
"Kalian dimana?" tanyaku begitu sambungan telphon terhubung.
"Masih di bioskop kak, jadi tadi kita bertiga bingung mau nunggu kakak dimana jadi kita putusin nonton deh" jelas Bimo padaku.
"Masih lama?"
"nggak kok kak paling satu jaman lagi" jawab Bimo santai. "What satu jam lagi?" ujarku sedikit kesal, sambil melirik si bule yang nampak fokus menyetir.
"Kalau kalian sudah selesai kabarin kakak, jangan kemana-mana lagi tunggu kakak di bioskop aja, paham?" pintaku pada Bimo, setelah Bimo menjawab Oke. Aku langsung memutus sambungan telphon.
Dan menyimpan ponselku ke dalam tas slempang miniku.
"Ada apa?" Tanya Ferry dengan wajah khawatir melihatku yang gelisah.
"nggak ada apa-apa" Jawabku sambil menekan kegelisahanku agar wajah ku kembali terlihat santai.
"Kamu yakin?" aku hanya mengangkukan kepala menjawab pertanyaan Ferry. Dan dia pun tak mengejarku lagi dengan pertanya kembali fokus menyetir dan membiarkan ku dengan lamunanku.
"Gimana ini? sepuluh menit lagi paling sampe mall, kalau mereka keluar nonton masih satu jam lagi. aku sama si bule nunggu dimana selama itu? ahhh...kenapa aku jadi pusing, itu kan mall...tinggal shopping aja disana yang ada waktu satu jam akan kurang...hahahaaha"
Saat memikirkannya senyum diwajahku langsung terkembang sempurna.
"Sekarang kenapa senyum bahagia banget gitu?" tanya si bule dengan wajar penasaran.
"Mau tau apa mau tau banget?" jawabku dengan nada menggoda si bule.
"Mau tau banget sayangku, dosa loh bikin orang penasaran" ujar Ferry sambil mengedipkan matanya jahil. Membuatku bibirku dengan sendirinya tertarik melengkung.
"Tiga kurcaci mereka lagi nonton bioskop dan filmnya masih ada sisa durasi kurang lebih satu jaman"
"Jadi ini yang tadi bikin wajahmu jadi jelek?" ledek Ferry.
"iya tadinya aku sempet bete denger mereka nonton, padahal mereka memintaku kesana menemui mereka. Andai tadi aku sendiri, aku akan bosan sekali sejam menunggu mereka tapi setelah aku pikir baik-baik kan sekarang ada kamu"
alis Ferry naik walau senyum masih terkembang diwajahnya, kaya nya dia bingung dengan penjelasan ku.
"Memang kenapa kalau ada aku?" dengan wajah polosnya si bule bertanya.
"Aku jadi ada temennya nggak sendirian"
ini orang cerdas kenapa tiba-tiba jadi oon gini sih. Masa aku mau bilang jujur, kan ada kamu jadi aku bisa shopping sepuasnya dan kamu yang bayar...hahahahahaa.
semua itu tidak ku kata kan hanya ada dalam hati dan pikiranku saja.
"kalau begitu bagaimana kalau nanti kita jalan-jalan aja di mall sambil nunggu mereka? anggap aja kita lagi kencan...heehehe" ujar Ferry sumbringah. Aku hanya mengangguk.
'kencan?' iya juga sih kita berdua nikah kaya abis grebek hansip, buru-buru dan sistem kilat. Kalau diingat-ingat memang Belum pernah sekali pun jalan-jalan berduaan.
tak berapa lama kami pun akhirnya sampai di mall. Seperti biasa si bule dengan gentleman membukakan pintu untuk ku dan mengulurkan tangannya padaku. kemudian kami melangkah masuk kedalam mall dengan saling bergandengan tangan karena Ferry menggunakan jasa valet parking sehingga kami turun di lobby mall tanpa ribet nyari parkiran.
__ADS_1
"Sayang kamu mau kemana?" tanyaku melihat Ferry melangkah ke area permainan.
"Kesini" ujar Ferry begitu sampai di arean permainan yang isinya hampir semua anak ABG dan para bocil. Yang bener aja nih bule ngajak kencan koq ketempat kaya gini.
"Kamu serius?" tanyaku sambil mengerutkan alis dalam dan muka masam, tapi hanya sekilas lalu aku berusaha menampilkan wajah tetap tersenyum.
"Kenapa? kamu tidak suka ya, Ya sudah kalau begitu kita pergi shopping aja bagaimana?" ajak Ferry langsung membuat mata ku berbinar bahagia begitu dengar kata 'shopping'.
Akhirnya ngerti juga nih bule sama isi hatiku. Belanja..belanja...belanja, Inget Lia Jaim dikit jangan malu-maluin mentang-mentang jalan sama anak sulthan semua mau diborong lagi...hahahaha.
Semua cuma ada dalam pikiran ku, si Ferrey tentu saja nggak tau. kalau tau pasti label 'cewe matre' sudah melekat erat padaku.
Ferry mengajak ku masuk ke dalam toko yang tentu saja bermerk bahkan merk ini aku tak pernah berani memasukinya, karena sekali pun sedang promo black day market sekali pun yang diskonnya gila-gilaan harga brand yang satu inu tetap diluar jangkauan uang jajanku.
Harga kisaran tasnya paling murah sudah 5000£. Jadi selama ini aku hanya memandanginya saja dengan kagum design tas, dompet dan juga pernak pernik lainnya.
Begitu kami masuk pelayan sudah menyambut dengan senyuman dan sapaan sangat ramah.
"Sore kakak, ada yang bisa saya bantu?. Mau cari apa biar saya bantu pilihkan" ucap salah seorang pelayan toko penuh semangat.
Kaya nih dia tau nih si bule duitnya banyak jadi dia semangat banget nawarinnya. Kalau aku nggak belu kira-kita dia bakalan ngatain aku nggak ya...hahahaha.
"Sayang, kamu cari lah apa yang kamu mau beli saja. Aku tunggu kamu disana" ucap Ferry sambil menunjuk sofa diruang tunggu dan meninggalkan ku dengan seorang pelayan toko.
"Jadi kakak mau cari apa?" tanyanya lagi karena aku nampak tak terlalu bersemangat.
"Saya liat-liat dulu ya mba, nanti kalau ada yang cocok saya kasih tau mbanya" ucapku sopan sambil mulai berkeliling.
Aku terpesona dengan sebuah tas kulit putih gading yang dihiasi banyak berlian dan rantainya terlihat mewah karena terbuat dari emas putih murni dengan bentuk yang simple.
"Wah kakak seleranya bagus banget, jika kakak suka dengan tas ini kebetulan nih kak cuma sisa satu ini aja. Di dunia model diamond forever bag ini cuma ada 13pcs" jelas si pelayan, membuatku makin tertarik dengan tas itu.
"Boleh aku melihatnya?" tanya ku pada sang pelayan.
"Tunggu sebentar ya kak, saya ambil kan kuncinya dulu" ucap sang pelayan sambil melangkah menjauhi ku.
Aku pun kembali berkeliling untuk melihat-lihat sambil menunggu pelayan toko kembali.
Aku berhenti saat melihat sebuah tas berwarna hitam dari kulit sapi yang terdapat bordiran dengan benang wol warna navy yang ukurannya lumayan gede. 'Kayana ini keren kalau dipake ke kampus' gumamku sambil melihat bandrol yang dipasang pada tas. Ternyata tidak terlalu mahal $2.356, apa aku beli ini aja ya? pikirku dari pada tas dalam kaca tadi pasti harganya selangit secara dia saja diletakan ditempat yang berbeda.
"Kak, jadi mau lihat tas yang tadi?" tanya si pelayan membuyar lamunanku.
"Boleh" ucap ku sambil meletakan tas hitam tadi ketempatnya
"Tas yang tadi kakak pegang juga bagus itu modelnya nggak pasaran dan juga termasuk yang bernilai seni tinggi karena ada rajutan handmade dari sang designer" jelas sang pelayan yang ku anggukan.
"Saya masih bingung mau yang mana mba, seseuai kebutuhan sih tas hitam tadi paling pas buat keseharian saya, tapi tas putih tadi menggoda banget. Semoga aja harganya cocok dan ramah dikantong" ujarku sambil senyum.
"Kalau dari penglihatan saya sih, pacarnya kakak mampu membelikan tas putih ini koq" ucapnya sambil membuka gembok lemari kaca tempat tas putih berada.
__ADS_1
'Ya Tuhan harganya $261.000, gila ini duit semua'. Aku tercengang lama saat memandangi bandrol harga yang tertera di tas putih'
Pantas saja cuma ada 13pcs di dunia, banyak-banyak juga siapa yang mau beli. gumamku dalam hati, hanya aku dan tuhan saja yang tau bagaimana perasaan ku saat melihat label harganya.
"Gimana kakak, cantik kan tasnya?, coba kakak pakai, pasti cocok banget deh sama kakak yang cantik apa lagi kalau kakak pke dress pasti cantik banget, dandan tomboy gini aja aura cantik kakak tetep aja keliatan"
pelayani ini manis sekali kata-katanya membuatku makin sulit menapaki bumi, mau melayang rasanya mendengar pujiannya.
"Tapi harganya nggak pas mba, saya ambil yang hitam tadi aja deh mba" ucapku sambil mengembalikan tas putih itu ke si pelayan.
'Hhmm...gaya dong kan sudah ku duga'
'iya, aku pikir pacarnya beneran tajir tau-taunya kere'
'kira-kira dia udah diapain aja ya sama itu bule? biar dibelanjain disini?'
'lihat dilehernya ada merah-merah, kaya udah dipake deh sama tuh bule'
Bisik-bisik pengunjung yang melihatku mengembalikan tas putih tadi pada sang pelayan.
"Kenapa dibalik yank?" tanya Ferry tiba-tiba muncul sambil merangkul pinggangku.
"Harganya terlalu mahal sayang, nggak usah lah. yang hitam disana aja, modelnya lebih pas untuk ku pakai ke kampus" ucapku menyakin Ferry untuk tidak usah membelintas yang putih.
"mba tolong dibungkus ya sama yang hitam yang istri saya maksud" ucap Ferry sambil merangkulku menuju kasir.
"Sayang itu terlalu mahal" ucapku sambil memelototi Ferry.
"Mana ada yang mahal kalau buat istriku tercinta" ujarnya sambil mengecup keningku, membuatku tak mampu lagi berkata-kata. Akhirnya aku pun pasrah membiarkan Si bule membayar dua buah tas yang kalau uang jajanku dikumpulin butuh 15 tahun baru bisa kebeli dengan syarat nggak jajan-jajan sepanjang lima belas tahun itu...hahahaa.
"Makasih ya kakak, selamat jalan. Jangan lupa kembali lagi untuk belanja" ucap si pelayan dengan senyum terkembang sempurna.
'maaf deh mba nggak lagi-lagi masuk toko kamu' pikirku ketika mendengar harapan si pelayan saat menerima dua buah Paper bag dari tangannya.
"Biar aku aja yang bawa, nyonya Goucher hari ini cukup memilih apa yang kamu suka aja" ucap si bule sambil senyum manis.
"Sayang, kamu jangan senyum terus ntar dikerubutin semut?" ucapku sambil mencibir
"Jangan suka mancing-mancing minta dicium ya" bisik Ferry ditelingaku sambil menghembuskan nafasnya membuat bulu kuduk meremang dan tubuhku menegang sesaat.
Ferry melihat ekspresiku langsung tertawa bahagia.
"Kamu..." wajahku makin memerah karena digoda Ferry.
"Tidak bercanda lagi, Ayo kita jalan" ajak Ferry kembali menggandeng tanganku.
"Mau kemana lagi?" tanya ku penasaran.
"Nanti kamu juga tau" ucap Ferry sok misterius.
__ADS_1