
Dion membawa Tito dan mengikatnya di gudang. Dion geram, bisa bisanya dia memilih bungkam dan tetap membela Enzo yang sudah jelas bersalah.
"Tito, aku kira kau lelaki sejati,yang tidak akan membela orang yang salah, ternyata kau hanya pengecut yang takut kehilangan pekerjaan." Dion mendorong tubuh Tito hingga tersungkur.
Dion kembali keluar, urusan Tito dia serahkan pada anak buahnya, sebelum benar-benar pergi, Dion kembali menatap Tito tajam. "Kau akan mempertanggungjawabkan semuanya jika terjadi apa apa dengan istriku." Jari telunjuk Dion terus saja mengintimidasi Tito
Tito juga dilema, dia tak ingin menghancurkan mimpi Aluna untuk menjadi terkenal, tanpa tahu jika niat Enzo kini sudah menyimpang dari tujuan awal.
Sebuah rekaman CCTV menemukan mobil Enzo meninggalkan Apartement dan pergi ke bandara, dan kejadian itu baru terjadi dini hari. Dion sudah mengambil kesimpulan kalau Aluna dibawa Enzo ke luar negeri.
Dion segera memeriksa semua data penumpang hari ini di bandara. Dan lagi-lagi Dion tak menemukan data mereka.
"Maaf Tuan, penumpang atas Nama Enzo dan Aluna tidak ada," kata flight operating officer saat Dion meminta untuk memeriksanya.
"Oh, kalau gitu tolong cari nama Valery, Apakah ada?"
"Valery, sebentar ya Tuan?"
Wanita itu kembali memeriksa data penumpang pagi ini, dan benar, nama Valeri ada. "Emm Tuan, Valery seorang model sedang terbang ke negara Singapore bersama kekasihnya."
"Kekasih? Sial. Bahkan Enzo mengatakan pada pihak penerbangan sebagai kekasih Valery, lelaki tak punya malu."
Dion segera memesan tiket untuk dua orang dengan tujuan negara asing itu, Dion berharap Aluna tak lagi menolak kehadirannya. Kini keadaan Dion sangat memprihatinkan. Selama Luna pergi laki-laki itu tak lagi memperhatikan rambutnya yang mulai panjang, kumisnya juga tumbuh. Dion yang tampan dan selalu elegant sekarang menjadi Dion yang payah.
Selama perjalanan menuju bandara Singapore, Dion terus berfikir, kemana lagi dia akan mencari Aluna setelah turun dari bandara nanti.
Akhirnya setelah keluar dari wilayah penerbangan Dion memutuskan untuk meminta bantuan polisi dengan alasan istrinya sedang di culik. Meski alasan Dion agak aneh, tapi dia yakin polisi akan tetap membantu.
__ADS_1
Setelah selesai Dion dan Beni memutuskan untuk istirahat di apartemen. Dia ingin istirahat sebentar lalu kembali melakukan pencarian sore hingga malam nanti.
***
Aluna memeriksa ponselnya tiba-tiba saja rusak, semua kontak tidak ada. Aluna baru ingat itu pasti efek dari jatuh semalam.
"Aluna mendekati Enzo ada hal yang ingin dia katakan, entah kenapa dia baru menyesal sekarang setelah berada jauh di negara orang. "Tuan Enzo, bolehkah aku menghubungi Tito aku minta tolong pinjam ponselnya, aku ingin dia mengatakan pada suamiku kalau dia tak perlu lagi mencariku, bukankah seminggu lagi kita akan kembali."
"Em, baiklah Luna, kamu tenang saja, Aku akan menghubungi Tito nanti," kata Enzo berbohong.
Luna percaya Enzo akan mengabulkan permintaannya. Luna masih terlalu gengsi untuk menghubungi Dion lebih dulu, sedangkan Dia sudah mengganti nomornya.
Wanita itu membalikkan tubuhnya, dia hendak kembali ke kamar, kata Enzo lusa baru ada pemotretan. jadi selama dua hari hanya bersantai saja.
"Luna tunggu." Enzo menahan langkah Luna.
"ya, Tuan, kenapa?" Aluna berhenti.
Luna tersenyum. "Aku sadar, kalau aku sangat sayang sama dia, begitu juga dia, buktinya semenjak dia menjemputku aku tak tenang, aku ingin pulang bersamanya. Rumah tangga yang kita jalani memang baru seumur jagung, kita butuh belajar lebih dalam lagi tentang saling memahami, saling mengerti dan juga saling maafkan."
Enzo makin kecewa dengan Luna yang kembali lemah karena cinta. sepertinya usaha Enzo membawa Luna pergi jauh sia-sia saja, lelaki itu tetap saja hanya mengingat Dion.
"Baiklah, tenang saja, kalau begitu nanti akan aku sampaikan ke Tito." kata Enzo.
Aluna mengangguk. "Sekali lagi terima kasih, sudah mau membantu."
"Sama-sama." Enzo tersenyum.
__ADS_1
Maafkan aku Aluna, aku tak akan membiarkan kamu bertemu lagi dengan Dion. Selamanya kau hanya akan bersamaku, lelaki itu hanya akan membuatmu sengsara, karena wanita iblis itu akan terus mengganggumu. Tapi denganku, hanya bahagia saja yang akan kau temui.
Saat punggung Aluna menjauh dan tak nampak lagi, Enzo pura-pura menelepon Tito. Samar-samar Aluna bisa mendengar kalimat Enzo yang meminta Tito untuk memberitahu Dion supaya menjemput Aluna di bandara seminggu lagi.
Aluna percaya, dia pun lega. Akhirnya siang ini Aluna bisa tidur dengan nyenyak. Aluna sudah membayangkan, bagaimana pertemuannya nanti dengan Dion setelah kerinduan selama ini membuncah di hati.
Diam-diam Enzo segera meminta pihak hotel untuk mengatur sebuah pesta ulang tahun. Masalah dana, Enzo akan membiayai semua. Enzo ingin acara malam ini menjadi ulang tahunnya yang special ditemani bidadari hatinya.
Setelah pihak hotel setuju, Enzo segera memesan baju untuk Aluna. Baju yang harganya tentu tak murah. gaun warna merah terang menyala dari bahan sifon yang tembus pandang, namun di dalamnya ada lapisan kain lain yang menutupi bagian tubuh yang tak layak dipertontonkan
Enzo sudah tak sabar melihat Aluna memakai baju mahal dan seksi pemberiannya itu. Dia ingin melihat bidadarinya terlihat sangat cantik diantara kaum wanita lain.
Bangun tidur Aluna dikejutkan oleh sebuah paper bag di depan pintu. Aluna segera meraih lalu mengintip isinya.
Di dalam paper bag ada pesan singkat dari pengirim hadiah.
'Tolong dipakai nanti malam. semoga kamu suka. aku akan menunggu kedatanganmu di balkon nanti jam tujuh malam.'
Aluna yakin itu tulisan tangan Enzo, Aluna segera membawa gaun pesta itu masuk ke dalam kamarnya.
Aluna melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 06.00 sore, jika Enzo meminta datang jam 07.00 artinya dia harus siap-siap mulai dari sekarang.
Aluna sama sekali tak mengerti pesta apa yang akan dia hadiri, Enzo selalu membuat kejutan yang sulit di tebak oleh Aluna, tak ada pilihan lain untuk Luna selain mengikuti apa yang diinginkan Enzo.
Enzo yang sejak siang tadi tak ada di Apartement, membuat Luna yakin kalau lelaki itu sudah tiba disana lebih dahulu.
Aluna segera menuju ballroom, rupanya seluruh penghuni hotel sudah datang dan mereka sedang asyik menikmati pertunjukan band papan atas yang terkenal di negara itu.
__ADS_1
kehadiran Aluna mampu mengalihkan perhatian penonton, yang tadinya hanya fokus pada band terkenal itu.
Melihat aluna datang Enzo tersenyum lebar, dia segera menyongsong kehadiran Aluna, bagaikan pangeran menjemput sang ratu dari negeri dongeng.