
"Kenapa sih maksa?"
"Aku kayak gini juga demi kamu, Sayang, aku pengen kamu bisa jalan jalan dan refreshing, nggak kerja melulu." Dion mengulurkan tangannya berharap Luna segera menyambut, tapi gadis itu malah mengabaikan.
"Tapi nggak dengan memaksa juga Pak, nunggu kerjaan kelar, napa." Aluna berkemas dengan wajah kesal. Dion memperhatikan wajah Aluna yang justru terlihat menggemaskan.
Dion hari ini mempunyai rencana rahasia, dia ingin membuat Aluna menjadi wanita paling bahagia dan beruntung di hari ini.
"Harusnya Pak Dion nggak usah berlebihan begitu, masa hanya jalan-jalan aja harus buat Diva kerepotan." Luna nggak enak terlalu akrab dengan bos di jam kerja.
"Sudahlah, dia senang hari ini mengerjakan tugas kamu yang tinggal sedikit itu, sekarang nggak usah pikirkan apapun, kita akan jalan-jalan."
Selesai berkemas, gadis itu keluar ruang pribadinya ditemani Dion.
Dion menggandeng Aluna sepanjang perjalanan menuju lift, beberapa karyawan memandangi dengan tatapan iri dan ada yang terlihat bahagia dengan kedekatan mereka.
Setelah tiba di lift Luna menurunkan lengan Dion yang ada di pundaknya.
"Kita kemana Pak?" Tanya Aluna yang kini menjaga jarak dari Dion. Luna ada di dekat pintu keluar dan Dion bersandar dengan dinding lainnya.
" Aku akan perkenalkan kamu dengan teman temanku. Dan kita akan bersenang senang seharian."
Aluna memilih diam tanpa reaksi sambil di tangannya menggantung tas kecil.
"Kamu nggak keberatan?"
"E-enggak Pak, bukankah sekretaris memang harus selalu ada disamping Bos."
__ADS_1
"Gimana sih, kamu itu bukan hanya sekretarisku, tapi calon istriku Luna. Jujur aku sudah tak sabar waktu itu tiba."
Luna hanya bisa diam,menghindari wajah Dion dengan menunduk. Dion membiarkan Luna terbebas sebelum menjadi istrinya.
"Gadis pemalu yang sangat menggemaskan." batin Dion, sambil senyum, senyum sendiri menatap Aluna yang tersipu.
Bersama Aluna, Dion merasa dunianya menjadi sangat indah. Dion dan Aluna segera keluar begitu pintu sudah terbuka, mereka berjalan menuju mobil Dion yang bertengger di basement. Tak ada Beni seperti biasanya yang membukakan pintu. Terpaksa Dion sendiri yang melayani Aluna bak seorang ratu.
Aluna yang tak biasa mendapat perlakuan lembut merasa sedikit kikuk. Aluna segera masuk mobil dan Dion mengemudi sendiri dengan santai.
Sampai dijalan perut Dion terus berbunyi.
"Kita makan ya Lun, mau menu Indo atau menu luar negeri."
"Menu Indo boleh Pak."
"Pak Dion, saya bukan tuan putri, saya hanya wanita biasa yang sangat beruntung." Aluna memberanikan diri menatap lelaki yang sibuk mengemudi di sebelahnya.
Dion menggenggam jemari Aluna dan menaruh di pangkuannya. "Mulai sekarang biasakan dirimu mendapat curahan cinta yang besar dariku."
Dion memegangi jemari Aluna terus menerus seperti pasangan yang kasmaran. Dion memang lagi kasmaran.
Aluna dan Dion akhirnya sepakat turun di rumah makan mewah yang hanya menyediakan makanan Indonesia.
Dion langsung fokus pada meja kosong di dekat pintu keluar. Dia lalu mengambil duduk di kursi nomor empat.
Pelayan segera mendekati Aluna dan Dion, karena satu satunya tamu yang baru masuk dan belum dapat hidangan
__ADS_1
Nona, Tuan. Boleh lihat daftar menunya terlebih dahulu. "Oke terimakasih, aku kayaknya mau beli soto ayam kampung." Dion menunjuk salah satu aneka menu soto dari berbagai daerah
"Minumnya pak?"
Minumnya biar calon istriku yang memilih, dan tolong buat dia merasa nyaman disini, kalau dia suka masakan dan pelayanan yang kau berikan aku bisa menjadi pelanggan tetap disini.
"Terimakasih Pak, terimakasih." Lalu pelayan itu beralih membawa buku menu pada Aluna.
Aluna meraih dan melihat dengan teliti. Pilihannya kini jatuh pada soto yang sama dengan Dion.
Sepuluh menit berlalu, menu soto pesanan sudah datang. Tiba tiba gadis dari meja lain nyeletuk kaget.
" Lhoh,, itu bukannya model baru berbakat Aluna pangastuti!"
"Mana? Mana?" Temannya celingukan.
"Wah, beruntung ketemu di sini, aku semalam belum sempat minta tanda tangan."
"Cantik ya, baik di panggung atau tidak dia tetap cantik."
"Iya."
Tanpa sadar, di meja lain ada yang sedang cemburu. Mengepalkan tangannya kuat kuat karena geram, sejak tadi keberadaannya di restoran ini, sama sekali tidak dianggap, tapi begitu gadis yang berasal dari kampung itu baru duduk, dia sudah berhasil menuai banyak pujian.
"Kak Aluna, maaf sudah mengganggu, kita foto bareng sebentar saja, mau ya?"
__ADS_1
"Foto, kenapa harus ada aku." Aluna tak mengerti maksud perkataan dari beberapa gadis di sebelahnya. Aluna bahkan lupa kalau kejadian semalam dia sudah menjadi seorang model yang berhasil menjadi kesayangan di hati beberapa penggemarnya.