Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 254. Cinta pasti akan datang.


__ADS_3

Bintang yang setia menghiasi malam kini memudar oleh cahaya Surya yang malu-malu menampakkan diri di ufuk timur, cahayanya menembus dedaunan hingga jendela kaca.


Jessica membuka mata perasaan lega bercampur bahagia membuat sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Setelah energinya terkuras. Jayden menjatuhkan bobotnya.


Jayden menggulingkan tubuhnya kesamping dan menarik selimut. hingga sebatas dada. tak lupa jayden juga menurunkan suhu AC di kamarnya agar tetap sejuk.


"Sayang mau mandi sekarang atau besok pagi saja? jika sekarang biar aku minta pada asisten untuk menyiapkan semuanya sekarang juga."


"Sekarang saya Kak, tubuh ku sangat lengket, aku takut kakak tak nyaman di dekatku karena aku tidak mandi."


"Tidak mungkin sayang, justru aku suka dengan apapun yang ada padamu.


Jayden mencium tubuh Jessica dan tentu wanita itu malu karena tubuhnya masih berlumuran keringat hasil dari olehraga bilateral nya barusaja.


Jayden dan Jessica akhirnya tertidur bersama di pagi hari setelah perjuangan berat yang dilaluinya.


Mereka mandi di dalam mimpi saja.


Sedangkan di belahan dunia yang lainnya , Dion dan Aluna juga sedang bahagia.


Dion sudah rapi dengan baju kerja dan rambutnya telah basah, sedangkan Aluna sedang menemani dua bayinya yang anteng di sisi kanan dan kiri.


"Sayang terimakasih ya." Dion mencium istrinya sebelum dia berangkat kerja, Anak dan istrinya adalah semangat terbesar dalam meraih prestasi-prestasi dalam dunia bisnis.


***


Chela yang sudah sampai di kota metropolitan, dia sudah mulai bekerja, perusahaan-perusahaan kecil mulai memakai jasanya.


Seperti hari ini, Chela sudah selesai menghadiri dua acara fashion show.


Setelah acara selesai Chela berhasil mengantongi uang yang lumayan banyak, cukup untuk biaya hidup sendiri di kota dan sedikit untuk dikirim ke Mama Selena.


Chela bahagia bisa menghasilkan rupiah sendiri tapi dia juga sedih tak bisa bersama dengan orang orang yang disayangi.


Bayangan kejahatan dimasa lalu, sedikit demi sedikit mulai terbersit di benaknya. Chela menyesal hingga dia menangis sesenggukan di dalam taksi saat pulang kerja.


Diambilnya ponsel mahal yang berhasil dia beli dengan kerja kerasnya.


Ada seseorang yang selalu dia pantau kisah hidupnya. ya semakin Chela melupakan Jayden, semakin dia ingin tahu aktifitasnya sehari hari, perkembangan hubungan mereka sampai hari ini.


Unggahan foto pernikahan memenuhi beranda lelaki yang dia cintai itu, belum lagi teman temannya juga ikut mengabadikan.


Ucapan selamat dari ratusan sahabat dan mengucapkan doa terbaik memenuhi kolom komentar dari postingan lelaki yang dikenal dengan dokter dingin itu.

__ADS_1


Chela merasa dirinya satu-satunya yang jahat, hanya dia wanita yang menangis disaat sepupunya itu bahagia.


'Tidak boleh seperti ini, aku harus move-on. Aku yakin masih ada laki-laki di dunia ini yang bisa mencintaiku dengan tulus. Aku tidak bisa memaksa lelaki yang sudah menganggapmu adik untuk jadi suamiku. Selamat menempuh hidup baru Kak Kayden, Jessica. semoga kalian segera dianugerahi putra dan putri yang lucu." lirih Chela dalam kehancurannya.


Sampai di apartement Chela segera menjatuhkan bobot tubuhnya. tiba-tiba manager Chela kembali menghampirinya ke kamar.


Chela, besok ada seorang CEO sebuah perusahaan ingin bekerja sama dengan kita, jika tawaran setiap hari semakin banyak, bukan mimpi lagi kamu akan menjadi model sukses.


"Ya, atur saja jadwalnya." kata Chela malas berbicara.


"Chela, jangan sedih, kabarnya CEO yang ingin bertemu denganmu dia sangat tampan, kamu pasti akan akrab dengannya nanti."


"Benarkah?!" Chela pura pura semangat padahal dia malas membahas siapapun.


***Esok hari***


Chela sudah berdandan sangat cantik sesuai dengan keinginananager yang sudah seperti sahabatnya itu.


"Yeee..."


"Kenapa?"


"Sempurna."


Chela tersenyum, secantik apapun doa sekarang, toh tetap saja cintanya selalu kandas.


"Jadi laki-laki yang akan menemuiku dan bakal jadi partner kerja kita dia bernama Enzo?" ujar Chela yang tak asing dengan nama itu.


"Benar Chela, namanya bagus Kan."


"ehemm, iya bagus."


Chela sudah tiba di restauran Jepang, terlihat seorang laki-laki tampan sedang duduk sendirian di kursi paling pojok sebelah kanan.


Chela tidak mau salah orang, dia meminta managernya untuk menghubungi lelaki yang dimaksud. Duga'annya tidak meleset, lelaki itu merogoh dan memegangi sakunya yang bergetar.


"Matikan segera," pinta Chela.


"Nona, anda sangat nakal, orangnya baru saja akan menerima panggilan anda."


Chela tidak menghiraukan, dia segera mendekati lelaki yang memang sangat tampan itu.


Melihat Chela masih sangat belia, Enzo terkejut. tak menyangka Chela di foto dan di aslinya sangat berbeda.


"Duduklah, bolehkan aku tahu usiamu?"

__ADS_1


"Dua puluh dua." jawab Chela sambil tersenyum.


Enzo mengangguk. "Pantas saja, dia terlihat masih sangat muda.


"Ini baca, jika setuju tanda tangan, jika tidak kamu bisa kembali pulang." Enzo tak yakin seorang model pemula bisa tampil dengan bagus dan membantu membawa nama perusahaan yang telah kandas kembali bersinar.


"Baiklah, aku menolak tawaran ini."


"Apa?" Enzo terkejut.


"Aku tidak bisa bekerja sama dengan orang yang sejak awal saja sudah meragukan kemampuanku, aku memang masih muda, tapi aku yakin aku punya potensi."


"Nona, apa yang kamu katakan?" Manager terlihat kecewa dengan keputusan Chela yang tak berdiskusi dulu dengannya.


"Sudahlah, kita pergi saja dari sini." Chela hendak beranjak, tapi Enzo menahannya.


"Baiklah aku sekarang percaya kalau kamu punya kemampuan yang bagus, aku suka wanita keras kepala dan jual mahal."


"Hem, baiklah sebagai tanda permintaan maaf kamu pesan saja makanan yang paling kamu sukai dan aku akan makan menu yang sama."


Chela tersenyum, rupanya CEO muda yang tadi angkuh dan sombong itu kini mengucap maaf secara langsung di depannya.


"Baiklah, tawaran yang tidak terlalu buruk."


Chela akhirnya memberikan buku pada waitres dan menunjuk makanan yang harganya fantastis tapi tak bikin gemuk.


"Kapan aku mulai bisa kerja?"


"Besok."


"Hem, baiklah."


Chela menikmati makannya dengan lahap, lama sekali dia tidak makanan makanan berkelas lagi semenjak keluarganya berantakan. dan malam ini dia bisa makan sepuasnya.


Enzo tak ambil pusing, dia sudah tahu kalau Chela melakukannya dengan sengaja.


"Jika kamu masih mau, pesanlah lagi, biar aku yang memayarnya."


"Benarkah? tentu aku mau banget." Chela sangat senang, meski dia tahu Enzo hanya basa-basi.


'Gadis unik, dia tahu aku sedang mengerjainya tapi doa selalu bisa mengerjaiku balik,' batin Enzo.


Chela memesan lagi banyak makanan untuk dibawa pulang. bukan hanya untuknya tapi tak lupa juga untuk managernya.


setelah acara makan selesai, Chela pamit untuk pulang tak lupa dia berterima kasih pada Enzo karena makan malam istimewanya.

__ADS_1


Setelah Chela di jemput oleh taxi pesanannya, dia segera masuk. Tapi sang manager terlihat sibuk mengirim nomor Chela pada Enzo karena lelaki itu memintanya.


__ADS_2