Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Aku Terkunci


__ADS_3

"Lia" panggil Ami saat melihat tangan Lia ditarik oleh seorang pria.


Lia langsung berbalik ke arah datangnya suara yang begitu familyar dan mwnepis tangan Arjun lalu berjalan mendekati Ami.


"Ternyata Benar designer Lia" ucap Ami saat melihat Lia berjalan mendekatinya.


"Ami, senang melihat mu di sini" Ujar Lia merasa lega bisa bebas dari Arjun.


Sedang di dalam ruang Ferry mulai gelisah karena Lia tak juga kembali. 'Apa yang di lakukan wanita ini, kenapa begitu lama ke toilet? apa jangan-jangan terjadi sesuatu pada Lia?'


Ferry yang mulai khawatir bangkit berdiri berjalan keluar dari dalam hall mencari toilet wanita yang ternyata posisinya ada di ujung lorong.


Betapa terkejutnya Ferry saat melihat Lia bersama Ami dan juga Arjun. 'Bagaimana bisa Lia bersama dengan dia?' ada amarah di hati Ferry tapi dia menekannya karena dia tak ingin rasa cemburu membuatnya kehilangan akal sehat dan menyakiti wanita yang amat dia cintai.


"Sayang, kenapa kamu lama sekali ke toiletnya? membuat ku khawatir saja" ucap Ferry sambil menarik Lia dalam pelukannya.


"Suami, kendalikan diri mu ingat kita saat ini sedang berstatus karyawan dan bos. Jangan buat orang curiga" ujar Lia pelan.


"Tidak apa kan Ami sudah tau hubungan kita, apa yang harus disembunyikan lagi" bisik Ferry di telinga Lia.


Hembusan nafas Ferry terasa hangat sampai ke hati Lia membuat pikirannya terbawa suasana kemarin malam sontak pipinya Lia langsung bersemu merah.


"Sayang apa kamu demam? kenapa pipi mu merah begini?" goda Ferry sambil memegang ke dua pipi sang istri.


"Diam" ucap Lia sambil mencubit perut Ferry, bukannya marah si bule marah tertawa.


'Ahh...cinta benar-benar luar biasa. Ini pertama kalinya aku melihat dengan mata kepala ku sendiri beruang kutub yang biasanya kaku dan super dingin tersenyum, ehhh bukan senyum malah tertawa bahagia' gumam Ami melihat interaksi Lia dan Ferry. Ami pun pergi meninggalkan Lia dan Ferry menuju toilet seperti rencana awal dia kesini.


'Sial...dia lagi dia lagi, sebenarnya ada hubungan apa sih mereka berdua? mereka kenapa terlihat seperti sepasang kekasih?' Arjun menggerutu melihat kemesraan yang sengaja di buat Ferry agar Arjun tak mendekati Lia lagi.


"Ya sudah tidak menggoda mu lagi. Sekarang kita kembali kedalam yuk" ajak Ferry tapi Lia ingin pamit dengan Ami dulu.


Ferry yang tau isi hati istrinya langsung berkata "Ami sudah pergi dari tadi masuk kedalam toilet". Sambil menggandeng tangan Lia masuk ke dalam hall dan duduk di kursi mereka.


Di sisi lain nampak Merry begitu kesal melihat Lia muncul bersama Ferry.


'Sialan...kenapa cepat sekali ****** itu bisa keluar, tahu begitu aku minta seseorang untuk mengerjainya dulu. ****** sialan, kali ini kamu beruntung tapi lihat apa yang akan aku lakukan pada mu saat di YZ Collection'


"Sayang sebenarnya kamu tadi kenapa lama sekali di toilet?" tanya Ferry penasaran karena Lia bisa bersama Ami dan Arjun di sana.


"Aku terkunci di dalam toilet, nggak tau orang iseng mana yang sengaja mengunci ku di dalam..hhuuuftt" dengus Lia kesal.


"Terkunci?" Ferry terkejut mendengar penuturan Lia, dia langsung mengirim pesan singkat pada Jerry untuk menyelidiki kejadian yang di alami Lia.


"Iya suam, aku juga heran siapa yang iseng banget mengjunci aku di dalam toilet. Hampir sepuluh menit aku gedor-gedor pintu minta tolong bukain tapi nggak ada yang buka sampai akhirnya si Arjun Khan itu yang menolong ku membukakan pintu"

__ADS_1


'Hhmmm...pantas saja dia ada di sana tadi, ternyata begitu kejadiannya' bathin Ferry lega ternyata istrinya bukan seperti pikiran buruk yang sempat terlintas karena rasa cemburu.


"Sudah tidak usah di pikir lagi" ucap Ferry menenangkan Lia sambil mengelus tangan Lia.


Merry yang melihat kemesraan Lia dan Ferry makin kesal dan benci dengan Lia.


'Dasar ****** sebenarnya syihir apa yang kamu gunakan sampai Ferry begitu menempel pada mu' Gerutu Merry, dia sangat tidak terima dengan apa yang dia lihat, pasalnya selama bertahun-tahun Merry dan Ferry saling mengenal tumbuh bersama tapi selalu saja dirinya di acuhkan sedangkan Lia yang baru muncul beberapa bulan dalam hidup Ferry malah ditempeli Ferry terus.


Di meja lain Arjun juga tak jauh beda dengan Merry terlihat kesal harus lagi-lagi menyaksikan kemesraan Lia dan Ferry.


'Ini kedua kalinya aku melihat mereka begitu mesra tak mungkin hanya hubungan karyawan dan atasan seperti informasi yang aku terima sebelumnya. Aku yakin hubungan mereka berdua tidak sesederhana itu' gumam Arjun.


"Sing, kamu kirim orang mulai malam ini awasi setiap gerak gerik tuan Ferry dan nona Lia" perintah Arjun pada kaki tangannya.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap sang ajudan mencari tempat yang lebih tenang untuk menelphon.


Lia dan Ferry tak menyadari kalau tindak tanduknya di awasi Merry dan juga Arjun malam itu. Mereka malah mene bar kemesraan membuat banyak orang yang hadir jadi bertanya-tanya tentang hubungan Lia dan Ferry.


"Suam lepaskan tangan mu, jangan buat orang mempertanyakan hubungan kita" ujar Lia dengan suara pelan, Ferry mengacuhkan Lia.


Tadinya Lia ingin bicara lagi tapi tiba-tiba suara host kembali terdengar. "Mari kita sambut Nyonya Magdalena untuk memberikan kata sambutannya"


mendengar ucapan host semua tamu undangan bertepuk tangan. Nyonya Magdalena pun bangkit berdiri dan menerima mic yang diberikan pada host untuk mengucapkan kata sambutan.


"Terima kasih....terima kasih pada kalian semua karena berkenan hadir di acara ulang tahun hotel ku ini. Aku tidak akan berpanjang kata karena takutnya kalian bosan melihat wanita tua seperti ku lama-lama" ujar nyonya Magdalena.


"Tuan Mu terima kasih tapi kamu lebih baik duduk saja diam di tempat mu jangan memuji ku berlebihan seperti itu". sahut nyonya Magdalena membuat suasana langsung riyuh ramai menertawakan dan menggoda tuan Mu tua.


"Suam, kenapa semua orang menggoda tuan Mu tua?" tanya Lia dengan wajah bingung karena sepertinya ucapan mereka berdua masih bisa dikatakan normal.


"Sayang, kurangi-kurangi kebiasaan kepo mu pada urusan orang" ujar Ferry meledek Lia.


"Ini bukan kepo suam, ini namanya perduli, sudah cepat ceritakan pada ku" rengek Lia makin penasaran.


"Hhmm...baiklah. Tuan Mu tua dan Nyonya Magdalena dulunya sepasang kekasih tapi demi keluarga akhirnya mereka mengakhirin hubungan dan melakukan pernikahan politik bisnis demi kemajuan bisnis keluarga" jelas Ferry membuat jiwa kepo Lia makin meronta


"Sekarang bukan kah mereka sudah tidak memiliki pasangan, kenapa tidak kembali merajut cinta? kelihatannya masih ada cinta di sorot mata keduanya saat saling memandang" tanya Lia penasaran


"Tuan Mu tua sudah melakukannya tapi ditolak nyonya Magdalena, karena jika mereka bersama akan jadi rumit urusan keluarga besar masing-masing, ini terkait dengan penerus bisnis keluarga"


"Hhhm...jika pernikahan politik bisnis bisa membuat maju perusahan kenapa kamu tidak melakukannya demi kemajuan Goucher Corp?" tanya Lia dengan memicingkan mata.


"Karena kamu sayang ku, sejak bertemu kamu aku sudah tak menginginkan wanita lain, cuma kamu yang aku inginkan" sahut Ferry penuh keyakinan sambil menatap wajah Lia penuh cinta.


"Jangan menggombali ku di tempat umum" ujar Lia menekan perasaan bahagian di hatinya.

__ADS_1


"ini bukan gombal sayang ku, Aku Ferry Goucher jika mencintai seseorang akan sepenuh hati dan selamanya akan setia. Tidak satu orang pun yang bisa memaksa ku melakukan sesuatu yang tidak ku ingin kan apa lagi alasan kemajuan demi kemajuan perusahaan itu lebih tidak akan aku lakukan. Tapi menikahi wanita-wanita itu dalam dua tahun aku menjadi vice president keuntungan perusahaan juga sudah meningkat pesat" jelas Ferry penuh percaya diri sambil memegang kedua tangan Lia.


"Suami ku memang the best, makin cinta deh" sahut Lia pelan.


"Sayang aku tidak mendengar, lebih keras sedikit" goda Ferry.


"Mimpi, sudah diam sepertinya nyonya Magdalena melihat kearah kita" ujar Lia


"Sepertinya dia akan menyebut nama kita dalam ucapannya selanjutnya" mendengar ucapan Ferry, Lia langsung melepaskan pegangan tangan Ferry.


"Sebelum aku mengakhiri sambutan ku izin kan aku untuk mengucapkan terima kasih kepada tuan Ferry Goucher dan nona Lia yang sudah membuat gaun sangat cantik untuk cucu kesayangan ku dan juga seragam terbaik dan ternyaman untuk karyawan ku. Aku sangat puas dengan hasil kerja kalian. Aku bersulang untuk kalian berdua"


Mendengar nyonya Magdalena menyebut nama mereka, Ferry dan Lia langsung berdiri mengangkat gelas teh untuk menemani nyonya Magdalena bersulang.


"Nyonya Magdalena kamu terlalu memuji kami, harusnya kami lah yang berterima kasih untuk kepercayaan mu pada perusahan kami. Aku pun bersulang untuk mu nyonya Magdalena semoga sehat slalu dan panjang umur" ucap Ferry sambil meneguk gelas tehnya diikuti Lia mengucapkan hal yang kurang lebih sama dengan Ferry barulah mereka berdua kembali duduk begitu nyonya Magdalena meminta mereka berdua duduk kembali sebelum mengakhiri pidatonya.


Ruangan Hall jadi ramai bisik-bisik tentang Lia, mereka yang dari awal kehadiran Lia penasaran tentang identitas Lia kini mereka semua tau siapa Lia.


"Ternyata dia yang membuat gaun untuk nona Ami, aku juga ingin minta dia membuatkan gaun untuk ku"


"Aiishh...hanya seorang designer apa pantas menjadi pendamping tuan Muda Goucher yang begitu tampan dan kaya?"


"Ehh...iya juga ya, mungkin dia menggodanya hingga keatas ranjang"


"tapi dia terlihat begitu lembut dan baik bukan seperti wanita ******"


"Itu karena dia pandai melakukan trik"


Ferry yang mendengar komentar buruk tentang istrinya, sangat tidak senang wajahnya langsung suram dan Ferry menatap tajam pada sekumpulan wanita penggosip.


'Gila auranya nakutin banget' bathin para wanita yang di tatap tajam Ferry. Tak satu pun lagi berani bicara sembarangan di depan Ferry, semuanya langsung terdiam.


"Suam" panggil Lia agar Ferry menatapnya karena aura dingin penuh amarah terasa kuat dari tubuh sang suami.


Ferry yang mendengar namanya di panggil Lia, langsung merubah tatapannya jadi lembut dan penuh cinta saat menatap wajah lembut nan cantik istrinya.


"Jangan marah lagi ya, tidak penting apa komentar mereka yang penting buat ku pendapat mu tentang ku" ujar Lia pelan menenangkan sang suami.


"Kita pulang sekarang" ajak Ferry yang diangguki Lia. "Tapi kita ke tempat nyonya magdalena dulu untuk pamit dan memberikan hadiahnya"


Mereka berdua berjalan bergandengan tangan dan terlihat sangat mesra, membuat banyak tamu wanita dan pria iri melihatnya.


"Nyonya Magdalena sekali lagi selamat untuk kemajuan hotel mu, ini hadiah kecil untuk mu semoga anda berkenan menerimanya"


"Kalian berdua ini benar-benar terlalu sungkan pada ku". Ucap Nyonya Magdalena sambil menerima bingkisan dari Ferry dan memberikannya pada Aswir asistennya untuk menyimpannya.

__ADS_1


"Designer Lia aku lihat kamu sangat cocok dengan cucu ku Ami, jika aku mengangkat mu menjadi cucu ku apa kamu mau?


jangan lupa like and komennya kakak yang baik hati ngasih vote dan hadiah juga boleh....hehehe


__ADS_2