Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 36. Aluna malang.


__ADS_3

Semalam Adrian merasakan tubuhnya sangat mengantuk dari biasanya. Setelah berhasil membuat hati Aluna mencelos dia membaringkan Angel di ranjang. Lalu dia membuka laptop dan mulai bekerja. 


Adrian melarang Angel untuk mengganggunya, dia baru berhenti mengerjakan tugas kantor ketika pagi tiba. Penantian Angel hanya sebatas harapan, Adrian tak menyentuhnya sama sekali.


Adrian membuka youcansee karena kamar sangat gerah dan AC mati di tengah malam. Dia baru tidur ketika Angel sudah bangun pagi. Dan berendam di bathup, lalu memanggil Aluna untuk membersihkan kamar. 


Angel sudah mencurigai sesuatu,  sehingga dia sengaja membuat drama seolah malam itu telah terjadi yang tak diinginkan. 


Menyiksa Aluna adalah keinginan Angeline sejak lama. Karena semenjak Aluna datang di perusahaan, Adrian mulai berubah. 


***


Luna mengepel lantai CEO. Dia melihat Adrian tak menyapanya sama sekali. Aluna tahu lelaki itu sudah marah. Tapi Aluna benar-benar tak bisa menuruti keinginan Adrian. 


Aluna mendekati Adrian dengan wajah menunduk dan takut, Aluna hari ini kembali dengan penampilan biasa, ingin sekali merubah dengan penampilan yang baru, tapi Aluna masih belum percaya diri. Apalagi malam itu terjadi sesuatu yang tak pernah dia inginkan. 


"Pak Rian, saya minta maaf dengan kejadian semalam. Saya hanya menjaga harta satu satunya yang berharga. Saya tidak mau anda merenggut sesuatu yang saya jaga selama ini tanpa adanya cinta."


Adrian menarik nafasnya dan membuang kasar. Lelaki itu lalu tertawa dan berdiri di dekat Aluna. Mengambil berkas di dalam map warna biru. Lalu mencondongkan tubuh di dekat telinga Aluna. 


Aluna heran kenapa Adrian tertawa, apa kata katanya baru saja ada yang lucu. 


 "Kau kira aku serius? Lupakan saja, aku tak serius menginginkanmu. Aku bisa dapatkan sepuluh wanita sepertimu dalam semalam. Kau bisa bayangkan itu? Aku juga bisa dapatkan dirimu nanti, aku hanya butuh sedikit waktu."  Adrian tersenyum smirk lalu kembali duduk di kursi kebesaran. 


Jas hitam yang ia kenakan dipadu kemeja putih dan dasi yang menggantung menambah ketampanannya. 


Dasi yang dipakai masih rapi,Aluna yakin pagi ini Angel belum datang. 


"Pergi jika urusanmu sudah selesai, aku akan fokus bekerja,"usir Adrian ketika Aluna berdiri mematung mengamatinya. 


Aluna dengan gegas membawa ember dan kain pel turun ke lantai berikutnya. Hingga dia sampai ke ruangan Angel. 


Biasanya Nina yang membersihkan semuanya, tapi kali ini Nina absen pergi ke dokter karena giginya sakit, terpaksa Reno mengalihkan pekerjaan pada Aluna.


Angel sedang duduk di ruangannya, dia sedang meletakkan dua kaki jenjangnya diatas meja sambil membaca laporan terbaru tentang kinerjanya belakangan ini. 


Aluna mengetuk pintu pelan, lalu membukanya, karena dia tahu sedang tak dikunci.

__ADS_1


Angel merasa beruntung gadis yang dia pikirkan sudah datang. 


"Hei Luna, bagus kamu yang datang, aku ada perlu." 


"Anda bisa langsung katakan Nona."


Tumben Angel sedikit baik, biasanya dia selalu berkata pedas dan menyakitkan. 


"Aluna apa maksudnya ini?" Angeline menunjukkan sesuatu.


Aluna mendekat, ingin melihat lebih dekat benda di tangan Angel.


Aluna terkejut, sebuah diary kecil miliknya ada ditangan Angel. Pasti benda kecil itu tertinggal di bawah bantal, hingga Angel bisa menemukannya.


"Apa ini milikmu?"


"Siapa yang dipaksa menikahi dengan pak bos disini?"


Angel menatap Aluna dengan tatapan tajam, dia tak mau Aluna memberi jawaban kebohongan. 


"Bagus kalau bukan kamu. Aku kira ini milikmu. Ambilah aku juga tak suka menyimpan buku diary milik orang.


Angel melempar diary ke wajah Aluna. Untung dia tak menyebut nama saat menulisnya. Jadi kecurigaan Angel masih bersikap Ambigu karena tak ada nama yang jelas di dalamnya.


"Duduklah Aluna, aku ingin ngobrol denganmu sebentar."


"Terimakasih Nona." Aluna menurut dia duduk di kursi di depan Angel yang terpisah oleh meja saja. 


"Menurutmu, apa Adrian menyukaiku dengan tulus? Atau dia memanfaatkan aku saja?"


"Maaf Nona, saya tidak tahu, karena saya belum pernah berpacaran, dan merasakan jatuh cinta." Aluna menjawab apa adanya. 


Angel terlihat menganggukkan kepalanya. 


Gadis berpakaian modis itu berdiri dan mendekati Aluna. Mencondongkan tubuhnya hingga sangat dekat. "Kau tidak pernah pacaran? Oh iya mana ada lelaki yang tertarik jika penampilanmu masih kampungan seperti ini,  apa artinya kau masih virgin?"


"Maksud Nona?"

__ADS_1


"Ah gadis polos pasti tak akan mengerti, kenapa juga aku tanya begitu tadi, tentu tak ada laki-laki yang mau denganmu. Apakah kamu mau aku ajarin caranya berdandan dengan baik supaya cepat memiliki kekasih?"


"Tidak perlu Nona, aku sudah nyaman seperti ini."


"Oh, kamu sangat lugu, dan polos. 


 Kenapa juga aku harus membencimu." 


Angeline tersenyum, memberi isyarat kalau Aluna boleh pergi. 


Setelah gadis itu tak terlihat, Angel menggebrak meja, dan melempar vas bunga indoor yang ada di depannya. 


Tubuh Angel gemetar mendapati sebuah kenyataan kalau Aluna ternyata istri Adrian. Selain buku diary, Angel juga menemukan sebuah foto mereka berdua saat prosesi ijab. Tapi dia ingin menyelidiki sendiri kenapa pernikahan ini bisa terjadi, dan keluarga merahasiakan. 


Angel juga kecewa dengan Adrian yang tak pernah cerita sedikitpun tentang pernikahan, Aluna juga tak mau jujur. Mereka semua menganggap Angel orang bodoh yang tak perlu tahu apa-apa. 


Aku akan menghancurkan kamu, Luna. Aku tak akan melepaskan wanita seperti dirimu, berani mengambil Adrian dariku adalah musuhku. Kau tak bisa bersaing dariku. Karena kau hanyalah seonggok sampah di mataku. 


***


Tak terasa angka jam sudah menunjukkan waktu sore. Tiba-tiba di benak Angel muncul sebuah ide berlian. Rosa dan Sisil sudah pulang lebih dulu karena mereka akan berkencan dengan pacarnya. 


Iseng Angel mencari Aluna. Dia yakin OG pasti akan pulang paling belakang. Dia harus membersihkan semua perkakas kerjanya lebih dulu sebelum pulang. 


Dengan langkah gegas wanita yang kini rambutnya sudah berubah warna coklat kemerahan dan tato kupu-kupu di punggung kanannya itu menghampiri ruang OG.


Angel bisa melihat dari balik kaca tembus pandang kalau Aluna mesin mencuci beberapa gelas dan menata di rak. 


Angel melihat ke kanan dan kiri sudah tak ada siapapun. Ruangan sangat sepi. Angel melangkah pelan menuju pintu. Dia mengunci pintu dapur OG tanpa terlihat siapapun. 


Rencana jahat berhasil. Angel segera membuang kunci di tong sampah dan pergi dengan langkah gegas.


Aluna pasti akan membusuk di dapur perusahaan semalaman, karena ponselnya dan tasnya dia simpan di loker. 


Angeline pergi dengan tertawa jahat. Sedikit demi sedikit dia akan membuat Aluna tersiksa, hingga lupa bagaimana dia tersenyum.


*Happy reading.

__ADS_1


__ADS_2