Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Cemburu dengan Ferry


__ADS_3

Sejam kemudian Lia pun sudah sampai di lobby rumah sakit dengan taksi online. Lia langsung menuju kamar rawat papanya. Tapi ditengah jalan dia bertemu dengan Rendy.


"Hei cantik buru-buru banget, mau kemana?" sapa Rendy yang melihat Lia melewatinya begitu saja tanpa sadar kalau Rendy berdiri di sana.


Mendengar suara yang familiar Lia pun menghentikan langkahnya dan mencari sumber suara.


"Rendy...kamu ngapain di sini?" tanya Lia heran.


"Ada anak buah ku masuk rumah sakit karena kecelakaan kerja, sebagai atasnya aku harus menunjukan empati ku" Jelas Rendy membuat Lia tersenyum


"Jangan tersenyum semanis itu di depan ku, nanti hati ku mengharapkan kamu lagi"


Mendengar ucapan Rendy senyum di wajahnya langsung pudah seketika.


"Iiisshh...sangat menjijikan" gumam Lia yang langsung disambut tawa renyah Rendy.


"Hahaahaha ... kamu masih tetap Lia ku yang sangat menggemaskan seperti dulu" ujar Rendy sambil mengacak-acak rambut Lia.


Di Ujung koridor, si bule yang cemas karena istri tercintahnya sudah sejam lebih tidak juga sampai ke rumah sakit akhirnya pamit ke luar untuk mencari Lia. Tapi yang dia lihat justru istrinya sedang asik mengobrol dengan pria yang dulunya memiliki hubungan dekat dengan istrinya.


Awalnya Ferry tak ingin cemburu tapi melihat interaksi mereka yang begitu akrab dan ada sentuhan fisik disela-sela obrolan mereka api cemburu di hati Ferry pun mulai tersulut.


'Bagus...sangat bagus Lia, aku begitu mencemaskan mu. Ternyata kamu malah sedang asik mengobrol dengan pria lain' gumam Ferry sambil berdiri mengamati interaksi mereka berdua dari koridor.


"Kamu, kebiasaan banget sih ngacak-acak rambut orang. kurang-kurangin kejahilan mu padaku, sekarang ini aku istri orang dan kamu itu calon suami sahabat ku"


Lia mengomel dengan nada tinggi sampai terdengar Ferry, membuat hati yang mulai panas seperti di guyur air es jadi sedikit adem. sambil merapikan rambutnya, Lia terus saja mengomel dan Rendy malah asik terus tertawa.


"kamu masih tetap sama seperti dulu, aku tau status mu dan status ku tidak usah diingatkan lagi. Lagian sekarang aku sudah ikhlas melepas mu, sekarang aku hanya menganggap mu adik tidak lebih. Aku beneran koq cinta sama Mira Jadi bersikaplah bersahabat sedikit dengan ku"

__ADS_1


Lia yang mendengar ocehan Rendy sedikit lega dan bahagia karena kedua sahabatnya akan menikah dan saling mencintai.


"Okelah kalau begitu aku ke kamar papa dulu, Ferry pasti sudah mulai khawatir karena aku belum juga sampai"


"Tuh orangnya udah di belakang mu" sahut Rendy saat melihat Ferry melangkah cepat mendekati mereka dari ujung koridor.


Lia langsung memutar badannya seratus delapan puluh derajat membuat hidungnya tertabrak dada bidang Ferry karena jarak mereka yang begitu dekat.


"aauuu" teriak Lia kesakitan sambil mengusap hidungnya.


Ferry mengangkat wajah Lia dan mengecup hidung mancung nan mungil milik Lia. "Lain kali hati-hati, buat apa buru-buru membalik badan mu. hah?"


Wajah Lia sudah merona karena malu diperlakukan romantis oleh suaminya dan berhasil membuatnya jadu tontonan di lobby rumah sakit.


"Aduh kalian cepet lah menyingkir dari hadapan ku. Benar-benar sial aku hari ini ketemu kalian berdua disini bermesra-mesraan"


gerutu Rendy melihat interkasi Lia dan Ferry ada getir rasa cemburu atau entah apa namanya, biar bagaimana pun dia dan Lia sudah begitu dekat bertahun-tahun tapi nyatanya wanita yang amat dia cintai bertahun-tahun itu kini di miliki orang lain. walau kini hatinya sudah bisa menerima dan mencintai wanita lain tapi rasa untuk Lia belum benar-benar hilang.


"Sayang, kita ke kamar papa sekarang yuk" Ajak Lia yang mulai risih di tatap para pengunjung rumah sakit yang lalu lalang. Tapi siapa juga yang berani menegur Ferry secara dia anak pemilik rumah sakit itu.


Ferry hanya menganggukan kepala menyetujui ajakkan Lia. Dan mereka pun pergi begitu aja meninggalkan Rendy yang masih berdiri terpaku sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Mas...mas kenapa bengong disini? mas baik-baik aja kan" sapa seorang pria setengah baya yang tadi melihat Rendy tadi menjenguk keponakannya.


"Ehh...saya baik-baik saja" ucap Rendy lalu meninggalkan lobby rumah sakit tanpa pamit karena masih agak linglung karena perasaannya saat ini carut marut tak karuan.


'aku harus ketemu Mira, cuma dia yang bisa menenangkan hati ku saat ini' 'Sial..apa aku masih cemburu dengan Ferry?' bathin Rendy langsung melajukan mobilnya menuju apartemen Mira.


Lia dan Ferry menghabiskan waktunya seharian di rumah sakit bahkan makan pun Ferry memesan makanan online dan menikmatinya di kamar rawat papa bersama Lia dan juga mama.

__ADS_1


sedangkan Rendy dengan perasaan gelisah berjalan tergesa-gesa menuju unit apartemen milik Mira.


Begitu sampai Rendy yang tau kode kunci apartemen Mira langsung menelannya dan masuk ke dalam unit apartemen dan mencari Mira ke semua ruangan tapi tak dia termukan.


'Kemana perginya Mira, Lia saja sudah pulang dari kampus' bathin Rendy kesal, saat dia baru akan menelphon Mira pintu apartemen Mira terbuka dan sosok wanita yang sedari tadi dia cari kini berdiri dengan tas belanja di tangan kiri dan kanannya.


"Honey, kamu dari mana saja?"


"Abis belanja bee, emang kamu nggak liat tas belanjaan yang aku pegang"


Sahut Lia mulai kesal bukannya dibantuin ngangkat belanjaan yang lumayan berat malah di introgasi kaya penjahat.


"Maaf honey aku...ahhhgght" Rendy langsung menghampiri Mira dan membantunya membawakan tas belanja ke dapur dan mereka pun menata semua belanjaan Mira ketempat penyimpanan dengan rapi agar mudah mencarinya kalau membutuhkannya nanti.


"Bee, koq tumben kamu siang-siang gini udah disini?" tanya Mira sedikit bingung melihat Rendy yang tiba-tiba muncul.


Rendy langsung memeluk dan menggendong Mira untuk dibawa ke kamar sambil menghujaninya dengan banyak ciuman membuat Mira tersipu malu. Padahal dulu adegan seperti ini buat Mira sangat biasa tapi sejak bersama Rendy, dia merasakan perasaan yang berbeda begitu disayang dan dicintai sepenuh hati bukan hanya sekedar pelampiasan ***** belaka. Bahkan sudah beberapa minggu mereka resmi jadi sepasang kekasih Rendy baru satu kali menyentuhnya seutuhnya selebihnya hanya pelukan dan ciuman-ciuman kasih sayang tak pernah lebih.


tapi siang itu Rendy begitu berbeda. Dia seperti orang kelaparan yang melihat makanan tersaji di depan matanya dengan tidak sabaran ingin melahapnya habis.


Rendy mencium bibir Mira dengan rakus dan Mira membalasnya dengan tak kalah rakusnya sepanjang perjalanan menuju kamar. Sesampainya di kamar Rendy menurukan Mira di depan pintu yang sudah tertutup rapat. Rendy kembali menciumin bibir Mira tak hanya bibir tapi juga leher Mira di eksplotasi Rendy habis-habisan membuat suasana jadi makin panas di tambah lagi tangan Rendy yang mulai bergrilya di gundukan milik Mira saat membuat ******* terlontar dari mulut Mira membuat gairah Rendy dan sang junior makin bangkit.


Tapi saat permainan Rendy makin panas dan dia sudah berhasil melucuti pakaian Mira dan dia siap menerjang Mira untuk memuaskan hasrat serta memadamkan api kemarahannya yang terbakar saat melihat Lia dalam pelukan Ferry.


Tapi tiba-tiba telphon Rendy berdering tak mau berhenti dan juga suara bel apartemen Mira membuat mereka terpaksa menghentikan aktivitas panasnya sebelum sempat disalurkan.


"Bee, bangun lah dulu angkat telphonnya aku akan lihat siapa yang datang".


Mira yang masih mengenakan underware buru-buru mengenakan dress yang sudah berhasil di lucuti Ferry dan bergegar menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya readers


__ADS_2