingat jangan lupa pakai pengaman" godaku yang langsung diplototi Mira dan


Ferry. aku Pun hanya bisa senyum canggung sambil melangkah menaiki anak tangga.


"Sayang, aku ke ruang kerja ku bentar ya ada kerjaan yang belum selesai, kamu istirahatlah duluan besok ada kuliah pagi kan"


Aku hanya mengangguk kan kepala seperti anak kecil yang menurut disuruh orang tuanya untuk tidur. Ferry mengantarku sampai depan pintu kamar lalu mengecup kening ku dan berbalik ke ruang kerja, hanya aku dikamar seluas rumah tipe 45.


Aku pun bersih-bersih dan mengganti baju tidur lalau naik ke atas ranjang, tapi mata ini tak mau juga terpejam akhirnya aku membuka materi kuliah yang diberikan Mira pada ku. Aku mempelajarinya diatas ranjang sehingga ranjang penuh dengan kertas dan alat sulam karena aku sedang mengerjakan tugas Menyulam yang harus dikumpulkan lusa.


Waktu terus bergulir tak terasa sudah jam 11.23 malam saat Ferry kembali masuk ke kamar.


"Hehehee...akan aku rapikan, kamu bersih-bersih lah dulu" ucapku lalu menghentikan kegiatan ku menyulam dan merapikan semuanya sebelum si bule selesai bersih-bersih.


"Kamu mau kemana?" tanya Ferry saat aku mau keluar dari kamar.


"Mau ke dapur ambil air minum, kenapa?" tanya ku heran karena wajah si bule agak jutek.


"Aku aja, Rendy masih ada di bawah" ucap Ferry sambil mengenakan piyamanya dan berjalan menuju pintu. "Baju kaya gitu jangan harap ku izin kan keluar dari kamar" gerutu Ferry sambil melewati ku keluar dari kamar.


'Astaga hampir saja aku lupa dibawah kan masih ada Rendy dan sekarang aku cuma pake baju tidur seksi, pantes si bule melarang ku keluar...hahahaha' bathin ku baru sadar saat mendengar gerutuan Ferry.


Tak lama kemudian Ferry sudah tiba lagi di kamar dengan membawa sebuah botol air mineral dan dua buah gelas.


"Minum lah" Ferry menyodorkan kan ku segelas air mineral. Dan aku pun langsung meminumnya sampai habis. "Terima kasih suami ku" ucap ku sambil menyodorkan gelas yang sudah kosong.

__ADS_1


Ferry pun nyambut gelas pemberian ku dan meletakannya diatas meja dekat pintu baru lah setelah itu Ferry naik ke atas ranjang berbaring di sebalah ku dan memeluk ku. Tak lama dengkuran halus terdengar dari suaranya.


'Hhhhmmm...nggak biasanya dia langsung tidur tak sepatah kata pun, apa dia baik-baik saja' bathinku merasa ada yang salah dengan tingkah Ferry, membuatku mendongak menatap wajah suami ku.


'Suami ku ternyata benar-benar tampan, pantas saja banyak wanita yang slalu menatapku dengan tampang iri saat melihat ku jalan dengannya' bathun ku sambil mengelus pipinya lalu mengecup pelan bibirnya.


"Kamu sedang menggodaku?" tiba-tiba suara bariton itu bersuara dengan mata masih tertutup.


"Ehhh..ti...tidak, bukan begitu..." ucapkan ku terhenti karena Ferry mengeratkan pelukannya. "Tidur lah, aku tidak akan memakan mu malam ini"


Mendengar ucapan Ferry membuat ku bernafas lega, lama kelamaan aku pun ikut tertidur pulas.


###############


Di ruang tv, Rendy dan Mira masih saja adu mulut soal pernikahan mereka. Rendy yang terus memaksa Mira untuk menikah dengannya dan Mira yang dalam hati sebenernya mau tapi takut Rendy nggak bisa terima dirinya yang sudah tidak virgin karena kehidupannya yang terlampau bebas selama ini.


"Pokoknya aku nggak setuju sama pernikahan itu" teriak Mira menolak ajakan menikah Rendy.


"Tapi kenapa kamu terus menolak ku?" ucap Rendy sambil mengikis jarak dengan Mira, membuat jantung Mira berdegup dengan cepat.


"Jangan dekat-dekat, menjauh lah sedikit dari ku" Mira mendorong tubuh Rendy dan dia pun mundur beberapa langkah namun Rendy justru makin maju membuat Mira terpojok di sudut ruang tv.


"Beri aku alasan masuk akal kenapa kamu terus menolak ku? karena aku tau kamu juga menyukai ku, dan jangan coba menyangkalnya, karena wajah mu yang merona dan malu-malu ini sudah menunjukan isi hati mu"


Rendy memegang dagu Mira membuat jatungnya makin tak karuan. 'Ahhh...sial kenapa aku begitu deg-degan jika berdekatan dengan Rendy padahal dengna pria lain tak pernah seperti ini, apa mungkin benar aku sudah jatuh cinta pada Rendy'


ditunggu komennya buat masukan author


likenya tanda kalian menghargai tulisan author


vote tanda kalian readers yang dermawan...hehehe

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2