
Maaf ya readers tersayang...Ramadhan susah bgt ini bagi waktunya, mana harus ngurus dou z yg msh balita kan ya...nyiapin saur dan buka..maaf ya kalau up nya dikit-dikit...harap bersabar ini ujiann....heheheee...lophe u all.
*****************************************************
"Kenapa masih melamun, hah?" tanya Ferry sambil mencubit hidungku. Aku hanya menggeleng sambil mengelus hidungku.
"Kalau masih ada yang mengganjal di hati lebih baik diungkapkan, bukan kah suami istri itu harus saling terbuka, agar cinta kita makin kuat terjalin setiap harinya". Ucap Ferry sambil mengeratkan pelukannya dan menghujanin puncak kepalaku dengan kecupan.
"Apa papi pernah memiliki keinginan menjodohkan mu dengan Merry?" tanyaku sambil menahan nafas, karena takut mendengar jawabannya.
"Selama ini tidak penah, Papi hanya menekan ku soal pendidikan dan juga pekerjaan. Soal percintaan papi tidak pernah menggubrisnya selama ini". Jawaban Ferry membuat ku bisa bernafas sedikit lega.
"Syukurlah" gumamku yang terdengar Ferry. Membuatnya tertawa sambil mencubit pipiku gemessh. "Ternyata istriku sedang cemas aku akan pindah kelain hati ya?". aku hanya mencibikan bibirku mendengar si bule tengil sedang kepedean.
"Kamu kalau manyun gitu bikin aku makin gemessshh mau memakan mu yank". ucap Ferry sambil terus tertawa.
Bule tengil yang selalu disebut beruang kutub, gunung es ini kenapa di depanku malah jadi tengil, kepedean, narsis, tidak tau malu dan mesum sekali. Membuatku geleng-geleng kepala sendiri menyaksikan kenyataan sifat suamiku yang bertolak belakang dengan kesehariannya saat tidak bersamaku.
"Kata orang banyak melamun nanti dikawinin bule loh...hehehee", Ferry berusaha membuatku tertawa dengan lelucon garingnya. Karena sejak membaca komen-komen di group designer bawaannya aku badmood aja.
"Sayang makan yuukk,,cacing diperutku mulai demo nih kelafaran", ucap Ferry dengan tampang memelas yang dibuat-buat membuatku akhirnya tertawa tak kuasa melihat tingkah konyolnya.
"Kamu nggak malu apa yank, bertingkah kaya gitu? apa kata anak buah mu di kantor jika melihat bossnya kaya ABG labil yang lagi kasmaran nggak jelas...ckckckk" Celotehku sambil bangkit dan bersiap-siap keluar untuk dinner.
"Sayang, kamu mau kemana koq ganti baju?". komen Ferry melihatku mengambil baju dari lemari.
__ADS_1
"Ehhhh....tadi katanya suamiku laper, mau makan jadi aku siap-siap nemenin suamiku turun ke restoran hotel untuk dinner, biar cacing diperut mu berhenti mengaung". jelasku sambil berjalan ke toilet mencuci muka ku dan mengganti baju.
Saat Aku keluar ternyata suamiku sudah berganti baju dengan kaos lengan pendek berkerah dan celana selutut. Dia jadi terlihat makin keren dan fresh jika sedang mengenakan pakaian santai begini, bikin gemesshh....beda jauh auranya saat dia pakai stelan jas, terlihat kaku, dingin dan tak bersahabat.
"Kenapa terpesona liat ketampanan suami mu?" ucap Ferry yang ku anggukan, sontak membuat yang dipuji tertawa terbahak-bahak.
"Sayang kamu bisa mandangin wajahku sesuka mu, tapi please untuk sekarang cepat lah bersiap aku beneran udah laper banget ini". Keluh Ferry karena aku tak jua bergeming dari tempatku berdiri. Masih terpaku memandang suamiku dengan kagum. Sampai akhirnya Ferry berjalan mendekatiku mengikis jarak kami kemudian menangkup wajahku dan mengecup bibirku, baru lah aku tersadar dari lamunanku karena pesona suamiku.
Aku cepat-cepat menepis tangan Ferry dan buru-buru menuju ke meja rias untuk memoles wajahku dengan bedak dan lipstik agar terlihat fresh.
"Udah cantik yank, kamu nggak usah dandan aja udah cantik banget" ucapnya sambil meletakan dagunya di bahuku dan melingkarkan tangannya dipinggang.
"Mau pergi dinner apa mau peluk-pelukan disini aja...hah?" ucapku sambil melihat wajah Ferry dari pantulan cermin.
"Hehehe...makan lah,,ayo berangkat sekarang" ucap Ferry sambil menarik lengan ku dan meletakannya diapitan lengannya. Sepanjang jalan senyum terkembang terus di wajahku. Rasanya bangga banget jalan sama suami ganteng, karena setiap cewe yang berpapasan dengan Ferry pasang muka iri sama aku. "Sepertinya aku memang harus menjaga ketatat suamiku agar terhindar dari pelakor". Bathinku.
"Sayang kamu mau makan apa?" , sambil membuka buku menu dan memanggil pelayan untuk order.
"Aku mau Chicken cordon bleu with potato chips dan minumnya orange juice sama mineral water with ice please" ucapku sambil menutup buku menu.
"Mau dessert nggak?" tanya Ferry lagi sebelum menyudahi orderannya.
"Nggak ahh, aku males makan manis-manis udah malem gini". Jawabku sambil menggelengkan kepala.
"Ya sudah mba itu aja pesenanya" ucap Ferry sambil mengembalikan buku menu ke pelayanan yang menerimanya sambil mengulangi orderan kami. Begitu sudah sesuai dia pergi, tinggal aku aja berdua sama si bule.
__ADS_1
"Yank, besok kamu ke kampus pake supir yang tadi ya..aku udah order untuk jam 7.30, besok kamu kuliah pagi kan?, dia akan nunggu kamu sampai selesai kuliah dan anter kamu ke rumah mama dari sana langsung balik ke hotel" jelas Ferry merunut kegiatanku.
"Harus banget kaya gitu ya suamiku?", tanyaku yang langsung disambut kerutan kedua alis Ferry dan wajah masamnya. "Mulai deh, alamat ini mah....kalau aku ngotot bakalan ribut disini" bathin ku.
"Kenapa? kamu keberatan", ucapnya dengan nada datar dan aura dinginnya keluar.
"Sayang bisa nggak kalau tiap kali aku nggak setuju sama aturan mu, kamu jangan langsung pasang muka angker kaya suster ngesot gitu...bikin bulu kuduk ku merinding tau". ucapku bergidik ngeri.
"Kamu juga apa susahnya tiap aku bikin aturan kamu langsung nurut, nggak usah bantah atau nego?". sambil menaikan alisnya menatapku tajam.
"Bukan mau bantah yank, kamu dengerin aku dulu ya,,,kalau menurut kamu yang aku usulin nanti malah bikin ribet aku ikut aturan mu...sekarang boleh aku usul?" ucapku berusaha selembut dan semanis mungkin pada si bule ditaktor yang jadi suamiku.
Umur mudaan dariku tapi kalau soal bikin aturan, memberi perintah sana sini, dia jagonya. Kebiasaan jadi boss gitu susah dibantah. "Tapi jangan panggil aku Lia Putri Aghata kalau tidak bisa melakukan apa yang ku mau...hahahaha", bathinku sambil tertawa jumawa.
"Bicaralah" jawab Ferry singkat sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.
"A..." ucapku terhenti ketika pelayan datang membawa pesanan kami dan menatanya di atas meja. setelah semua pesanan tertata di meja dan kami mengucapkan terima kasih pelayan tersebut pergi meninggalkan kami berdua dengan makanan yang penampilannya menggugah selera.
"Mau lanjut bicara apa makan dulu" tanya Ferry sambil kembali ke posisi duduk siap untuk makan.
"Aku lanjut dulu ya sayang, cacing mu masih bisa menunggu kan?" ucapku sambil menggenggam tangan Ferry yang ada di atas meja.
"Cepatlah bicara", ucap Ferry mulai tak sabaran.
"Pada dasarnya aku setuju besok ke kampus dengan sopir dan mobil hotel dan diantar sampai rumah mama, cuma abis itu aku ingin kembali ke hotel bawa mobil ku aja...mahar dari suamiku, begitu boleh?" ucapku dengan senyum manis. Yang dianggukkan oleh Ferry tanda setuju. "Yess kan menang, sama cowo tuh yang penting bahasanya manis dan postur tubuh yang dipake manja-manja gitu...dijamin deh suami langsung iyeees...hehehee" bathinku makin jumawa.
__ADS_1
"Ya udah semua sesuai keinginan istriku aja, sekarang kita makan yuk" ucap Ferry sudah dengan aura manis, semanis orange juice yang baru saja ku seruput.