
Usai kuliah Lia bergegas ke parkiran karena dia harus ke YZ Collection untuk mengecek gaun pesanan mami mertuanya sekaligus bertemu dengan kak Hans yang minta di buatkan stelan jas.
"Deni, kamu agak cepat sedikit karena ada klien yang sudah menunggu ku di YZ Collection"
Pinta Lia begitu masuk kedalam mobil. Sesuai permintaan sang nyonya muda Deni melajukan mobilnya dengan cepat, tak butuh waktu lama mobil yang dikendarai Lia sudah tiba di lobby YZ Collection.
"Nyonya muda, kita sudah sampai" ujar Deni sambil menengok ke jok belakang memastikan sang nyonya mendengar ucapannya.
"Oke terima kasih Den, kaya aku malam ini pulang agak malam karena banyak mau ku kerjakan, jadi kalau kamu ingin pergi atau ada urusan kamu bisa pergi kembali lagi ke sini jam tujuh malam"
"Baik" sahut Deni sambil menganggukkan kepala. Tapi Deni mana berani meninggalkan parkiran dan membiarkan sang nyonya muda tanpa pengawasan jika terjadi sesuatu pada sang nyonya yang ada dia bisa kehilangan kepalanya.
"Nyonya muda terlalu baik, anda tuan muda bisa sebaik itu, ya setengahnya aja lah. Pasti aku sekarang ini bisa memiliki pasangan kaya pria normal lainnya..huh"
Gumam Deni pasrah dengan nasibnya yang jomblo akut, karena sejak dia bekerja mengikuti Ferry. Deni sudah lima kali diputusin cewe yang lebih parah sudah setahun ini dia menyandang status jomblo.
Lia bergegas menuju ke ruangannya karena Denis memberitahu kalau kak Hans sudah menunggu di ruangan ku dari sepuluh menit lalu.
"Hallo, tuan Hans. Maaf membuat mu menunggu lama" sapa Lia begitu masuk ke ruangannya dan melihat Hans duduk sambil membaca majalah ditemani Rosie dan juga Denis yang curi-curi pandang ke kak Hans membuat Lia geli sendiri melihat para gadis yang kepincut sama paras kak Hans.
"Tidak masalah, saya juga baru tiba belum lama"
"Kalau begitu kita langsung saja bicarakan design stelan jas yang tuan Hans inginkan seperti apa?"
"Seperti yang kemarin saya bilang, stelan jas yang saya mau seperti yang designer Lia posting waktu itu di forum"
"Maksud tuan Hans, apa design ini?" Lia memberikan sebuat sketsa design stelan jas modern dipadukan dengan ornamen traditional membuat yang melihat designnya berdecak kagum termasuk kedua asistennya semakin mengagumi Lia.
"Iya betul model ini yang aku mau, kamu bisa membiatkannya untuk ku kan?"
"Sebenarnya design ini tidak ingin aku jual, kak Hans boleh ganti model lain nggak?" Lia langsung lupa untuk bicara formal pada Hans membuat kedua asistennya menertawakan tingkah Lia yang tiba-tiba bicara dengan nada manja pada pria yang di depannya.
"Hhhmm...saat ada maunya baru panggil kak Hans" Ledek Hans pada Lia sambil mencibikan bibirnya ke Lia.
"Hehehe...kak Hans kan pria paling baik dan pengertian, boleh ya ganti model" rayu Lia tapi tak berhasil. Hans tetap kekeh mau model itu toh design itu belum di jual atau di pakai orang lain.
Akhirnya Lia mau tak mau memberikan design jas itu untuk Hans Prayoga, padahal Ferry juga menginginkan design jas itu. 'Aduh gimana bilangnya sama si beruang kutub. Pikirkan nanti saja lah'
Setengah lima akhirnya Hans pamit undur diri setelah Lia menolak ajakan makan malam dari Hans.
"Lia, kamu benar tidak mau menemani ku makan malam?"
"Maaf kak, aku banyak kerjaan datelinenya juga sudah dekat, next time ya kak"
"Oke lah janji ya?"
"Insyallah"
__ADS_1
Setelah kepergian Hans Lia langsung membagi tugas pada Rosie dan Denis untuk membuat pola dan mengambil bahan sedangkan Lia sibuk mengecek progres gaun pesanan mami karena hari selasa mami harus fitting pertama gaunnya untuk memastikan ukuran sesuai.
'Sepertinya aku harus bawa gaun mami pulang, kalau tidak sulamannya nggak akan selesai'
Bathin Lia meneliti hasil jaitan juga payet yang di buat Rosie dan Denis.
'Syukurlah kerja mereka berdua rapi tidak ada kesalahan, semoga nanti mami puas dengan hasilnya'
Lia sibuk menelisik gaun mami inchi demi inchi sampai tak menyadari kalau kedua asistennya sedang menatap Lia dengan was-was takut kerja mereka ada yang tidak memuaskan hati Lia.
"Ehh...kalian berdua kenapa malah menatap ku begitu bukan mulai bikin pola dan mana bahan yang aku minta untuk diambil ke gudang?" cerocos Lia saat balik badan malah melihat Rosie dan Denis menatapnya dengan wajah cemas.
"Anu"
"Itu"
Sahut Rosie dan Denis gugup bersamaan. Mereka bingung harus berkata apa dengan Lia pasalnya mereka tidak terlalu akrab karena Lia jarang datang ke YZ Collection dan tiap Lia mengechat pasti di group dan bahas soal pekerjaan, walau Lia selalu memperlakukan mereka dengan baik tapi aura bos pada tubuh Lia terasa sekali sehingga agak terasa sulit di dekati untuk bersahabat.
"Kenapa kalian malah salting gitu? ada yang mau dikatakan, katakan saja. Aku tidak menggigit koq" Canda Lia agar suasana tidak makin tegang.
"Itu, kami cuma mau tahu bagaimana pendapat designer Lia soal hasil jahitan dan Payet yang kami kerjakan pada gaun Nyonya Presdir"
Denis akhirnya memberanikan diri menanyakan pendapat Lia, Mendengar pertanyaan Denis. Lia langsung tersenyum manis.
"Kerja kalian sangat bagus dan rapi, pertahankan dan terus seperti itu. Maka orderan kita akan makin banyak nantinya"
Lia mulai sibuk menyulam gaun mami begitu Rosie dan Denis meninggalkan ruangan.
Sedangkan Ferry diapartemen mulai kesal karena sejak telphon Lia siang tadi sang istri tak lagi menghubungi dirinya bahkan chat yang Ferry kirim tak juga di baca apalagi balas.
"Wanita ini kalau sudah sibuk dengan urusan kerjaan pasti deh lupa diri, apa aku susul aja ya ke YZ Collection ya?"
Ferry mondar-mandiri di ruang kerjanya karena hari sudah mulai malam tapi batang hidung sang istri tercinta belum juga muncul.
"Deni bilang Lia mau lembur sampai jam tujuh malam, aku kesana aja kali ya sekalian bawa makan malam"
"Tapi kalau kedua asistennya juga lembur gimana?" Ferry makin pusing dengan pikirannya sendiri. "Bodo amat lah, Cari alesan aja nanti kalau ternyata memang ada dua asistennya"
Ferry akhirnya nekat, dia langsung menyambar longcoach dan kunci mobil tapi mengganti baju rumahan.
Dijalan Ferry menelphon Deni memastikan Lia masih ada di YZ Collection dan juga meminta Deni membeli dua porsi steak di restoran kesukaan Lia tidak jauh dari YZ Collection.
"Aku akan sampai dalam empat puluh lima menit" ucap Ferry sebelum mengakhiri panggilan.
Deni langsung bergegas melajukan mobilnya melakukan perintah sang tuan muda.
"Wanita ini sesibuk apa sampai bisa mengabaikan ponselnya...ckckck" Ferry berdecak kesal karena saat mengecek halaman obrolan dengan Lia, wanita ini masih belum juga online.
__ADS_1
"Liat hukuman apa yang akan aku berikan pada mu nanti karena berani mengabaikan ku" gumam Ferry penuh rencana untuk membuat Lia jera sekaligus mengobati rasa kesalnya.
Tidak lama setelah Ferry sampai di parkiran Deni langsung datang menghampiri mobil sang bos.
"Ini tuan muda pesanannya"
"Terima kasih Deni, maaf sudah merepotkan mu"
"Tidak repot tua muda, saya juga tidak melakukan apapun sedari siang karena nyonya muda tidak keluar kantor sama sekali"
"Owh iya, kamu liat asistennya Lia keluar kantor tidak?"
"Nona Rosie dan nona Denis maksud tuan?"
"Iya mereka berdua, masih dikantor apa sudah pulang?"
"Sudah keluar sekitar jam limaan"
"Baguslah, kalau begitu aku masuk dulu. Kamu sudah boleh pulang sekarang"
"Baik tuan muda" Deni mendengar ucapan Ferry menyuruhnya pulang rasanya mendapat air sirup di tengah padang pasir yang panas dan gersang.
Ferry melangkah cepat memasuki YZ Collection dan tak menghiraukan Deni yang nampak bahagia bisa pulang cepat.
melihat Ferry menuju YZ Collection membuat satpam yang berjaga terkejut karena tidak biasanya tuan muda datang ke YZ Collection disaat semua karyawan sudah pulang semuanya kecuali yang lembur.
"Malam tuan muda, ada yang bisa kami bantu" sapa sang satpam begitu melihat bosnya memasuki lobby perusahaan
"kalian lanjutkan saja, tidak usah repot mengurusi ku"
Sahut Ferry dingin sambil terus berjalan cepat menuju ruangan Lia membuat kedua satpam saling pandang saat melihat sang tuan muda berjalan ke arah devisi design.
"Bukannya yang lembur disana devisi design hanya designer Lia ya, mau apa tuan muda kesana dan membawa dua box makanan lagi" gumam salah satu satpam.
"Apa gosip yang beredar benar ya? kalau tuan muda ada hubungan khusus dengan designer Lia" sambung sang satpam kepo.
"Sudah tidak usah dipikir, itu bukan urusan kita. Ayo kita balik ke depan dan pura-pura tidak tau saja dengan yang terjadi daripada nanti salah-salah kita kehilangan pekerjaan" sahut satpam yang satunya
"Ahh...benar juga kamu, ayo kita kerja saja lalu tutup mata dan telinga kita malam ini"
Ferry yang tidak tau kalau kelakuannya malam ini sudah membuat kedua satpam terheran-heran terus berjalan dengan tak sabar menuju ruangan Lia.
'braaaakkk' suara pintu ruang kerja Lia di buka dengan kasar karena Ferry menggunakan tenaga saat membukanya membuat Lia yang sedang asik menyulam terkejut dan melihat kearah pintu.
"Suam, kamu" ucap Lia saat melihat sosok suami tercintanya yang muncul dari balik pintu.
"Surprise"
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan jadiin favorite kalian ya biar gk ketinggalan updateannya