Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Dia hanya Demam


__ADS_3

Ferry yang panggilan telphon di putus secara tiba-tiba oleh sang istri hanya bisa menghembuskan nafas berat.


'Musa, kamu akan mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan karena sudah berani mengusik hidup ku' bathin Ferry geram sendiri, saat ini hidupnya dipermainkan Musa.


Sedangkan Lia asik menghabiskan makanannya. lalu bersih-bersih dan menyalakan televisi untuk membunuh rasa sepi dan menemani malam panjangnya sendirian di dalam kamar rumah orang asing.


Lia asik menonton televisi sambil berbaring di atas sofa, lama kelamaan Lia terlelap di sofa dengan televisi yang masih menyala.


Ferry kesulitan tidur alhasil dia menyibukan dirinya di depan macbook sampai tengah malam Ferry baru merasakan tubuhnya tidak nyaman karena kelelahan. Biar bagaimana pun kuatnya Ferry biasanya namun saat ini dia merupakan seorang pasien jadi ada batasan pada fisiknya.


Ferry meletakan macbooknya di atas nakas sebelah ranjangnya lalu memasang mode ranjang untuk tidur. Lama Ferry berusaha memejamkan matanya tapi dia kesulitan untuk tidur, wajah Lia terus menari dipikirannya.


'Musa sialan, berani sekali dia mengacaukan hidup ku. Bahkan berani menghadiahi ku sebuah peluru, setelah Lia kembali. Aku pastikan kamu akan menyesal pernah berusan dengan ku'


Ferry mengirim pesan pada Leon. "Selidiki dengan jelas bisnis yang dijalani Musa, cari titik lemah dan bukti kecurangan yang dia lakukan. Aku yakin manusia seperti Musa memiliki banyak bisnis ilegal".


"Baik boss, laksanakan" balas Leon cepat secepat tindakannya.


Setelah itu Ferry berusaha memejamkan matanya sambil mendengarkan alunan music jazz pengantar tidur.


Saat waktu subuh Lia terbangun dengan tubuh tidak nyaman karena tertidur di sofa. 'Aiisshh...pegal juga ternyata tiduran di sofa' gumam Lia sambil meregangkan otot-ototnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk gosok gigi dan wudhu bersiap sholat subuh.


Usai sholat subuh Lia lanjut tidur diatas rajang karena tubuhnya terasa tidak nyaman. 'Di sini sangat nyaman, kasurnya lebih empuk dari di apartemen Ferry' bathin Lia


Tak butuh waktu lama, Lia sudah kembali terlelap bahkan sampai Anne datang membawa sarapan pun dia masih tertidur.


"Putri tidur, ini sudah siang mau tidur sampai kapan kamu?" ucap Anne saat masuk kamar Lia dan melihat Lia masih tidur dengan lelapnya.


"Ehh...pules amat tidurnya?" gumam Anne lalu mendekati ranjang Lia.


"Kenapa wajahnya merah sekali?" bathin Anne saat melihat wajah lelap Lia nampak merah. Anne pun menyentuh wajah Lia

__ADS_1


"Astaga dia demam, bagaimana bisa wanita ini tiba-tiba demam?"


Anne segera menelphon dokter pribadi Musa untuk datang agar memeriksa Lia. Musa yang sedang sarapan melihat dokter pribadinya tiba-tiba muncul keheranan.


"Siapa yang memanggil mu untuk datang" tanya Musa dengan wajah bingung.


"Nona Anne, katanya istri tuan muda Goucher tiba-tiba demam" jelas sang dokter.


"Cepat kamu antar ke kamar wanita itu" ujar Musa panik. "Sial, kalau sampai sesuatu terjadi pada wanita itu. Dia pasti tidak akan melepas ku" gumam Musa panik


Pasalnya Musa tau kekuatan Goucher Corp yang jika dikerahkan dia tak akan mampu melawannya, hanya saja Ferry saat ini belum jadi presdir Goucher Corp makanya Musa masih berfikir akses Ferry masih terbatas jadi asal tidak melukai istri dan tetap merawatnya dengan baik semua akan baik-baik saja. Ferry tidak akan melakukan balas dendam atau melakukan penyerangan secara frontal.


Musa lupa kalau anak buahnya sempat memberikan hadiah peluru panas di dada Ferry. itu saja belum sempat Ferry balas malah Musa sudah melakukan aksi penculikan istrinya. Dosa ini tak akan mungkin Ferry biarkan berlalu begitu saja.


Musa tak lagi bisa tenang menikmati sarapannya. Akhirnya dia pun menuju kamar Lia untuk memastikan keadaan wanita kesayangan tuan muda Goucher baik-baik saja.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Musa panik begitu masuk kedalam kamar Lia.


"Kamu urus lah wanita ini baik-baik, aku ada kerjaan yang harus di urus" ujar Musa pada Anne lalu keluar dari kamar Lia. Anne hanya mengangguk.


Tak lama setelah Musa keluar dari kamar Lia, sang dokter pun pamit setelah memastikan sekali lagi kalau Lia benar cuma demam biasa.


'Kamu itu semalam melakukan apa bisa tiba-tiba demam begini' gumam Anne heran, seingat Anne semalam dia meninggalkan Lia sedang asik makan malam dan juga dalam suasana hati yang baik sehabis ngobrol dengan suaminya.


'Apa kamu wanita selemah itu? tapi kamu terlihat begitu mandiri, kuat dan penuh percaya diri. Tak terlihat sedikit pun rasa takut dari awal sampai sekarang' bathin Anne sambil memandangi wajah lembut Lia yang masih terlelap karena pengaruh obat yang dokter berikan.


Di rumah sakit


"Tuan muda prosedur keluar sudah selesai, apa masih ada yang tuan muda ingin lakukan?" tanya Jerry memastikan melihat sang tuan muda masih duduk diatas ranjang.


"Kamu persiapkan semuanya sore ini aku akan ke villa Musa dan aku akan menginap disana" ujar Ferry lalu bangkit dari duduknya sambil menghembuskan nafas beratnya.

__ADS_1


"Tapi tu..."


"Tidak ada tapi, kerjakan seperti yang aku katakan. Aku merasa gelisah semalam, aku takut terjadi sesuatu pada Lia" ucap Ferry tak ingin dibantah.


Nampaknya hati Ferry dengan Lia saling bertaut, yang satu sedang demam yang lain gelisah merasa cemas sendiri seakan-akan Ferry bisa merasakan apa yang sedang Lia alami saat ini.


Ferry keluar dari rumah sakit dengan pengawalan ketat, mereka menuju villa milik keluarga Goucher yang biasa digunakan ketika berkunjung ke negara S.


"Tuan muda, selamat datang" sambut deretan para pelayan di villa Luxury, Ferry tak menggubrisnya sama sekali dia terus berjalan sampai depan pintu rumah.


Kepala pelayan Villa Luxury sudah menanti Ferry dengan antusis, bagaimana tidak antusias anak dari majikannya yang akan jadi penerus kerajaan Goucher datang berkunjung.


"Pak Lu, apa kabar?" sapa Ferry saat melihat kepala pelayan yang sudah mengabdi pada keluarga Goucher sejak dia masih belum lahir.


"Baik tuan muda, silahkan masuk. Kamar tuan Muda sudah siap digunakan" ucao kepala pelayan Lu.


"Kalau begitu saya masuk dulu, pak Lu tolong urus tempat tinggal mereka semua" ujar Ferry sebelum naik ke lantai dua villa Luxury.


Di dalam kamar Ferry duduk bersandar termenung memandang foto Lia di ponselnya. "Maafin aku ya yank, aku tidak bisa menjaga mu. Semoga kamu di sana baik-baik saja, aku kangen banget sama kamu" ucap Ferry sambil mengelus wajah Lia yang terpampang di layar ponselnya.


"Bagaimana pun caranya malam ini aku tidak akan biarkan Lia tidur disana sendirian. Aku tidak bisa tenang sedikit pun jika tak melihat wajah gadis ini"


Pikiran Ferry sudah mantap dia akan melakukan negosiasi pada Musa agar membiarkannya ikut tinggal di sana bersama Lia.


Rasanya Ferry sudah tidak sabar menunggu hari menjadi sore agar dia bisa secepatnya bertemu Lia di villa milik Musa.


Lama Ferry melamun diatas ranjangnya sampai rasa kantuk menghantuinya, mungkin efek semalam bergadang memikirkan Lia.


Sedangkan Lia di sana belum juga sadarkan diri membuat Anne mondar mandir bingung padahal infus sudah habis dan sudah dilepas Anne.


jangan lupa like, komen dan jadikan novel "Suamiku brondong" favorite kalian.tks readers.

__ADS_1


__ADS_2