Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Salad Buah


__ADS_3

Setelah Mira pulang Lia langsung naik kelantai dua menuju kamarnya. Dia mau bersih-bersih dan bersiap tidur. Tapi, saat di depan pintu Lia menatap pintu ruang kerja Ferry yang tertutup rapat.


'Apa dia masih sibuk? aku perlu kesana nggak ya?' Lia galau berdiri cukup lama di depan pintu kamarnya.


'Sepertinya aku tidak usaha mengganggunya, percuma aku kesana pasti cuma dicuekin. Mendingan tidur' gumam Lia lalu mesuk ke dalam kamar menuju telphon di atas nakas samping tempat tidur.


"Mba Narti, maaf ya saya merepotkan mu lagi pada hal ini sudah malam jam istirahat mu"


"Tidak apa-apa nyonya, apa yang bisa saya bantu?"


"Bisa tolong buatkan salat buah dan antar ke ruang kerja tuan!"


"Bisa nyonya, akan segera saya siapkan"


"Makasih ya mba Narti, satu lagi jangan lupa air Mineralnya"


"Di ruang kerja tuan air mineralnya baru saya isi tadi saat tuan suruh"


"Owh begitu, baiklah". Lia pun memutus sambungan intercom kedalam kamar Narti.


Setelah itu Lia sibuk membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. Sedangkan Narti sibuk memotong buah-buahan lalu menyiramnya dengan kuah salad yang sudah nyonya mudanya bikin kebudian memarutkan banyak keju sebagai topping.


tok...tok...tok


"Masuk" suara bariton Ferry terdengar seksi, begitu lembut dan hangat terdengar di telinga. Bagaimana tidak lembut dan hangat? Ferry mengira istrinya yang mengetuk pintu.


"Permisi tuan" Ferry mendongakan kepalanya karena suara yang dia dengar tidak seperti yang dia harapkan.


"Kenapa kamu disini?" tanya Ferry dengan nada dingin dan raut wajah masam.


"Maaf tuan saya di suruh nyonya untuk mengantarkan salad buah ini untuk tuan" Sahut Narti agak takut karena melihat mimik wajah tuan mudanya tak bersahabat.


Ferry hanya melirik salad buah yang dibawa Narti. "Letakan disana!" perintah Ferry sambil menunjuk sisi meja yang kosong dan jauh dari berkas-berkasnya.


'Kenapa bukan Lia yang mengantar, malah nyuruh mba Narti. Sibuk apa dia sekarang?'


Ferry jadi kesal sendiri dan tak lagi bisa fokus dengan kerjaannya. Ferry pun mengambil salad buah itu dan membawanya keluar menuju kamar tidurnya.


"Sayang, kamu bukannya di ruang kerja?" Lia heran tiba-tiba Ferry muncul dengan piring salad di tangannya dengan wajah masam.

__ADS_1


Ferry tak menggubris Lia dia meletakan salad buah itu di meja nakas samping pintu lalu masuk kamar mandi.


'Hhhmm...kenapa lagi dia?' benar-benar sulit di pahami isi hati dan pikirannya.


Lia pun kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang terasa sangat nyaman. Bagaimana nggak nyaman ranjang king size seharga mobil kapsul keluaran terbaru yang digunakan Lia.


'Bagus, sekarang dia malah tertidur pulas tanpa menunggu ku' gumam Ferry saat melihat Lia sudah terlelap ketika Ferry menuju walk in closed untuk mengganti bajunya dengan piyama.


Begitu selesai mengganti baju Ferry mengambil salad buahnya dan duduk menonton tv. Ferry mencari film action dan dia sengaja menyalakannya dengan volume keras agar Lia terbangun.


Dan benar saja, Lia yang sedang terlelap langsung membuka matanya saat suara tembakan dan bom terdengar begitu dahsyat membuatnya merasa seakan-akan ada di tengah peperangan.


Lia bangun dan melihat sekeliling ruangan mencari asal suara berisik yang mengganggu tidurnya. Setelah Lia memindai seluruh ruangan kamarnya Lia akhirnya menemukan asal suara itu, ternyata suaminya yang lagi asik nonton sambil ngemil salad buah.


"Sayang kamu tuli atau apa sih? nonton koq volumenya kenceng banget kaya lagi hajatan aja" gerutu Lia sambil menyambar remote tv untuk memelankan volume tv.


Ferry yang mendengar Lia ngomel-ngomel cuek aja dan terus asik memandangin layar tv dan makan salad buahnya.


Lia mulai kesal karena tidak di gubris Ferry sama sekali, bahkan permintaan maaf karena sudah mengganggu tidurnya pun, tidak terlontar dari mulut suaminya.


"Hhhmmm...dasar bule aneh" gerutu Lia lalu meninggalkan Ferry dan kembali naik ke atas ranjang. Baru juga Lia berbaring dan menarik selimutnya, suara gaduh dari tv kembali terdengar.


Lia pun bangun kali ini bukan untuk mengecilkan volume tv melainkan mengambil ponsel dan earphone miliknya. 'Pake ears phone aja lah males ribut sama itu bule' bathin Lia.


Ferry yang melihat aksi Lia makin kesal. 'iiissshhh, Lia keterlaluan bukannya membujuk ku malah mau lanjut tidur pake ears phone, benar-benar keterlaluan' Ferry menggerutu dalam hati.


Akhirnya Ferry mematikan lampu dan menuju ranjang melempar tubuhnya dengan kuat ke atas ranjang sama tubuh Lia agak tergunjang.


"Kamu apa-apaan sih suami ku? ganggu orang tidur banget dari tadi...ckckck"


Lia berdecak kesal dan menduduk bokongnya di ranjang sambil bersandar menunggu jawab dari sang suami. Lima menit berlalu mereka saling dia, sepuluh menit berlalu masih juga tak ada yang mulai bicara.


Akhirnya Lia tak tahan lagi lama-lama diem-dieman tidak jelas. Tapi saat Lia baru mau buka suara, ehh si bule pun malah buka suara juga. Jadi lah mereka dalam kondisi canggung karena setelah diem-dieman malah berebut mau bicara.


"Karena kamu suami, kamu aja yang bicara duluan" Lia mengalah, padahal fia sendiri nggak begitu yakin mau mulai pembicaraan dari mana.


"Hhmm...kenapa kamu minta mba Narti antar salad buah untuk ku?" tanya Ferry to the poin.


"Karena aku pikir kamu pasti tadi nggak makan buah kan abis makan malam, jadi minta mba Narti buatin salad buah". sahut Lia santai tanpa rasa bersalah. 'kan itu tandanya, aku perhatian sama sang suami koq Ferry malah marah...ckckck' gumam Lia dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa bukan kamu yang antar sendiri, hah?". Lia melotot mendengar pertanyaan Ferry. "Eee...emang harus aku ya?" tanya Lia balik.


"Iya lah harus kamu, ngapain perhatian nanggung" gumam Ferry yang masih terdengar Lia.


"Owh...jadi kamu ngambek dari tadi karen itu?"


"iya" sahut Ferry dengan kesal.


"Hahahaaa...kamu lucu banget si suami" Lia malah mencubit kedua pipi Ferry dengan gemesh dan menggesekan hidungnya ke hidung Ferry kemudian menciumi semua bagian wajah sang suami, membuat si bule memejamkan mata menahan bahagia yang siap membuncah karena tak kuasa menahan gejolak rasa di hati diperlakukan manis oleh istri tercinta.


Semudah itu Ferry melupakan kekesalannya pada Lia, padahal sebelumnya sudah seperti boom yang siap meletus kapan saja.


"Jadi sekarang kita baikan ya suami, aku minta maaf ya karena nggak peka sama perasaan kamu yang melon banget"


"koq melon sih?"


"Iya kan suamiku cowo melankolis yang manis kaya melon"


"Hahahaaha,,,,sayang kamu belajar ngengombal dimana sih, kriuk banget...ckckckk"


"Kriuk...kriuk juga kamu happy dengernya"


Ferry langsung menarik Lia dalam dekapannya. "Mana sanggup aku diem-dieman sama kamu lama-lama"


"Hhhmmm...waktu di Negara A kamu berhari-hari nyuekin aku bisa tuh" ujar Lia sambil mencibikan bibirnya.


"Hehheehe...waktu itu kan beda yank, aku tidur kamu bangun, aku sibuk di kantor kamu leyeh-leyeh di rumah...."


"Alesan" potong Lia sebelum Ferry selesai beragumen.


"Owh iya yank, waktu pulang tadi di parkiran sepertinya ada yang mau kamu bicarakan. Ayo cepat katakan?"


**********************************


Cinta memang ajaib marah karena hal sepele lalu luluh lagi seketika hanya karena bujuk rayu pasangan.


Makanya jangan suka ngedepanin emosi apa lagi sampe main tangan kalau lagi salah paham sama pasangan bahaya, pernikahan bisa di ujung tanduk apa lagi kalau komunikasi tak berjalan dua arah, habis sudah tak ada jalan selain perpisahan.


Semoga Lia dan Ferry tidak mengalami konflik sampe harus berpisah ya...atau bikin pisah aja ya mereka biar gk bikin baper terus liat mereka romantisan ala kucing and tikus.

__ADS_1


jgn lupa like and komen ya readers terlophe lophe.


__ADS_2