Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 99. Ingin memilikimu secepatnya


__ADS_3

Keesokan harinya Angeline dan Adrian berada di dalam kamar yang sama, tubuh mereka polos tanpa sehelai benang menempel. Hanya selimut bulu yang menjadi pelindung tubuh mereka berdua dari sentuhan angin sejuk yang diciptakan oleh AC. 


Angeline menggeliat, lalu tersenyum ketika tahu kekasih masih ada didekatnya. Angeline kini pura-pura tidur lagi dan merebahkan kepalanya di dada bidang kekasih. 


Pukul tujuh Adrian baru bisa menggerakkan tubuhnya, kepalanya pusing dan kabur, bahkan dia tak ingat apa yang telah terjadi hingga dia sampai di kamar ini. Semalam rupanya bukan hanya sekedar minuman keras, tapi ada obat lain yang dicampur ke dalam minuman itu  membuat Adrian lelap dalam tidur dan tak ingat apapun. 


 


Angel bekerja keras demi Adrian. Dia tak mau lelaki itu membuangnya setelah tahu anak dalam rahimnya bukan anak kandungnya. Hanya ada satu cara baginya, jika jujur sama saja dengan mati. Resiko ini dia ambil untuk mengelabuhi Adrian dengan pura-pura semalam mereka telah tidur bersama. 


"Sayang kau sudah melakukannya padaku."


"Apa? Apa yang telah aku lakukan?" Adrian terperanjat. lalu menggeser tubuhnya hingga setengah duduk dengan ranjang.


"Kau sudah mengambilnya semalam," ucap gadis di sebelahnya dengan menatap kekasih dengan wajah sedih dan pura-pura terisak.


"Kamu yakin?" Adrian langsung memeriksa tubuhnya. Polos, hanya kain segitiga yang masih menempel menutupi area sensitifnya.


"Kamu yakin semalam kita melakukannya?" Adrian mengulang kata katanya lagi. Kecewa, tapi dia tak bisa berbuat apa apa. Semalam dia benar-benar tak ingat apapun. 


Angeline mengangguk tetes airmata jatuh mengenai selimut putih.


"Jangan menangis, aku akan menikahimu."


Angeline menghentikan tangisnya, lalu melingkarkan lengannya di tubuh Adrian. "Kamu memang harus menikahiku secepatnya."


"Hemmm, setelah aku dan Aluna rujuk." Adrian lalu turun, dia segera ingin membersihkan diri. Rasanya sangat janggal jika semalam dia melakukan sesuatu tanpa sadar. Dia tidak merasakan kenikmatan apapun. Apa iya orang mabuk sepikun itu. 


Adrian lalu keluar kamar mandi, dia menyuruh Angeline agar segera mandi, dia tidak ingin papa Angeline bangun dan memergoki mereka dalam keadaan seperti ini. 


"Segera mandi, setelah kau selesai melakukan semuanya, aku akan pulang." Adrian khawatir Angeline akan merasakan hal yang berlebihan seperti dialami wanita lainnya setelah direnggut keperawanannya. 


Angeline turun dari ranjang. "Akkhh!" pekiknya.


"Biar aku bantu." Adrian menggendong tubuh kekasihnya ke dalam kamar mandi, Angeline sangat senang, saran dari kawannya benar benar dia lakukan dan berbuah manis.  


Saat di dalam kamar mandi, Adrian merasa harus memeriksa sesuatu. Adrian mulai menemukan satu kejanggalan. Kenapa wanita itu tidak meneteskan darah perawan? Apakah miliknya begitu lemah hingga tak mampu membuat gadis itu kehilangan selaput dara. Tapi Adrian yakin miliknya sangat perkasa dan berotot, bahkan ukurannya juga lebih panjang dari ukuran lelaki pada umumnya.

__ADS_1


Adrian segera memeriksa kasur dan sekelilingnya berulang kali. Kini dia tahu kalau kekasihnya sedang memberi pertanyaan besar yang harus segera dicari tahu kebenarannya.


Adrian juga melihat seprei masih tetap rapi. Rasanya tak mungkin sprei tetap rapi jika selesai ada pergulatan panas. 


"Awas kamu Angel kamu sudah menyembunyikan kebohongan besar tentang laki-laki pertama yang pernah tidur denganmu," geram Adrian 


Adrian selama ini merasa lebih suci karena belum pernah membuat senjatanya bersemayam di milik seorang wanita, wanita wanita yang menemani di kelap malam biasanya hanya membantu mengeluarkan lewat cara lain. 


"Angeline keluar dengan wajah ceria, berjalan menuju meja rias tanpa kesakitan lagi. Secepat itukah sakit tadi yang dia rasakan hanya direndam air hangat sudah pulih?"


"Apa sudah tak sakit lagi?" Adrian tak bisa menahan pertanyaan yang memenuhi kepalanya. 


"Oh, sudah lebih baik." Menjawab dengan sedikit bingung. Terlalu senang ternyata membuatnya menjadi sedikit bodoh. 


"Bagus, kalau begitu aku akan pulang, Aku harus ke kantor." 


Angeline menahan lengan Adrian. "Apa kau tidak ingin sehari saja cuti. Aku ingin mengajakmu ke desainer untuk memesan baju pernikahan kita. 


"Semua atur saja sesuai keinginanmu, Aku sangat sibuk."


Memasang wajah marah. "Sibuk? Apa menyusun rencana kembali dengan gadis kampung itu termasuk kesibukan yang tidak bisa kau tinggalkan sekarang?"


"Adrian Alexander, sejak kapan kamu menjadi penakut seperti ini ketika berhadapan dengan musuh, bukankah aku waktu terjatuh saat itu sudah terbukti pelakunya adalah perusahaan King Fashion. Kenapa kecurangan tidak kita balas dengan kecurangan."


Adrian terdiam, dia berfikir kalau menghancurkan perusahaan Dion, artinya Aluna akan ikut hancur serta. Tapi bukannya bagus, Aluna akan dia tarik lagi ke Alexa Fashion.


"Kau tidak akan bisa melakukannya Adrian, aku lihat kau sekarang lemah karena wanita itu."


'Wanita itu sementara lebih aman disana Angeline. Kau tak bisa dengan mudah menyakitinya. Secara tidak langsung aku titipkan pada Dion sampai kau benar-benar bisa menerima Aluna.'


"Jangan bilang aku lemah. Aku bisa mengacaukan acara Fashion Show yang diadakan oleh King Fashion malam ini, maka kompetisi akan berakhir dan King Fashion akan mundur dengan terpaksa..


"Caranya?" Angeline terperanjat. 


"Mudah tapi aku minta kau membantuku."


"Minta semua model yang akan tampil di acara Fashion Show nanti malam untuk membatalkan kerja sama kontraknya dengan King Fashion ketika waktu sudah mepet. Dengan begitu, King Fashion tidak akan memiliki model senior yang menjadi andalannya lagi."

__ADS_1


"Baiklah, Sayang. Papa akan memberi mereka uang ganti rugi dua kali lipat dengan bayaran yang diberikan King Fashion. Maka King Fashion akan mundur dalam kompetisi karena gagal menampilkan produk terbaiknya. 


"Iya, kau sungguh cerdas, tak perlu aku mengulang kata lagi, tapi kau sudah paham."


Adrian mengecup kening Angel, dia langsung pergi meski sadar baru saja telah ditipu. Adrian sekarang tahu Angel bukan gadis lugu, dia sudah sering bermain dengan pria. 


Tapi sandiwara-sandiwara ini tidak akan berlangsung lama, begitu dia sudah berhasil menjadi cucu terbaik dan terhebat untuk Nenek. Adrian akan menjemput cinta sejatinya dan memimpikan hidup bahagia bersama wanita impian. 


Angeline menyusul Adrian sampai halaman, melambaikan tangan untuk kekasih saat mobil mewah sudah merangkak keluar. Selena dan Chela sudah pulang sejak semalam diantar oleh Arga. Sedangkan Adrian memakai mobil Angeline. 


***


Dion dan Aluna mulai bekerja lagi. Binar bahagia mulai terlihat di wajah keduanya. Aluna selalu mengekor dibelakang Dion. Sedangkan Dion selalu melangkah tegap dan tampan bagai pangeran impian di depan Aluna. 


"Luna berikan flashdisknya padaku, aku akan mempresentasikan produk unggulan kita di depan seluruh undangan nanti malam. 


Aluna segera mengambil Flashdisk yang diminta oleh bos dengan cekatan. Memberikan pada Lelaki yang selalu tersenyum saat menatapnya itu. 


"Jangan selalu senyum padaku."


"Kenapa? Aku ingin selalu melakukannya saat menatap calon permaisuri hatiku ini."


"Ah, gombal. Aku tak akan mudah terbujuk oleh lelaki playboy macam anda."


"Playboy ini sudah insaf, kaki dan tangannya sudah terbelenggu tak bisa lagi mencari mangsa karena satu nama." 


Aluna tersenyum sambil mengamati layar laptop yang mulai menyala, beberapa gambar desain baju mulai terlihat di layar satu persatu. 


Dion menatap Luna yang berdiri di sebelahnya meraih jemari dan mengecupnya. Meski Luna terlihat canggung dan menariknya. Tapi terlambat. Senyum kemenangan sudah terlihat di bibir lelaki mantan playboy itu. Playboy karena berusaha mencari yang terbaik dan ternyaman di hati.


"Luna semoga pengadilan akan mengabulkan gugatan cerai yang sedang kamu ajukan, sepaya kita cepat bersatu. Aku tak sabar ingin bekerja sambil …." Dion merengkuh pinggang Aluna dan membuatmya terjatuh di pangkuan. Dion sangat suka Aroma rambut Aluna, bahkan aroma keringatnya yang harum Dion sangat suka. 


"Pak, jangan seperti ini. Kita sedang di kantor. Bagaimana kalau Pak Reyhan tiba-tiba masuk dan melihat kita."


"Biar saja, dia juga sering bermesraan dengan Diva saat di mobil," jawab Dion kesal.


"Pak Dion memergoki dia?" Aluna ingin tertawa melihat ekspresi wajah Dion yang tiba-tiba terlihat memerah karena kesal. 

__ADS_1


"Dia memang kurang ajar, dia bahkan sengaja membuat aku gerah, dia tahu aku sudah berhenti bermain wanita. Aku hanya menunggumu sampai kau bisa kumiliki seutuhnya, Luna."


__ADS_2