Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 180. Biang kerok sesungguhnya.


__ADS_3

Dion mengamati punggung Aluna yang menjauh dengan hati hancur. 


Jika ditanya apakah masih cinta?


Tentu Dion masih sangat cinta, tapi dia tidak ingin Aluna tak bahagia bersamanya, jika Aluna masih benar-benar cinta dengan Adrian Dion akan mencoba merelakan dan memberi kesempatan kedua. Dion akan berusaha ikhlas melepas Aluna, jika memang bisa membuatnya bahagia. 


Kini Dion berusaha mencari orang yang telah mengirim semua bukti itu padanya. Apakah masih orang yang sama. Selena dan Chela yang ingin membuat Adrian dan Aluna bersatu. 


Tapi Dion rasa tidak, Selena dan Chela tak mungkin berani melakukannya lagi, ancaman Dion terlalu menakutkan untuk dilanggar. 


Dion menatap Aluna dari kejauhan, dugaan Dion salah, ternyata Aluna tidak menghubungi Adrian. Tapi sisi buruk Dion mengatakan kalau Adrian pasti menjemput ditempat lain, yang agak jauh dari tempat tinggalnya kini. 


Dion harus tega, daripada tidak ada yang bahagia, dia akan buat Aluna bahagia bersama lelaki yang diinginkan. 


'Aku tahu aku akan sakit untuk selamanya Aluna, tapi apa yang bisa aku lakukan jika itu keinginanmu, aku tidak akan membuat kesalahan dengan memaksa kamu untuk terus bersamaku, sedangkan hati Dan cintamu tidak pernah ada untukku.'


Dion menutup mata untuk perduli pada Aluna hari ini. "Maafkan aku Luna, maafkan aku."


Nabila tidak tega meninggalkan Aluna mencari kos sendiri, akhirnya Nabila membantu Luna untuk mencari kamar kos untuk sementara dia tinggali, setelah lebih baik Luna berencana akan pergi jauh ke luar kota.


Luna hari ini berusaha tegar, ini bukan pertama kalinya dia menghadapi masalah berat dalam hidupnya. Ujian-ujian berat yang dia lewati membuat dia menjadi sosok yang kuat. 


Setelah mendapat kos sederhana, Nabila segera meminta Aluna untuk istirahat, Nabila juga membelikan Aluna Nasi bungkus supaya lekas makan. Sejak pagi Aluna hanya menangis saja karena penyesalan yang tiada akhir.


"Na, Pak Dion sangat marah padaku apa karena aku tidak bisa menjaga bayinya?" Aluna bertanya karena dia masih tidak mengerti. 


"Menurutku masalahnya bukan hanya pada bayimu Mabk Luna, tapi dia juga cemburu dengan Adrian. Maaf ya Mbak, Aku yang meminta Adrian datang, sekarang masalahnya jadi rumit."


"Apa benar dia cemburu? Tapi aku dan Adrian sudah tak ada apa-apa lagi. Bahkan aku berencana ingin membuat kalian dekat," kata Aluna dengan terbata. Tangisnya semakin tergugu mengingat kemarahan Dion. 


"Setelah ini apa yang akan kamu lakukan Mbak Luna?" Nabila bertanya karena khawatir. 


"Aku tidak tahu, aku bingung." ucap Luna dengan air mata terus menganak sungai, untung dia bawa dompet dengan uang cash, meski ada beberapa ATM dari Dion, Aluna berjanji tak akan memakainya, bahkan dia akan meminta Nabila mengembalikan saja dengan menitipkan lewat Beni. Aluna terlalu kecewa untuk bertemu langsung dengan Dion.


"Nabila, pulanglah, aku akan baik-baik saja di sini," titah Aluna. 

__ADS_1


Aku sudah izin kakak, katanya malam ini boleh menemani Mbak Aluna. 


Jangan Na, di kos ini pasti akan panas dan pengap, karena kamarnya kecil, kamu tidak akan bisa tidur. 


"Baiklah, aku akan pulang, tapi besok sore aku akan kesini lagi usai pulang kerja."


Aluna mengangguk. Lalu berkata, "Na, jangan beritahu ini pada Adrian, aku mohon, aku tak mau dia terus bersimpati, sedangkan kami tak mungkin bersatu lagi."


"Kenapa Mbak? Apa cinta Pak Adrian tidak layak untukmu?" Nabila bertanya penuh selidik, sepertinya jawaban Aluna akan penting untuk dirinya. 


"Na, Adrian pantas mendapat cinta yang lebih baik, aku tidak bisa memberi cinta untuknya lagi, karena sejatinya cintaku sudah tak ada lagi untuknya, cintaku hanya untuk suamiku. Dion," lirih Luna. Sambil memegangi tangan Nabila, memohon agar Nabila berjanji. 


Nabila mengangguk setuju. "Baiklah, aku tidak akan cerita siapa-siapa."


Jessica yang keras kepala dia bercerita pada Nenek dan Mama. Bahkan ada Alex juga. Otomatis mereka juga percaya, karena Jessica selama ini juga tak pernah bohong. Kalau sudah menyangkut kakak tersayangnya, Jessica tidak bisa diajak kompromi.


"Nenek tidak percaya Jess! Kamu jangan mengada ada."


"Nenek pernahkah Jessica berbohong, apalagi ini menyangkut kskak, aku serius."


Mama tidak percaya Jess, apalagi Mbak Aluna selama ini sudah move-on dengsn masalalunya. 


"Beni, belikan aku minuman."


"Tapi anda sudah lama tidak minum."


"Lakukan saja Ben!  Aku membayarmu bukan untuk membantah!" Dion membentak asistennya itu. 


"Baiklah."


Setelah Beni pergi Dion seperti orang gila, dia memeluk lututnya yang ditekuk sambil menangis. " Luna apakah selama ini cinta yang kuberikan masih kurang, hingga kau harus mengharapkan cinta dari mantanmu itu. 


"Baiklah, akan aku kabulkan jika kau ingin kembali, setidaknya aku sudah melakukan hal yang bisa memuatmu bahagia." kata Dion yang lelah hati dan juga lelah tubuh.


***

__ADS_1


Seminggu setelah Aluna pergi dari rumah Dion mulai kembali bekerja, dia tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama. Dion mengira Aluna pasti sudah bertemu dengan Adrian dan bahagia. Dion juga tidak lagi tinggal di penthouse. 


Mama yang melihat putranya sudah mulai bekerja dia terlihat lega, seminggu melihatnya terpuruk di kamar adalah hal paling buruk baginya. 


Meski mama tetap merasa kehilangan Aluna, tapi wanita itu tak berdaya mencampuri masalah rumah tangga ansknya. "Dion benarkah bayi Aluna sudah tidak ada?"


"Iya," jawab Dion. Meski Dion mengatakan bayi itu anak Adrian, tapi hati nurani Melani mengatakan kalau Aluna tak mungkin hingga berhubungan badan dengan yang bukan suaminya. 


Dion pamit pada keluarga, berusaha kuat menghadapi dunia meski sejujurnya dia adalah orang paling rapuh sedunia saat ini.


.


Sampai di kantor Dion melihat wajah pucat Angeline karena banyak menangis. Wanita yang kembali mendapatkan tubuh ramping itu mendekati ruang Dion dengan tangisan air mata buaya. 


Angeline juga mengatakan kalau dia mengirim foto itu alasannya karena Adrian telah menceraikan dirinya dan dia ingin kembali dengan Aluna. Dia tak ingin Dion akan terluka sama dengan dirinya.


Bukti dan semua kejadian seolah berkesinambungan, semua menyudutkan Aluna karena Angeline gadis licik yang sudah menyusun rencana dengan baik. 


"Jika mereka sudah berhasil mengobrak abrik hati kita dengan balikan sama mantan, kenapa tidak kita lakukan hal yang sama." kata Angeline yang pagi ini sengaja mendaftarkan diri menjadi tamu CEO Dion.


 


Dion melihat Angeline dari atas hingga bawah, lama tak jumpa dia sedikit pangling, meski cantik, wangi dan modis, dia sekarang juga kaya karena berhasil mengambil alih perusahaan Adrian.


"Maaf, tapi aku tidak tertarik," jawab Dion dengan angkuh, lalu menutup laptopnya


Angeline tersenyum mengejek, "yakin kamu tidak akan membalas mereka?"


"Jika aku membalas, lalu apa bedanya aku dengan Dia."


Angeline menarik nafas, usahanya mengambil simpati dan hati Dion boleh gagal hari ini, tapi dia akan terus berusaha. Apalagi Aluna yang tak punya apa-apa itu sudah benar-benar pergi.


'Good bye Aluna, are you happy?' batin Angeline.


Angeline sudah menang, buktinya selama seminggu tak sekalipun wanita miskin itu terlihat di wilayah King Fashion. 

__ADS_1


.


'Gadis miskin, tetaplah dengan derajatmu yang rendah dan selalu diinjak, Dion hanya pantas untukku. Adrian aku juga harus berterimakasih denganmu, karena kamu tidak bisa memberiku cinta, kau memberiku banyak harta."


__ADS_2