Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Makanan Khas Negara S


__ADS_3

Ferry yang sudah bangun menenggelamkan wajahnya di tengkuk Lia dan mengedus pundaknya membuat Lia yang masih terlelap merasa terganggu


"Suam, jangan rusuh dong. ini masih terlalu pagi. Aku masih mau tidur, diluar masih dingin"


Bukan menghentikan tingkahnya, Ferry malah makin menjadi mengganggu Lia. "Kalau kamu takut dingin kenapa pake baju tidur setipis ini, hah!" dengus Ferry disela-sela ngusel-ngusel Lia


Mendengar ucapan Ferry, Lia langsung memutar tubuhnya dan memberikan tatap setajam silet membuat Ferry mengerenyitkan dahinya, tapi dia juga tak ambil pusing.


"Sayang ku sengaja ya mau menggoda suami tampan mu ini" lanjut Ferry membuat Lia makin jengkel


Lalu mendorong wajah Ferry dengan kedua telapak tangannya.


"Dasar mesum, jelas-jelas kamu yang packing baju-baju ku. masih bertanya kenapa aku pake baju setipis ini


Kedua bola mata Lia sudah membulat sempurna menatap jengkel pada sang suami


Ferry malah dengan tak tau diri, tertawa terkekeh. "Hehehehe....aku lupa, ternyata aku ya yang menyiapkan semua pakaian mu ini"


"Tapi tidak apa, kalau kamu kedinginan aku siap memberi mu kehangatan sayang ku"


Sambung Ferry sambil menarik tubuh Lia kedalam pelukannya. "Sekarang sudah hangat belum?"


Lia tak berdaya menghadapi kelakuan Ferry kalau sudah seperti ini. Karena berada dalam pelukan sang suami selalu paling nyaman untuk Lia


Hatinya selalu hangat mendapat perlakuan manis dari sang suami, istri mana yang tak bahagia jika suaminya mencintai dirinya sepenuh hati dan selalu setia untuk dirinya seorang.


Selepas bersenda gurau, Lia dan Ferry pun bersiap untuk mandi, sholat subuh dan turun untuk sarapan.


Lia senang karena pagi ini dia akan mencicipi makanan khas negara S tanpa perlu khawatir soal kehalalan makanan itu


tepat pukul sembilan Lia dan Ferry keluar dari kamar dan menuju ruang makan.


Lia heran karena di ruang makan cuma ada mereka berdua. "Leon kemana suam? tidak ikut sarapan bareng kita"


tanya Lia begitu mulai duduk di meja makan, sedangkan Ferry sudah sibuk mulai mengambil makanan untuk Lia.


Ferry tak menjawab pertanyaan Lia, dia hanya tersenyum penuh arti mendengar pertanyaan Lia, tapi Lia juga tak paham arti senyum Ferry. Tapi dia pun juga tak menanyakannya lebih lanjut


Karena mata Lia sudah sangat di manjakan dengan berbagai hidangan makanan khas negara S yang sangat menggugah selera membuat Lia menelan salivanya


"Kamu coba ini" Ferry menusukan olahan kentang goreng ke mulut Lia.

__ADS_1


"Apa in Carne asada fries?" tanya Lia saat dia merasa kentang goreng yang masuk ke mulutnya terasa ada krim asam dan juga terasa ada parutan keju.


Carne asada fries ini Mirip dengan nachos, namun lebih mengarah ke olahan kentang goreng.


"Hhmm" angguk Ferry yang mulutnya sedang penuh Carne asada fries.


"Pantas saja rasanya menggoda lidah ku untuk makan lagi" sahut Lia dengan tak tau malu memasang muka penuh harap Ferry mendorong piring besar Carne asada fries ke depannya


Pucuk di cinta ulam pun tiba, sesuai harapan Lia


"Kalau kamu suka makan lah lebih banyak" Ferry menyodorkan sepiring besar Carne asada fries ke depan Lia, agar Lia mudah jika ingin menyendoknya lagi kedalam piringnya.


Selesai melahap Carne asada fries, perut Lia rasanya belum puas dia melirik makanan lain


"suam, aku mau itu" ucap Lia sambil menunjuk tortilla gulung yang letaknya semua sulit dijangkau Lia


'Aiishh, kenapa juga ini meja makan luas banget dan makanan di susun menyebar...huh' gerutu Lia dalam hati


"Kamu pasti suka, ini namanya Burrito" ucap Ferry sambil meletakan beberapa Burrito ke piring Lia.


"Burrito ini dibuat dengan tortilla yang bagian dalamnya diisi dengan daging, sayur, kacang merah dan juga keju.


"Pelan-pelan saja makannya yank, tidak ada yang berebut dengan mu"


ujar Ferry melihat Lia melahap Burrito dengan sangat cepat seperti orang kelaparan yang sudah tidak makan beberapa hari.


Tapi bukannya marah Ferry malah meletakan lagi jenis makanan lain di depan Lia.


"Ehh...ini mochi?" gumam Lia saat melihat makanan yang biasa ada di negara asalnya


"Yap, ini Mochi kamu harus coba, Mochi ini diisi dengan selai mix berry dan ada juga yang diisi dengan potongan buah apricot.


Lia dengan tak sabar langsung melahap Burrito yang masih ada ditangannya agar dia bisa melahap Mochi yang disodorkan Ferry.


"Gimana? suka tidak?" tanya Ferry penasaran


"Wow, ternyata mochi diisi mix berry ini sangat enak, sensasinya jadu beda banget sama mochi yang biasa aku makan di negara ku"


Ferry merasa puas melihat wanita yang dicintai dengan segenap jiwa raganya itu terlihat bahagia dengan sarapan yang dia sengaja minta koki buat karena dari kemarin Lia selalu merengek minta diajak makan di restoran yang menjual makanan khas negara S


tapi Ferry selalu saja berkilah dengan alasan paling jitu. "Aku tidak paham apa restoran ini menyediakan makanan halal atau tidak?"

__ADS_1


sehingga Lia hanya bisa pasrah dan menelan kekecewaannya dalam hati karena dia tak bisa mencicipi makanan khas negara S


Siapa sangka pagi ini, semua makanan itu tersaji di depan matanya membuat


Lia makin excited mencicipi makanan yang tersaji diatas meja


Karena setiap dia mencoba jenis makanan yang tersaji diatas meja, makanan itu benar-benar memanjakan lidahnya yang memang hoby makan


"Sekarang kamu coba ini?" Ferry meletakan mangkuk kecil berisi soup di depan Lia


"Apa ini? Noodle Soup?" tanya Lia sambil mengerutkan keningnya.


'Kalau mie instant mah udah deh nggak akan ada yang bisa ngalahin negara ku' bathin Lia mengejek


"iya tapi ini beda, kamu coba dulu deh" Ferry dengan tak sabar menyodorkan lagi mangkuk yang berisi soup tadi kedepan Lia sambil mengangkat piring kosong bekas makan Lia, agar Lia mau memakan soupnya.


"Suam, kamu mau bawa kemana piring ku. Aku belum selesai makan"


Gumam Lia yang kini hanya bisa pasrah karena Ferry sudah memindahkan piring makannya jauh dari jangkauannya


"Kamu coba ini dulu, Noodle soup ini beda jauh dari Noodle Soup lainnya, karena ini dibuat dari ayam yang kemudian di olah dengan basil, lime, dan sebagainya sehingga menciptakan cita rasa yang lebih kompleks. Kamu coba lah dulu ini baru aku izinkan kamu makan yang lain"


"Suruh Makan, ya tinggal makan. Gitu aja repot" gerutu Lia sambil bersiap menyuap noodle soup yang diberikan Ferry secara paksa padanya


'Oh...MG, ternyata beneran enak. Walau bagaimana pun enaknya ini mie tetep aja Indo**e selera ku, anak meciiin' bathin Lia


Ferry memperhatikan ekspresi Lia tanpa berkedip. 'Tuh kan suka, gitu pake sok jual mahal di suruh makan' gumam Ferry melihat ekspresi Lia yang terlihat puas dengan Noodle Soupnya


"Kamu mau coba ini tidak?" Ferry menyodorkan piring berisi burger


"Tidak makan lagi, kamu mau bikin istri mu jadi gendut kaya babi ya. Biar kamu bisa punya alasan buat cari wanita cantik lain diluar sana"


Oceh Lia absurd membuat Ferry tertawa tak berdaya, dia benar-benar tak menyangka istrinya yang tukang makan ini bisa berkata demikian.


"Yakin tidak mau coba? ini memang terlihat seperti burger biasa akan tetapi, roti burger dibuat dari olahan ramen khas Jepang. Selain itu daging burger juga diolah dari saos shoyu yang sangat khas negara asia, jadi rasanya pasti sesuai banget sama lidah kamu"


Ferry mengiming-imingi Lia dan bersiap untuk menggigit burger ramen itu untuk dirinya sendiri


"Berhenti, bukannya tadi kamu bilang burger ramen itu untuk ku"


Mendengar ucapan Lia, Ferry tertawa dalam hati dan langsung menyuapi Lia burger ramen yang ada di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2