Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 229. Semoga saja, kabar gembira.


__ADS_3

"Aaa, perutku sakit," pekik Aluna.


"Honey apa kamu mau melahirkan sekarang?"


"Aaaa, Sakit. Nggak! Tahun depan!Ini perutku sakit gara gara kamu, Yang." Aluna mengelus perutnya yang kram. 


Sedangkan Dion malah duduk sambil berlutut di bawah luna dan sibuk mengelus perut buncit sang istri, karena gugup dan bingung dengan keadaan luna, Dion nyaris tak tau apa yang harus dilakukan.


"Sayang, anak kita mau lahir, cepat bawa aku dari sini!!" teriak Aluna lagi yang membuat Dion segera sadar dan mengancingkan bajunya asal. Lalu membenarkan baju Luna yang berantakan. 


Setelah selesai Dion membantu Aluna ke kamar mandi untuk membersihkan cairan sisa-sisa cintanya.


"Beni! Bejooooo!" Dion segara memanggil security dan asistennya, dia datang dengan tergopoh. 


"Siap Pak!" Bejo segera berlari mendekat. 


"Kamu siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang," teriak Dion yang ditujukan khusus pada Beni. 


"Lalu tugas saya apa, Pak Dion?" Bejo bertanya. Dion menatap istrinya yang kesakitan membuat Bejo berfikir sesuatu. 


Bejo segera membantu mengangkat tubuh Aluna, meski Aluna terkejut yang menggendong Bejo security, tapi Aluna tidak protes, dia yakin pasti Dion yang menyuruh.


Baru beberapa langkah meninggalkan sofa, tiba-tiba Dion menatap Bejo dengan kilat kemarahan di wajahnya. 


"Apa yang kamu lakukan Bejo?! Berani sekali kamu menyentuh istri ku?" 


"Maaf Pak, tadi bapak suruh aku untuk  gendong istri anda menuju mobil."


"Dasar security, mau aku pecat. Berani sekali kamu cari kesempatan dalam kesempitan, istriku sedang kesakitan main gendong aja. Tenang ada aku suaminya."

__ADS_1


"Tadi Bos bilang aku suruh gendong istri anda dan bawa ke mobil."


"Kapan aku bilang begitu?."


"Tadi, pake isyarat mata," jawab Bejo mulai sadar telah salah melaksanakan perintah. 


Karena simpatinya pada Aluna yang berlebihan, justru membuat salah paham, Bejo segera menurunkan nona cantik yang ada dalam dekapannya. 


"Maaf Nona, pasti sakit sekali ya, tapi saya terpaksa harus turunkan lagi. Sebelum suami Anda makin murka," kata Nabila keras kepala.


"Iya, lakukan saja Bejo, saya malah kasian jika kamu dipecat nanti. Turunkan saya," pinta Aluna dengan suaranya yang mulai lemah karena menahan sakit yang makin lama makin sering. 


Bejo segera membuka pintu CEO selebar mungkin, sedangkan Dion kembali menggendong istrinya dan membawa menuju mobil. 


"Sayang sakit banget ya? tanya Dion sambil membantu Luna duduk di dalam mobil dengan benar.


setelah Dion dan Aluna sama sama di dalam kursi penumpang. Beni segera melajukan mobil. Di detik yang sama, Susy asisten baru, berlari dari arah belakang.


"Nona, tunggu kenapa aku ditinggal?!"


"Susy!" Beni ingat tadi Nona mudanya datang dengan seorang asisten.


Bejo segera memberi ruang untuk Susy disebelahnya, Beni membuka pintu untuk Susy.


Entah kenapa Beni senang sekali saat berdekatan dengan asisten baru Luna.


-


-

__ADS_1


-


tiba di rumah sakit, Beni segera memposisikan mobil di depan kamar bersalin, sebelum memarkir pada tempatnya.


Brankar dan dua perawat putri segera menyongsong kehadiran Luna.


Dion membantu Luna turun hingga tidur diatas brankar. Setelah semua selesai Luna segera dibawa ke ruang bersalin dan Dokter tak mengizinkan siapapun masuk untuk sementara waktu.


"Dokter, kenapa saya tidak boleh masuk!" tanya Dion panik, hingga dia tak bisa menjaga intonasi suaranya.


"Maaf Pak Dion, mohon tunggu sebentar, nanti kami akan mencari anda, Dokter hanya akan memeriksa sebentar, apa penyebab Nona Luna bisa mengalami kemajuan, padahal harusnya HPL nya masih seminggu lagi," kata Dokter lemah lembut.


Dion yang merasa bersalah dia ingin menjelaskan perihal perbuatannya, tapi sepertinya Dokter memang tak punya banyak waktu untuk menunggu Dion berbicara panjang lebar.


Dion segera menghubingi keluarganya yang beberapa hari ini terus ingin tahu kabar Luna. karena mang kondisi Luna baik Dion selalu mengatakan kalau memang baik baik saja.


"Mam, Luna kesakitan, aku sekarang sudah di rumah bersalin."


"Apa Luna mau melahirkan Dion!"


"Belum tahu Ma, tapi ini gara gara Dion, ini salah Dion."


"Maksud Kamu?!" Mama langsung murka.


"Dion minta Luna berkali kali sebelum dia merasakan sakit.


"Bodoh sekali kami Dion, Dokter memang memgijinkan kalian bermain sering-sering di kehamilan Luna yang menginjak usia tua, tapi bukan berarti kamu harus melakukannya sampai Luna sakit."


Mama Melani dan keluarga besar sangat panik, Dia segera berangkat menuju rumah sakit bersalin yang diinformasikan Dion.

__ADS_1


__ADS_2