Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 73. Aluna ditemukan.


__ADS_3

Aluna duduk di balkon, menikmati udara pagi ditemani dengan secangkir kopi. Sambil mengotak atik laptopnya mempelajari berbagai ilmu tentang menjadi seorang sekretaris. Aluna juga berencana akan kuliah lagi di malam hari, hingga ijasah yang dimiliki akan sesuai dengan standar seorang sekretaris. 


Aluna sudah menemukan tempat kuliah yang tepat, masuknya jarang hanya seminggu dua hari, tapi dia tetap akan mendapat ijasah. 


Saat asyik menyeruput teh hangat, 


Tak lama ada mobil berhenti di depan rumah, Aluna menoleh, dia sangat terkejut begitu tahu yang datang adalah lelaki yang selama ini ingin dia hindari. Walau belum keluar tapi mobil mahal itu tak akan membuatnya lupa. 


Aluna langsung berdiri, dia panik dan bingung, tak percaya Adrian bisa tahu persembunyian barunya. 


Arga dan Argo juga berada di belakang Adrian di sisi kanan dan kiri.


"Kenapa kesini? Kenapa anda tidak membiarkan aku tenang."


Adrian berhenti ketika jarak mereka tinggal dua langkah. Adrian menatap Aluna dari atas hingga bawah, sungguh Aluna yang berbeda, baju tanpa lengan, warna  kuning kunyit sepanjang lutut, yang saat ini melekat pas di tubuh putihnya membuat dia nampak terlihat segar dan menawan.


"Aluna aku sudah lama mencari keberadaan dirimu. Kau malah sekarang ada disini, apa kau tak perduli dengan kekawatiranku selama ini?" Adrian bicara dengan sangat hati-hati, dia tak ingin membuat Aluna lebih takut lagi.


"Omong kosong apa ini?" Aluna menatap ketiga orang didepannya dengan bergantian. "Anda bukannya tidak mengharapkan  aku kembali, anda sudah menghabisi Aluna yang ada di mansion itu, wanita itu sudah mati terbakar habis." 


"Aku? Adrian menunjuk dirinya sendiri. "Aluna mana mungkin aku melakukan semua itu?" Adrian membela diri, dia hendak mendekati Aluna tapi wanita itu sudah mundur lebih dulu dan memberi isyarat dengan tangan kalau tidak boleh mendekat. 


Argo maju selangkah, membisikkan sesuatu di telinga Adrian. "Pak sepertinya Nona sedang dalam keadaan salah paham. Dia mengira Anda yang membakar mansion itu."


Adrian menoleh menatap pada Argo. "Dari mana kamu tahu."

__ADS_1


"Nona sangat takut dengan anda, denganku juga. Waktu kita bertemu, nona juga berlari"


Aluna langsung masuk ke rumah dan mengunci pintu rapat, perasaan Aluna lebih didominasi dengan benci, bukan takut, rasa benci yang amat besar membuat dia menatap mata yang pernah dia kagumi saja rasanya malas. 


"Aluna tunggu, aku datang kesini ingin menjemputmu." ujar Adrian sambil menatap Luna yang terus berjalan mundur.


Bodyguard Argo dan Arga saling menatap, dia tinggal menunggu komando dari sang majikan untuk mengambil langkah. Tapi sepertinya Adrian melarang Arga dan Argo untuk membawa Aluna. 


Adrian  ingin menghadapi Aluna tidak dengan kekerasan, mungkin Aluna butuh waktu untuk sendiri. 


"Tuan, kenapa tidak kita bawa Nona Hari ini juga tinggal di Mansion yang baru."


Adrian menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan pelan. "Aku lihat dia sedang tidak ingin bersamaku, biarkan dia disini terlebih dahulu, tempat ini kelihatannya tidak terlalu buruk untuk dia tinggali sementara waktu. 


Aluna menatap Adrian dengan amarah, setelah sampai di pintu masuk, dia kembali memperingatkan Adrian kembali. "Pergi anda semua dari sini sekarang juga, aku tak sudi ikut bersama kalian, lupakan saja hubungan di antara kita cepat kirim surat perceraian, supaya anda bebas menikahi wanita manapun, bukankah semalam acara tunangan sudah digelar dengan meriah. Aku melihatnya Tuan Adrian."


"Untuk jadi apa? Jongos?" Tersenyum sinis. Memperlihatkan sisi baru Aluna yang tegar dan berani.


Bukankah anda malu mengakui aku istri anda yang hormat dan tampan ini? Anda terlalu sempurna untuk menjadi suami yang jelek dan kampungan, Bahkan dalam sehari Anda bisa mendapatkan wanita seperti saya, lebih dari sepuluh, Tuan Adrian terhormat aku belum lupa kata-kata itu, anda lelaki terbaik sedunia, bahkannya wanita sempurna seperti Angeline yang pantas disisi anda sekarang." Aluna berkata tanpa ingin menangis seperti biasanya.


"Kamu tidak tahu Aluna, selama ini aku bersikap demikian karena untuk melindungimu juga, Aku tidak mau kau selalu menjadi korban kekerasan Angeline, dia akan membenci siapapun yang dekat denganku. Kami harus percaya padaku" 


'Benarkah? Pak Adrian melakukannya untuk melindungi aku, kenapa aku melihat dia selalu bermesraan dengan angeline. Tidak mungkin itu pasti akal akalan dia saja, lelaki itu ingin memanfaatkan kepolosanku lagi, lagi pula sekarang aku sudah bekerja di perusahaan Pak Dion, di sana Aku menemukan orang-orang yang menghargai diriku, disana aku lebih nyaman.'


" Aku percaya tapi semua sudah berlalu. Sekarang aku hanya ingin Anda pergi, jangan pernah kesini lagi." Aluna menegaskan ucapannya sekali lagi, membuat Adrian terpaksa mengalah.

__ADS_1


"Bagaimana bisa? Kau masih istriku."


"Aku istri bagi anda? Sejak kapan? Bukankah anda menikahiku hanya ingin bermain main saja?"


Melihat Aluna yang sulit untuk mengerti  kata-kata Andrian, pria itu mengalah, dia akan mengambil cara lain untuk membuat Aluna kembali padanya. 


"Kita kembali, ke mansion." ucapan Adrian langsung dipatuhi oleh Bodiguard, Arga sang sopir segera duduk dikemudi. Dan Argo duduk di mobil paling belakang.


"Tuan, kenapa tidak kita paksa saja Nona untuk ikut pulang bersama kita?" Tanya Argo. 


"Jangan, aku tidak mau dia menganggap aku buruk dimatanya. Aku bisa gunakan cara lain," jawab Adrian sambil melepas jas hitamnya. Dan memberikan kepada asisten, Adrian duduk bersandar di dalam mobil, tak percaya dengan apa yang dilihatnya, penampilan Aluna sekarang sudah berubah seratus persen. Jika Aluna secantik itu sekarang, mana mungkin dia akan melepasnya. 


"Apa rencana pak Adrian selanjutnya?" Arga mengemudi dengan pelan, sengaja biar santai sambil berbicara. 


"Menurutmu bagaimana?" Adrian mengurut kening, lelah berfikir.  


"Kita culik Nona dan bawa keluar negeri, itu akan aman untuknya, dan nona Angel juga tak bisa menyiksa lagi."


Adrian terlihat keberatan,dia malah membentak asistennya "Kamu sepertinya tuli, aku bilang jangan pakai kekerasan, jika Aluna aku bawa keluar negeri, aku sulit untuk bertemu dengannya.  


Aluna harus kembali padaku dengan keinginannya sendiri, dia akan bekerja di perusahaan dengan jabatan yang dia inginkan, biarkan dia memilih sendiri, dan aku akan membuat asisten khusus yang mengawasi dia, kurasa cara itu benar."


Argo dibelakang sibuk mendengarkan,  merasa obrolan tadi ada yang lucu. ' anda sangat lucu tuan, Nona sudah cantik anda mengejarnya tanpa Dosa, saat dia berdandan cupu dan kampungan, anda dan keluarga menghinanya. Andaikan aku adalah Nona Aluna, sudah pasti aku akan pergi dan mencari lelaki yang lebih baik dari anda.'


"Argo, kamu sejak tadi hanya Diam, apa yang kau pikirkan? Apakah kau punya rencana bagus."

__ADS_1


"Tidak tuan, saya akan siap melaksanakan perintah dari anda saja."


*Makasi ya yang sudah kasih vote, yang belum segera kasih vote dan like ya. emak sayang kalian semua.


__ADS_2