Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Presdir


__ADS_3

Ting ..Ting


Bunyi pesan masuk, Lia sudah begitu bersemangat bangkit dari tidurnya tetapi bukan pesan dari orang yang dia rindukan yang masuk melainkan pesan dari Bimo


"Kak Lia, besok malam aku menginap di rumah kakak boleh ya?" -Bimo-


"Boleh, jangan lupa izin mama dulu"


"Siap kakak ku yang cantik"


"Preeet"


"Hahahahaha"


Yang jauh disana masih asik saja menonton Lia dari macbooknya tanpa berniat menelphon Lia lagi. Ferry sudah memutuskan membiarkan Lia terus merindukannya agar cinta Lia makin dalam padanya. Walau itu artinya Ferry sendiri akan menahan rindunya pada sang istri.


Ferry berharap Lia akan menyerah pada egonya dan menghubunginya lebih dulu. Sekalian ajang nyuekin Lia ini, Ferry jadikan hukuman buat Lia karena sudah tau sedang LDRan masih aja pake acara ngambek-ngambekan. 'Biarlah ku tahan beberapa hari lagi rindu ini, siapa tau Lia menyerah lebih dulu, dan menelphonku'. Sayang apa yang Ferry pikirkan tidak terjadi.


Dua hari sudah berlalu, Ferry dan Lia masih dengan mode Diem-dieman namun dikampus Lia semakin akrab dengan Joe, karena mereka makin sering menghabiskan waktu bersama demi lomba design couple dimana lusa gambar design Lia dan Joe akan di kirim ke panitian untuk dinilai.


Hari ini adalah dateline yang diberikan oleh bu Raras, Bu Raras akan menilai design yang dibuat Lia dan Joe sudah sempurna atau belum, jika belum dan masih ada yang harus di koreksi maka mereka masih ada waktu untuk merubahnya. Untuk beberapa hari ini Lia melupakan rindunya pada suaminya tak lagi uring-uringan karena Lia sedang memfokuskan dirinya pada perlombaan Couple dan juga persiapan ujian.


Dia harus mendapatkan nilai terbaik seperti semester-semester sebelumnya. Pernikahannya bukan halangan untuk Lia terus maju dan menggapai impiannya. Biar hati merindu suami nan jauh disana Lia menguatkan hatinya kalau hidup harus lah terus berjalan dan nggak boleh cengeng.


'Mama aja tegar menjalani semuanya sendiri tanpa papa beberapa bulan ini karena hingga kini papa masih juga belum bangun dari sakitnya. Masa aku LDRan aja harus mellow'


Sedangkan Di seberang sana Pria dengan mata biru semakin sibuk dengan tumpukan pekerjaannya. 'Papi sepertinya sengaja membuatku sibuk tanpa jeda seperti ini' gumam Ferry saat mendengar agenda kerjanya makin hari makin banyak dab semuanya adalah pengalihan pekerjaan papi ke pada Ferry.


"Jerry, kamu tolong panggilkan Om Lucky kesini"


"Baik" Ujar Jerry sambil pamit keluar untuk melakukan panggilan pada asisten tuan besar.


tak lama kemudia ruangan Ferry diketuk oleh orang yang dia tunggu.

__ADS_1


"Masuk" jawab Ferry dengan dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang dia periksa.


"Duduk om"


"Baik"


"Om pasti tau kan kenapa Ferry panggil kesini?"


"Maaf tuan muda, saya tidak tau"


"Hhhmm..." Ferry menarik nafasnya dan menatap wajah pria tua sebaya dengan papinya namun guratan wajahnya napak lelah.


"Ferry cuma mau tau, kenapa semua pekerjaan papi jadi dialihkan pada Ferry? Sudah lima hari Ferry kerja tanpa Jeda sama sekali dan besok itu weekend bagaimana mungkin saat weekend juga Ferry masih ada jadwal untuk bertemu dengan rekan bisnis, perjamuan dan juga melakukan inspeksi ke beberapa proyek diluar kota...ini pembunuhan secara berencana namanya" nada Ferry mulai naik satu oktaf membuat aura dingin dalam tubuhnya makin menyeruak.


Tapi Om Lucky sama sekali tak gentar mungkin sudah terbiasa menghadapi ayahnya Ferry jadi dia santuy aja duduk ditempatnya mendengarkan keluhan anak bos besarnya.


"Jawab om Jangan diem aja, semua emang sengajakan papi rencanain ini semua?" Ferry makin kesal membayangkan kalau papinya sengaja melakukannya agar Ferry makin tidak ada waktu untuk Lia dan tidak akan berfikir untuk terbang ke negara IND saat weekend.


Mata biru Ferry membulat tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. 'Papi mau pensiun? secepat ini? Habis sudah masa muda ku kalau benar itu terjadi' gumam Ferry dalam hati.


"Aku tidak mau jadi Presdir, aku belum siap"


"Siap tidak siap itu akan tetap terjadi, dan itu lah sebabnya saat ini mau tidak mau anda belajar melakukan semuanya seperti yang slama ini Presdir lakukan. Saya lihat anda selama ini melakukannya jauh lebih baik dari Presdir jadi saya yakin bulan depan anda akan siap menggantikan tuan Goucher untuk menjadi presdir"


"Lalu kalau papi mengundurkan diri bagaimana dengan Om?"


"Saya pun akan pesiun, sudah tiga puluh tahun saya bekerja sekarang saatnya saat menikmati hari tua bersama istri dna juga anak-anak saya"


"Tapi Ferry butuh om disini"


"anda tidak akan memerlukan saya tuan, sudah ada Jerry dan juga Arin. Mereka berdua sangat kompeten dan juga cekatan dalam menyelesaikan tugas. Anda bisa tenang saat ada mereka berdua".


Ferry hanya bisa menghela nafas panjang tak tau lagi harus berkata apa. Dia sendiri sudah pusing dengan pekerjaannya selama ini, 'jika dia jadi President Directur lalu siapa yang menggantikan posisinya jadi Vice President?'.

__ADS_1


"Ada lagi yang mau tuan tanyakan?" tanya Om Lucky karena Ferry kini hanya diam saja.


"Lalu siapa yang menggantikan posisiku?"


"Itu terserah tuan muda mau mengangkat siapa untuk menjadi wakil anda disini"


"Benar boleh siapa saja?"


"Iya tuan muda, itu hak seorang Presdir"


"Baiklah om boleh pergi sekarang".


Setelah kepergian Om Lucky, Ferry bukannya melanjutkan kerjanya dia malah berdiri di dekat Jendela besar yang dapat menatap pusat kota dengan hiruk pikuknya.


'Jika aku terus sesibuk ini, bagaimana aku bisa datang menjemput mu? aku benar-benar merindukan mu. Aku pikir weekend ini aku bisa melihat dan memeluk mu ternyata rencana ku harus gagal karena papi melimpahkan pekerjaannya pada ku dengan alasan latihan agar aku siap menggantikannya.


'Sepertinya sudah cukup aku diem-dieman dengan Lia selama beberapa hari ini". Lia nampak keras kepala, serindu apapun Lia pada Ferry, Lia tetap mempertahankan harga dirinya, tak ingin menelphon Ferry duluan. maka Ferry lah yang harus mengalah saat istri kecil nan cantiknya sedang keras kepala kalau tidak mereka akan terus diem-dieman sepertj sekarang ini.


Tok...tok


Suara pintu ruangan Ferry diketuk seseorang.


"Masuk" Ferry masih asik berdiri dijendela ruanganya.


"Tuan mau makan siang diluar atau..."


"Disini saja" jawab Ferry tanpa mengalihkan pandangannya.


Setelah Jerry keluar dari ruangannya, Ferry kembali menatap macbooknya kali ini bukan pekerjaan yang dia pandangi tapi istri cantiknya yang sedang asik mendesign. 'Dia terlihat makin cantik dan seksi mengenakan kemeja ku' gumam Ferry sambil menelan slavinanya menatap Lia dilayar Macbook yang mengenakan kemeja putih dengan kancing bagian atas tak dikancingi sehingga bagian dadanya nampak menggoda dan juga paha yang tidak tertutup sempurna ditambah posisi duduk Lia yang sembrono membuat underware pinknya begitu terlihat jelas dilayar Macbook Ferry, 'Ahhh...Sial' gerutu Ferry karena dibawah sana ada yang mulai mengeras, kini bukan hanya Ferry yang merindukan Lia nampaknya junior Ferry pun rindu sarangnya.🤭


Kasian banget si bule bucin....hehehee


Jangan Lupa kasih Like dan komen ya readers biar emak makin smangat nulisnya...semoga kalian nggak bosen dengan ke haluan mimi ya.

__ADS_1


__ADS_2