Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 210. Melamar Nabila.


__ADS_3

Usaha baru Adrian yang baru dirintis memang butuh banyak asupan Dana, harga diri Adrian terlalu tinggi jika dia harus meminta bantuan pada Dion. Adrian juga menolak mengelola perusahaan Nenek karena dalam kompetisi itu dia memang kalah, perusahaan Nenek  tetap dikelola dibawah naungan perusahaan Dion, namun hasilnya tetap saja diberikan seluruhnya pada Nenek. 


Adrian siap bertemu dengan klien baru, di jam tujuh di sebuah restaurant, Adrian sengaja memilih tempat itu supaya dia bisa ngobrol santai sekaligus sarapan. 


Adrian berulang kali melihat ponsel dan mencocokkan dengan Arloji yang ada di pergelangan tangan, jam masih sama, tapi kenapa client itu belum juga datang. 


Adrian memutuskan untuk menunggu sampai jam delapan, jika klien itu tak juga datang, dia akan membatalkan semuanya. Bagi Adrian orang yang suka mengundur waktu dia juga orang yang sulit dipercaya, apalagi dalam bisnis semua akan menjadi sorotan.


Jam delapan lewat satu menit. Adrian berdiri dari tempat duduknya setelah meneguk teh hangat yang dia pesan. 


Saat baru beberapa langkah pergi Adrian melihat sosok wanita memanggilnya. 


"Adrian, kenapa buru-buru? Padahal aku memiliki tawaran yang sangat bagus untukmu"


"Kau? Kenapa aku selalu bertemu denganmu, padahal aku tak ingin lagi bertemu dengan manusia  licik sepertimu."


"Cup cup cup … kau masih aja sombong ya, meski sudah miskin, dulu saja kau sangat mencintaiku." Angeline mendekat dengan gayanya yang arogan. 


"Duduk, duduk dulu, kita berbicara baik-baik. Aku ingin kita membahas hal yang sangat penting. Yang mungkin akan menguntungkan dirimu dan juga diriku." Dengan gaya gemulai Angeline menarik lengan Adrian agar kembali duduk. 


"Katakan cepat, aku tak punya banyak waktu." Adrian sok sibuk


"Kau masih menginginkan Aluna kan? Dan saat ini aku sedang menginginkan Dion Sanderson, kita bisa bekerja sama." 


"Jika itu yang ada di otakmu, mending enyahlah dari hadapanku, manusia licik. Dan aku tak menyangka bahkan kau menggunakan identitas palsu untuk membuat aku datang kesini, sungguh aku buang buang waktu rupanya."


"Adrian, sudahlah jangan naif, kamu mencintai Aluna kan? Kamu akan bersama dengannya, bayangkan saja saat kau pulang kerja, wanita cantik itu menyambutku dengan senyum lebarnya. Aluna masih sangat mencintaimu, kalau tidak dia tak mungkin meninggalkan Dion dan membela dirimu waktu itu." Angeline kembali merangkai kalimat bohong demi menarik simpati Adrian. 


Dan jika Dion mencintai Aluna dengan tulus, tak mungkin dia akan menjalin hubungan denganku."


"Jadi kamu dan dia menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Aluna?" Adrian makin geram dengan Dion dan Angel. 


"Ya, dan kamu pasti tidak mau menyia-nyiakam Aluna kan, wanita itu sedang sedih dan butuh bantuan darimu?" Angel memporak porandakan hati Adrian dengan mengatakan Aluna sedang sedih. 


Tapi tidak, Adrian sudah tahu siapa Angel, dia pasti melakukan kecurangan untuk membodohi dirinya lagi, akhirnya Adrian menemui Dion ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. 


Adrian menemui Dion dan Aluna yang sedang menikmati sarapannya di sebuah restaurant mewah. 


Dari kejauhan Adrian susah melihat Aluna yang nampak bahagia, terlihat sesekali Dion menyuapi Aluna. Aluna juga menggoda Dion dengan menggigit tangannya. 

__ADS_1


Saat melihat semua baik-baik saja, Adrian segera keluar dari restaurant, dia tak mau menjadi pengganggu Dion dan Aluna yang sedang menikmati sarapan pagi bahagianya. 


Tapi sungguh malang, Dion melihat Adrian yang baru saja melangkah keluar pintu. Dion mengejarnya setelah beralasan pada Aluna..


"Adrian tunggu!" Panggil Dion saat di parkiran. 


" Bukankah kau ingin ketemu denganku dan Luna, kenapa kau malah pergi? Kau masih cemburu melihat kemesraan kita." Tanya Dion dengan ekspresi tak suka.


"Tidak, aku senang kalian bahagia, tapi aku akan mengambil Luna kembali jika kau berani membuatnya menangis." Adrian menarik kerah Dion membuat Dion terkejut dengan kegilaan Adrian. 


"Hey apa kau kembali gila?" Dion tak terima Adrian melakukan hal bodoh di depan umum.


"Aku serius, Angel bilang kau sudah selingkuh dengannya. Kau duakan Aluna dibelakangnya. Jika memang kau hanya ingin melukai hati Aluna bebaskan dia."


"Tidak, tidak, kamu salah paham," Dion menurunkan lengan Adrian dari lehernya. 


"Masih saja kau percaya dengan mantan istrimu itu." Dion merapikan kemejanya.


"Ini semua hanya trik untuk membuat dia masuk perangkap, Kamu tidak tahu jika saat ini aku sedang ingin membantumu mengembalikan perusahaan  yang tak semestinya dia kuasai. Dasar bodoh."


Dibilang bodoh Adrian Diam, ya memang dia bodoh, kalau tidak bodoh tak mungkin dia sia-siakan Aluna. 


Aluna yang merasa Dion meninggalkan terlalu lama dia menyusul ke depan. Aluna segera mendekat ketika melihat dua makhluk sedang berseteru. 


"Tidak Sayang, Ini, Adrian  mengira aku selingkuh."


Aluna tersenyum pada Adrian lalu memeluk pinggang Dion. 


"Jangan khawatir Rian, Suamiku tak akan pernah selingkuh. Dia setia, aku yang paling tahu dia dibandingkan orang lain. Apapun kata orang diluar sana jangan pernah kamu dengarkan."


Adrian diam, menyesal dia telah percaya hasutan Angel. Kalau saja dia tidak gegabah, dia tidak akan kembali mempermalukan dirinya sendiri seperti hari ini. 


"Maaf, syukur jika aku salah, aku hanya todak ingin ada laki laki yang melukai kamu Lun, meski kita hanya mantan, aku tetap berhak melihat kamu bahagia.


"Kami sangat bahagia," kata Aluna merebahkan kepalanya di bahu Dion.


Adrian memalingkan pandangannya sesaat lalu kwmbali menatap dua insan di mabuk asmara itu dengan hati berlapis baja. "aku doakan kalian cepat memiliki momongan lagi, dan jangan lupa doakan semoga hubungan aku dan Nabila akan segera menuju pelaminan."


"Serius Adrian? Kapan kamu mengkhidbah Nabila?" Aluna bahagia sekali mendengar seriusan Adrian tentang hubungannya dengan Nabila. 

__ADS_1


"Secepatnya Lun, aku juga sudah lelah sendiri seperti ini terus," keluh Adrian. 


"Segerakan saja, niat baik tidak baik jika ditunda-tunda."


'Luna kamu bahkan sama sekali tak bereaksi apa-apa saat aku bilang akan menikahi Nabila. Kamu memang benar-benar sudah melupakan aku.'


"Sudah kalau begitu aku pamit, masih ada sesuatu yang lebih penting yang belum aku selesaikan." 


"Pasti akan menemui Nabila ya?"


Adrian hanya tersenyum lalu pergi.


Adrian pergi sambil menahan rasa malu yang amat besar, Dion pasti akan mengira dia masih terus menguntit Aluna. 


Adrian segera menuju rumah sakit, dia sampai diparkiran setelah jam sembilan kurang sepuluh menit.  Dengan langkah gegas Adrian masuk dan segera mencari Nabila di ruang pribadinya. 


Adrian tak menemukan Nabila di ruang pribadinya, kekhawatiran Adrian mulai memuncak, Adrian segera mencari sosok yang dicintai itu ke ruang praktek, tapi tak ada jejak Nabila.


"Dimana kamu Na, aku bahkan sudah mencari ke semua tempat yang kiranya kau datangi setiap hari, tapi kau tak ada.


Adrian memutuskan untuk ke ruang Kakak galak, dia berharap kali ini Jayden bisa diajak bicara baik-baik. 


Dokter tampan yang sedang sibuk memeriksa data pasien serta penyakit yang diderita itu, semoga saja dia sudi untuk bicara. 


"Kakak, apakah Nabila baik baik saja, sejak pagi aku mengkhawatirkannya." 


Jayden tidak langsung menjawab tanya dari Andrian, dia melihat angka pada jam yang menempel di dinding. Jam 08.55. Jayden tersenyum melihat nasib baik Adrian. 


Kau hampir saja terlambat, nasibmu masih baik," kata Jayden lirih. 


Nabila sedang tak ada di sini, dia menjemput pasien yang sedang kritis. Jika kau ada perlu sampaikan saja padaku, atau kau  tunggu saja sebentar. 


Jayden mempersilahkan Adrian duduk.di kursi khusus yang bukan untuk pasien.


"Kau tidak bekerja, kenapa kau malah kesini. Menikah itu juga butuh modal untuk pesta," kata Jayden dingin.


"Aku hanya menuruti suara hati, rasanya ada yang kurang jika belum bertemu Nabila, Aku sudah mencarinya tapi belum juga ketemu."


"Katakan padaku, sebesar apa kau suka padanya, kulihat kau bukanlah laki laki yang baik, menikah saja kau gagal dua kali." jayden menatap Aluna sinis.

__ADS_1


"Manusia terkadang diuji dengan rumah tangganya, kadang juga butuh belajar dengan arti setia, dari pengalaman aku belajar untuk menjaga apa yang sudah kita dapatkan. Saat aku memiliki Nabila seutuhnya nanti, aku akan menjaganya, " Adrian sadar Nabila berharga. buktinya pagi ini tak mendengar suaranya dia begitu gelisah.


 


__ADS_2