Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 243. Sisi buruk Chela.


__ADS_3

Chela berlari keluar ruangan Jayden. Dia terus berlari tanpa mendengar permintaan Jayden agar berhenti sejenak, membereskan kesalahpahaman ini. 


"Chela tunggu!!" panggil Jayden.


"Tunggu, aku ingin bicara!" Jayden mengejar Chela yang makin kencang berlari.


Jayden mengejar Chela, dia takut Chela mengadukan semua ini pada keluarganya. Takut akan terjadi kesalahpahaman yang lebih rumit. 


Chela! Berhenti! Jayden masih berusaha


"Tidak Kak, sebelum kau katakan kalau kau mencintaiku aku tetap akan berlari, aku tak perduli jika mobil besar di jalan nanti akan melindas tubuhku!" 


"Chela, jangan gila! Kalimat terakhir Chela membuat Jayden tak bisa tinggal diam, bagaimana kalau anak orang benar-benar bunuh diri karenanya. Jayden bisa merasa bersalah seumur hidupnya. 


"Chela!"


"Sekurity halangi dia." Titah Jayden pada security yang berjaga digapura.


Jayden terus mengejar Chela. Hingga Jayden nyaris menyentuh lengan gadis itu. Security dengan sigap menghadang langkahnya. 


Langkah Chela terhenti dan Jayden segera memeluknya. Chela menangis dalam dekapan Jayden. 


"Kak, lepaskan aku, kenapa kakak malah menghalangi aku? Biarkan aku pergi saja, toh semua tak akan ada yang berubah, Kakak tak akan pernah mencintai aku."Chela menangis terisak Isah


"Chela, tenang ya. Jangan gegabah, kita akan selesaikan semua dengan baik dan kepala dingin." Jayden berusaha memeluk Chela.


"Apakah Kak Jayden akan merubah keputusan yang telah Kakak ambil tadi? Apakah kak Kayden akan mencintai Chela, dan menjadikan seperti seorang kekasih." Tanya Chela yang seolah memohon jawaban jujur dari seorang Jayden, dokter yang dia kagumi sejak pertama bertemu, dokter tampan yang selalu dipuja siang dan malam. Chela benar-benar tidak bisa melepaskan dokter tampan itu.


"Chela, tolong mengertilah, ini masalah perasaan yang tak bisa dipaksakan." Jayden bingung. Dia ingin mengatakan terang terangan kalau sudah ada Jessica yang mengisi relung hatinya yang terdalam, takut wanita itu akan makin kalab dan nekat. Jika dia berkata bohong hari ini, sama saja dengan memberi harapan palsu yang akan kembali melukainya dilain waktu. 


"Kak, jawab. Apakah kakak akan merubah keputusan yang kakak ambil tadi?"

__ADS_1


"Kakak harus jawab apa Chela!!" Jayden menatap dua manik hitam di depannya.


Chela kembali kecewa "Kalau begitu, lepas!! " Chela menghempaskan tangannya membuat pegangan tangan jayden di bahunya terlepas. "Jangan pernah halangi aku lagi. Lepaskan."


Chela meronta dan kembali berlari, kali ini dia tidak mendekati mobilnya, tapi menuju jalanan yang ramai kendaraan lalu lalang. 


"Okey, okey aku akan mencoba untuk mencintaimu, tapi jangan lakukan ini lagi, aku tidak suka kamu seperti ini Chela." Mendengar kata-kata Jayden Chela menghentikan langkahnya di pinggir jalanan hitam. Gadis itu membalikkan tubuhnya dan menatap dokter Jayden yang berdiri tak jauh darinya. 


Dokter tampan yang kini mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu sedang bermandikan keringat, nafasnya naik turun. Sedetik kemudian mereka sama-sama terdiam.


 Chela bergerak lebih dulu mendekati Jayden. Meraih kedua tangan besar milik Dokter dan menggenggamnya. Lalu tubuh mungil itu memeluknya dengan erat. Sejenak mereka menjadi tontonan orang yang kebetulan ada di dekatnya. Jayden melihat sekeliling, dan dia tentu merasa malu karena sudah membuat drama di siang hari.  Sepertinya hari ini imagenya benar-benar merosot di depan kaum wanita.


Jayden akhirnya memilih membawa Chela kembali ke ruang pribadinya. dengan tertatih Ratih, lalu masuk lewat lift khusus Presdir.


Lelaki itu berusaha untuk menenangkan hati Chela dengan memintanya duduk di kursi kebesaran Jayden dan memberinya minuman kaleng yang diambilkan baru saja dari kulkas.


Chela meneguk minuman pemberian Jayden hingga tandas di perutnya. Setelah Chela lebih tenang, Jayden segera mengantar pulang. 


"Chela Kakak langsung balik ya."


"Kakak nggak masuk dulu?" Chela langsung pias.mendwmgar keberatan Jayden


"Nggak, Jess. Kakak lagi ada keperluan lain." Jayden melihat Arlojinya. Dia tidak mau melewatkan makan siang dengan Jessica. Jayden sudah merindukan Jessica. Sudah beberapa hari dia tak melihat langsung wajah jutek nan ayu milik kekasihnya itu. 


"Kak, aku mohon, tadi aku sudah minta bibi untuk siapkan makan siang untuk kita. Dan sekarang Kakak malah menolaknya. Baiklah, mungkin Kakak lebih suka Chela tak makan dan biarkan saja kelaparan."


Dengan wajah lesu akhirnya Kayden memilih turun dari mobil lewat pintu satunya.


Kini Chela dan Jayden sama-sama masuk ke mansion. Chela dengan senangnya menyapa Mama Selena yang makin kurus dan terlihat sedang sakit.


"Mam! Chela pulang!" Chela langsung memeluk Mama Selena yang duduk di sofa dengan wajah pucat. 

__ADS_1


"Tante!" Jayden mencium tangan Selena dan duduk di kursi yang berbeda. 


Chela segera masuk dan berniat mandi, dia berharap saat makan bersama Jayden nanti, tubuhnya sudah segar wangi. 


Karena Chela tak ada bersama mereka berdua Selena akhirnya bertanya. "Nak Jay, sepertinya Chela sangat mencintaimu, setiap hari dia selalu menceritakan dirimu pada Tante. Bolehkah Tante bertanya langsung, bagaimana sebenarnya perasaan nak Jay pada Chela."


Selena yang melihat Jayden tak begitu nyaman duduk lama- lama bersamanya. Sejak tadi Jayden selalu melihat Arlojinya. Seakan ada seseorang yang sangat penting sedang menunggu. 


"Tante, tolong beri pengertian pada Chela, jika sebenarnya hubungan ini tidak bisa terjalin lebih daripada seorang adik dan kakak. Aku sudah memiliki seorang tambatan hati."


Selena terkejut sekaligus makin sedih, kenapa karma belum juga berakhir, semenjak Aluna pergi hanya keburukan saja yang menimpa keluarganya. Seolah semua kalimat hinaan dan cemoohan untuk Aluna dulu, kini berbalik arah untuk dirinya dan keluarga. 


"Nak Jayden, benarkah sudah memiliki tambatan hati? Siapa gadis beruntung itu."


"Tante, nanti pasti akan tahu sendiri, Semoga cinta kami direstui oleh tuhan, dan aku bisa segera menikahinya.


"Chela malang sekali kami." Selena tak bisa menahan air matanya. tapi Jayden harus mengatakan ini, setidaknya hanya Chela yang sulit diberi mengerti.


"Maaf Tante, dan kami saling mencintai, jadi tak mungkin aku harus mengkhianati kepercayaan yang diberikan kekasih saya. Jadi semua kedekatan ini cuma semata untuk membuat Chela supaya tidak depresi. 


"Depresi!" Pekik Selena. Masalah apalagi ini. 


"Iya, Chela tadi mengancam untuk bunuh diri, dan sikap seperti ini jika terus dibiarkan akan sangat berbahaya, dia bisa mengancam siapapun yang tak bisa menuruti keinginannya.  Tante harus segera hubungi psikolog yang bisa membantu secepatnya."


"Jayden apakah anak Tante tidak layak untuk dicintai," tanya Selena lagi sambil menangis sesenggukan.


"Tante, maaf. bukannya tidak layak, tapi memang Aku sudah punya kekasih. Dan perasaan ini tak bisa dibagi" lagi lagi Jayden meminta maaf.


"Sudahlah Nak Jay, Tante yang harusnya minta maaf, karena perbuatan Chela," kata Selena.


 

__ADS_1


__ADS_2