
Setelah tiba di ruang pribadi Jayden barulah calon mertua itu menghubungi Mama Selena dan Papa Davit lewat telepon.
Pa, Jay sudah ajak Jessica pulang, Jessica sudah nggak betah Pa."
"Berarti Jessica sudah sembuh Jay."
"Sudah Pa, tapi tetap aja butuh dokter untuk melihat perkembangan lukanya setiap hari.
"Ya kan ada Kamu Jay, kamu bisa kan sempatkan diri saat berangkat dan pulang kerja mampir untuk lihat kondisi Jessica."
"Bisa, bisa, Pah. Em maksud aku, Om David." Jayden ketahuan ngebet jadi mantu.
"Udah, mau panggil apa aja boleh Kok, dari kemaren aku juga sudah tahu kalau kamu suka sama Jessika,"
Mendapat lampu hijau dari David Jayden makin girang, dia terus saja menggenggam jemari sang kekasih sambil bicara dengan calon mertua.
"Kak, apakah Kakak yakin mau seriusin Jessica?"
"Apa aku sedang terlihat hanya main-main." kata Kayden menatap dengan serius.
"Tidak sih, tapi ini terlalu cepat, aku ingin meraih karier, Kak."
"Kita bisa menikah, dan kamu meraih cita cita, tapi pengennya kamu nanti saat jadi istriku hanya menjaga jagoan kecil kita saja."
"Kak, apakah kalau kita menikah Kakak mau segera punya anak."
"Tentu. Kenapa memangnya? kalau kita menikah ya punya anak."
Jessica terlihat sedang berpikir, bayangan saat Aluna menggendong putranya dan menyusui sungguh merepotkan, belum si kecil yang satunya ikut menangis, benar-benar sangat merepotkan.
Jessica jadi tak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan dirinya, ketika saat kuliah dia harus hamil dan melahirkan. Lalu ketika ingin berangkat ke kampus dia harus menyusui bayinya dulu.
Jessica akhirnya memilih mengutarakan isi hatinya pada kekasih dan tentu apa yang dikatakan Jessica membuat jayden harus setuju. "Kak, kita menikah tapi kita tunda punya anak."
"Ya. Tidak masalah." Jaiden berharap Jessica tidak serius, toh dalam prakteknya nanti Jessica pasti bisa saja berubah.
***
__ADS_1
Mama dan Papa akhirnya memutuskan untuk pulang lebih dulu. Membiarkan Jayden bersama Jessica mampir ke tempat Chela.
Jayden sebenarnya tak tega melihat Chela dirawat si tempat yang menurutnya kumuh, ya sangat tak layak menurutnya.
Jayden melihat Chela ada di sebuah ruangan tahanan sambil terus menatap arah pintu pengunjung datang, mencari kedatangan Jayden seperti janji yang dikatakan pada Chela saat dia baru dibawa oleh polisi.
"Chela? Aku sudah datang." Awalnya Chela sangat senang karena melihat jayden datang seorang diri.
"Terima kasih Kak sudah tersedia datang, beberapa hari ini aku menunggu kedatangan Kakak, tapi tak juga muncul." Rengek Chela yang begitu senang kelewatan, saat melihat Jayden mengulas senyum khusus untuknya. .
"Chela Apakah kamu baik-baik saja?" Jayden bertanya begitu lembut seperti seorang laki-laki ke pacarnya.
"Baik Kak, aku baik-baik saja.” senang sekali melihat Jayden menepati janjinya, meski kedatangannya agak terlambat
Chela terus saja mengekor kemanapun Jayden melangkah. dia merebahkan kepalanya nya di punggung, dan memeluk tubuh tinggi besar itu dari belakang.
"Kak, biarlah aku mencium tubuhmu sesaat, biarkan ini menjadi pelukan terakhir dan perpisahan bagi kita. biarlah kupendam sendiri perasaan ini"
Chela apa yang kamu katakan? Jayden panik dan membalikkan tubuhnya. Menangkup dagu Chela hingga mendongak.
"Gadis bodoh, kau sungguh rugi menyia- nyiakan waktumu untuk mengingat ku dan mengejar lelaki yang sudah tak memiliki cinta untuk yang lain ini."
***
Jessica yang tadi memilih membeli makanan terlebih dulu, serta sengaja memberi waktu untuk Jayden dan Chela supaya bisa ngobrol lebih banyak kini dia sudah datang.
"Kakak, aku belikan makanan untuk Chela" Jessica sedikit cemburu dengan posisi mereka berdua saat ini.
Chela melihat Jessika dan tahu kalau sepupunya sedang cemburu, Chela tersenyum dan mendekati Jessica.
"Jessika, aku minta maaf, aku yang memeluknya lebih dahulu tadi, Kak Jayden hanya mencintaimu seorang. "
Chela tersenyum pada Jessika dan sorot matanya menampakkan kesedihan seolah memohon untuk di bebaskan.
Chela lalu duduk bersimpuh dibawah Jessika. "Jika aku tidak beruntung dalam percintaan, tadinya aku berharap aku bisa beruntung dalam berkarier, tapi aku malah bisa dihukum seumur hidup karena terkena kasus pasal pembunuhan berencana.
Air mata Chela menganak sungai, Jessika melihatnya dengan iba.
__ADS_1
"Jessika dari kecil sampai besar kita selalu bersama, aku selalu berusaha ikhlas atas kekalahan demi kekalahan yang setiap saat aku rasakan. kau selalu berprestasi tapi aku tidak, kau selalu disukai oleh lelaki yang aku sukai, tapi aku masih tetap bisa bersabar, dan lama-lama aku bosan terus seperti ini. aku bosan selalu kalah darimu."
"Andai bisa aku ingin pergi jauh, meniti karier dan tidak lagi bisa melihat kalian berdua, itu mimpiku selanjutnya. disinipun aku masih sakit melihat kedatangan kalian berdua, yang mungkin akan sering mengunjungimu setelah hari ini.
"Apa artinya kau ingin jadi model yang selama ini kau impikan."
"Iya, tapi bagaimana lagi, mungkin aku akan menua di jeruji ini."
"Aku masih bisa membantumu asalkan kamu benar-benar berubah Chela."
"Kau masih percaya padaku?"
"Tentu, kita sudah lama saling kenal."
"Jessica, kau memang saudara terbaik," kata Chela sambil terisak-isak.
Jessika meraih dua tangan Chela, memintanya untuk berdiri. Mereka kembali berpelukan. Jayden hanya melihat dari jauh tanpa bergeming. kini dia sadar kalau cintanya telah menghamcurkan dua bersaudara yang tadinya baik-baik saja.
"Aku akan mencabut tuntutan yang memberatkanmu supaya kamu bebas, dan raihlah mimpimu setinggi langit, kau masih bisa Chela," kata Jessica.
Jessica menatap Jayden lalu lelaki itu mendekat dan menggandengnya.
Chela bisa tahu maksud Jassika dari gestur tubuhnya dan tatapan pada Jayden yang begitu mendamba.
"Apa artinya kalian akan menikah? Jessika kamu yakin akan menikah?" tanya Chela berulang kali, gadis cantik itu berusaha tersenyum meski kepedihan itu masih ada.
"Iya, kami akan menikah saja, lagian mama dan papa sudah setuju, tidak ada yang perlu di tunda lagi."
"Iya, hal baik memang harus disegerakan," kata Chela kembali memeluk sepupunya.
kini Jessika dan Jayden segera menemui polri yang sudah bertugas. dia mengatakan kalau sudah memaafkan tersangka Chela.
Sebelum melakukan semuanya, Jessica juga memimta izin pada Dion. Kakaknya tentu keberatan, tapi setelah Jessika membujuknya lama dengan berbagai alasan, akhirnya Dion setuju dengan alasan jangan pernah menyesal jika nanti dia kembali berulah.
Jessica berani menjamin kalau Chela tidak akan menyakitinya lagi. karena Chela akan terbang ke Jakarta dan melanjutkan kuliah dan kariernya disana.
Alasan kuat yang dikatakan Jessica membuat Dion percaya, Lelaki dua anak itu akhirnya menghubungi kapolri dan meminta sesuai keinginan Jessika, yaitu mencabut tuntutan yang pernah dia berikan.
__ADS_1
Setelah mendengar sendiri kalau Kakak Dion sudah mencabut tuntutannya. Chela segera memeluk Jessica dan berjanji secepatnya akan meninggalkan kota. dan Chela akan melupakan semuanya dan memulai karirnya di dunia model.