
Angeline sudah memasuki parkiran rumah Frengky, Angeline senang Frengky masih di rumah.
"Hai sayang, tumben nggak telepon dulu." Frengky menyambut hangat pelukan Angeline. Panggilan sayang sudah biasa untuknya.
"Aku ada surprize buat kamu Frengky. Aku dan Adrian akan tunangan." Angeline langsung menaruh tasnya di atas meja tamu dan mencari minuman dingin di kulkas.
Frengky yang sudah merindukan Angeline sejak lama, dia langsung memeluknya dari belakang dan mengecup bertubi di tengkuk wanita itu.
"Selamat ya? Aku senang, kau setidaknya sudah setengah menjadi miliknya."
"Iya, Frengky, aku akan menjadi Nyonya Adrian Alexander,dan kau akan menjadi sahabat terbaikku."
"Tapi Sayang, bagaimana dengan cintaku padamu? Aku akan merana sendirian. Kau pasti tau selama ini aku selalu menginginkan dan merindukan dirimu." Frengky merayu Angeline dengan rengekan manja.
Sejak peristiwa mabuk dimalam itu, Frengki dan Angelina lebih sering melakukannya, sebagai lelaki yang mendamba cinta Angel, Frengky tentu tak pernah menolak Angeline ketika dia butuh pelampiasan. Angel selalu lari ke Frengky ketika ada masalah tentang Luna ataupun Adrian.
Frengky membawa Angel di sofa, Angel duduk bersandar, sedangkan Frengky merebahkan diri di pangkuan si wanita.
Angel berjanjilah padaku kau akan tetap sering bertemu, walau sudah menikah dengan Adrian nanti.
"Iya jangan khawatir, aku juga tak akan berhenti jadi model, menikah atau tidak hubungan diantara kita tetap akan terjalin."
"Bagaimana kalau Adrian tau kita sering melakukannya? Apa kamu yakin Adrian akan bisa menerima?"
" Itu rahasia, Adrian jangan boleh tahu." Angel bangkit dari duduknya, ada sedikit ketakutan tersirat di wajahnya. "Berjanjilah kalau kamu akan merahasiakan semuanya dari Adrian."
"Tentu, aku juga tak mau mati konyol. Aku masih ingin hidup dan selalu bisa melihat wajah cantikmu ini."
"Oke, aku kesini tadi hanya ingin memberitahu kepadamu kalau aku akan bertunangan nanti malam, kamu datang ya?" Bangkit dari sofa lalu meraih tas yang bertengger di meja.
__ADS_1
"Hei kenapa buru-buru sekali, tinggallah sebentar lagi aku masih kangen." Frengky menahan pergelangan tangan Angeline lelaki itu menatap Angeline dengan tatapan sayu.
"Frengky aku harus mempersiapkan diri, aku belum ke salon aku belum mempersiapkan baju dan banyak hal lagi."
"Sebentar Sayang, aku janji satu jam saja." Mengerlingkan matanya.
"Nakal." Angeline mencubit dada Frengky lalu duduk di pangkuannya. Angeline dan Frengky saling menautkan bibir dan mereka kembali dilanda gelora yang menggebu. Angeline dan Frengky sama sama berkhianat dengan kekasih mereka masing-masing.
Satu jam telah berlalu, Angeline sangat kelelahan meladeni frengky yang seperti kuda Eropa, Angeline akhirnya tertidur pulas dalam dekapan sang fotografer perkasa.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Angeline masih pulas dalam dekap Frengky, karena udara ruang tamu yang sejuk, Frengky juga ikut tertidur pulas.
Mereka baru bangun ketika ada Suara ketukan dari luar. Tok! Tok! tok!
"Angeline pun terperanjat, " Mi God, aku sudah terlambat. Frengky, kenapa kau tak bangunkan aku," ucap Angelin dengan gusar. Segera dia membenarkan baju dan bergegas pergi. Frengky juga memakai bajunya dengan cepat. Dia sudah tahu siapa wanita yang mengetuk pintu di luar sana.
"Frengky aku pulang dulu ya, kita ketemu lagi di acara tunangan ku nanti malam, awas kalau nggak datang." Angel bergegas pergi setelah Frengky merelakan.
Angeline membuka pintu keluar. Diluar sudah ada sosok gadis cantik yang menunggu pintu terbuka. Angeline yakin wanita itu adalah kekasih Frengky. Semua terlihat dari cara memandang Gadis itu kepada Angeline.
"Kau-kau model terkenal itu kan?"
"Senang bertemu dengan anda. Kenalkan aku Stevana, kekasih Frengky."
'Sial, Frengky rupanya berbohong padaku, Dia selalu bilang kalau jomblo, rupanya dia juga punya kekasih.'
"Nona."
"Maaf aku harus buru-buru." Angeline segera pergi tanpa sempat meraih jemari yang menggantung. Angeline juga sakit hati dengan Frengky yang berdusta padanya. Kekasih gelapnya ternyata punya kekasih yang lumayan cantik.
__ADS_1
Gadis bernama Stevana segera masuk, Dia terlihat sangat akrab dengan Frengky, tak ada bedanya dengan dirinya. Angel menyesal telah mempercayai lelaki itu padanya. Angel memukul kemudi berulang kali karena amat kesal. Setelah tenang dia segera pergi dan pulang ke rumah.
Angeline sudah ditunggu oleh kedua orang tuanya. Sampai di rumah dia segera mandi, berharap dia tidak akan datang di acara tunangannya sendiri.
Saat mandi angel sangat terkejut, dia melihat di tubuhnya terdapat tanda merah. Apa yang harus dikatakan jika Adrian melihatnya, sedangkan Adrian tak tak pernah memberi tanda seperti itu.
****
Di gedung megah nan mewah, pelayan hilir-mudik mempersiapkan acara tunangan yang akan dilakukan dua jam lagi.
Hidangan lezat dan minuman mewah sudah siap dan tertata dengan rapi, Selena dan Sheila juga sudah siap dengan baju couple terindah yang ia miliki. Gaun warna krem panjang hingga menyentuh lantai dan belahan sepaha, dengan pundak terbuka.
Selena dan Chela sudah datang terlebih dahulu, dia amat antusias dengan acara hari ini.
Sedangkan Adrian baru saja usai mandi, dia sedang di depan cermin mengeringkan rambut, handuk putih kecil melilit di pinggangnya."
Suara ketukan pintu berulang kali membuat dirinya terpaksa harus menghentikan aktivitas mencukur bulu kumisnya.
"Siapa!" Adrian menoleh ke pintu sambil meletakkan pisau cukur ke dalam laci.
"Arga dan Argo tuan ada kabar gembira." Suara dari luar terdengar begitu keras, Argo menyampaikannya dengan terlalu semangat
Adrian segera menghampiri pintu dan membukanya. "Kabar gembira? Cepat katakan kabar apa yang kamu bawa hari ini?" ujarnya tak sabar.
"Aku melihat Nona Aluna masih hidup, Bahkan dia saat ini sangat cantik, Nona sudah pandai merawat diri dan memantaskan penampilannya. Dia terlihat seperti bidadari, sambil membawa kucing putih kesayangannya." Argo menjelaskan dengan detail apa yang dilihatnya.
Adrian lega, dalam hati dia sangat senang Aluna masih hidup, tapi kali ini dia harus lebih hati-hati dan aman lagi dalam menyembunyikan Aluna, "Kerja yang bagus, kamu akan aku kasih bonus jika berhasil membawa Aluna kembali ke mansion rahasia. Cari tahu siapa yang sudah berani membawa kabur istriku." Aku tidak akan memaafkan dia walau sudah bersujud di kaki. Dalam kondisi bahagia pun Adrian tetap terlihat menakutkan bagi bawahannya.
"Kami akan melaksanakan perintah, Tuan." Dua pria berpenampilan preman itu langsung melesat pergi.
__ADS_1
'Aluna aku tahu kamu masih hidup, kamu pasti selamat dari kebakaran itu, firasat ku mengatakan kalau kamu pasti bisa lepas dari maut, tetapi kenapa kau lari pada lelaki itu? Atau apa karena kau sudah dipengaruhi oleh lelaki gila itu? Apa yang dia pikirkan, bisa bisanya dia berpikir aku akan melepaskanmu begitu saja setelah aku tahu siapa kamu yang sesungguhnya, cantik, alami, inner beauty yang langka, dan aku merindukan kopi buatanmu. Dion tak akan pernah bisa merebut kamu dariku, aku akan mempertahankan rumah tangga kita.'
*Happy reading.