Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 262. Lamaran


__ADS_3

Selena melihat mobil mewah beriringan masuk ke lokasi apartemen. 


Chela sudah menunggu di basement karena sejak tadi mama Ellyana sudah menghubungi dan bilang tak lama lagi sampai. 


"Kamu dan orang tua kamu tinggal di sini sayang?"Tanya Ellyana sambil melihat apartemen yang berdiri kokoh di depannya.


"Ibu saya yang tinggal disini bersama Kakak, dan Kakak ipar saya, Tante. Tante harus tahu saya pribadi tidak punya apapun. Jadi sebaiknya anda pikirkan lagi untuk mengambil menantu wanita seperti saya."


Enzo dan Chela sesekali saling memandang, dan melempar tatapan kesal. Ellyana hanya bisa tersenyum. 


Chela apa boleh kita langsung masuk. "Boleh saja Tante, mari." 


Chela memimpin di depan, sedangkan Enzo dan Mama Ellyana mengekor di belakang Chela. 


Otak mesum Enzo mengamati lekuk tubuh belakang Chela dari atas sampai bawah, ketika sedang berjalan. "Dia lumayan juga, bodinya nggak buruk-buruk amat, Dia pasti makin cantik dan seksi jika sedikit berisi. Tapi kalau dia sampai nikah sama aku, jangan harap bisa berjalan mondar mandir di panggung, kalau mondar mandir di kamar aja sih nggak masalah." Tanpa sadar Enzo tertawa smirk. Pikirannya terus saja berkelana pada lekukan tubuh semampai di depannya. 


Enzo, dan Mama Ellyana sudah sampai di Lift, Chela memilih mengabaikan tatapan Enzo yang selalu membuatnya kesal.

__ADS_1


Keluarga Enzo sudah sampai di apartemen Adrian, Adrian dan Nabila awalnya bingung dengan tamu yang datang tiba-tiba. Tapi setelah Ellyana menjelaskan Adrian akhirnya bisa mengerti. 


"Chela, kamu yakin akan menikah dengan lelaki yang belum lama kamu kenal," tanya Adrian yang tak yakin dengan keputusan Chela. 


Adrian takut ini hanya pelampiasan Chela terhadap rasa kecewanya dengan Jayden.


"Tentu Kak, aku sudah yakin," jawab Chela yang tak mau membuat masalah semakin rumit dan panjang, toh kenyataan tidak bisa dirubah. 


Chela segera masuk ke dalam, dia membuat  teh dingin dan menaruh  aneka cemilan ke dalam piring untuk para tamunya. 


Adrian tersenyum melihat kelakuan Chela yang terkesan masih kekanakan. Akhirnya adrian  yang meminta pada Nabila untuk mengambil camilan lain supaya ditaruh di depan Enzo.


"Sudahlah, Chela kamu duduk saja sekarang, Mama dan Enzo kesini tadi ada tujuan lain selain silaturahmi dengan calon besan." Ellyana menatap pada Selena yang akan menjadi besannya.  "saya ingin melamar putri anda yang cantik ini untuk putraku yang tampan, Enzo."


Dibilang tampan Chela yang baru duduk dan minum air putih langsung tersedak. 


"Hati hati Chela." Nabila mengelus punggung Chela. 

__ADS_1


"Makasi Mbak, aku hanya terkejut saja tadi, ungkap Chela. Sambil mengatur nafasnya. 


Setelah Chela tenang, Mama Ellyana segera mengeluarkan cincin permata dari dalam tas lengannya. 


"Enzo ayo pakaikan ini pada Chela."


"Baik Ma." Dengan malas tingkat dewa Enzo berpindah duduk di depan Chela. " Mana tanganmu, Berikan padaku."


Chela memberikan tangannya pada Enzo. Lelaki yang sudah siap menyambut uluran tangan dari dirinya. 


Diselundupkan  cincin berlian ke jemari mungil milik Chela. Dan untung cincin itu ukurannya pas. 


"Alhamdulilah," keluarga Enzo dan Adrian sama sama lega.


Ellyana akhirnya berhasil membuat keduanya terikat dalam sebuah hubungan pertunangan.


Tito ditempat lain sedang menyiapkan tempat yang akan digunakan untuk pesta pada esok hari. Tito dan tim dekoratif handal sangat sibuk menjelang persiapan terakhir.

__ADS_1


__ADS_2