
Ferry bisa nyaman mondar mandir negara A dan S tanpa gangguan Musa dua hari ini.
Karena Musa dibuat sibuk oleh orang-orang suruhan Ferry. Sedang Lia kembali sibuk dengan kegiatannya kuliah dan mendesign dengan damai tanpa gangguan
tok...tok...tok
"Masuk"
Mendengar yang punya ruangan memberi izin untuk masuk Rose menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Designer Lia, Istri Presdir sudah datang. Mau disuruh masuk sekarang?"
Lia mendongakan kepala menatap orang yang bicara dengan wajah agak kaget karena mami datang lebih cepat sejam dari janjian sebelumnya.
"Designer Lia...bagaimana boleh masuk sekarang tidak?"
Rose bertanya sekali lagi karena Lia belum juga bergeming sedangkan dia tak tau harus bertindak seperti apa
"Ehh...iya suruh masuk,,,cepat...cepat suruh masuk"
Sahut Lia agak panik, takut mami tersinggung diminta menunggu padahal ini jelas-jelas perusahan milik suaminya.
"Hai mena....."Lia membulatkan matanya kearah mami saat mami hampir keceplosan memanggilnya menantu.
"Hai Designer Lia, kamu makin manarik saja gaya berpakaiannya" sambung mami berusaha berkhilah membuat Rose yang melihat istri presdir salah tingkah di depan designer Lia jadi merasa aneh.
'Kenapa istri bos, terlihat takut salah bicara di depan designer Lia?' bathin Rose
Karena bukan urusannya dan bukan juga ranahnya mempertanyakan semua isi hatinya, Rose pun hanya bisa menelan semua pikirannya sendiri
"Nyonya Presdir datang lebih cepat dari perjanjian pasti sudah tidak sabar ingin mencoba gaunnya kan?"
"Ayo ikut saya ke ruangan ganti" Lia berusaha mencairkan kecanggungan dengan mengajak mami ke ruang ganti yang ada di dalam ruangan Lia. Ruang ganti ini di khususkan untuk semua customer yang akan melakukan fitting baju hasil design dia.
"wow gaunnya cantik sekali, apa kamu yakin mam...saya cocok dengan gaun secantik ini? (mami buru-buru mengoreksi ucapannya)
"tentu saja, anda sangat cantik, anda bahkan terlihat sepuluh tahun lebih mudah dari usia anda"
"Menantu ku, mulut mu manis sekali, jangan bilang kamu habis makan gulali ya" ucap mami dalam bahasa IND karena mami sudah tidak kuat lagi bicara terlalu formal dengan Lia
"Hahahaaha..." Lia langsung tertawa saat mendengar ucapan mami yang pake bahasa negara IND.
"Berani kamu menertakan mertua mu, menantu kurang ajar" gerutu mami kesal karena Lia menertawakannya
"Sudah tidak bercanda lagi, cepatlah masuk ganti baju. Kalau kesulitan bilang Lia, Lia tunggy diluar"
Ujar Lia sambil mendorong pelan tubuh mami setelah dia memberikan gaunnya di tangan mami.
__ADS_1
Mami dengan tak berdaya masuk kedalam ruang ganti dan mencoba gaun buatan Lia.
"Ya tuhan...ini Cantik baget" gumam Rose yang terdengar Lia
Spontan Lia membalikan tubuhnya kearah ruang ganti dan mami berdiri sempurna di belakang sudah berbalut gaun hasil karyanya
'Tidak sia-sia siang malam aku membuatnya benar-benar cocok untuk mami'
Mami yang melihat Lia diam saja akhirnya melangkah mendekati menantunya yang terlihat melamun
"Menantuku apa mami terlihat sangat cantik sampai-sampai kamu kesambet kuntil anak"
Ucap mami berbisik ditelinga Lia dengan membuat Lia sadar dari lamunannya
"Iya bener-bener cantik, sempurna pantes aja papi Juan cinta banget sama mami"
Rose yang sedari tadi tak mengerti pembicaraan Lia dan mami hanya bisa menjadi nyamuk tak berdaya yang hanya diam mematung sampai mendapat panggilan dari Lia
"Rose tolong ambil kotak jarum pentul"
Mendengar pinta Lia, Rose langsung bergegas mengambil apa yang Lia minta dan langsung memberikannya
Lia sibuk memberi tanda pada beberapa bagian dianggap agak longgar membuat gaun terlihat bukan milik mami
"Sudah Mami boleh ganti baju lagi,,Lusa gaunnya akan dikirim langsung ke rumah mami"
tak berapa lama mami keluar dari ruang ganti dengan Gaun sudah pindah ketangan Rose
"Ini mih nota pembayarannya silahkan dibayar" ujar Lia sambil memberikan nota dan juga nomer rekening perusahaan agar mami membayar uang gaunnya
"Kamu ini keterlaluan banget ish, mertua sendiri pun tetep aja ditagih pembayaran"
sahut mami dengan nada kesal yang dibuat-buat sambil mengambil ponselnya untuk mentrasfer pembayaran gaun
"Nih sudah" mami menunjukan bukti pembayar kedepan wajah Lia
"Terima kasih mami sayang, sudah sana pulang. Lia masih ada kerjaan"
"Ya ampun Lia, ishh kamu tuh sama Ferry lama-lama sama nyebelinnya kalau sudah kerja
"Mami pulang deh" mami pun keluar dari ruangan Lia dengan kesal sambil menghentakan kaki dan menutup pintu dengan kencang
Mami sengaja melakukannya biar Lia mengejarnya dan mau menemaninya minum teh sore
Tapi harapannya sia-sia, sudah berjalan sampai depan lobby perusahaan pun batang hidung Lia tak juga muncul mengejar mami
Rose begitu tegang melihat istri presdir pergi dengan kesal dan amarah berbanding terbalik dengan Lia yang santai tak bergeming dari duduknya.
__ADS_1
'Dasar ratu drama' bathin Lia melihat tingkah mami Ferry sambil geleng-geleng kepala
Melihat Lia yang seperti tak ada masalah Rose makin dibuat bingung, dia yang tak kuat lagi menahan banyak pertanyaan di kepalanya akhirnya pun buka suara
"Designer Lia, itu istri presdir pergi dengan kesal apa tidak apa-apa?" dengan persaan was-was dan wajah nampak tegang Rose menanyakannya
Lia justru menjawabnya dengan santai "Tidak akan terjadi apa-apa, kamu letakan gaun itu di sofa dan kembali lah sibuk"
Rose hanya bisa menghembuskan nafas kasar dan berusaha tenang dengan membuang jauh-jauh pikiran buruknya
Lalu melangkah keluar dari ruangan Lia dan kembali ingin sibuk mengerjakan tugas-tugasnya tapi sayangnya dia tak mampu konsentrasi dia begitu cemas membuat Denies yang melihat tingkah Rose aneh sejak kembali dari ruangan Lia pun mempertanyakan tingkahnya
Betapa terkejutnya Denies ketika mendengar cerita dari Rose. "Kamu yakin istri presdir marah dengan designer Lia?"
"Aku juga tidak tau apa yang mereka bicarakan karena mereka menggunakan bahasa asal mereka dan designer Lia terlihat sangat akrab dengan istri presdir"
"Mereka terlihat seperti punya hubungan sangat dekat, tapi hubungan apa ya?"
mendengar kata-kata Rose membuat Denies pun ikut berfikir.
Sepanjang sore itu akhirnya kedua asisten Lia tak melakukan tugas yang Lia berikan malah sibuk bergosip
berbanding terbalik dengan Lia yang justru sibuk memperbaikin gaun mami agar selesai hari ini, karena tak banyak yang harus dirubah...hanya mengecilkan beberapa bagian dari gaun.
Setelah dua jam berkutat dengan gaun mami akhirnya dia berhasil menyelesaikannya
"Akhirnya selesai" ucap Lia sambil meregangkan otot-ototnya yang pegal karena sibuk menjahit gaun mami dengan tangannya.
lalu Lia menggantung gaun tersebut di manikin agar gaun itu tetap terlihat cantik dan tidak kusut.
"Sekarang saatnya mengecek pengerjaan jas milik kak Hans, harusnya sudah apa progres kan hari ini"
Pikir Lia sesuai dateline yang dia berikan pada Rose dan Denies
Lia pun melakukan panggilan video di group chat kepada kedua asistenya
Denies dan Rose terkejut begitu mendapati panggilan video dari Lia
"Mampu deh kita, pasti nanyain jas punya tuan Hans" celoteh Denies spontan
membuat kedua gadis itu saling pandang dan merasa bersalah karena bukan sibuk kerja malah sibuk bergosip dari tadi
Lia yang sudah beberapa kali melakukan panggilan video merasa kesal karena diabaikan
akhirnya dia pun memutuskan untuk menuju ruangan kedua asistennya
"Kalian...kenapa tidak mengangkat panggilan telphon ku?"
__ADS_1