Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Melapor pada HR


__ADS_3

Di Pratt Institute


"Pagi Lia" sapa Jeni yang hari ini dua mata kuliah akan satu kelas dengan Lia.


"Pagi juga Jeni, sepertinya kita akan sering satu kelas semester ini" ucap Lia senang dengan pengaturan KRS barunya.


"Kamu merubah KRS mu lagi?" tanya Jeni penasaran.


"Hehehehe....iya Jen, itu karena mulai hari ini aku akan mulai kerja di YZ Collection jadi designer" jelas Lia membuat mata Jeni membulat tak percaya.


"Kamu serius?" tanya Jeni tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Serius Jen, makanya aku merubah KRS ku menyesuaikan jadwal kerja ku disana" Jelas Lia dengan wajah senyum-senyum membayangkan wajah sang suami yang melakukan semua yang sedang dia ceritakan pada Jeni.


"Wow senangnya, itu artinya kamu tak perlu melakukan PKL semester depan dan nilai PKL mu langsung A+" ujar Jeni tersenyum bahagia. 'andai hal itu juga terjadi pada ku' bathin Jeni berharap.


"Tentu saja aku sangat senang, tiga SKS lolos begitu saja hanya karena aku bekerja jadi designer di YZ Collection" sahut Lia tersenyum bahagia.


"Aku ikut bahagia mendengarnya, berarti menunggu kuliah berikutnya kamu tidak di kampus dong?" tanya Jeni dengan raut wajah sedih.


"Iya Jen, begitu mata kuliah ini selesai aku akan langsung menuju YZ Collection untuk melapor pada HR di sana" jelas Lia membuat Jeni mengangguk pelan.


"Pagi anak-anak, hari kita Quiz siapkan alat gambar kalian. Aku akan menunjukan beberapa benda di slide kalian pilih salah satu benda di dalam slide lalu buat sebuah lukisan yang terdapat benda yang kamu pilih. Begitu bel pelajaran habis kumpulkan hasil lukisan kalian pada ku" ucap sang dosen membuat wajah seluruh kelas bersemangat sampai berteriak serempak


'huhuhuhu, ini gila baru masuk dua minggu sudah quiz aja' gerutu para mahasiswa tapi tidak dengan Lia, walau dia agak terkejut tapi dia suka dengan tantangan yang akan dia hadapi.


Seluruh kelas seketika hening dan sibuk dengan kertas gambar masing-masing.


**************************


Di Goucher Corp


"Pagi tuan muda" sambut Jerry di depan pintu masuk perusahaan, meraka berjalan menuju lift khusus Presdir dan jajaran direksi, sepanjang perjalanan Jerry menjelaskan kegiatan Ferry secara singkat hari ini.


"Ada berita apa soal Roman Chan?" tanya Ferry begitu duduk di kursi dalam ruang kerjanya.


"Tuan muda Chan tertangkap basah para wartawan sedang kencan di hotel dengan wanita setengah jadi yang beberapa bulan lalu menang kontes kecantikan khusus wanita setengah jadi"


"What? Leon gila" teriak Ferry tak habis pikir dengan isi kepala Leon.


"Kalau dari cerita nona Messi nampaknya tidak seburuk yang kita pikir kan tuan muda, nyatanya saat setengah sadar tuan muda Chan bisa melakukannya lagi dengan nona Messi, nampak di bawah alam sadarnya tuan muda Chan nampak sangat puas dan ketagihan dengan service nona Messi" ujar Jerry membuat dirinya dan Ferry merinding membayangkan melakukan hubungan intim dengan wanita setengah jadi.


"Lalu untuk clubnya apa yang dilakukan Leon?" tanya Ferry lagi karena Leon belum melaporkan kejadian kemarin malam padanya.


"Tuan Leon mengatur orang yang jago bertarung untuk bersiteru di dalam club hingga membuat mini bar hampir hancur 50% dan pengunjung malam itu langsung di bubarkan, kisaran kerugian yang dialami antara dua ratus ribu sampai lima ratus ribu dollar"


Mendengar penjelasan Jerry, wajah Ferry nampak puas. "Apa ada yang ditahan polisi?" tanya Ferry lagi.


"Semua sudah dibebaskan pagi ini dan pihak club tidak bisa minta ganti rugi pada mereka karena apa yang terjadi disana merupakan tanggung jawab mereka yang ada beberapa tuan muda yang sempat terluka disana menuntut club karena tidak memberi keaman yang baik"


"Sangat bagus, jika tidak ada lagi yang ingin kamu sampaikan. Kamu pergi sibuk" ucap Ferry begitu Jerry selesai melaporkan informasi yang Ferry inginkan.


Ferry kembali sibuk setelah Jerry keluar dari ruangannya, sampai saat dia teringat Lia akan datang ke YZ Collection hari ini dia minta Arin untuk datang ke kantornya.


tok ..tok...tok


"Masuk" mendengar sang boss sudah mempersilahkannya masuk, Arin pun bergegas masuk.


"Ada perintah apa tuan muda?" tanya Arin sudah bersiap dengan notepad ditangannya untuk mencatat perintah sang boss.

__ADS_1


"Kalau Lia sudah selesai lapor ke bagian HR dan urusannya sudah selesai di YZ Collection, minta Direktur Pemasaran antar Lia ke ruangan saya"


"Satu lagi nanti tolong siapin makan siang dari restoran xx untuk dua orang"


Arin mengangguk mengerti lalu pamit keluar dari ruangan si boss muda yang bucit akut sama istrinya.


'Haduh kasian banget deh nona Merry kalau sampai tau tuan muda sudah menikah, tapi siapa suruh jadi perempuan tidak tau diri. Ditolak berkali-kali masih aja nyosor dan mepet' gumam Arin sambil jalan ke tempatnya.


"Mba Arin kenapa koq ngomong sendiri?" sapa Jerry yang mau masuk ke ruangannya dari pantry buat bikin kopi.


"Ehh...mas Jerry dari mana mas?" tanya Arin mengalihkan pembicaraan.


"abis bikin ini" ucap Jerry sambil mengangkat gelas kopinya.


"Kenapa nggak minta bikinin OB aja mas?" tanya Arin bingung.


"Mau ngeregangin otot Mba, capek duduk trus dari tadi. Saya masuk dulu ya mba" ucap Jerry pamit masuk ke ruangannya.


"Pagi pak Dee, maaf ganggung nih" sapa Arin pada Direktur Pemasaran Goucher Corp.


"Pagi Arin, ada perintah apa nih dari bos?" ujar Pak Dee to the poin.


"Itu pak, terkait istri bos yang hari ini akan melapor. Bos minta bapak anter nyonya muda ke ruangannya kalau urusan di YZ Collection sudah selesai" jelas Arin membuat pak Dee kaget karena dia lupa kalau hari ini nyonya bosnya mulai kerja.


"Hampir saja saya lupa, untung kamu telphon saya. Oke nanti saya antar ke ruangan boss" sahut Pak Dee cepat.


"oke kalau begitu, saya hanya mau menyampaikan itu aja" ucap Arin sebelum memutus panggilan telphonnya.


"Baik Arin terima kasih" sahut Pak Dee ramah.


'Hampir aja aku lupa, bisa gawat kalau istri kesayangan bos tidak puas dengan ku nanti' gumam pak Dee sambil bersiap memanggil OB dan manager kepala Designer YZ Collection ke ruangannya.


"Masuk"


Seorang OB masuk kedalam ruangan pak Dee setelah mendapat izin untuk masuk.


"Kamu tolong bersihkan ruangan yang minggu lalu saya bilang untuk designer Lia Putri Aghata karena hari ini dia mulai masuk kerja. Kamu juga nanti pas designer Lia sudah datang stand by di ruangannya ya kalau-kalau designer Lia tidak puas dengan ruangannya kamu langsung bantu dia rubah sesuai keinginannya. Paham tidak?"


Pak Dee memberi perintah membuat si OB bingung dalam hati karena tidak biasanya cuma seorang designer diperlakukan begitu istimewa.


"Paham pak, akan saya bersihkan sekarang juga" sahut si OB sopan lalu pergi ke ruangan yang di maksud.


Saat si OB keluar ruangan, Merry justru baru akan masuk ke ruangan.


"Aiishh kamu bodoh sekali sudah tau saya mau masuk bukannya mundur dulu malah berdiri menghalangi jalan" maki Merry membuat si OB langsung mundur dan Merry masuk kedalam ruangan Pak Dee.


"Nona Merry ada perlu apa tiba-tiba datang kesini?" tanya Pak Dee dengan nada dingin tapi tetap sopan. Walau dia tak begitu suka dengan Merry yang sombong dan suka seenaknya tapi mau bagaimana lagi dia anak teman bos besar yang di titip secara langsung disini oleh presdir.


"Saya dengar designer Lia akan mulai magang hari ini? tanya Merry dengan angkuh.


"Bukan magang Nona Merry, tapi mulai resmi menjadi salah satu kepala designer di YZ Collection" sahut Pak Dee. 'Andai kamu tau nyonya Lia itu istri tuan muda Ferry yang kamu kejar-kejar, aku yakin kamu akan nangis guling-guling' bathin pak Dee merasa jijik pada Merry yang tak tau malu mengejar pria yang sudah jelas selalu menolaknya.


"Owh, aku pikir dia hanya akan magang di sini" ucap Merry acuh tak acuh


"Bukan, apa ada perlu yang lain jika tidak saya masih ada pekerjaan" ujar pak Dee mengusir Merry secara halus.


Mendengar ucapan pak Dee, Merry dengan kesal langsung meninggalkan ruangan pak Dee.


tak lama setelah kepergian Merry, kepala manager design tiba di ruangan pak Dee

__ADS_1


tok tok tok


"Masuk" ujar pak Dee


"Nona Merry kenapa wajahnya kesal sekali habis keluar dari ruangan mu?" tanya Cesil begitu masuk ke ruangan Pak Dee.


"Biar wanita yang tau dengan statusnya selalu bersikap semaunya" sahut pak Dee malas membahas Merry.


"Jadi aku dipanggil kesini ada apa nih?" tanya Cesil to the poin.


"Kamu tolong bantu nona Lia nanti untuk ke melapor pada HR dan tunjukan ruangannya dan kirim dua orang asisten untuk membantunya slama bekerja disini" jelas Pak Dee membuat Cesil bersemangat


"Akhirnya designer yang bikin perusahan YZ Collection untuk besar dan bebas dari masalah muncul juga, aku sudah sangat penasaran dengan desinger Lia" sahut Cesil antusias.


"Kamu baik-baik lah dengannya, jangan terlalu keras" pesan pak Dee.


"Ehh ... kenapa begitu? tidak biasanya pak Dee yang sangar dan terkenal kejam bisa berbaik hati begini" goda Cesil membuat pak Dee kesulitan pasalnya dia tidak boleh memberi tahu siapa pun prihal hubungannya dengan tuan muda Goucher.


"Sudah tidak usah dibahas lagi, kamu lakukan saja apa yang aku kata kan" perintah pak Dee langsung agar tak dibantah lagi


"Baiklah, semoga saja dia cukup baik sehingga aku tidak perlu kejam padanya" ucap Cesil sambil bersiap berdiri dan bersiap keluar dari ruangan pak Dee.


"Tidak ada lagi yang mau disampaikan kan? aku keluar dulu kalau begitu" pak Dee hanya bergumam menjawab pertanyaan Cesil.


Department Design langsung gempar begitu tau kalau designer yang menang lomba di Milan dan hasil karyanya sudah dua kali memberikan keuntungan yang besar pada perusahaan dan membantu memecahkan masalah perusahaan dengan artis di negara SG akhirnya muncul juga di YZ Collection.


"Iya aku dengar dia akan melapor hari ini"


"Aku lihat di majalah orangnya sangat cantik dan terlihat ramah"


"Masa sih? mana majalahnya aku mau lihat"


"iya Aku juga mau lihat"


"Cepat tunjukan pada kami"


Kasak kusuk tentang kemunculan Lia membuat semua orang bergosip tentang Lia ada yang baik dan ada yang buruk tentunya. Slalu ada Pro dan Kontra dalam hidup ini.


"Apa yang kalian ributkan? ramai sekali" ucap Cesil begitu masuk kedalam department design.


"Nona Cesil apa benar designer Lia Putri Aghata akan datang kesini hari ini?" tanya salah satu asisten designer.


"Iya betul, jadi itu yang kalian ributkan dari tadi...ckckck. Kembali bekerja semuanya"


"Ehh...tunggu sebentar. Siapa diantara kalian berlima yang mau jadi asisten designer Lia? aku butuh dua orang"


"Aku mau" sahut Rose cepat


"Aku" Melly pun ikutan mau jadi asisten Lia padahal selama ini dia sudah menjadi asisten Merry.


"Aku juga mau" teriak Denis dari pantry.


"Oke Rose dan Denis kalian berdua akan jadi asisten designer Lia, nanti aku akan mengenalkan kalian pada designer Lia" ucap Cesil


"Bagaimana dengan ku?" ucap Melly tak terima


"Kamu bukannya slama ini jadi asistennya designer Merry? jangan aneh-aneh tetap kerjakan tugas mu seperti biasanya.


"Tugas apa? designer Merry tidak pernah mengerjakan satu proyek pun, mengikutinya sudah hampir sebulan tak satu proyek pun dia dapatkan..huuh" gumam Melly pelan. "Kalau terus begini masa depan ku bisa suram mengikutinya" bathin Melly pasrah dengan nasibnya.

__ADS_1


jangan lupa like and komen yess


__ADS_2