Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Pelakor


__ADS_3

Hari yang cerah dengan hembusan angin dingin khas musim gugur menyambut hari Lia dan Ferry.


Lia terbangun dari mimpi indahnya, dengan mata masih terpejam Lia meraba sebelah ranjangnya tapi yang dia cari tak jua dia temukan. akhirnya Lia membuka kedua matanya dan menemukan ranjang disebelahnya sudah kosong. 'Huh, masih pagi gini dia udah bangun? tumben nggak bangunin aku buat sholat subuh bareng?' gumam Lia saat terdengar suara shower dari dalam kamar mandi.


Lia duduk bersandar di ranjang sambil melihat jam yang ternyata masih pukul 5.05. 'Ternyata belum subuh' gumam Lia saat menatap jam di dinding. pantas Ferry belum membangunkan Lia ternyata memang belum adzan subuh.


adzan subuh saat musim gugur agak siang dari saat musim panas yaitu pukul 5.25 hal ini disebabkan matahari naiknya agak lama apa lagi saat musim dingin bisa jam tujuhan baru adzan subuh. Paling enak Ramadhan saat musim dingin di negara A tapi akan sangat menyiksa ramadhan dinegara A saat musim panas,karena puasa akan lebih lama dan panjang bisa sampai dua puluh satu jam lamanya berpuasa.


"Sayang kamu sudah bangun?" suara barito sang suami menyapa bak selo merdu yang Lia rindukan semalaman, membuat Lia menoleh kearah asal suara dengan senyum manis menatap wajah tampan sang suami yang hanya berbalut bathrobe longgar yang memperlihatkan sebagian dadanya dengan rambut basah yang airnya masih menetes menambah keseksian sang suami membuat Lia menelan slavina saat menatap Ferry.


Ferry yang melihat tatapan Lia yang terpesona mulai jalan mendekat pada Lia dan menggodanya. "sangat menarik untuk dilihat"


"Menarik" sahut Lia tanpa sadar masih terpesona tubuh kekar di hadapannya.


"ini bisa juga di sentuh dan di raba lohv" mendengar ujar Ferry membuat alam bawah sadar Lia menjulurkan tangannya untuk menyentuh dada bidang Ferry.


Begitu tangan Lia bersentuhan dengan tubuh yang terasa hangat menyadarkan Lia akan tindakannya.


"Jahil banget sih" teriak Lia lalu mendorong dada Ferry dan masuk kedalam selimut.


Melihat reaksi malu Lia tawa Ferry tak terbwndung lagi dia langsung tertawa terbahak-bahak.


"Ferry Goucher" teriakan Lia membuat Ferry menghentikan tawanya. "Sudah...sudah tidak menggoda mu lagi" ucap Ferry sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Lia.


"Jahat banget sih" gerutu Lia sambil memukul-mukul pelan dada Ferry saat sang suami menarik tubuh Lia kedalam pelukannya.


"Kangen banget aku kita kaya gini" ujar Ferry mengeretkan pelukannya pada Lia, karena sudah beberapa hari ini sejak Lia mulai bekerja waktu mereka bertemu untuk bercengkrama jadi makin sedikit ditambah lagi kesibukan Ferry.


Suara adzan subuh dari notifikasi ponsel keduanya berkumandang membuat mereka dengan berat hati merelai pelukannya dan bersiap untuk sholat subuh berjamaah.

__ADS_1


Pagi yang sama dengan kemarin mereka jalani hanya beda tujuan Lia pagi ini bukan perusahaan melainkan kampus.


mereka menjalani rutinitas yang sama tiap hari dengan kesibukan masing-masing hingga waktu untuk slalu berdekatan hanya sedikit agar cinta tak jadi hambar mereka selalu berusaha untuk saling mengirimi pesan singkat dikala ada waktu luang walau hanya sekedar chat 'jangan lupa sholat', 'jangan sampai telat makan' atau 'kangen kamu' tanpa menunggu balasan karena memahami kesibukan masing-masing.


saat melepas lelah lalu membaca pesan singkat dari orang yang di cintai akan memberi kehangatan tersendiri dan energi buat terus menjalani hari. agar kuat menghadapi badai yang akan menerjang.


Saat Lia dan Jeni sedang makan siang di kantin kampus semua orang sibuk membicarakan pasangan viral yang terlihat romantis dan harmonis. Awalnya Lia tak terlalu menggubris apa yang sedang para gadis bicarakan sampai Jeni menunjukan sebuah foto dari ponselnya.


"Deng" Jantung Lia seakan berhenti seketika saat melihat pria yang amat dia cintai sedang di rangkul mesra seorang wanita cantik yang terlihat begitu sempurna tanpa cacat.


Perasaan berkecamuk dalam hati Lia makin membuatnya tak nyaman saat membaca nama wanita itu Sandra Muncen. 'Ternyata ini wanita yang slalu dekat dengan Ferry sejak SMP' bathin Lia sambil menggenggam kuat sendok ditangannya.


'Muncen?' gumam Lia seakan berfikir mundur berusaha mengingat nama ini karena sepertinya kemarin Ferry menyebut nama ini.


'iya benar Muncen, aku tidak salah. Semalam Ferry ternyata datang keperjamuan keluarga Sandra' bathin Lia jadi menyesal karena dia menolak ajakan Ferry menemaninya kemarin. 'Andai dia menemani sang suami keperjamuan itu tentu tidak akan terjadi hal ini' tapi dalam hidup tidak pernah ada kata andai, semua yang terjadi tak bisa diulang lagi. Jadi..


Walau hatinya agak tidak nyaman, Lia tetap berusaha keras membangun pikiran positif untuk tentang suaminya yang tak akan mungkin menghianatinya. Pasti ini semua hanya ulah netizen yang memblow up beritanya makin hot. pikir Lia walau dia tetap menyalahkan Ferry yang kegatelan memberi peluang wanita lain untuk menempel padanya.


Jeni yang melihat perubahan Lia saat melihat foto yang sedang viral menjadi heran karena Jeni tidak pernah tau kalau Lia memiliki hubungan dengan Ferry.


Namun tiba-tiba ada tiga orang wanita yang menghampiri meja Lia dan Jeni. "Ehh...bukannya pria di foto ini, cowo yang waktu itu jemput kamu ya?"


"Jangan-jangan kamu pelakor ya saat pacar cowo ini lago diluar negri kamu mepetin dia" ujar wanita lainnya memojokan Lia membuat Jeni menggebrak meja dan menetiaki para wanita yang mengganggu makan siangnya.


"Jaga mulut berbisa kalian, jangan sembarang sesumbar di sini. Kalian pikir kalian siapa berani mengganggu makan siang ku?"


"Jeni kamu ngapain deket-deket pelakor, kamu itu wanita terhormat jangan sampai ikutan terjerumus"


"Kamu yang pelakor, Lia sama orang di foto itu memang dekat karena Lia bekerja jadi designer di perusahaannya" mendengar penjelasan Jeni semua makin meledek Lia.

__ADS_1


"Belum lulus bisa bekerja dengan jabatan langsung jadi designer, kalau bukan sebelumnya sudah tidur bersama mana mungkin bisa" ejek wanita lainnya membuat suasana makin ricuh di kampus.


"Kalian semua buta, jelas saja karena dia memang hebat dalam mendesign. pandangi baik-baik wajahnya. Dia ini Lia Putri Aghata, designer yang kalian semua puja-puja slama ini karena gaun hasil karyanya membuat nona Ami Maghdalena yang cupu jadi cantik saat pesta di hotel milik neneknya"


Mendengar penuturan Jeni semua orang langsung terdiam seribu bahasa dan tak bergeming. tapi tidak dengan Merry yang tiba-tiba muncul di kantin.


"Dia memang sudah menjual tubuhnya pada presdir makanya dia makin terkenal dan di terima menjadi designer di YZ Collection"


"Kamu jangan asal bicara" Jeni makin berang karena dia tau kalau Merry sudah terkebal dalam kalangan anak orang kaya kalau dia selama ini mengejar Ferry tanpa rasa malu walau sudaj ditolak berkali-kali.


"Siapa yang sembarangan bicara, kalau tidak percaya kamu tanya saja pada wanita itu beneran sudah tidur dengan presdir?" tantang Merry yang memang sudah menyelidiki kalau Lia ternyata tinggal di apartemen Ferry. Jadi dia yakin Lia sudah jadi penghangat ranjang Ferry selama ini.


Lia akhirnya buka suara setelah dari tadi hanya dia mendengarkan.


" Aku bukan pelakor dan tidak merebut pria dalam foto itu dari wanita mana pun, apalagi merebut pria itu dari wanita dalam foto yang jelas mereka tidak memiliki status seperti yabg kalian ramai-ramai sematkan"


"Yang dia bicara benar, dia bukan merebut presdir dari wanita di foto itu karena presdir dengan wanita itu juga tidak memiliki hubungan cinta" Merry ikut membenarkan ucapan Lia.


'Ehh...koq dia malah mendukung ku...ckckck'Lia berdecak heran dalam hatinya. 'Sepertinya setelah ini dia akan mengatakan hal yang lebih mengerikan' bathin Lia ternyata benar


"Tuh sudah dengar kan Lia bukan pelakor sana bubar-bubar" teriak Jeni sebelum Merry kembali beraksi memojokan Lia.


"Dia memang bukan pelakor tapi bukan berarti dia tidak tidur dengan presdir demi posisinya" ujar Merry kembali mengompori netizen.


"Hei Merry jangan kira aku tidak tau kamu lah yang slama ini mengejar tuan muda Ferry Goicher dengan tidak tau malunya walau sudah di tolak berkali-kali" balas Jeni meluapkan perasaannya


"kamu..." Merry tak mampu berkata-kata laggi mendengar ejekan Jeni.


"Apa? kamu tidak mampu bicara lagi, hah. Ayo Lia kita tinggalkan kantin ini, aku muak Lia wajah-wajah munafik yang merasa diri suci tapi lebih kotor dari orang yang mereka hina"

__ADS_1


Lia pun ikut melangkah keluar dari kantin mengikuti langkah Jeni yang tergesa-gesa menarik tangan Lia.


Ditunggu Like and komennya, jangan lupa jadikan favorite mu ya novel "Suamiku brondong" biar kalian nggak ketinggalan updateannya. yang baik boleh lah kasih vote dan follow aku....hehehehe


__ADS_2