Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Bangunkan Dia


__ADS_3

"Sayang, kenapa dia bisa tidur di ranjang kita?" tanya Ferry dengan kening mengkerut sambil mengendikan dagunya ke arah ranjang kami, membuatku pun mengikuti arah yang di tunjuk Ferry, ternyata Shella terlelap di atas ranjang kami dengan wajah penuh make up.


"Mana aku tau" ucap ku sambil menaikan bahuku.


"Memang kamu ngapain aja sampai tidak tau kamar kita diacak-acak anak itu bahkan sampai dia terlelap diatas ranjang kita...ckckckk"


"Aku terlalu fokus dengan design gaun Ami, sampai lupa kalau dikamar ada Shella yang sedang asik mainan alat make up ku di depan cermin saat aku pergi ke gazebo".


"Jadi dari tadi anak itu disini?" tanya Ferry sambil mengerutkan dahinya.


"Memang waktu kamu kesini ambil tinta print, kamu nggak lihat Shella?" tanya ku bingung.


"Kalau aku lihat dari tadi pasti sudah ke suruh keluar anak itu. Sekarang kamu bangunkan dia, suruh pindah ke kamarnya!" perintah Ferry sambil meninggalkan ku dan masuk ke kamar mandi.


'Ehhh...kenapa jadi aku, Shella kan adik kandungnya..cckckk?' Gerutuku dalam hati.


Aku pun mendekati ranjang dan membangunkan Shella. "Shella ayo bangun" panggil ku sambil mengguncang tubuhnya tapi gadis ini seperti kebo sudah ku guncang dia tetap tak bergeming.


akhirnya aku punya edit gila membangunkannya, Aku mengambil ponsel ku dan mendonwload suara sirine mobil DAMKAR lalu ku nyalakan dengan volume penuh sambil berteriak kebakaran.


Dan bukan hanya Shella yang terbangun dengan kaget tapi si bule tengil pun berlari keluar dengan bathroob dan rambut masih ada shampo membuatku tertawa.


"Dimana kebakarannya kak Lia?, Kenapa kamu malah tertawa?" Ujar Shella yang masih setengah sadar, membuat tawa ku makin pecah tak tertahankan.


"Sayang, kamu..." Mata Ferry membulat menatapku tajam, membuatku langsung menutup mulut menahan tawa. Ferry melangkah mendekati ku dengan wajah masam dan kesal karena merasa dikerjai oleh ku.


Aku langsung berlari ketika Ferry berusaha menangkap ku. "Awas ya kalau sampai tertangkap aku akan memberi mu hukuman lebih berat karena sudah mengerjai ku dan sekarang malah berlaru bukannya minta maaf" gerutu Ferry sambil mengejarku.


"Bukan salah ku, adik mu itu tidur seperti kebo tak mau bangun sudah ku goyang-goyang dia tak bergeming. Aku terpaksa melakukan cara itu, maana aki tau kamu juga akan ikutan terkejut"


Jelasku tak mau dianggap sengaja mengerjai mereka sambil berlari ke arah gazebo dan segera mengunci pintu gazebo agar Ferry tak bisa menangkap ku.


"Ini kenapa kalian malah main kejar-kejaran, dan menyalahkan ku yang tidak mau bangun" celoteh Shella sambil garuk-garuk kepala bingung.

__ADS_1


"Sudah kamu bangun dan pergi ke kamar mu, siapa yang memberi mu izin tidur di kamar ku?" Ucap Ferry tegas dengan aura dingin membuat Shella langsung bangit dan lari ke luar kamar sambil berteriak.


"Dasar monster pemarah, cuma ketiduran sebentar aja marah-marah"


Bruuuukkkk (suara pintu di banting kencang oleh Shella). Aku masih tetap di gazebo.


Ferry menelphon seseorang lalu datang beberapa pelayan masuk, Ferry memberi perintah pada para pelayan untuk merapikan kamar, mengganti sprei, sarung bantal dan bedcover, setelah itu si bule masuk ke dalam kamar mandi melanjutkan hajatnya yang terganggu karna ulahku.


'Ternyata dia menelphone pelayan untuk merapikan kamar' gumamku saat melihat para pelayan berdatangan masuk kamar.


Melihat Ferry sudah masuk kamar mandi dan para pelayan sibuk merapikan kamar, aku pun akhirnya masuk kedalam kamar untuk mengambil ponselku.


"Hhhmm...masa adik ketiduran di ranjang aja dia semarah tadi bahkan sampai meminta pelayan mengganti semuanya' gumamku dalam hati sambil melangkah masuk kamar.


"Nyonya muda, anda ada disini?"


"Kenapa? kalian tidak senang aku ada disini?" jawabku ketus mendengar pertanyaan salah satu pelayan.


"Sudah lupakan saja, kalian lanjut saja beres-beresnya. Aku cuma mau ambil ponsel ku aja". Ujarku sambil menunjukan ponsel yang baru saja ku ambil dari nakas. Lalu aku kembali ke gazebo untuk menelphon Shella.


"Hallo" Ucap Shella begitu mengangkat telphon dari ku.


"Shella, tadi kamu ke kamar kakak sebenarnya mau apa?" tanya ku to the point.


"Sebenernya aku mau minta bantuan kak Lia untuk mendesign baju pesta untuk acara Ulang tahun ku pertengahan bulan depan, tapi aku lihat kak Lia sibuk mendesign di gazebo. Aku tadinya niat menunggu kak Lia selesai malah ketiduran diatas ranjang, pasti si moster pemarah itu masih kesal dengan ku"


"kenapa harus kesal?" tanyaku penasaran.


"Kak Ferry dari dulu tidak pernah mengizinkan siapa pun masuk dan tidur diatas ranjangnya, jangankan aku, Mami saja dia tidak izinkan"


"Benarkah?"


"Buat apa aku bohong"

__ADS_1


"Aneh" Gumamku yang terdengar Shella.


"Kak Ferry memang aneh, aku pikir dia tidak menyukai wanita dan tidak akan pernah menikah. Makanya saat mami bilang kak Ferry menikah di negara IND dengan gadis asal negara IND, aku tidak sepenuhnya percaya bahkan waktu mami cerita abis ketemu kak Lia dan mengetahui bahwa wanita yang di nikahi kak Ferry merupakan gadis cantik, lembut dan baik hati...aku makin tak percaya"


"Kenapa begitu? kan Mami sudah bertemu dengan ku, memang kak Lia jelek ya?" tanyaku dengan raut wajah sedih yang dibuat-buat.


"Bukan begitu kak Lia, aku pikir itu kak Ferry hanya asal membawa seorang wanita kedepan mami dan mengakui dia sebagai istrinya".


"Ehhh...sebegitu tidak percayanya kamu kalau kakak mu bisa menikahi seorang wanita? memang slama ini kakak mu penyuka sesama jenis?" tanyaku yang langsung di jawab Ferry dengan nada kesal.


"Sembarangan betul mulut mu itu istriku...ckckck" Ucap Ferry tiba-tiba membuatku salah tingkah tertangkap basah menggosipkannya dengan adik kandungnya.


"ehh suamiku, kamu sudah selesai man...." belum juga selesai ucapan ku, tiba-tiba tubuhku sudah melayang di udara.


"Ponsel ku....ponselku" teriak ku saat ponselku jatuh dari genggamanku karena tangan ku spontan meraih lehernya Ferry ketika dia mengangkat tubuhku, tapi si bule tidak memperdulikan teriakan ku dia terus saja menggandongku masuk ke kamar mandi.


"Aaaahhh" teriak ku karena terkejut saat Ferry menceburkan ku di dalam bathtube.


"Mandi lah cepat kalau tidak kita terlambat ke acara makan malam dengan nyonya Mahdalena" ucap Ferry kemudian keluar begitu saja.


'Bule gilaaa...selalu saja seenaknya. Kamu anggap aku apa? katanya cinta begini cara mu memperlakukan orang yang kamu cintai...hhhggfhhh' Aku terus memaki dan berteriak sambil memukul-mukul air dalam bathtube.


Tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka lagi, siapa lagi kalau bukan beruang kutub yang melakukannya.


"Belum selesai menggerutunya? kamu mau merusak acara makan malamnya?" ujar si beruang kutub dengan wajah datarnya.


Aku langsung keluar dari bathtube menuju shower langsung mandi secepat kilat dan mengenakan gaun yang sudah disiapkan si bule tengil diatas ranjang, berdandan den lalu menyanggul rambutku ke atas dengan anak rambut berjatuhan di pipi, telinga dan tengkuk ku.


Sebelum keluar aku mengambil draft gambar design gaun untuk Ami, kalau design yang lain sudah ditangan Ferry.


Si bule sudah menungguku di ruang tamu, saat aku turun dia terus menatapku ada aura marah yang tertahan dari sorot matanya, membuat bulu kuduk ku merinding melihat tatapannya.


'Apa lagi salah ku?, bukankah ini baru jam 5.30 masih ada satu setengah jam sebelum acara kenapa dia kelihatan kesela? bodo amat lah, dia kan memang aneh, sebentar marah sebentar manja sebentar perhatian banget'. gumamku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2